cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIKMU
ISSN : 20883552     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Analisis Sistem Perencanaan Sumber Daya Manusia pada Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara Provinsi Papua Enambe, Ellius
JIKMU Vol 5, No 5 (2015): Volume 5, Nomor 5 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perencanaan sumber daya manusia didesain untuk menjamin bahwa kebutuhan pegawai bagi suatu organisasi akan dapat terpenuhi secara tetap dan tepat. Namun demikian  kenyataan di lapangan membuktikan bahwa sumber daya manusia yang tersedia di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara masih kurang sumber daya manusia kesehatan sehingga dalam kontribusinya pada organisasi dipengaruhi perencanaan itu sendiri. Kelemahan pelayanan kesehatan dilihat dari sudut tenaga kesehatan yaitu berhubungan dengan pengadaan pegawai yang kurang sesuai di bidang kerjannya, penyebaran tenaga pegawai yang belum merata, mutu pendidikan yang belum memadai, namun dengan segala kendala dan keterbatasan tersebut Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara tetap menjalankan tugas dan fungsinya, sehingga penelitian ini diarahkan untuk menganalisis sistem perencanaan  sumber daya manusia pada Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tolikara dengan indikator kajiannya yaitu pengadaan, pengembangan, dan penempatan sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengadaan pegawai baru dilaksanakan dengan cukup baik sesuai alokasi dan jumlah yang dibutuhkan namun masih kurang optimal dalam proses seleksi penerimaan pegawai baru dan pengembangan sumber daya Manusia dilaksanakan melalui pendidikan dan pelatihan serta penempatan pegawai baru yang telah diterima selanjunya ditempatkan di beberapa unit kerja sesuai dengan latar belakang bidang ilmu yang diperolehnya tetapi sering tidak sesuai apa yag diharapkan   . . Kata kunci:  Sumber Daya Manusia, Pendidikan, Pelatihan. Abstract Human resource planning is designed to ensure that the employees of an organization's needs will be met regularly and appropriately. However, the reality has proved that human resources are available at the District Health Office Tolikara still lack health human resources so that the contribution to the organization influenced the planning itself. The weakness of health services from the standpoint of health personnel is associated with the procurement of appropriate personnel lack in kerjannya, dissemination of employees who have not been evenly distributed, the quality of education is not adequate, but with all the constraints and limitations of the Public Health Service Tolikara continue performing their duties and functions, so this research is directed to analyze human resource planning system at the District Health Office Tolikara the study indicator that the procurement, development, and deployment of human resources. The results showed that the system of procurement of new employees fairly well implemented in accordance allocation and the amount needed, but still less than optimal in the selection process for new employees and human resource development is carried out through education and training as well as placement of new employees who have received selanjunya placed in some units work in accordance with the background knowledge gained field but often does not match what was expected. .   Keyword:              Human Resources, Education, Training.
Analisis Perencanaan Obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Rumbay, Ingrid N.
JIKMU Vol 5, No 5 (2015): Volume 5, Nomor 5 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengelolaan obat kabupaten/kota merupakan tanggung jawab penuh dari pemerintah kabupaten/kota. Mulai dari aspek perencanaan kebutuhan obat untuk pelayanan kesehatan dasar berdasarkan sistem “bottom up”, perhitungan rencana kebutuhan obat, serta mengkoordinasikan perencanaan kebutuhan obat dari beberapa sumber dana. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota mengajukan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) dan melaporkan penggunaan obat kepada Pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat. Setiap kabupaten/kota mempunyai struktur dan kebijakan sendiri dalam pengelolaan obat, selanjutnya Pengelola Obat Kabupaten/Kota disebut dengan Unit Pengelola Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan (UPOPPK) Kabupaten/Kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam  tentang  proses perencanaan obat  di Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian ini akan dilaksanakan di Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa Tenggara pada bulan Januari – Maret 2015. Data diperoleh dengan cara wawancara mendalam terhadap informan penelitian. Data diolah dengan menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Proses perencanaan kebutuhan obat di Dinas Kesehatan Kabupaten Minahsa Tenggara belum sesuai dengan Pedoman Teknis Pengelolaan dan Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia.   Kata kunci:  Obat, Perencanaan, Content Analysis.. Abstract Medication management districts / cities are the sole responsibility of the district / city. Starting from the planning aspect of medicine needs for a basic health care system is based on "bottom up", the calculation of the plan needs the drug, and the drug needs to coordinate planning of several sources of funds. Chief Medical Officer / City filed a Drug Needs Plan (RKO) and report the use of drugs to the District / City, State and Central. Each district / city has its own structures and policies in the management of drugs, Drug next business district / city called Public Drug Unit business and Medical Supplies (UPOPPK) Regency / City. This study used a qualitative method that aims to gain a more in-depth information about the planning process drugs in Southeast Minahasa District Health Office. This study will be conducted in Southeast Minahasa District Health Office in January to March 2015. The data were obtained by means of in-depth interviews to research informants. Data were processed using content analysis. The results showed that the planning process needs medicine in Southeast Minahsa District Health Office is not in accordance with the Guidelines for Technical Management and Public Procurement of Drugs and Medical Supplies specified by the Minister of Health of the Republic of Indonesia. Keyword:              Drugs, Planning, Content Analysis.
Pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Teling Atas Kota Manado Mengko, Viena Vicktoria
JIKMU Vol 5, No 5 (2015): Volume 5, Nomor 5 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TOLONG DIUBAH, kalimat atau paragraf yang dibuat tanpa sumber itu berarti si penulis mengklaim bahwa itu adalah buatan sendiri. tapi di artikel yang dimasukan ke bagian online ditemukan ada kalimat atau paragraf tanpa sumber dimiliki/sudah dimuat dalam penelitian atau sumber yang lain, hal ini masuk dalam kategori plagiat. jadi tolong cek kalimat/paragraf tanpa menyertakan sumber itu apakah benar-benar tulisan sendiri atau milik orang lain, jika sudah diperbaiki dan yakin tidak ada yang salah, silakan email ke ikmunsrat@gmail.com, file artikel kedua tidak akan kami infokan jika ada pl;agiat dan akan langsung diserahkan kepada Kaprodi. Kami akan mengupload perbaikannya dalam 1x24 setelah file diterima. Terima kasih.TOLONG PERHATIKAN = Ada sumber yang dicantumkan diisi artikel tapi didaftar pustaka tidak adaAbstrak Dampak dari peningkatan jumlah lansia antara lain masalah penyakit degeneratif akan sering menyertai para lanjut usia yang bersifat kronis dan multipatologis, dalam penanganannya memerlukan waktu cukup lama dan biaya besar. Menghadapi kondisi demikian perlu pengkajian masalah-masalah lanjut usia yang lebih mendasar dan sesuai dengan kebutuhan, secara alami bertambahnya usia akan menyebabkan terjadinya perubahan degeneratif dengan manifestasi beberapa penyakit seperti hipertensi, kelainan jantung, penyakit diabetes melitus, kanker rahim/prostat, osteoporosis dan lain-lain. Meskipun  lanjut usia bukan suatu penyakit, namun bersamaan dengan proses penuaan, insiden penyakit kronik dan ketidakmampuan akan semakin meningkat. Adapun untuk mengatasi masalah kesehatan lansia tersebut, perlu upaya pembinaan kelompok lanjut usia melalui puskesmas yang mencakup kegiatan promotif, preventif dan rehabilitative. Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia Teling Atas Kota Manado. Jenis penelitian ini ialah survey analitik dengan pendekatan corss sectional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2014 hingga Maret 2015 di Puskesmas Teling Atas Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga, pengetahuan lansia, sikap lansia dan peran kader dengan pemanfaatan posyandu lansia Teling Atas Kota Manado.   Kata kunci:  Dukunga Keluarga, Pengetahuan, Sikap, Peran Kader, Pemanfaatan Abstract The impact of the increase in the number of elderly among other issues degenerative disease will often accompany the elderly are chronic and multipatologis, handling and takes a long time and great expense. Facing such conditions need to study the problems of the elderly are more fundamental and according to the need, naturally age will lead to degenerative changes to the manifestation of several diseases such as hypertension, heart defects, diabetes mellitus, cancer of the uterus / prostate, osteoporosis and so on other. Although aging is not a disease, but along with aging, the incidence of chronic disease and incapacity will increase. As for addressing the health problems of the elderly, need development efforts through a group of elderly health centers that include activities promotive, preventive and rehabilitative. The objectives to be achieved from this study was to determine the factors associated with the utilization of Posyandu elderly Teling Over Manado. This type of research is to survey corss sectional analytic approach. The research was conducted in December 2014 until March 2015 in PHC Teling Upper Manado. The results showed that there is a relationship between family support, elderly knowledge, attitude the elderly and role of cadre with utilization of Posyandu Teling Over Manado. Keyword:              Family Support, Elderly Knowledge, Attitude The Elderly, Role Of Cadre, Utilization.
Analisis Kinerja Kader Posyandu di Puskesmas Paniki Kota Manado Sengkey, Sriyatty W.
JIKMU Vol 5, No 5 (2015): Volume 5, Nomor 5 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peranan kader sangat penting karena kader bertanggung jawab dalam pelaksanaan program posyandu, bila kader tidak aktif maka pelaksanaan posyandu juga akan menjadi tidak lancar dan akibatnya status gizi bayi atau balita tidak dapat dideteksi secara dini dengan jelas. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi tingkat keberhasilan program posyandu khususnya dalam memantau tumbuh kembang balita. Kader ikut berperan dalam tumbang anak dan kesehatan ibu, sebab melalui kader para ibu mendapatkan informasi kesehatan lebih dulu.  Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja kader  Posyandu di Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang kinerja kader Posyandu di Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kader berupa hasil kerja yang dicapai kader posyandu sudah sesuai dengan tanggung jawabnya masing- masing walaupun sebagian kader masih belum optimal dalam menjalankan tugas mereka.   Kata kunci:  Kader Posyandu, Hasil Kerja. Abstract The role of cadres is very important because the cadres responsible for the implementation Posyandu program, when cadres Posyandu is not active then the implementation will be smooth and consequently the nutritional status of an infant or toddler can not be clearly detected early. This will directly affect the level of success of the Posyandu program, especially in monitoring the growth and development of infants. Kader had a role in the fallen child and maternal health, because through a cadre of mothers getting health information first. The objectives to be achieved from this research is to analyze the performance of cadres Posyandu in Puskesmas Paniki Down Manado. This type of research is qualitative research that aims to get more in-depth information about the performance of cadres Posyandu in Puskesmas Paniki Down Manado. The results showed that the performance of cadres in the form of results achieved cadre's work is in accordance with their respective responsibilities, although some cadres are still not optimal in carrying out their duties. Keyword:              Posyandu Cadres, Works Results..
Analisis Kinerja Kader Posyandu di Puskesmas Paniki Kota Manado Sengkey, Sriyatty W.
JIKMU Vol 5, No 5 (2015): Volume 5, Nomor 5 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Peranan kader sangat penting karena kader bertanggung jawab dalam pelaksanaan program posyandu, bila kader tidak aktif maka pelaksanaan posyandu juga akan menjadi tidak lancar dan akibatnya status gizi bayi atau balita tidak dapat dideteksi secara dini dengan jelas. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi tingkat keberhasilan program posyandu khususnya dalam memantau tumbuh kembang balita. Kader ikut berperan dalam tumbang anak dan kesehatan ibu, sebab melalui kader para ibu mendapatkan informasi kesehatan lebih dulu.  Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja kader  Posyandu di Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang kinerja kader Posyandu di Puskesmas Paniki Bawah Kota Manado. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja kader berupa hasil kerja yang dicapai kader posyandu sudah sesuai dengan tanggung jawabnya masing- masing walaupun sebagian kader masih belum optimal dalam menjalankan tugas mereka.   Kata kunci:  Kader Posyandu, Hasil Kerja. Abstract The role of cadres is very important because the cadres responsible for the implementation Posyandu program, when cadres Posyandu is not active then the implementation will be smooth and consequently the nutritional status of an infant or toddler can not be clearly detected early. This will directly affect the level of success of the Posyandu program, especially in monitoring the growth and development of infants. Kader had a role in the fallen child and maternal health, because through a cadre of mothers getting health information first. The objectives to be achieved from this research is to analyze the performance of cadres Posyandu in Puskesmas Paniki Down Manado. This type of research is qualitative research that aims to get more in-depth information about the performance of cadres Posyandu in Puskesmas Paniki Down Manado. The results showed that the performance of cadres in the form of results achieved cadre's work is in accordance with their respective responsibilities, although some cadres are still not optimal in carrying out their duties. Keyword:              Posyandu Cadres, Works Results..
Hubungan Antara Karakteristik Individu, Pengetahuan Dan Sikap Dengan Tindakan PSN DBD Masyarakat Kelurahan Malalayang I Kecamatan Malalayang Kota Manado Monintja, Tyrsa C. N.
JIKMU Vol 5, No 5 (2015): Volume 5, Nomor 5 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang sering merisaukan masyarakat karena dapat menyebabkan kematian. Penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopticus yang mengandung virus dengue. Penyakit DBD belum ada vaksin/obatnya sehingga cara satu-satunya untuk menghindari terjangkit penyakit ini dengan pencegahan. Pencegahan DBD adalah dengan mencegah gigitan nyamuk Aedes yang mengandung virus dengue terhadap manusia. Salah satu cara pencegahan penyakit DBD adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan agar tidak menjadi media perindukkan nyamuk Ae. aegypti, yaitu berupa pemberantasan sarang nyamuk (PSN),  fogging, abatisasi, dan pelaksanaan 3M (menguras, menutup, dan mengubur). Dalam setiap persoalan kesehatan, termasuk dalam upaya penanggulangan DBD, faktor perilaku senantiasa berperan penting. Perhatian terhadap faktor perilaku sama pentingnya dengan perhatian terhadap faktor lingkungan, khususnya dalam hal upaya pencegahan penyakit. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan tindakan PSN DBD, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pekerjaan dengan tindakan PSN DBD, terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan tindakan PSN DBD, terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan tindakan PSN DBD serta terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dengan tindakan PSN DBD. Dimana sikap merupakan variable yang paling dominan.   Kata kunci:  PSN DBD, Karakteristik Individu, Pengetahuan, Sikap, Tindakan. Abstract Dengue hemorrhagic fever (DHF) is one disease that is often disturbing public because it can cause death. Dengue disease transmitted through the bite of Aedes aegypti and Aedes Albopticus containing dengue virus. DHF is no vaccine / cure so that the only way to avoid contracting the disease by prevention. DHF prevention is to prevent Aedes mosquito bites containing dengue virus to humans. One way to prevent dengue disease is to maintain a healthy environment so as not to become a breeding media of Ae. aegypti, namely in the form of mosquito nest eradication (PSN), fogging, abatisasi, and implementation of 3M (drain, close, and bury). In any health problems, including in the fight against dengue, behavioral factors always play an important role. Attention to behavioral factors as important as the attention to environmental factors, especially in terms of disease prevention. The results showed that there was no significant relationship between education and action PSN DBD, there is no significant relationship between work with DBD PSN action, there is a significant correlation between age and PSN action dengue, there is a significant relationship between knowledge and action as well as the PSN DBD there is a significant relationship between attitudes to the action PSN DBD. Where the attitude is the most dominant variable. Keyword:              PSN DBD, Individual characteristic, knowledge, attitude, behavior
Hubungan Antara Kadar Debu, Masa Kerja, Penggunaan Masker Dan Merokok Dengan Kejadian Pneumokoniosis Pada Pekerja Pengumpul Semen Di Unit Pengantongan Semen PT. Tonasa Line Kota Bitung Simanjuntak, Martin L.
JIKMU Vol 5, No 5 (2015): Volume 5, Nomor 5 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Menurut International Labour Organization (ILO), suatu kelainan yang terjadi akibat penumpukan debu dalam paru yang menyebabkan reaksi jaringan terhadap debu tersebut dikenal dengan pneumokoniosis. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi saluran pernapasan dan gangguan fungsi paru. Faktor-faktor yang mempengaruhi saluran pernapasan dan gangguan fungsi paru khususnya dari aspek tenaga kerja dapat berasal dari dalam diri manusia (faktor internal) dan dari luar manusia (faktor eksternal). Faktor internal meliputi sistem pertahanan paru baik secara anatomis maupun fisiologis, umur, jenis kelamin, riwayat penyakit yang pernah diderita, status gizi dan kerentanan individu. Faktor eksternal meliputi riwayat pekerjaan, kebiasaan merokok, kebiasaan olahraga, penggunaan alat pelindung pernapasan, lingkungan, paparan debu, dan masa kerja. Penelitian dilakukan pada Februari sampai Maret 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pengumpul semen di Unit Pengantongan Semen PT. Tonasa Line Kota Bitung. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi, yaitu berjumlah 38 pekerja. Data diperoleh dari hasil pengukuran Personal Dust Sampler (PDS), kuesioner, dan pemeriksaan foto toraks pekerja. Data diolah melalui tahapan editing, coding, processing dan cleaning serta analisis data univariat, bivariat dan multivariat. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa 3 dari 4 variabel yang diteliti berhubungan dengan kejadian pneumokoniosis, yaitu variabel kadar debu, masa kerja dan merokok. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa masa kerja merupakan variabel yang paling dominan diikuti variabel merokok. Kata kunci:  Pneumokoniosis, Kadar Debu, Masa Kerja, Masker, Merokok Abstract According to the International Labour Organization (ILO), a disorder that occurs due to accumulation of dust in the lungs that causes the tissue reaction to the dust known as pneumoconiosis. There are several factors that affect the respiratory tract and impaired pulmonary function. Factors that affect the respiratory tract and lung function impairment, especially from the aspect of workers may come from within human beings (internal factors) and from beyond the human (external factors). Internal factors include the lung's defense system both anatomically and physiologically, age, gender, medical history that ever suffered, nutrition and individual susceptibility. External factors include employment history, smoking habits, exercise habits, use of respiratory protective equipment, environment, exposure to dust, and work period. The study was conducted in February and March 2015. The population in this study were all cement collector workers at cement packing unit PT. Tonasa Line Bitung. The sample in this study was the total population, which amounted to 38 workers. Data obtained from the measurement results Personal Dust Sampler (PDS), questionnaires, and chest X-ray examination of workers. The data is processed through the stages of editing, coding, processing and cleaning as well as data analysis of univariate, bivariate and multivariate. Bivariate analysis showed that 3 of the 4 variables studied related to the incidence of pneumoconiosis, which is variable level of dust, work period and smoking. Multivariate analysis showed that the work period is the most dominant variable followed by variable smoking. Keyword:              Pneumoconiosis, Level of Dust, Work Period, Mask, Smoking.
Tingkat Kepuasan Pasien atas Pelayanan Rawat Jalan di Poli Penyakit Dalam (Interna) di RSU Prof. R. D. Kandou Malalayang – Manado Tulumang, Stefanus J.
JIKMU Vol 5, No 5 (2015): Volume 5, Nomor 5 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TOLONG DIUBAH, kalimat atau paragraf yang dibuat tanpa sumber itu berarti si penulis mengklaim bahwa itu adalah buatan sendiri. tapi di artikel yang dimasukan ke bagian online ditemukan ada kalimat atau paragraf tanpa sumber dimiliki/sudah dimuat dalam penelitian atau sumber yang lain, hal ini masuk dalam kategori plagiat. jadi tolong cek kalimat/paragraf tanpa menyertakan sumber itu apakah benar-benar tulisan sendiri atau milik orang lain, jika sudah diperbaiki dan yakin tidak ada yang salah, silakan email ke ikmunsrat@gmail.com, file artikel kedua tidak akan kami infokan jika ada pl;agiat dan akan langsung diserahkan kepada Kaprodi. Kami akan mengupload perbaikannya dalam 1x24 setelah file diterima. Terima kasih. Abstrak Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan perorangan merupakan bagian dari sumber daya kesehatan yang sangat diperlukan dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan. Rumah sakit yang awalnya lebih banyak merupakan suatu unit pelayanan publik yang bersifat sosial kemanusiaan telah mengalami transformasi (perubahan) serta berkembang menjadi suatu industri berbasis pada prinsip – prinnsip ekonomi dan manajemen layaknya usaha komersil. Namun, yang terpenting dalam industri jasa kesehatan (rumah sakit) adalah kualitas pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit kepada pasien. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan desain Cross Sectional. Data primer dikumpulkan dengan melakukan wawancara secara langsung kepada pasien. Untuk melihat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara bukti langsung, kehandalan, daya tanggap dan empati dengan kepuasan pasien. . Kata kunci:  Pelayanan Rawat Jalan, Kepuasan Pasien.   Abstract Hospital as one of the individual health care facilities are part of the health resources that are indispensable in support of health efforts. Hospitals were initially more a public service unit of a social nature of humanity has undergone a transformation (change) and developed into an industry based on the principle - economics and management prinnsip like commercial businesses. However, the most important in the health services industry (hospital) is the quality of services provided by the hospital to the patient. This type of research is analytic survey with cross sectional design. Primary data was collected by conducting interviews directly to the patient. To see the relationship between independent variables and the dependent variable using Chi-square test. The results showed no relationship between direct evidence, reliability, responsiveness and empathy with patient satisfaction.. Keyword:  Outpatients Services, Patients Satisfaction.
Analisis Pengelolaan Obat Narkotika Subuxone Di Rumah Sakit Khusus Daerah Ratumbuysang Manado Wowiling, Reinne G.
JIKMU Vol 5, No 5 (2015): Volume 5, Nomor 5 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelayanan farmasi rumah sakit merupakan salah satu kegiatan dirumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu. Hal tersebut diperjelas dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 58 tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Farmasi, yang menyebutkan bahwa pelayanan farmasi rumah sakit adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Instalasi farmasi rumah sakit adalah salah satu unit di rumah sakit yang bertugas dan bertanggung jawab sepenuhnya pada pengelolaan semua aspek yang berkaitan dengan obat/perbekalan kesehatan yang beredar dan digunakan di rumah sakit.  Pengelolaan obat di rumah sakit meliputi pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pengendalian, penghapusan, administrasi dan pelaporan serta evaluasi yang  diperlukan bagi  kegiatan pelayanan, yang saling terkait satu dengan yang lainnya sehingga harus terkoordinasi dengan baik agar masing-masing dapat berfungsi secara optimal. Ketidakterkaitan antara masing-masing tahap akan mengakibatkan tidak efisiennya sistem suplai yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa belum adanya SOP Pengelolaan obat substitusi narkotika subuxone, Perencanaan obat substitusi narkotika subuxone di RSJ Prof.dr.V.L.Ratumbuysang adalah apoteker dan menggunakan metode konsumtif tanpa buffer stock di apotik rumah sakit . Kata kunci:  Pengelolaan, Narkotika.   Abstract Hospital pharmacy services is one of the activities in the hospital that support overall health services and integrated. This is made clear in the Regulation of the Minister of Health No. 58 of 2014 on Standards of Pharmaceutical Services, which states that the hospital pharmacy services is a direct service and responsible to the patient associated with the pharmaceutical preparation with the aim of achieving results that are sure to improve the quality of life of patients. The hospital pharmacy is one unit at a hospital in charge and fully responsible in the management of all aspects relating to drugs / medical supplies are circulated and used in hospitals. Drug management in hospitals include the selection, planning, procurement, receipt, storage, distribution, control, removal, administration and reporting and evaluation required for service activities, which are related to one another so as to be well coordinated so that each can function optimally. Disconnect between each stage will lead to inefficiency of the existing supply system. The results showed that the absence of SOP Management subuxone narcotic drug substitution, substitution of narcotic drugs Planning subuxone in RSJ Prof.dr.VLRatumbuysang are pharmacists and consumptive use method without the buffer stock at the hospital pharmacy. Keyword:              Management, Narcotics.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja di PT. Tonasa Line Kota Bitung Anes, Novalinda I.
JIKMU Vol 5, No 6 (2015): Volume 5 Nomor 6
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paparan debu dapat menimbulkan berbagaipenyakit akibat kerja yang mengakibatkangangguan fungsi paru dan kecacatan. Berbagaifaktor yang berpengaruh dalam timbulnya penyakitatau gangguan pada saluran nafas akibat debuadalah faktor debu, yang meliputi ukuran partikel,bentuk, konsentrasi, daya larut dan sifat kimiawi,serta lama paparan. Berdasarkan survey awal danhasil wawancara pada tenaga kerja di kantor unitpengantongan semen Tonasa Kota Bitung, dimanapara pekerja mengeluh sering batuk-batuk, beringusdan sesak napas pada saat bekerja, dan hasilpantauan dapat dilihat bahwa semua pekerja tidakmenggunakan APD seperti masker untukmelindungi saluran pernapasan. Tujuan penelitianini yaitu untuk menganalisis hubungan antarapaparan debu, umur, konsumsi rokok, dan aktifitasolahraga dengan gangguan fungsi paru pada pekerjapengumpul semen. Jenis penelitian ini ialahobservasional dengan rancangan cross sectionalstudy dengan jumlah sampel sebanyak 38 orangpekerja yang bekerja di Unit Pengantongan SemenPT. Tonasa Line Kota Bitung. Instrumen penelitianyang digunakan dalam penelitian ini yaitukuesioner, personal dust sampler (alat pengukurkadar debu) dan Spirometer (alat untuk mengukurfungsi paru), data hasil penelitian dianalisis denganmenggunakan uji regresi logistic. Hasil penelitianmenunjukkan variabel yang terbukti sebagai faktoryang berhubungan dan sebagai faktor risikoterhadap gangguan fungsi paru adalah paparan debudan konsumsi rokok sedangan variabel yangterbukti sebagai faktor yang tidak berhubungantetapi menjadi faktor risiko terhadap kejadiangangguan fungsi paru adalah umur dan aktifitasolahraga. Variabel yang paling kuat berhubunganterhadap kejadian gangguan fungsi paru adalahmengkonsumsi rokok.Kata kunci: Paparan Debu, Konsumsi Rokok,Umur, Aktivitas Olahraga,Gangguan Fungsi Paru. AbstractExposure to dust can cause a variety ofoccupational diseases resulting in pulmonaryfunction impairment and disability. Various factorsinfluence the onset of diseases or disorders of theairways due to dust is dust factors, which includeparticle size, shape, concentration, solubility andchemical properties, and long exposure. Based onthe initial survey and interviews on labor in theoffice unit cement packing Tonasa Bitung City,where workers complain of cough, runny nose, andshortness of breath at work, and the work can beseen that all workers do not use PPE (PersonalProtective Equipment) such as masks to protectrespiratory tract. The purpose of this study is toanalyze the relationship between dust exposure,age, cigarette consumption, and leisure activitieswith impaired lung function in workers collectingsemen. This type of research is observational withcross sectional study with a total sample of 38workers employed in the Unit packing Cement PT.Tonasa Line Bitung City. The research instrumentused in this study were questionnaires, personaldust sampler (gauges the amount of dust) and aspirometer (a device to measure lung function), thedata were analyzed by using logistic regression.Results from this study shows that proved to be afactor associated with and as a risk factor for lungfunction impairment is dust exposure and tobaccoconsumption while the variables that proved to befactors that are not related but risk factors on theincidence of lung function impairment was age andsport activities. Variable most strongly related tothe the incidence of pulmonary function impairmentis consuming cigarettesKeyword: Dust Exposure, Tobacco Consumption,Age, Sport Activity, Lung FunctionImpairment.