cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIKMU
ISSN : 20883552     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Di Puskesmas Siko Dan Puskesmas Kalumata Kota Ternate Tahun 2014 Ali, Fauziah Abdullah
JIKMU Vol 5, No 3 (2015): Vol 5, No 3 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pelayanan kesehatan tingkat kedua hanya dapat diberikan atas rujukan dari pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pelayanan kesehatan tingkat ketiga hanya dapat di berikan atas rujukan dari pelayanan kesehatan tingkat kedua atau tingkat  pertama, kecuali pada keadaan gawat darurat, kekhususan permasalahan kesehatan pasien, pertimbangan geografis, dan pertimbangan ketersediaan fasilitas. Sistem rujukan diselenggarakan dengan tujuan memberikan pelayanan kesehatan secara bermutu, sehingga tujuan pelayanan tercapai tanpa harus menggunakan biaya yang mahal. Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah Menganalisis bagaimana pelaksanaan Sistem Rujukan Rawat Jalan Tingkat Pertama peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional di  Kota Ternate tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman petugas tentang kebijakan sistem rujukan masih tergolong kurang baik, ketersediaan obat- obatan  dan bahan habis pakai dalam kategori cukup baik, ketersediaan fasilitas dan alat kesehatan medis fasilitas pelayanan kesehatan masih minim dan pemahaman petugas tentang fungsi Puskesmas sebagai pintu masuk/penapis rujukan cukup baik meskipun dalam prakteknya sering tidak mengikuti aturan yang ditetapkan.   Kata Kunci : Pelayanan Kesehatan, Kebijakan Sistem Rujukan.     Abstract Health services implemented in stages, starting from the first level of health care. The second level of health care can only be provided on a referral from the first level of health care. The third level of health care can only be provided upon referral from the second level of health care or first level, except in emergencies, the specificity of the patient's health problems, geographic considerations, and consideration of the availability of facilities. The referral system was organized with the aim of providing quality health services, so that service goal is achieved without having to use expensive. Objectives to be achieved from this study is analyze how the implementation of the Referral System First Level Outpatient participants of the National Health Insurance Program in the city of Ternate in 2014. The results showed that the officials' understanding of the policy reference system is still relatively poorly, the availability of medicines and consumables use in a pretty good category, the availability of medical facilities and medical devices still lack health care facilities and personnel understanding of the functioning of health centers as the entrance / filters referral pretty good though in practice it often does not follow the rules set.   Keywords : Health services, Policy Reference System.
Analisis Pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Kamar Operasi RSUD Dr Sam Ratulangi Tondano Masloman, Anugrah Perdana
JIKMU Vol 5, No 3 (2015): Vol 5, No 3 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Prosedur tindakan pencegahan dan pengendalian infeksi mutlak harus diterapkan di rumah sakit termasuk di kamar operasi.  Kamar operasi merupakan suatu unit khusus di rumah sakit tempat melakukan pembedahan.  Mencegah infeksi setelah tindakan operasi adalah sebuah proses kompleks yang bermula di kamar operasi dengan mempersiapkan dan mempertahankan lingkungan yang aman untuk melakukan pembedahan. Program pencegahan dan pengendalian infeksi di rumah sakit penting bagi kesehatan pasien dan keselamatan petugas, pengunjung dan lain-lain di lingkungan rumah sakit. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran pelaksanaan pencegahan dan pengendalian infeksi di kamar operasi RSUD DR. Sam Ratulangi Tondano. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan kebersihan tangan, pemakaian alat pelindung diri, pemrosesan peralatan pasien, pengelolaan limbah, pengelolaan lingkungan, program kesehatan petugas kesehatan, penempatan pasien, hygiene respirasipraktek menyuntik yang aman dan praktek untuk lumbal pungsi belum berjalan sesuai dengan pedoman pencegahan dan pengendalian infeksi Kementerian Kesehatan   Kata Kunci : Tindakan Pencegahan, Pengendalian Infeksi, .     Abstract Procedures and infection control precautions should be applied absolute in the hospital, including in the operating room. Operating room is a special unit in the hospital where the surgery. Prevent infection after surgery is a complex process that begins in the operating room to prepare and maintain a safe environment to do the surgery. Infection prevention and control programs in hospitals is important for the patient's health and safety officer, visitors and others in the hospital environment. The purpose of research to describe the implementation of prevention and control of infections in hospital operating rooms DR. Sam Ratulangi Tondano. The results showed that the implementation of hand hygiene, use of personal protective equipment, processing equipment patients, waste management, environmental management, health programs health workers, patient placement, respirasipraktek hygiene and safe injecting practices for lumbar puncture has not been run in accordance with the guidelines for the prevention and control of infection Ministry Of Health.   Keywords : Precautions, Infection Control.
Analisis Pelaksanaan Standar Sasaran Keselamatan Pasien di Unit Gawat Darurat RSUD Dr. Sam Ratulangi Tondano Sesuai dengan Akreditasi Rumah Sakit Versi 2012 Keles, Angelia W.
JIKMU Vol 5, No 3 (2015): Vol 5, No 3 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Rumah sakit merupakan layanan jasa yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat.  Rumah sakit merupakan tempat yang sangat kompleks yang terdapat berbagai macam obat, tes dan prosedur, banyak alat dengan teknologinya, berbagai jenis tenaga profesi dan non profesi yang siap memberikan pelayanan pasien 24 jam terus menerus. Keberagaman dan kerutinan pelayanan tersebut apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan peluang untuk terjadinya kesalahan pelayanan yang dapat berakibat terhadap keselamatan pasien. Sejak berlakunya UU No. 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan UU No. 29 tentang Praktik Kedokteran, muncullah berbagai tuntutan hukum kepada dokter dan rumah sakit. Hal ini hanya dapat ditangkal apabila rumah sakit menerapkan sistem keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejauh mana pelaksanaan sasaran keselamatan pasien di Unit Gawat Darurat di RSUD Sam Ratulangi Tondano sesuai dengan standar akreditasi versi 2012. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan identifikasi pasien, pelaksanaan komunikasi efektif, pelaksanaan peningkatan keamanan obat yang perlu diwaspadai, pelaksanaan kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-pasien operasi sudah sesuai dengan standar akreditasi rumah sakit versi 2012 sedangkan pelaksanaan pengurangan risiko infeksi dan pelaksanaan pengurangan risiko pasien jatuh belum sesuai dengan standar akreditasi rumah sakit versi 2012.   Kata Kunci : Akreditasi Rumah Sakit, Standar Sasaran Keselamatan, Pasien .   Abstract Hospitals are services that have an important role to people's lives. The hospital is a very complex place that there are various kinds of drugs, tests and procedures, many tools with technology, various types of professional and non-professional personnel who are ready to provide patient care 24 hours continuously. Diversity and regularity of the service if it is not properly managed can lead to opportunities for service errors that may result to patient safety. Since the enactment of Law No. 8/1999 on Consumer Protection and Law 29 of the Practice of Medicine, came the various lawsuits to doctors and hospitals. This can only be denied if hospitals implement patient safety system. The purpose of this study is to analyze the extent to which the implementation of patient safety goals in the Emergency Unit at hospitals Sam Ratulangi Tondano in accordance with accreditation standards version 2012. Results showed execution patient identification, implementation of effective communication, implementation of security enhancement drugs need to be aware, the implementation of appropriate certainty -location, right-procedure, right-surgery patient is in compliance with accreditation standards pain in the 2012 version while the implementation of the reduction of the risk of infection and the implementation of risk reduction in patients fell not in accordance with the hospital accreditation standard 2012 version. Keywords : Hospital Accreditation, Standards Target Safety, Patient.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Berobat Pasien Diabetes Melitus pada Praktek Dokter Keluarga di Kota Tomohon Tombokan, Vera
JIKMU Vol 5, No 3 (2015): Vol 5, No 3 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   WHO memprediksi kenaikan jumlah penyandang diabetes mellitus di Indonesia dari 8,4 juta pada tahun 2000 menjadi sekitar 21,3 juta pada tahun 2030. Senada dengan WHO, International Diabetes Federation (IDF) pada tahun 2009, memprediksi kenaikan jumlah penyandang Diabetes mellitus dari 7,0 juta pada tahun 2009 menjadi 12,0 juta pada tahun 2030. Meskipun terdapat perbedaan angka prevalensi, laporan keduanya menunjukkan adanya peningkatan jumlah penyandang DM sebanyak 2-3 kali lipat pada tahun 2030. Selain prevalensinya yang cukup banyak diderita oleh penduduk dunia khususnya di Indonesia, diabetes seringkali tidak terdeteksi dan dikatakan onset atau mulai terjadinya diabetes tujuh tahun sebelum diagnosis ditegakkan, sehingga morbiditas dan mortalitas dini terjadi pada kasus yang tidak terdeteksi ini. Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara pengetahuan, sikap, pendidikan dan motivasi dengan kepatuhan berobat  pasien diabetes melitus yang berobat di Klinik Dokter Keluarga Kota Tomohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, sikap dan motivasi dengan kepatuhan berobat pasien diabetes melitus di klinik dokter keluarga di Kota Tomohon. Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan berobat pasien diabetes melitus di klinik dokter keluarga di Kota Tomohon dan pengetahuan merupakan variabel  yang  paling berpengaruh.     Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Motivasi, Pendidikan, Kepatuhan Berobat.   Abstract WHO predicts increase in the number of people with diabetes in Indonesia from 8.4 million in 2000 to about 21.3 million in 2030. In line with the WHO, the International Diabetes Federation (IDF) in 2009, predicted a rise in the number of people with diabetes mellitus of 7, 0 million in 2009 to 12.0 million in 2030. Although there are differences in prevalence, both reports show an increase in the number of people with diabetes as much as 2-3 times in 2030. In addition to its prevalence is pretty much suffered by the inhabitants of the world, especially in Indonesia , diabetes often goes undetected and is said to start the occurrence of diabetes onset or seven years before the diagnosis is made, so that morbidity and premature mortality occurs in these cases are not detected. Objectives to be achieved from this research is to analyze the relationship between knowledge, attitudes, education and motivation with treatment compliance of patients with diabetes mellitus who seek treatment at the Clinic Family Doctor Tomohon. The results showed that there is a relationship between knowledge, attitudes and motivation with patient compliance with treatment of diabetes mellitus in the family doctor's clinic in Tomohon. Knowledge, attitude, and motivation significantly influence patient compliance with treatment of diabetes mellitus in the family doctor's clinic in Tomohon and knowledge are the most influential variables. Keywords : Knowledge, Attitude, Motivation, Education, Medication Compliance.
Faktor-Faktor yang Berhubungan Terhadap Pernikahan Dini Pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Mapanget Kota Manado Desiyanti, Irne W.
JIKMU Vol 5, No 3 (2015): Vol 5, No 3 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Pernikahan dini (early mariage) merupakan suatu pernikahan yang dilakukan oleh seseorang yang memiliki umur yang relatif muda. Umur yang relatif muda yang dimaksud tersebut adalah usia pubertas yaitu usia antara 10-19 tahun. Permasalahan kesehatan reproduksi dimulai dengan adanya pernikahan dini yang hasilnya yaitu pada perempuan usia 10-54 tahun terdapat 2,6 persen menikah pada usia kurang dari 15 tahun kemudian 23,9 persen menikah pada usia 15-19 tahun. Di Sulawesi Utara, usia menikah kurang dari 14 tahun adalah 0,5 persen, sedangkan usia menikah antara 15 tahun sampai 19 tahun adalah 33,5 persen. Banyaknya kejadian pernikahan pada usia muda yaitu usia dibawah 19 tahun yang merupakan salah satu permasalahan yang berkaitan dengan sistem reproduksi pada remaja yang sangat memerlukan perhatian khusus. Tujuan dari penelitian  ini adalah mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini antara lain adalah faktor peran orang tua dalam komunikasi keluarga, pendidikan orang tua, pendidikan responden dan pekerjaan responden. Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berhubungan dengan pernikahan dini adalah faktor peran orang tua dalam komunikasi keluarga, pendidikan orang tua dan pendidikan responden. Faktor yang paling dominan terhadap pernikahan dini dalam penelitian ini adalah peran orang tua dalam komunikasi keluarga. Oleh karena itu diharapkan masyarakat khususnya orang tua (keluarga) dapat meningkatkan dukungan dan kepedulian terhadap generasi muda agar menjadi lebih baik di masa yang akan datang.   Kata Kunci : Pernikahan Dini, Peran Orang Tua, Pendidikan Orang Tua, Pendidikan Responden, Pekerjaan Responden.         Abstract Early mariage a marriage performed by a person who has a relatively young age. Relatively young age is the age of puberty is the age group between 10-19 years. Reproductive health problems began with the early marriages that result is in women aged 10-54 years are 2.6 percent married at age less than 15 years later, 23.9 percent were married at the age of 15-19 years (Riskesdas, 2013). In North Sulawesi, married age less than 14 years was 0.5 percent, while the age of marriage from 15 years to 19 years was 33.5 percent (BKKBN Survey, 2013). The high incidence of marriage at a young age is under 19 years of age is one of the problems related to the reproductive system in adolescents who are in need of special attention. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of early marriage among others, are factors the role of parents in family communication, parental education, education of respondents and respondents work. Results of this study shows that factors associated with early marriage is a factor of the role of parents in family communication, parental education and education of the respondents. The most dominant factor against early marriage in this study is the role of parents in family communication. It is therefore expected that people, especially parents (families) can improve the support and concern for young people to become better in the future. Keywords : Early Marriage, The Role of Parents, Education Parents, Respondents Education, Employment Respondents.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Ibu dalam Pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Tahun 2014 Zakaria, Rabia
JIKMU Vol 5, No 3 (2015): Vol 5, No 3 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   ASI eksklusif adalah pemberian ASI (Air Susu Ibu) sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal, dan tidak diberikan minuman dan makanan lain (termasuk air jeruk, madu, dan air gula) sampai bayi berumur 6 bulan.  Di Indonesia saat ini pemberian ASI ekslusif masih rendah, Riskesdas 2013 persentase ASI ekslusif  hanya 30,2% sementara Kementerian Republik Indonesia  menargetkan 80% Tahun 2014. Puskesmas Tilongkabila Tahun 2013  hanya mencapai 5,7%, tiga faktor yang mempengaruhi  tindakan pemberian ASI eksklusif  yaitu  faktor predisposisi (predisposing factor), berupa   pengetahuan, sikap, dan pendidikan, faktor pendukung (enabling factor) mencakup keterpaparan informasi, promosi susu formula, dan faktor penguat (reinforcing factors) mencakup dukungan tenaga kesehatan dan dukungan suami serta keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan ibu dalam pemberian ASI eksklusif  di wilayah kerja Puskesmas Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif mengunakan metode penelitian deskriktif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu yang memiliki balita usia 6-24 bulan dengan jumlah sampel 134 responden. Analisis data penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square, serta analisis multivariat dengan analisis Regresi Logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, pengetahuan, sikap, promosi susu formula, dukungan tenaga kesehatan serta dukungan suami dan keluarga berhubungan dengan tindakan ibu dalam pemberian ASI ekslusif,  serta tidak terdapat hubungan keterpaparan informasi dengan tindakan ibu dalam pemberian ASI ekslusif.   Kata Kunci : ASI Eksklusif, Tindakan Ibu. Abstract Exclusive breastfeeding is breastfeeding (BMS) as early as possible after birth , given without schedule , and not given drinks and other foods ((including orange juice , honey , sugar and water ) until the baby is 6 months old . In Indonesia currently still low exclusive breastfeeding , exclusive breastfeeding Riskesdas 2013 percentage is only 30.2 %, while the Ministry of the Republic of Indonesia is targeting 80 % In 2014.. PHC Tilongkabila In 2013 only 5.7 % , the three factors that affect the action of exclusive breastfeeding are predisposing factors  (predisposing factors ) form of knowledge , attitudes , and education , supporting factor (enabling factors ) include exposure information , promotion of infant formula, and reinforcing factors ( reinforcing factors) include support for health workers and support of her husband and family . This study aims to determine the factors associated with maternal action in exclusive breastfeeding in Puskesmas Tilongkabila Bone County Bolango Year 2014. This research is a quantitative research using research methods deskriktif analytic cross-sectional study design. The sample in this study were mothers who have children aged 6-24 months with a sample of 134 respondents. The data analysis of this research is the analysis of univariate and bivariate with Chi-square test , and multivariate analysis with multiple logistic regression analysis. The results of this study shows that education , knowledge , attitudes , promotion of infant formula , the support of health professionals and support of her husband and family -related measures in exclusive breastfeeding mothers, and there was no correlation with measures of exposure information in exclusive breastfeeding mothers  Keywords : Action mother, exclusive breastfeeding
Hubungan antara Karakteristik Ibu dan Perilaku Ibu dengan Riwayat Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Dini di wilayah Puskemas Atinggola Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara Tahun 2014 Ibrahim, Meike
JIKMU Vol 5, No 3 (2015): Vol 5, No 3 April 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Menurut Ditjen Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan anak Kemenkes RI (2013), bahwa salah satu upaya mendasar untuk menjamin pencapaian kualitas tumbuh kembang anak sekaligus memenuhi hak anak adalah melalui pola pemberian makanan yang terbaik sejak lahir dan pada usia dini, karena pola pemberian makanan yang tepat dapat mendukung pertumbuhan optimal bagi anak. Tujuan penelitian adalah menganalisis hubungan antara  karakteristik ibu dan perilaku ibu dengan riwayat  pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dini di wilayah  Puskesmas  Atinggola  Kabupaten Gorontalo Utara  Tahun 2014. Jenis penelitian adalah survey analitik dengan menggunakan pendekatan crossectional, Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh ibu yang memiliki anak balita usia 6 s/d 24 bulan, dimana jumlah  sampel yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 176 ibu. Hasil penelitian terdapat hubungan yang bermakna antara pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pengetahuan ibu, sikap ibu dan tidak ada hubungan antara paritas antara paritas dengan riwayat pemberian MP-ASI dini (p= 0,208).   Kata Kunci : Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan, Sikap, Riwayat Pemberian MP-ASI dini,.     Abstract According to Directorate General Nutrition and Maternal and child Ministry of Health of the Republic of Indonesia (2013), that one of the fundamental effort to ensure the achievement of the quality of child development as well as fulfilling the rights of children is through the feeding patterns of the best since birth and at an early age, because the pattern of feeding right to support optimal growth of the child. Research goal is to describe the behavior of MP-ASI, determine the relationship between maternal characteristics and behavior of mothers with a history of complementary feeding (MP-ASI) Early in the Health Center Atinggola North Gorontalo District 2014. This type of research is analytic survey with using a cross-sectional approach, population in this study are all mothers with children under age 6 s / d 24 months, where julah samples obtained in this study was 176. The results of this study shows that significant relationship between education, job, knowledge, attitude with lifetime history of early complementary feeding and no significant relationship between parity with lifetime history of early complementary feeding.   Keywords : Education, Employment, Knowledge, Attitude, Giving  History of early complementary
Analisis Kepuasan Pasien di Instalasi Rawat Jalan Bedah RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Hatibie, Toar W. J.
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kepuasan pasien merupakan tujuan pelayanan dari setiap rumah sakit. Faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien di instalasi rawat jalan bedah di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R. D. Kandou Manado ialah bukti fisik (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance) dan perhatian (emphaty). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan bedah yang pernah berobat di Instalasi Rawat Jalan Bedah selama periode Oktober 2013 sampai dengan Oktober 2014. Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan metode Purposive Sampling menggunakan kuesioner yang sudah di Uji Validitas dan Reabilitasnya. Data yang didapat selanjutnya dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan Uji Regresi Linier Berganda pada α=5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan dari variabel bukti fisik (nilai p = 0,020), kehandalan (nilai p = 0,006), dan perhatian (nilai p = 0,000) dengan kepuasan pasien. Penelitian juga menunjukkan tidak ada hubungan antara Variabel daya tanggap (nilai p = 0,109) dan jaminan (nilai p = 0,335) dengan kepuasan pasien. Berdasarkan hasil analisis multivariat didapatkan bahwa perhatian (emphaty) merupakan variabel yang dominan terhadap kepuasan pasien di Instalasi Rawat Jalan Bedah RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado (OR = 4,935, 95% CI : 1,902-12,805).   Kata kunci:      Kepuasan Pasien, Rawat Jalan Bedah.       Abstract Patient satifaction is the main objective of every hospital in delivering their service. Factors that affect patient satisfaction in outpatient surgical installation in General Hospital Prof. Dr RD Kandou Manado is tangibles, reliability, responsiveness, assurance and emphaty. This study uses quantitative methods with Cross Sectional Study. The population of this study were all outpatient surgical treatment in the Installation ever Outpatient Surgery during the period October 2013 to October 2014. Sampling techniques in this study conducted by purposive sampling method using a questionnaire that is already pass in validity test and reliability test. The data obtained is then performed univariate, bivariate and multivariate Regression Test at α = 5%. The results showed that there was a significant correlation of physical evidence variable (p value = 0.020), reliability (p = 0.006), and attention (p = 0.000) with patient satisfaction. Research also shows there is no correlation between the variable responsiveness (p = 0.109) and assurance (p = 0.335) with patient satisfaction. Based on the results of multivariate analysis showed that empathy is the dominant variable to satisfaction of patients in the Outpatient Surgical Hospital Installation Prof. Dr. RD Kandou Manado (OR = 4.935, 95% CI: 1.902 to 12.805). Keyword:           Patient Satisfaction, Outpatient Surgery. 
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Tindakan Berisiko Tertular HIV/AIDS pada Siswa SMA Negeri Di Kota Gorontalo Yulianingsih, Endah
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak HIV/AIDS merupakan masalah kesehatan masyarakat terbesar di dunia dewasa ini. Penyakit ini terdapat hampir disemua negara di dunia tanpa kecuali termasuk Indonesia. Remaja lebih mudah melakukan penyesuaian dengan arus globalisasi dan arus informasi yang bebas yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan perilaku menyimpang karena adaptasi terhadap nilai-nilai yang datang dari luar, seperti narkoba, kriminal, dan kejahatan seks bebas yang dapat membahayakan mereka karena bisa terjangkit berbagai penyakit kelamin terutama HIV/AIDS. Perubahan perilaku kesehatan seseorang dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu faktor predisposing, enabling, reinforcing. Hasil penelitian diperoleh  lima variabel yang menunjukkan hubungan yang signifikan dengan tindakan berisiko tertular HIV/AIDS pada siswa SMA Negeri di Kota Gorontalo yaitu variabel pengetahuan, sikap, religiusitas, keterpaparan media informasi, pengaruh teman sebaya, Penelitian ini menghasilkan  variabel yang memiliki hubungan yang sangat dominan yaitu variabel religiusitas.   Kata kunci:  Tindakan Berisiko Tertular HIV/AIDS, Pengetahuan, Sikap, Religiusitas, Keterpaparan Media.   Abstract HIV / AIDS is the world’s problems. The disease is found in almost all countries in the world including Indonesia. Teens easier to make adjustments with globalization and the free flow of information that can lead to deviant behavior change because of adaptation to the values ​​that come from outside, such as drugs, crime, and sex crimes that could harm them because it can be infected with venereal diseases especially HIV / AIDS. Health behavior change is influenced by three factors: factors predisposing, enabling, reinforcing. The results obtained by the five variables that showed significant association with risk measures infected with HIV / AIDS in the State high school students in the city of Gorontalo is variable knowledge, attitudes, religiosity, media exposure information, peer influence, this study generates a variable that has a very dominant relationship namely religiosity variables. Keyword:        Action risk of contracting HIV / AIDS, Knowledge, Attitude, Religiosity, Media Exposure.
Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Kebutuhan Keluarga Berencana yang Tidak Terpenuhi (Unmet Need) di Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo Porouw, Hasnawatty Surya
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Salah satu komponen yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah kelahiran (fertilitas). Ditengah angka pemakaian KB di Indonesia yang semakin naik, data SDKI 2007 menyebutkan angka kebutuhan keluarga berencana yang tidak terpenuhi (Unmet need) juga masih cukup tinggi yakni sebesar 9,1% pada tahun 2007. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kebutuhan keluarga berencana yang tidak terpenuhi (Unmet Need) Di Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan ibu, pekerjaan, jumlah anak hidup, pengetahuan dan dukungan suami memiliki hubungan yang bermakna dengan Unmet Need. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan Unmet Need adalah dukungan suami sehingga dalam pelaksanaan program keluarga berencana suami harus turut dilibatkan agar suami dapat ikut berperan dalam keluarga berencana.   Kata Kunci :   Unmet Need, Faktor yang berhubungan dengan kebutuhan keluarga berencana yang tidak terpenuhi     Abstract   One of the components influences the population growth is fertility. Despites the increasing in the usage of birth control in Indonesia, the Indonesian basic health survey in 2007 indicated a 9,1% of unmet need of family planning. This research objective is to investigate factors contributing to the unmet need for family planning in Sipatana sub-district, city of Gorontalo. The result shows that mother’s education, job, numer of living children, knowledge and husband’s support have correlation with the unmet need for family planning is husband’s support. Therefore, husband should be involved in the implementation of the family planning program.     Kata Kunci :  Unmet Need, Factors Contributing To The Unmet Need For Family Planning. Â