cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JIKMU
ISSN : 20883552     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 69 Documents
Fator-Faktor yang Berhubungan dengan Kunjungan Pemeriksaan Antenatal Care K4 di Puskesmas Sipatana Kota Gorontalo Laminullah, Lian
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelayanan kebidanan merupakan satu bentuk upaya guna mencapai kesehatan ibu sekaligus meminimalkan resiko kesakitan dan kematian ibu. Cakupan pelayanan Antenatal meliputi pelayanan K1 sampai dengan pelayanan K4. Pelayanan Antenatal biasanya diberikan sebelum minggu ke 14, sebelum minggu ke 28 dan setelah 36 minggu. Kunjungan Antenatal merupakan kunjungan yang telah boleh dilewatkan oleh ibu hamil, karena hal ini bila tidak dilakukan dengan ketentuan yang berlaku dapat menyebabkan kelainan pada kehamilan tidak dapat terdeteksi sejak dini yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian ibu dan janin. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan pemeriksaan Antenatal Care (K4) di Puskesmas Sipatana kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 175 responden, teknik pengambilan sampel simple random sampling dengan memakai teknik lottre, analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa pengetahuan dan dukungan keluarga yang berhubungan dengan kunjungan pemeriksaan Antenatal Care (K4) di Puskesmas Sipatana, sehingga perlu adanya peningkatan informasi dan motivasi dalam meningkatkan kunjungan pemeriksaan ANC (K4) di Puskesmas Sipatana Kota Gorontalo.   Kata kunci:      Pendidikan, Pengetahuan, Kualitas ANC, Dukungan Keluarga, Kunjungan K4.       Abstract Obstetric care is one of the efforts to achieve maternal health while minimizing the risk of maternal morbidity and mortality (Farodis, 2012). Antenatal care coverage includes services K1 to K4. Antenatal care is usually given before week 14, before week 28 and after 36 weeks (Saifuddin, 2002). Antenatal visits are visits that should not be missed by pregnant women, as this is when it is not done with the applicable regulations may lead to abnormalities in pregnancy can not be detected early, which in turn can lead to death of the mother and fetus. The purpose of this research is to analyze the factors associated with the ANC Antenatal Care (K4) in the health center (Puskesmas) Sipatana Gorontalo city. This study uses a quantitative analytical method with cross sectional approach. The number of samples of 175 respondents, the sampling technique using a simple random sampling technique lottre, data analysis using chi square test. The results of this study that the knowledge and support families dealing with inspection visit Antenatal Care (K4) in Puskesmas Sipatana, so the need to improve the information and motivation to improve the inspection visit  ANC (K4) in the health center (Puskermas) Sipatana Gorontalo City. Keyword:    Education, Knowledge, Quality of ANC, Family Support, Visit K4.
Analisis Kepuasan Pasien di Instalasi Rawat Inap Anggrek RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Turangan, Charles B.
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Paradigma baru pelayanan kesehatan mensyaratkan rumah sakit memberikan pelayanan berkualitas sesuai kebutuhan dan keinginan pasien dengan tetap mengacu pada kode etik profesi dan medis. Faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien di Instalasi Rawat Inap Anggrek di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R. D. Kandou Manado ialah bukti fisik (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance) dan perhatian (emphaty).  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien rawat Inap Anggrek yang pernah dirawat di Instalasi Rawat Inap Anggrek selama periode Oktober 2013 sampai dengan Oktober 2014. Tehnik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan metode Purposive Sampling menggunakan kuesioner yang sudah di Uji Validitas dan Reabilitasnya. Data yang didapat selanjutnya dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan Uji Regresi Linier Berganda pada α=5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan dari variabel kehandalan (nilai p = 0,003), daya tanggap (nilai p = 0,036), jaminan (nilai p = 0,000) dan perhatian (nilai p = 0,000) dengan kepuasan pasien. Penelitian juga menunjukkan tidak ada hubungan antara Variabel bukti fisik (nilai p = 0,297) dengan kepuasan pasien. Berdasarkan hasil analisis multivariat didapatkan bahwa jaminan (assurance) merupakan variabel yang dominan terhadap kepuasan pasien di Instalasi Rawat Inap Anggrek RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado (OR = 9,783, 95% CI : 3,010-31,793).   Kata kunci:      Kepuasan Pasien, Kualitas Layanan     Abstract The new paradigm of health care requires hospitals provide quality services according to the needs and wishes of the patient with reference to the code of professional conduct and medical. Factors that affect patient satisfaction in Anggrek inpatient installation in General Hospital Prof. Dr RD Kandou Manado is tangibles, reliability, responsiveness, assurance and emphaty. This study uses quantitative methods with Cross Sectional Study. The population of this study were all inpatient treatment in the Inpatient Installation Anggrek during the period October 2013 to October 2014. Sampling techniques in this study conducted by purposive sampling method using a questionnaire that is already pass in validity test and reliability test. The data obtained is then performed univariate, bivariate and multivariate Regression Test at α = 5%. The results showed that significant correlation of variable reliability (p = 0.003), responsiveness (p = 0.036), assurance (p = 0.000) and attention (p = 0.000) with patient satisfaction. Research also shows there is no correlation between the variables of physical evidence (p = 0.297) with patient satisfaction. Based on the results of multivariate analysis showed that assurance is the dominant variable to satisfaction of patients in the Anggrek Inpatient Installation of RSUP Prof. Dr. RD Kandou Manado (OR = 9.783, 95% CI: 3.010 to 31.793). Keyword:           Patient Satisfaction, Service Quality.
Analisis Kepuasan Pasien di Instalasi Rawat Inap A RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tandris, Like A.
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Semakin meningkatnya tuntutan masyarakat akan kualitas pelayanan kesehatan, maka fungsi pelayanan secara perlu ditingkatkan untuk memberi kepuasan pasien. Kualitas pelayanan merupakan suatu bentuk penilaian konsumen (pasien) terhadap tingkat pelayanan yang diterima dengan tingkat layanan yang diharapkan Faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien di instalasi rawat inap A di Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. R. D. Kandou Manado ialah bukti fisik (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance) dan perhatian (emphaty).  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien rawat inap A yang pernah dirawat di Instalasi Rawat inap A selama periode Oktober 2013 sampai dengan Oktober 2014. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan metode Purposive Sampling menggunakan kuesioner yang sudah di Uji Validitas dan Reabilitasnya. Data yang didapat selanjutnya dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan Uji Regresi Linier Berganda pada α=5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh dari variabel bukti fisik (nilai p = 0,057), dan daya tanggap (nilai p = 0,058) dengan kepuasan pasien. Variabel kehandalan (nilai p = 0,010),  jaminan (nilai p = 0,031) dan perhatian (nilai p = 0,000) menunjukkan ada pengaruh yang signifikan dengan kepuasan pasien. Berdasarkan hasil analisis multivariat didapatkan bahwa perhatian (emphaty) merupakan variabel yang dominan terhadap kepuasan pasien di Instalasi Rawat Inap A RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado (OR = 5,500, 95% CI : 1,995-15,159). Kata kunci:      Kepuasan Pasien, Kualitas Layanan     Abstract The increasing demands of the community health service quality will be, then the functions of service need to be improved to the satisfaction of the patient. Quality of service is a form of assessment of the consumer (the patient) to the level of service received by the level of service expected. Factors that affect patient satisfaction in The Inpatient Installation A in General Hospital Prof. Dr RD Kandou Manado is tangibles, reliability, responsiveness, assurance and emphaty. This study uses quantitative methods with Cross Sectional Study. The population of this study were all Inpatient Installation treatment in the Inpatient Installation A during the period October 2013 to October 2014. Sampling techniques in this study conducted by purposive sampling method using a questionnaire that is already pass in validity test and reliability test. The data obtained is then performed univariate, bivariate and multivariate Regression Test at α = 5%. The results showed that there was no effect of  tangible (p = 0.057), and responsiveness (p = 0.058) with patient satisfaction. As for the reliability variable (p = 0.010), assurance (p = 0.031) and attention (p = 0.000) showed  significant influence with patient satisfaction. Based on the results of multivariate analysis showed that empathy is the dominant variable to satisfaction of patients in the Inpatient A department of Prof. Dr. RD Kandou Manado (OR = 5.500, 95% CI: 1.995 to 15.159). Keyword:           Patient Satisfaction, Service Quality. 
Analisis Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan di Instalasi Rawat Inap F RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tulangow, Jeiska T.
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Hakikat dasar dari Rumah Sakit yaitu pemenuhan kebutuhan dan tuntutan pasien yang mengharapkan penyelesaian masalah kesehatannya pada rumah sakit.  Pasien mengharapkan pelayanan yang siap, cepat, tanggap dan nyaman dengan keluhan penyakit pasien dalam memenuhi kebutuhan pasien tersebut, pelayanan prima menjadi utama dalam pelayanan di Rumah Sakit.  Kepuasan pasien sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan karena  pasien mempunyai hak untuk memilih dalam menggunakan pelayanan kesehatan yang dianggapnya bermutu sehingga dapat memuaskan kebutuhan pasien. RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado merupakan salah satu rumah sakit yang berusaha memaksimalkan serta memuaskan harapan dan kebutuhan pasien, melalui pelayanan kesehatan yang efektif. Faktor yang mempengaruhi kepuasan pasien di instalasi rawat inap F di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado ialah bukti fisik (tangibles), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance) dan perhatian (emphaty). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini ialah semua pasien yang sedang dirawat di Instalasi Rawat Inap F RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada saat penelitian dilakukan dan telah dirawat lebih dari 3 hari. Jumlah sampel dalam penelitian ini ialah sebanyak 93 responden. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan metode Purposive Sampling menggunakan kuesioner yang sudah di Uji Validitas dan Reabilitasnya. Data yang didapat selanjutnya dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat dengan Uji Regresi Linier Berganda pada α = 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari variabel bukti fisik (nilai p = 0,000), kehandalan (nilai p = 0,000), daya tanggap (nilai p = 0,000), jaminan (nilai p = 0,000) dan perhatian (nilai p = 0,000) dengan kepuasan pasien. Berdasarkan hasil analisis multivariat didapatkan bahwa kehandalan (reliability) merupakan variabel yang dominan terhadap kepuasan pasien di Instalasi Rawat Inap F RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado (OR = 31,558, 95% CI : 8,333-119,509). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bukti fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan dan perhatian berhubungan dengan kepuasan pasien di instalasi rawat inap F RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Variabel kehandalan merupakan faktor yang paling dominan pengaruhnya terhadap kepuasan pasien di instalasi rawat inap F RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado.   Kata kunci:      Kepuasan Pasien, Kualitas Layanan, Rawat Inap.   Abstract Basic essence of the Hospital that is meeting the needs and demands of patients who expect completion of health problems in hospitals. Patients expect a service that is ready, fast, responsive and comfortable to the patient's illness complaints in meeting the needs of these patients, excellent service became a major in the service at the Hospital. Patient satisfaction is extremely important in the administration of health care because the patient has the right to choose to use health services it deems qualified so as to satisfy the needs of the patient. RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado is one of the hospitals that seek to maximize and satisfy the expectations and needs of patients through effective health care. Factors that affect patient satisfaction in inpatient installation F in General Hospital Prof. Dr RD Kandou Manado is tangibles, reliability, responsiveness, assurance and emphaty. This study uses quantitative methods with Cross Sectional Study. The study population was all patients who have been treated at inpatient installation F at the time of the study. The research sample was of 93 patients. Sampling techniques in this study conducted by purposive sampling method using a questionnaire that is already pass in validity test and reliability test. The data obtained is then performed univariate, bivariate and multivariate Regression Test at α = 5%. The results showed that there was a significant effect of tangibles (p = 0.000), reliability (p = 0.000), responsiveness (p = 0.000), assurance (p = 0.000) and emphaty (p = 0.000) with patient satisfaction. Based on the results of multivariate analysis showed that reliability is the dominant factor to satisfaction patients in the Inpatient F RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado (OR = 31.558, 95% CI: 8.333 to 119.509). From this study it can be concluded that the tangibles, reliability, responsiveness, assurance and emphaty corellated with patient satisfaction inpatient F RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Reliability is the most dominant factor influence on patient satisfaction in inpatient F RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Keyword:           Patient Satisfaction, Service Quality, Inpatient .
Analisis Keputusan Ibu Memilih Penolong Persalinan Di Wilayah Puskesmas Kabila Bone Parenden, Relik Diana
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indikator tercapainya sasaran program  MDG’s tahun 2015 adalah  presentase ibu bersalin yang ditolong oleh nakes sebesar 90%.  Hasil Riset  Kesehatan  Dasar, 2013 mencatat bahwa persalinan tenaga kesehatan dengan kualifikasi terendah mencapai 80,9%, dan capaian persalinan oleh nakes di Kab. Bone Bolango mencapai 77,2%. Data Puskesmas Kabila Bone tahun 2013 persalinan yang di tolong oleh tenaga kesehatan sebanyak 172 (80,2 %) dari 2013 ibu bersalin, dengan demikian sekitar 9,8% persalinan masih ditolong oleh dukun bayi (hulango) dari 90 % target MDG’s. Jumlah kematian ibu di Puskesmas Kabila Bone tahun 2013 sebanyak 2 kasus, salah satu penyebab kematian di tangani oleh dukun bayi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang bagaimana menganalisis keputusan ibu memilih penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Kabila Bone. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam,dan  melakukan reduksi data, penyajian  dalam bentuk narasi dan keabsahan data dengan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Data dianalisis dengan menggunakan analisis isi yaitu membandingkan hasil penelitian dengan teori-teori yang ada dikepustakaan. Informan dalam penelitian ini sebanyak 10 informan. Hasil penelitian menunjukkan keputusan ibu memilih penolong persalinan sangat berkaitan dengan, pengetahuan, sikap, akses pelayanan, dukungan suami dan keluarga serta tradisi/budaya setempat   Kata kunci:  Penolong Persalinan, Keputusan memilih, Dukun Bayi, Bidan. .     Abstract One of the indicators of MDGs that has to be reached by 2015 is that 90% of baby deliveries attended by the skilled health personnels. The result on the Basic Health Survey (RISKESDAS) conducted in 2013 shown that the deliveries attended by least qualified health personnel were 80.9% and that the deliveries attended by skilled health personnel in the level of Bone Bolango district was 77.2%. The data in the Health Center of Kabila Bone in 2013, shown that there were 172 (80.2%) births attended by skilled health personnel. Thus, it only indicated that out of the 90% birth attended by skilled health personnel as mentioned in MDGs indicators, there were still 9.8% of the birth were attended by the traditional birth attendants (or in local language called hulango). The number of mother mortality in Kabila Bone Health Center in 2013 were 2 cases, one of the causes of the death was the delivery process was only attended by the traditional midwives. This research used qualitative method to gain the in-depth information on how to analyse mother’s decision to choose for birth attendants in the area of Kabila Bone Health Centre. The data in this research are collected through in-depth interview, and the data are reduced and presented in narration order. To ensure that the data presented are the valid data, the data are further analysed through the data source triangulation and the method triangulation. The data are analysed by using content analysis, which is comparing the result from the research with the theories in the literature. There were 10 informants in this research. Results of this study shows that the decision for birth attendants are closely related to knowledge, attitude, access to health centre, support from husband and family, and the local customs and tradition Keyword: Birth Attendants, Decision to choose, Traditional Midwives, and trained Midwives.
Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepuasan Pasien di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado Mumu, Like J.
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kepuasan pasien adalah respons evaluatif, afektif atau emosional yang terkait dengan mutu pelayanan yang diberikan rumah sakit serta harapan pasien terhadap pelayanan tersebut. Metode yang terpopuler untuk menilai mutu pelayanan adalah metode SERVQUAL yang melihat mutu pelayanan dari 5 dimensi yaitu Bukti Fisik, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan, dan Empati.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan Kepuasan Pasien di Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, dengan jumlah sampel 96 responden yang merupakan pasien rawat jalan di  Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.  Analisis data menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik. Analisis univariat menunjukkan pada dimensi Bukti Fisik, Kehandalan, Daya Tanggap, dan Jaminan lebih banyak responden yang memberi penilaian Baik, sedangkan pada dimensi Empati lebih banyak yang memberi penilaian Tidak Baik. Uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan dari dimensi Bukti Fisik, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan, dan Empati dengan Kepuasan Pasien (p<0.05).  Pada analisis multivariat ditemukan bahwa Daya Tanggap merupakan dimensi mutu  yang paling dominan dalam hubungan dengan Kepuasan Pasien (OR 8.658). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara dimensi Bukti Fisik, Kehandalan, Daya Tanggap, Jaminan, dan Empati dengan Kepuasan Pasien. Daya Tanggap merupakan dimensi yang paling dominan pengaruhnya terhadap  Kepuasan Pasien di  Poliklinik Penyakit Dalam RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Kata kunci: kepuasan pasien, mutu pelayanan, SERVQUAL Abstract Patient’s satisfaction is an evaluative, affective or emotional response associated with quality of service provided by a hospital and patient’s expectations toward the  service. The most popular method to assess the quality of service is the SERVQUAL method which views the quality of service in five dimensions, which are Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, and Empathy.  The objective of this study was to analyse the factors associated with patients’ satisfaction at the Outpatient Clinic of Internal Medicine Department RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. This is a cross-sectional, quantitative study, with 96 respondents sampled from patients at the Outpatient Clinic of Internal Medicine Department RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.  Data analysis was conducted using chi-square and logistic regression test. Univariat analysis showed that in variables of Tangibles, Reliability, Responsiveness, and Assurance more respondents gave Good responses, while in variable of Empathy more respondents gave Not Good responses. Bivariat analysis showed that there were significant correlations between Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance and Empathy with Patients’ Satisfaction (p<0.05).  Multivariat analysis showed that Responsiveness was the most dominant dimension (OR 8.658). It is concluded that there were correlations between Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance and Empathy, and Patients’ Satisfaction.  Responsiveness was the most dominant factor associated with Patients’ Satisfaction at the Outpatient Clinic of Internal Medicine Department of RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado[DG1] .   Keywords: patient satisfaction, service quality,  SERVQUAL
Hubungan antara Lipid Accumulation Product (LAP) Index dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan Kadar High-Density Lipoprotein (HDL) pada Masyarakat di Desa dan di Kota Sondakh, Alan Andi
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak   Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2007, prevalensi penyakit jantung di Indonesia (nasional) sebesar 7,2% dari data hasil wawancara. Prevalensi penyakit jantung di provinsi Sulawesi Utara lebih tinggi dari angka nasional yaitu 8,2%. Penyakit jantung koroner terus menjadi penyebab utama morbiditas dan kematian. Faktor risiko PJK antara lain tekanan darah, merokok, kolesterol total (TC), LDL, HDL, obesitas, dan diabetes. Faktor risiko yang dapat dikendalikan erat kaitannya dengan gaya hidup masyarakat, seperti pola makan yang salah, kurangnya aktivitas fisik, stres, merokok, dan konsumsi alkohol. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara Lipid Accumulation Product (LAP) Index dan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kadar High-Density Lipoprotein (HDL) pada masyarakat di desa dan di kota. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan nilai IMT dan nilai LAP index serta terdapat perbedaan kadar antara HDL pada masyarakat di Desa Kumelembuai Kecamatan Tomohon Timur dan di Kota Manado Kecamatan Malalayang. Terdapat hubungan yang signifikan antara nilai IMT dengan kadar HDL dan terdapat hubungan yang signifikan antara nilai LAP index dengan kadar HDL pada masyarakat di Desa Kumelembuai Kecamatan Tomohon Timur dan di Kota Manado Kecamatan Malalayang.   Kata Kunci : Indeks Massa Tubuh, Lipid Accumulation Product (LAP), High-Density Lipoprotein (HDL).     Abstract Cardiovascular disease is the number one cause of death in the world. Based on data from the Basic Health Research (RISKESDAS) in 2007, the prevalence of heart disease in Indonesia (national) amounted to 7.2% of the data from interviews. The prevalence of heart disease in the province of North Sulawesi is higher than the national rate is 8.2%. Coronary heart disease continue to be a major cause of morbidity and mortality. CHD risk factors include blood pressure, smoking, total cholesterol (TC), LDL, HDL, obesity, and diabetes. Risk factors that can be controlled closely related to people's lifestyle, such as the wrong diet, lack of physical activity, stress, smoking, and alcohol consumption. The purpose of this study is to analyze the relationship between Lipid Accumulation Product (LAP) Index and Body Mass Index (BMI) with high-density lipoprotein levels (HDL) in the village and in the city communities. Result  of this study shows that there is no difference BMI value and the value of the LAP index and there is a difference between the HDL levels of communities in the Kumelembuai village in the East Tomohon District and Malalayang district in Manado City. There is a significant correlation between BMI values with HDL levels and there is a significant relationship between the LAP index with HDL in the Kumelembuai village in the East Tomohon District and Malalayang district in Manado City.     Keyword : Body Mass Index, Lipid Accumulation Product (LAP), High-Density Lipoprotein (HDL). 
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini Oleh Bidan di Rumah Sakit Prof. Dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo Mohamad, Selvi
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Inisiasi menyusu dini atau sering disingkat dengan IMD merupakan suatu kesempatan yang diberikan kepada bayi segera setelah lahir dengan cara meletakkan bayi di perut ibu, kemudian dibiarkannya bayi untuk menemukan puting susu ibu dan menyusu hingga puas. Proses ini dilakukan paling kurang 60 menit (1 jam) pertama setelah bayi lahir. Dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan mensosialisasikan pentingnya manfaat dari inisiasi menyusu dini, perlu diupayakan program yang dapat meningkatkan IMD. Agar program tersebut tepat sasaran dan sesuai dengan target yang ingin dicapai maka harus diketahui terlebih dahulu faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan IMD. Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini oleh bidan di rumah sakit Prof Dr Aloei Saboe Kota Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia, lama kerja, pengetahuan, sikap dan pelatihan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di Rumah Sakit Prof Dr Aloei Saboe Kota Gorontalo.   Kata kunci:  Usia, Lama Kerja, Pengetahuan, Sikap, Pelatihan. Abstract Early breastfeeding initiation or often abbreviated with IMD is an opportunity given to infants shortly after birth by putting the baby in the mother's abdomen, then let the baby to find the mother's nipple and suckle until satisfied. This process is carried out at least 60 minutes (1 hour) first after the baby is born. In an effort to reduce infant mortality and promote the importance of the benefits of early breastfeeding initiation, it is necessary to improve the IMD program. In order for the program on target and in accordance with the targets to be achieved it must be known in advance of factors related to the implementation of the IMD. Objectives to be achieved from this research is to analyze factors associated with the implementation of early breastfeeding initiation by a midwife at the hospital Prof. Dr. Aloei Saboe Gorontalo. The results showed that there is a relationship between age, duration of work, knowledge, attitude and training with the implementation of early breastfeeding initiation in the Hospital Prof. Dr. Aloei Saboe Gorontalo. Keyword:  Age, Duration of  Work, Knowledge, Attitude, Training
Hubungan Antara Pengetahuan Siswa, Peran Orang Tua Dan Peran Media Massa Dengan Perilaku Seks Pranikah Siswa SMK Negeri 1 Atinggola Pontoan, Sofietje Truitje
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seks merupakan perbedaan badania atau biologis perempuan dan laki-laki, yang sering disebut jenis kelamin. Perilaku seksual ialah perilaku yang melibatkan sentuhan secara fisik anggota badan antara pria dan wanita yang di dorong oleh hasrat seksual dengan lawan jenisnya. Survei Kesehatan Reproduksi Remaja Indonesia (SKRRI) yang dilakukan pada tahun 2002-2003 didapatkan bahwa remaja mengatakan mempunyai teman yang pernah berhubungan seksual pada usia 14-19 tahun dengan presentasi perempuan sekitar 37,7 % dan laki-laki sekitar 30,9%. Terjadi peningkatan pada usia 20-24 tahun dengan presentasi perempuan lebih besar sekitar 48,6%  dari laki-laki hanya sekitar 46,5%. Data Riskesdas tahun 2010 menunjukkan bahwa  terdapat sekitar 16,% remaja di Provinsi Gorontalo yang melakukan hubungan seks tidak aman termasuk seks pranikah. Data dari BKKBN Kabupaten Gorontalo Utara menunjukkan bahwa tahun 2013 jumlah laporan tentang kasus seks pada remaja di Polsek Atinggola ada 3 kasus dan 2 kasus diantaranya berasal dari Kecamatan Gentuma Raya. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara peran orang tua dengan perilaku seks pranikah, terdapat hubungan antara pengetahuan dan peran media massa dengan perilaku seks pranikah siswa SMK Negeri 1 Atinggola   Kata kunci:  Pengetahuan, Peran Media Massa, Peran Orang Tua, Perilaku Seks Pranikah. Abstract Sex is a biological difference or bodies of women and men, which is often called the sexes. Sexual behavior is behavior that involves physically touch the limb between men and women driven by sexual desire with the opposite sex. Adolescent Reproductive Health Survey Indonesia conducted in 2002-2003 found that teens says, they have friends who have had sex by the age of 14-19 years with a presentation about 37.7% of women and men around 30.9%. There was an increase in the age of 20-24 years with a larger female presentation about 48.6% of the male is only about 46.5%. Riskesdas data in 2010 showed that approximately 16% of adolescents in Gorontalo province unsafe sex including premarital sex. Data from BKKBN North Gorontalo District showed that in 2013 the number of reports of cases of sex in adolescents in police department of Atinggola, there are 3 cases and 2 cases of which comes from the District Gentuma Raya. Results of this study shows that no association between parental role with premarital sexual behavior. There is a relationship between knowledge and the role of mass media in premarital sexual behavior of students of SMK Negeri 1 Atinggola of Gentuma Raya, North Gorotalo district Keyword:  Knowledge, Role of Mass Media, Parental Role, Premarital Sexual Behavior
Hubungan antara Umur, Parietas dan Pendampingan Suami dengan Intensitas Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Deselarasi di Ruang Bersalin RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Adam, Jusri
JIKMU Vol 5, No 4 (2015): Volume 5 No.4 Januari 2015
Publisher : JIKMU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Selama ini, peran pendamping persalinan tidak terlalu dipedulikan baik oleh tenaga kesehatan maupun keluarga. Sebuah kajian penelitian menunjukkan bahwa para wanita yang mendapat dukungan selama persalinan akan lebih sedikit memerlukan pereda nyeri, mengalami lebih sedikit campur tangan medis dan melahirkan bayi-bayi yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara umur, parietas dan pendampingan suami dengan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif deselarasi. Penelitian  ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode observational analitik dengan pendekatan cross sectional study. Jumlah sampel yang digunakan adalah 63 orang ibu yang menjalani persalinan kala I fase aktif deseleratif. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara variabel dan uji Spearman’s Rho untuk menilai kekuatan hubungan variabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara usia, parietas dan pendampingan suami dengan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif deselarasi di ruang bersalin RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo.     Kata kunci:  Usia, Parietas, Pendampingan Suami, Intensitas Nyeri. Abstract During this time, the role of labor companion less ignored by both health professionals and families. A research study showed that women who received support during labor will be less need for pain relief, had fewer medical interventions and give birth to babies who are strong. This study aims to determine the relationship between age, parietas husband and assistance with the first stage of labor pain intensity active phase deselarasi. This study uses a quantitative approach to analytic observational method with cross sectional approach. The samples used were 63 women who underwent the first stage of labor is the active phase deseleratif. Data were analyzed using Chi-square test to assess the relationship between variables and Spearman's Rho test to assess the strength of the relationship variable. The results showed there is a significant relationship between age, parietas husband and assistance with the first stage of labor pain intensity deselarasi active phase in the maternity ward of Hospital Prof. Dr H. Aloei Saboe Gorontalo. Keyword:              Age, Parity, Accompaniment husband, Pain Intensity