cover
Contact Name
Hasbullah Syaf
Contact Email
jurnal.ppw@gmail.com
Phone
+6281342602334
Journal Mail Official
jurnal.ppw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Perencanaan dan Pengembangan Wilayah Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo Kampus Abdullah Silondae, Jl. Mayjen S. Parman Kendari, 93121
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Perencanaan Wilayah
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : 23560606     EISSN : 25024205     DOI : dx.doi.org/10.33772/ppw
Core Subject : Social, Engineering,
Jurnal Perencanaan Wilayah (JPW) merupakan media untuk menyebarluaskan informasi ilmiah yang berasal dari hasil riset para mahasiswa, dosen, peneliti, dan pemerhati masalah-masalah yang terkait perencanaan dan pengembangan wilayah, intervensi, dan rancangan terhadap komunitas, desa, kota, dan wilayah termasuk lingkungan fisik, spasial, teknologi, ekonomi dan pertanian.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018)" : 5 Documents clear
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERMUKIMAN KUMUH DI KE-LURAHAN LAPULU KOTA KENDARI Machmuddin Machmuddin; Lukman Yunus; La Ode Muh. Magribi
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.026 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v3i2.7605

Abstract

Kawasan permukiman dapat juga dikatakan kumuh apabila saluran drainasenya tidak berfungsi dengan baik, untuk itu diperlukan perencanaan sistem Drainase (jaringan drainase) agar dapat berfungsi secara optimal sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) guna menampung debit aliran air yang normal, terutama pada saat musim hujan dan terjadi pasang air laut sehingga tidak mengalami genangan atau banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksisting jaringan drainase, area genangan, dan merencanakan pembangunan drainase yang optimal sesuai standar di Kelurahan Lapulu. Hasil penelitian menunjukkan eksisting jaringan drainase masih banyak ditemukan tidak berfungsi dengan optimal, seperti letak saluran drainase yang lebih tinggi dari pekarangan warga, adanya saluran drainase yang tersumbat oleh sampah, tertimbun tanah dan pasir, terputus karena pergeseran air dan rusak. Jumlah total jaringan drainase yang terdapat masalah yaitu sebesar 5.388 meter dengan prosentase 92,7% dan 250 bangunan yang disekitarnya terdapat genangan atau 43% dari seluruh bangunan. Perlunya sosialisasi oleh instansi yang terkait, Lembaga Swadaya Masyarakat, pemerhati lingkungan, maupun Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Guna menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah di saluran drainase dan selalu menjaga saluran drainase agar tetap bersih sehingga dapat dengan lancar mengalirkan air pembuangan dari permukiman, air hujan dan genangan. Kata Kunci : Permukiman Kumuh, Sistem Jaringan Drainase.
HUBUNGAN KONDISI WILAYAH DENGAN KEJADIAN PENCURIAN KENDARAAN BERMOTOR DI KECAMATAN MANDONGA KOTA KENDARI Yusuf Daimu; Marsuki Iswandi; Arifin Utha
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.019 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v3i2.7633

Abstract

Penelitian ini bertujuan; untuk mengetahui hubungan kondisi wilayah dengan kejadian pencurian kendaraan bermotor di Kecamatan Mandonga. Kondisi wilayah yang dimaksud yaitu jumlah penduduk, kepadatan penduduk, aksesibilitas, lampu penerangan jalan, jumlah perdagangan barang dan jasa, rasio polisi terhadap jumlah penduduk dan rasio polisi terhadap luas wilayah. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik menggunakan korelasi, uji Chi-Square, dan analisis spasial dengan SIG.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel jumlah penduduk dan rasio polisi terhadap jumlah penduduk mempunyai hubungan dengan kejadian pencurian kendaraan bermotor, sedangkan variabel kepadatan penduduk, aksesibilitas, lampu penerangan jalan, jumlah perdagangan barang dan jasa serta rasio polisi terhadap luas wilayah tidak mempunyai hubungan dengan kejadian pencurian kendaraan bermotor. Kata Kunci : Kondisi Wilayah dan Kejadian Pencurian Kendaraan Bermotor
ANALISIS KETERSEDIAAN PRASARANA DAN SARANA PERMUKIMAN NELAYAN DI KELURAHAN LAKOLOGOU KECAMATAN KOKALUKUNA KOTA BAUBAU Muhamad Himan; Muh. Syarif; Manat Rahim
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (571.518 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v3i2.7630

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis kondisi lingkungan permukiman di tinjau dari aspek fisik (prasarana dan sarana), sosial dan ekonomi masyarakat di Kelurahan Lakologou Kecamatan Kokalukuna Kota Baubau berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) permukiman. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Lakologou Kecamatan Kokalukuna Kota Baubau. Data yang digunakan adalah data kependudukan, data eksisting pemukiman nelayan berupa sosial budaya, ekonomi, dan lingkungan serta peta dasar wilayah penelitian yang diperoleh dari Bappeda Kota Baubau, BPS Kota Baubau dan dianalisis secara deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan permukiman Kelurahan Lakologou Kota Baubau ditinjau dari 1) aspek fisik : prasarana jalan kota sudah memenuhi SPM sedangkan jalan lingkungan dan jalan setapak tidak memenuhi SPM, prasarana drainase di Kelurahan Lakologou sudah memenuhi SPM, prasarana air bersih di Kelurahan Lakologou sudah memenuhi SPM, prasarana MCK di Kelurahan Lakologou sudah memenuhi SPM, prasarana pengolahan air limbah di Kelurahan Lakologou tidak memenuhi SPM, prasarana pengelolaan sampah di Kelurahan Lakologou tidak memenuhi SPM, prasarana jaringan listrik di Kelurahan Lakologou sudah memenuhi SPM, sarana perkantoran dan pemerintahan di Kelurahan Lakologou sudah memenuhi SPM, sarana kesehatan di Kelurahan Lakologou sudah memenuhi SPM, sarana peribadatan di Kelurahan Lakologou sudah memenuhi SPM, sarana perekonomian dan jasa di Kelurahan Lakologou sudah memenuhi SPM; 2) aspek sosial ekonomi : tingkat pendidikan masyarakat relatif rendah yaitu 77,02% berpendidikan dasar (Tidak tamat SD, Tamat SD & SLTP), sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani, nelayan dan pedagang, dan masyarakat memiliki kesadaran yang rendah terhadap kebersihan, kesehatan dan kelestarian lingkungan permukiman. Kata Kunci : Prasarana, Sarana, Permukiman
DINAMIKA PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN PUUWATU DAN KECAMATAN BARUGA KOTA KENDARI Sumarni Balaka; Laode Geo; M. Natsir
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.957 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v3i2.7631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dan menganalisis dinamika penggunaan lahan di Kecamatan Puuwatu dan Kecamatan Baruga Kota Kendari pada tahun 2008 hingga 2014, (2) Mengetahui dan menganalisis faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Puuwatu dan Kecamatan Baruga Kota Kendari. Analisis data yang digunakan yaitu Overlay Peta dan analisis regresi berganda. Dinamika Penggunaan Lahan di Kecamatan Puuwatu dan Kecamatan Baruga dari tahun 2008 hingga 2014 mengalami perubahan penggunaan lahan yang sangat dinamis. Penggunaan lahan yang paling besar perubahannya di Kecamatan Puuwatu adalah  lahan kebun dan pertanian sedangkan di Kecamatan Baruga adalah lahan terbangun atau permukiman dimana jumlahnya bertambah 502,30 ha. Pertambahan luas lahan terbangun yang signifikan ini merupakan hasil konversi lahan kebun, dan pertanian dimana sawah mengalami penurunan sebesar 137,57 ha, hutan mengalami penurunan sebesar 280,98 ha. dan lahan terbuka mengalami penurunan sebesar 83,75 ha. Faktor yang meningkatkan perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian di Kecamatan Puuwatu adalah pertumbuhan penduduk, pertumbuhan fasilitas ekonomi dan pertumbuhan fasilitas pendidikan sedangkan di Kecamatan Baruga adalah pertumbuhan fasilitas ekonomi dan pertumbuhan fasilitas pendidikan.Kata kunci: dinamika penggunaan lahan, faktor yang mempengaruhi perubahan penggunaan lahan
STUDI GEOLOGIKARST SEBAGAI KAWASAN LINDUNG GEOLOGI DI KABUPATEN MUNA DAN KABUPATEN MUNA BARAT Winarno Winarno; Muh Tufaila Hemon; La Ode Ngkomani
Jurnal Perencanaan Wilayah Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.276 KB) | DOI: 10.33772/jpw.v3i2.7632

Abstract

ABSTRAKStudi Geologi Karst Sebagai Kawasan Lindung Geologi Di Kabupaten Muna Dan Kabupaten Muna Barat (Dibimbing oleh Muh Tufaila Hemon, sebagai Pembimbing I dan La Ode Ngkoimani, Sebagai Pembimbing II )Kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat memiliki keunikan karst yang berpotensi sebagai kawasan lindung geologi tersebar di Kawasan karst Pulau Muna. Pentingnya penempatan Kawasan lindung geologi di Kabupaten Muna dan Kabupaten Muna Barat disebabkan oleh pemanfaatan lahan pada kawasan karst yang berpotensi mengganggu kelesatarian karst dan aturan penempatan kawasan lindung dalam penataan ruang Penelitian ini dilakukan untuk (1) Mengidentifikasi dan mendeskripsikan kondisi geologi karst di Kabupaten Muna Kabupaten Muna Barat (2) Mendeskripsikan komponen kawasan dan tingkat kerapatan karst sebagai pertimbangan penentuan kawasan lindung geologi di Kabupaten Muna Kabupaten Muna Barat (3) Menggambarkan rumusan pengembangan kawasan karst dalam penataan ruang di Kabupaten Muna Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan studi geologi dan membuat grid dengan luasan 1 km x 1 km pada wilayah penelitian di Kabuapen Muna dan Kabuapen Muna Barat serta mengkuatifikasi komponen karst pada setiap grid untuk mendapatkan kelas karst sebagai acuan dalam penentuan kawasan lindung geologi.Hasil penelitian menunjukan bahwa wilayah penelitian memiliki sumberdaya karst berupa bukit karst, telaga (danau), dolina dan uvala, mata air permanen, gua karst (kering  dan  berair) serta potensi air tanah. Analisis kerapatan karst wilayah penelitian menunjukan bahwa kelas karst pada wilayah penelitian berada pada kategori kelas III sehingga kawasan ini perlu diatur sebagai perlindungan lokal dan setempat di Kabupaten Muna Dan Kabuapten Muna Barat

Page 1 of 1 | Total Record : 5