cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIKMU
ISSN : 20883552     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Analisis Keputusan Ibu Hamil dalam Memilih Pelayanan Antenatal Care di Wilayah Kerja Puskesmas Jambula Kota Ternat Kurnia, Nia
JIKMU Vol 5, No 6 (2015): Volume 5 Nomor 6
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemeriksaan antenatal mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu. Data Riskesdas 2011 didapatkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Maluku Utara yaitu 387 ibu, dimana angka tersebut tertinggi ketiga di Indonesia setelah Papua dan Papua Barat. Angka kematian ibu berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Ternate tahun 2013 yaitu 4  dan kematian bayi 22, sedangkan pada tahun 2014 angka kematian ibu di kota Ternate yaitu 4 dan kematian bayi 8. Kematian ibu di wilayah kerja puskesmas Jambula 2014 yaitu 1 orang dan kematian bayi 0. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Ternate didapatkan jumlah kunjungan ANC di Wilayah Kerja Puskesmas Jambula Kota Ternate, K1 2014 sebesar 54 % atau sebanyak 94 dari 175 ibu hamil dan K4 sebesar 50 % atau sebanyak 87 dari 175 ibu hamil. Jumlah ANC di Puskesmas Jambula di atas merupakan jumlah terendah dari kunjungan ANC di seluruh Puskesmas di Kota Ternate. Untuk menurunkan angka kesakitan, angka kematian pada ibu dan bayi diperlukan kunjungan pemeriksan kehamilan yang rutin. Penelitian ini menggunakan rancangan kualitatif melalui wawancara mendalam untuk mendapatkan informasi mendalam tentang bagaimana analisis keputusan ibu hamil dalam memilih pelayanan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Jambula Kota Ternate. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, melakukan reduksi data, penyajian dalam bentuk narasi dan keabsahan data dengan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Informan dalam penelitian ini sebanyak 9 informan. Hasil penelitian menunjukkan keputusan ibu hamil dalam memilih pelayanan antenatal care di wilayah kerja Puskesmas Jambula Kota Ternate sangat berkaitan dengan pengetahuan, dukungan keluarga, budaya, dan pelayanan dari sumber daya manusia. Kata kunci: Keputusan Ibu Hamil, Antenatal Care.AbstractAntenatal inspection has a very important position in decreasing the maternal morbidity and mortality. Data obtained from Riskesdas in 2011 pointed Maternal Mortality Rate (MMR) in North Maluku, as many as 387 women, where the rate was the third highest in Indonesia after Papuya and West Papua (Anonymous, 2011). The Maternal Mortality Rate in Ternate City werw 4 and 8. The Maternal Mortality Rate in Jambula Public Health Center in Ternate city in 2014 was 1 person and 0 of infant (Anonymous, 2014). Based on the data from Health Depatement in Ternate city Found the amount of ANC visit in JAmbula Public Health Center in Ternate city of K1 in 2014 pointed 54% or as many as 94 out of 175 of the pregnant women and K4 pointed 50 % or as many as 87 out of 175 of the pregnant women. The amount of between all of Public Health Center above is the lowest number of visits between all of Public Health Center in Ternate City (Anonymous, 2014). To decrease the morbidity, mortality of mothers and babies needed the rountine prenatal care. This study uded a qualitative design by in-depth interviewing to obtain in depth information about how the analysis of pregnant women’ decision in selecting the antenatal care service at Jambuka Publich Health Center in Ternate city. The data were collected through interviews, data reduction doing, presented in narrative form and validity of the data with the source trianggulation and the triangulation methods. The Informants in this study as many as 9 informants. The result showed that the pregnant women, decision in selecting the antenatal care service in Jambula Public Health Center in Ternate City have most correlation with knowledge, family support, culture, and the service of human resources.Keywords:  Pregnant Women Decision, Antenatal Care Service
Hubungan antara Pengetahuan, Pendapatan Keluarga dan Kebiasaan Makan Kariogenik dengan Kejadian Karies Gigi Siswa Kelas V dan VI pada Sekolah Dasar di Tuminting Randa, Yosua
JIKMU Vol 5, No 6 (2015): Volume 5 Nomor 6
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka karies gigi di Indonesia terutama anak sekolah dasar disebabkan oleh banyak faktor seperti kegemaran anak yang sering makan makanan yang lengket dan manis, ketidaktahuan anak tentang cara menyikat gigi yang benar, kurangnya pemahaman dan pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dan mulut, kurangnya perhatian dari orang tua tentang kesehatan gigi dan mulut anak serta kurangnya perhatian pemerintah khususnya petugas kesehatan dalam mencegah terjadinya karies gigi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, pendapatan keluarga dan kebiasaan makan kariogenik dengan kejadian karies gigi (indeks DMF-T) pada siswa kelas V dan VI pada sekolah dasar di Tuminting. Jenis penelitian ini ialah penelitian dengan rancangan cross sectional study. Sampel dalam penelitian adalah siswa SD kelas V dan VI yang berumur 10-12 tahun sebanyak 83 siswa. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan uji regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, pendapatan keluarga dan kebiasaan makan kariogenik berhubungan dengan kejadian karies gigi (indeks DMF-T). Variabel yang dominan berpengaruh terhadap indeks DMF-T adalah pengetahuan.Kata kunci:  Pengetahuan, Pendapatan Keluarga, Kebiasaan Makan Kariogenik, Indeks DMF-T.AbstractThe high number of dental caries in Indonesia especially primary school children is caused by many factors such as the craze children who often eat food that is sticky and sweet, child ignorance about the correct way of brushing teeth, lack of understanding and knowledge of children about oral health, lack of attention from people parents about the oral health of children and the lack of government attention, especially health care workers in preventing dental caries. The aim of this study was to determine the relationship between knowledge, family income and cariogenic eating habits with dental caries experience (DMF-T index) in class V and VI in primary schools in Tuminting. This type of research is research with cross sectional study. Samples were students of grade V and VI were aged 10-12 years as many as 83 students. Data analysis using Chi-square test and logistic regression. The results showed that knowledge, family income and cariogenic eating habits associated with the incidence of dental caries (DMF-T index). Dominant variable influence on the index DMF-T is knowledge.Keyword:   Knowledge, Family Income, Cariogenic Eating Habits, DMF-T Index.
Hubungan Antara Disiplin Kerja Dan Karakteristik Individu Dengan Produktivitas Kerja Perawat Di Puskesmas Kota Tomohon Pusungunaung, J. H.
JIKMU Vol 5, No 6 (2015): Volume 5 Nomor 6
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas suatu organisasi dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain disiplin dan karakteristik individu. Disiplin sangat penting untuk pertumbuhan organisasi, digunakan terutama untuk memotivasi pegawai agar dapat mendisiplinkan diri dalam melaksanakan pekerjaan baik secara perorangan maupun kelompok. Disiplin bermanfaat mendidik pegawai untuk mematuhi dan menyenangi peraturan, prosedur, maupun kebijakan yang ada, sehingga dapat menghasilkan kinerja yang baik. Selain disiplin, produktivitas kerja seseorang juga ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Hal ini ditentukan oleh beberapa faktor seperti umur, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, pendidikan nonformal yang pernah diikuti, kedisiplinan kerja, semangat dan kemauan kerja dan pembinaan rutin yang dilakukan oleh atasan suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara disiplin kerja dan karakteristik individu dengan produktivitas kerja perawat di Puskesmas Kota Tomohon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional study yang dilakukan di Puskesmas Kota Tomohon sebanyak lima Puskesmas, yaitu Puskesmas Kakaskasen, Matani, Rurukan, Tara-Tara dan Pangolombian dengan 117 responden. Variabel penelitian ini terdiri dari independent variable (variabel bebas), yaitu disiplin kerja, umur, tingkat pendidikan, lama kerja, status perkawinan, dan dependent variable (variabel terikat) yaitu produktivitas kerja perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara disiplin kerja dan tingkat pendidikan dengan produktivitas kerja perawat.Kata kunci : produktivitas kerja; disiplin kerja; karakteristik individu AbstractProductivity of an organization in influenced by many factors, among them, discipline and characteristics of an individual. Discipline is highly important for organizational growth, mainly used to motivate employees to discipline themselves in doing their jobs both individually and in group. Discipline is useful when it comes to train employees to obey and appreciate existing regulations, procedures or policies in achieving good performance at work. Other than discipline, one’s work productivity is also determined by the quality of human resources of the person in question. This is determined by factors such as age, level of education, work experiences, any nonformal education ever attended, and the routine training held by leaders of the organization.  This research is intended to reveal the correlation of work discipline and individual characteristics to the work productivity of nurses in public health centers in Tomohon city. This is an observational analytic research using cross sectional study design by which was conducted in five public health centers in  Tomohon city namely Puskesmas Kakaskasen, Matani, Rurukan, Tara-Tara and Pangolombian with 117 respondents. The variables in this research are independent variable which consists of work discipline, age, level of education, work period, marital status, and dependent variable, which is the work productivity of  the nurses. Results of this study shows that there is a significant correlation between work discipline, level of education and nurses' work productivity. It is suggested that there should be well maintained supervision from the leaders of the public health centre and more efforts to improve the quality of human resources by providing opportunities for the nurses to achieve higher levels of education.Keyword : work productivity; work discipline; individual characteristics
Asupan Makronutrien, Rasio Lingkar Pinggang-Panggul dan Kadar Kolesterol Pria Obes Dewasa Di Kota Manad Punuh, Maureen I.; Kapantow, Nova H.; Mande, Lucia C.
JIKMU Vol 4, No 3 (2014): Volume 4 Nomor 3
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obesitas merupakan kondisi yang pada umumnya terjadi di berbagai Negara berkembang. Adanya perubahan gaya hidup yang menjurus ke westernisasi dan sedentary berakibat pada perubahan pola makan/konsumsi masyarakat yang merujuk pada pola makan tinggi kalori, tinggi lemak, dan kolesterol terutama terhadap penawaran makanan siap saji (fast food) yang berdampak meningkatkan risiko obesitas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara asupan makronutrien, rasio lingkar pinggangpanggul, dan kadar kolesterol pria obes dewasa di Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross sectional (potong lintang). Penelitian ini dilaksanakan di Kota Manado. Data dianalisis dengan menggunakan uji rank spearman. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara asupan makronutrien (karbohidrat dan protein) dengan rasio lingkar pinggang-panggul (p=0,320 dan p= 0,701). Terdapat hubungan antara asupan lemak dengan rasio lingkar pinggang-panggul (p=0,036 dengan nilai korelasi -0,385). Tidak terdapat hubungan antara asupan makronutrien (karbohidrat, protein dan lemak) dengan kadar kolestrol HDL (p=0,863., p=1,000., p=0,769). Terdapat hubungan antara asupan makronutrien khususnya protein dengan kadar kolesterol LDL (p= 0,017, r= -0,433) dan Tidak terdapat hubungan antara asupan makronutrien (karbohidrat dan lemak) dengan kadar kolesterol LDL (p=0,214, p=0,268). Tidak terdapat hubungan antara rasio lingkar pinggang-panggul dengan kadar kolesterol HDL maupun LDL pada pria obes dewasa di Kota Manado (p=0,317 dan p=0,720).  Kata kunci: Asupan Makronutrien, Rasio Lingkar Pinggang-Panggul, Kadar Kolesterol, Obesitas.   Abstract Obesity is a condition that generally occurs in developing countries. The change of lifestyle which leads to westernization and sedentary has resulted in a change of diet / consumption of the society refers to a diet high in calories, high in fat, and cholesterol, especially supplies by fast food that impact in increases the risk of obesity. The aim of this study was to analyze the relationship between macronutrient intake, waisthip ratio, and cholesterol levels of obese adult men in Manado city. This study is an observational analytic using cross-sectional study design. This research was conducted in the city of Manado. The data was analyzed using Spearman rank test. From this study it can be concluded that there is no relationship between the intake of macronutrients (carbohydrates and proteins) with the ratio of waist-to-hip circumference (p=0,320 and p= 0,701). There is a relationship between fat intakes with waist-to-hip circumference ratio (p=0,036 with coefficient correlations value as 0,385). There was no relationship between the intake of macronutrients (carbohydrates, protein and fat) with HDL cholesterol levels (p=0,863., p=1,000., p=0,769). There is a relationship between macronutrient intakes, especially proteins with high levels of LDL cholesterol (p= 0,017, r= -0,433) and is an association between the intake of macronutrients (carbohydrates and fats) and LDL cholesterol levels (p=0,214, p=0,268). There was no relationship between JIKMU, Vol. 4, No. 3, Juli 2014   286    waist-to-hip circumference ratio with HDL and LDL cholesterol levels in obese adult men in the city of Manado (p=0,317 ,p=0,720).  Keywords:  Macronutrient Intake, Waist Hip Ratio, Cholesterol Levels, Obesity
Proses Perencanaan Kebutuhan Obat Publik Untuk Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD) Di Puskesmas Wilayah Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe Tasin, Rillya Y.
JIKMU Vol 4, No 3 (2014): Volume 4 Nomor 3
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengobatan merupakan salah satu aspek Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD). Ketersediaan obat-obatan yang dibutuhkan mendukung kegiatan pengobatan. Pengelolaan obat kabupaten kota merupakan tanggungjawab penuh dari pemerintah kabupaten kota itu sendiri, mulai dari aspek perencanaan kebutuhan obat untuk PKD berdasarkan sistem bottom up, perhitungan rencana kebutuhan obat serta mengkoordinasikan perencanaan kebutuhan obat pada beberapa sumber dana. Untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawab tersebut Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe harus mampu menjamin mutu, ketersediaan, keterjangkauan dan pemerataan obat esensial yang dibutuhkan masyarakat Sangihe. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai proses perencanaan kebutuhan obat publik di puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe. Informan dalam penelitian ini yaitu lima orang tenaga pengelola obat publik di puskesmas, empat orang kepala puskesmas, satu orang kepala seksi kefarmasian, satu orang kepala sub bagian penyusunan program, dan satu orang kepala dinas kesehatan sebagai triangulasi sumber. Data dianalisis dengan metode content analysis yaitu membandingkan hasil penelitian dengan teori-teori yang ada. Hasil penelitian menunjukkan proses perencanaan kebutuhan obat untuk pelayanan kesehatan dasar di Puskesmas wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Sangihe belum menggunakan metode dan cara yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam Pedoman Teknis Pengadaan Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Untuk Pelayanan Kesehatan Dasar   Kata Kunci: Kebutuhan Obat, Puskesmas, Kefarmasian.  Abstract Medication is one of the aspects of Primary Health Care (PHC). The availability of medicines is needed to support the treatment activities. The regency medication management is a full responsibility of the government of the city /regency itself, ranging from the planning aspect of the medicine needs to PHC based on bottom-up system, the calculation of the medicineneeds and coordinating the planning of the medicineneeds from multiple sources of funding. To carry out the duties and responsibilities of the government of Sangihe Regency that must be able to guarantee the quality, availability, affordability and equitabilityof the distribution of essential medicines needed by Sangihe community. A qualitative method was used in this study to obtain in-depth information about the planning process ofthe need of public medicine for primary health care atthe working area of Sangihe Regency Health Centre. Informants in this study consisted of five public medicine management personnel in health centers, four heads of community health centers, one head of section of pharmacy, a sub-section of the head of programming, and the head of the health department as a source of triangulation. The data were analyzed using content analysis comparing the research results with existing theories. The result shows that the planning process of the need of public medicine for primary health care atthe working area of Sangihe Regency Health Centrehas not used the methods set by the government in the Technical Guidelines for Public Procurement of Drugs and Medical Supplies for Primary Health Care  Keywords : Medicines Needed, Primary Health Care, Pharmacy.
Analisis Beban Kerja Dosen Program Studi Keperawatan Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Nusa Utara Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe Tinungki, Yeanneke L.
JIKMU Vol 4, No 3 (2014): Volume 4 Nomor 3
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beban kerja dosen merupakan jumlah pekerjaan yang wajib dilakukan dosen perguruan tinggi dalam menyelenggarakan fungsinya dengan melaksanakan tridharma perguruan tinggi. Parameter kinerja dosen yang baik diukur berdasarkan beban kerja dosen yang mengacu pada pencapaian hasil pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Di Politeknik Negeri Nusa Utara pelaksanaan tridharma belum dapat dicapai secara seimbang karena Rasio Dosen Mahasiswa 1 : 29, kegiatan belajar mengajar yang sangat padat, produktivitas penelitian minim, Praktek Klinik Keperawatan diluar daerah dan dosen menjadi pembimbing dalam kegiatan tersebut, sebagian besar dosen keperawatan memegang jabatan struktural dan terlibat dalam kegiatan akademik lainnya. Tujuan Penelitian ini ialah untuk menganalisis beban kerja dosen Program Studi Keperawatan Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Nusa Utara Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Informan sebanyak 7  orang dosen tetap di Program Studi Keperawatan Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Nusa Utara dipilih berdasarkan pada prinsip kesesuaian dan kecukupan. Data di analisis menggunakan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan beban kerja dosen keperawatan pada bidang pendidikan dan pengajaran tinggi, beban kerja di bidang penelitian kurang, beban kerja di bidang pengabdian pada masyarakat belum dilaksanakan, beban kerja di bidang penunjang tinggi, dan tugas tambahan sesuai dengan kualifikasi akademik.   Kata Kunci: Beban Kerja, Pendidikan, Pengajaran, Penelitian, Pengabdian pada Masyarakat.  Abstract Faculty workload is the amount of work that must be done lecturer univ ersity organizes its function by performing tridharma college. Good faculty performance parameters measured by the lecturer workload refers to the implementation of achievement tridharma college. At the Polytechnic of North Nusa tridharma implementation can not be achieved in a balanced way as a student faculty ratio 1 : 29, teaching and learning activities are very dense, low research productivity, the area outside the nursing cinical practice and faculty become mentors in these activities, the majority of nursing faculty hold office structural and engaging in other academic active ities. The main task in the field of research and community serv ice sometimes ov erlooked. The purpose of this study was to analyze faculty workloads Health Department of Nursing Studies Program Polythecnic of North Nusa Tahuna Sangihe regency. The research method used is qualitative research. Data were collected through interviews and direct observation. Informants were 7 (seven) permanent lecturers in Nursing studies Program Polythecnic State Health Departments North Nusa selected based on the principle of suitability and adequancy. Data were analyzed using content analysis comparing the results with theory. The results of the study presented in narrative form. The results showed the workload of nursing faculty in the field of higher education and teaching, the workload in the field of research is less, the workload in the areas of community service workload has not been implemented in the field of high support, and additional tasks in accordance with academic qualifications  Keywords : Workload, Education, Teaching, Research, Community Service .
Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Poliklinik Jiwa RSJ Prof. dr. V. L. Ratumbuysang Manado Essing, Susanty
JIKMU Vol 4, No 3 (2014): Volume 4 Nomor 3
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan diterapkannya Undang-Undang tentang BPJS diharapkan bahwa pelayanan kesehatan perseorangan yang didukung dengan sistem rujukan medic yang efektif dan efisien dapat diimplementasikan secara baik, benar serta memuaskan pesertanya.RSJ Prof. dr. V. L. Ratumbuysang  Manado sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat III untuk kesehatan  jiwa yang melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Data yang diperoleh dari hasil kunjungan rawat jalan di rumah sakit, ditemukan masih ada peserta Jaminan Kesehatan Nasional yang datang berobat ke Rumah Sakit tanpa rujukan dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat I dan II. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pelaksanaan rujukan rawat jalan tingkat lanjut peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Poliklinik Jiwa RSJ Prof. dr. V. L. Ratumbuysang Manado. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini yaitu Direkrur, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, Kepala Bidang Pelayanan Medik, Penanggung Jawab BPJS, Dokter spesialis Jiwa, Dokter umum yang melayani di Poliklinik Jiwa dan beberapa orang pasien/keluarga pasien peserta JKN. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan data sekunder diperoleh melalui observasi langsung. Analisa data menggunakan metode content analiysis yang menbandingkan hasil penelitian dengan teori. Hasil penelitian menunjukkan penerapan sistem rujukan pelayanan kesehatan berjenjang belum berjalan dengan baik, sosialisasi tentang kebijakan sistem rujukan belum diketahui oleh semua petugas kesehatan dan peserta JKN serta penerapannya di setiap jenjang fasiltas kesehatan belum jalan.   Kata Kunci: Pelayanan Kesehatan, Sosialisasi, Kebijakan Sistem Rujukan,.  Abstract With the implementation of the Law on BPJS expected that the individual health care referral system supported by an effective and efficient medic is implemented fairly, correctly and satisfactorily pesertanya.RSJ Prof. dr. VL Ratumbuysang Manado as a third-level health-care facilities for mental health that serve participants of the National Health Insurance. Data obtained from the results of outpatient visits at the hospital, it was discovered there were participants of the National Health Insurance Hospital for treatment without a referral from a health care facility level I and II. The purpose of this study is to analyze the implementation of advanced outpatient referral participants in the National Health Insurance Life Polyclinic Prof. RSJ dr. V. L. Ratumbuysang Manado. This study used a qualitative method. Informants in this study is Direkrur, Deputy Director of Medical Services and Nursing, Head of Medical Services, BPJS Responsible, Life specialist, general practitioner serving in the Polyclinic Soul and some patient / family participants JKN. Primary data were obtained through in-depth interviews and secondary data was obtained through direct observation. Analysis of the data using the method of content analiysis menbandingkan research results with theory. The results showed that the implementation of a tiered health care referral system has not gone well, socialization policies referral system is not yet known by all health workers and participants JKN and application at every level of the health facility is not the way.   Keywords : Health Care, Socialization, Referral System .
Analisis Pelaksanaan Rujukan Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Poliklinik Jiwa RSJ Prof. dr. V. L. Ratumbuysang Manado Essing, Susanty
JIKMU Vol 4, No 3 (2014): Volume 4 Nomor 3
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan diterapkannya Undang-Undang tentang BPJS diharapkan bahwa pelayanan kesehatan perseorangan yang didukung dengan sistem rujukan medic yang efektif dan efisien dapat diimplementasikan secara baik, benar serta memuaskan pesertanya.RSJ Prof. dr. V. L. Ratumbuysang  Manado sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat III untuk kesehatan  jiwa yang melayani peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Data yang diperoleh dari hasil kunjungan rawat jalan di rumah sakit, ditemukan masih ada peserta Jaminan Kesehatan Nasional yang datang berobat ke Rumah Sakit tanpa rujukan dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat I dan II. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pelaksanaan rujukan rawat jalan tingkat lanjut peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Poliklinik Jiwa RSJ Prof. dr. V. L. Ratumbuysang Manado. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini yaitu Direkrur, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, Kepala Bidang Pelayanan Medik, Penanggung Jawab BPJS, Dokter spesialis Jiwa, Dokter umum yang melayani di Poliklinik Jiwa dan beberapa orang pasien/keluarga pasien peserta JKN. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan data sekunder diperoleh melalui observasi langsung. Analisa data menggunakan metode content analiysis yang menbandingkan hasil penelitian dengan teori. Hasil penelitian menunjukkan penerapan sistem rujukan pelayanan kesehatan berjenjang belum berjalan dengan baik, sosialisasi tentang kebijakan sistem rujukan belum diketahui oleh semua petugas kesehatan dan peserta JKN serta penerapannya di setiap jenjang fasiltas kesehatan belum jalan.   Kata Kunci: Pelayanan Kesehatan, Sosialisasi, Kebijakan Sistem Rujukan,.  Abstract With the implementation of the Law on BPJS expected that the individual health care referral system supported by an effective and efficient medic is implemented fairly, correctly and satisfactorily pesertanya.RSJ Prof. dr. VL Ratumbuysang Manado as a third-level health-care facilities for mental health that serve participants of the National Health Insurance. Data obtained from the results of outpatient visits at the hospital, it was discovered there were participants of the National Health Insurance Hospital for treatment without a referral from a health care facility level I and II. The purpose of this study is to analyze the implementation of advanced outpatient referral participants in the National Health Insurance Life Polyclinic Prof. RSJ dr. V. L. Ratumbuysang Manado. This study used a qualitative method. Informants in this study is Direkrur, Deputy Director of Medical Services and Nursing, Head of Medical Services, BPJS Responsible, Life specialist, general practitioner serving in the Polyclinic Soul and some patient / family participants JKN. Primary data were obtained through in-depth interviews and secondary data was obtained through direct observation. Analysis of the data using the method of content analiysis menbandingkan research results with theory. The results showed that the implementation of a tiered health care referral system has not gone well, socialization policies referral system is not yet known by all health workers and participants JKN and application at every level of the health facility is not the way.   Keywords : Health Care, Socialization, Referral System .
Kajian Total Quality Management dengan Kinerja Pegawai di Puskesmas Tuminting Kota Manado Rumayar, Adisti A.; Warouw, Trixy Cecilia
JIKMU Vol 5, No 7 (2015): Vol. 5 No.7 Oktober 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Total Quality Management merupakan pendekatan manajemen untuk memadukan upayaupaya pengembangan mutu, pemeliharaan mutu, dan peningkatan mutu dari berbagai kelompok dalam organisasi untuk menghasilkan produk yang paling ekonomis serta terpenuhinya kepuasan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui apakah ada hubungan antara Total Quality Management (TQM) (pendidikan dan pelatihan serta kerjasama tim (teamwork) dengan kinerja pegawai di Puskesmas Tuminting. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional study.Dengan melibatkan 44 responden. Data yang dapat dianalisis secara univariat dan bivariat. Data primer didapatkan dari kuisioner dan data sekunder dari Profil Puskesmas Tuminting. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pendidikan dan pelatihan dengan kinerja pegawaiKata Kunci : Pendidikan dan Pelatihan, Kerjasama Tim, Kinerja, TQM Abstract The key to efficient and effective healthcare system is a medical worker which had competence, motivation and commitment. Nurse is one of important element in hospital management. The success of nursery is determine by the nursing performance. Nursing performance affected by a lot of factor which from the outside and also among each of the individual. The purpose of this research is to analyze the relationship between length of working with mental nursing performance in Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Mental Hospital. This research uses survey analytic methods with a cross sectional approach. The population on this research is all the mental nurses who worked at Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Mental Hospital which is as much as 92 person. Sampling methods used in this research is total sampling. Primary data obtained directly from the responden using questionnaire. The data is processed with univariate and bivariate through chi square analysis. Results of this study shows that there is relationship between length of working with nursing performance at Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Mental Hospital. Keywords : Length of Working, Performance