cover
Contact Name
Damis Hardiantono
Contact Email
damiz@unmus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
damiz@unmus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
MUSTEK ANIM HA
Published by Universitas Musamus
ISSN : 20896697     EISSN : 23547707     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MUSTEK ANIM HA (p-ISSN :2089-6697, e-ISSN : 2354-7707) adalah pusat publikasi yang memuat tentang karya ilmiah bidang keteknikan dan rekayasa teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
ANALISIS MENGGUNAKAN PEMODELAN UNTUK PENGENDALIAN MOTOR LISTRIK STUDI KASUS MOTOR 1750 RPM/60 HP/240 Volt Paulus Mangera; Daud Andang Pasalli
MUSTEK Vol 2 No 3 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk kegunuaan analisis secara teoretis, sebuah motor DC dapat direpsesentasikan dalam bentuk sebuah model, dimana model tersebut dapat menggambarkan karakteristik dari ‘fisik’ motor yang sebenarnya. Sebuah motor DC dapat direpresentasikan dalam beberapa jenis model, antara lain: model matematik (model nisbah alih dan ruang keadaan),dan model simulink. Dengan menggunakan spesifikasi data motor DC type Dripproof serta dilakukan pengujian diperoleh nilai n =  47,402642 rad/sec  dan  = 0,360860. Karena nilai  lebih kecil dari satu, maka motor DC tersebut akan memiliki karakteristik kurang teredam. Untuk memperoleh karakteristik kecepatan dan arus jangkar yang baik pada motor DC , dapat dilakukan pengendalian pada saat pengasutan (starting), pembebanan dan pengereman (stopping).
PENERAPAN CODEIGNITER (CI) FRAMEWORK UNTUK DESAIN APLIKASI BUSINESS TO CONSUMER (B2C) Sri Murniani Angelina Letsoin
MUSTEK Vol 2 No 3 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan Internet saat ini telah diterapkan dalam berbagai aktivitas baik dibidang pemerintahan, pendidikan maupun organisasi bisnis. Kebutuhan akan interaksi yang tidak dibatasi oleh jarak, waktu, keandalan system yang terdistribusi dan inovasi teknologi untuk meningkatkan profit perusahaan antara lain merupakan latar belakang meningkatnya elaborasi system ataupun aplikasi dalam bidang organisasi bisnis komersial. Salah satu produk inovasi dalam bidang ini adalah Aplikasi B2C atau Business to Consumer yang juga merupakan salah satu bidang kajian pada lingkup system pemasaran elektronis atau e-commerce.Perancangan aplikasi B2C ini dapat diadaptasikan salah satunya dengan menerapkan sebuah Web Application Framework (WAF) yang lebih secure yang mengakomodasi model system Model-View-Controller (MVC), yaitu framework CodeIgniter (CI). Pada penulisan ini dirancang sebuah aplikasi B2C dengan menggunakan bahasa pemodelan Unified Modelling Language (UML) untuk menetapkan spesifikasi model alur aplikasi dan diimplementasikan dengan framework CI  yang berkesesuaian dengan kebutuhan aplikasi bisnis komersial.
ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA MERAUKE Anton Topan
MUSTEK Vol 2 No 1 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan di kota Merauke ini tidak di imbangi dengan penataan taman kota yang baik dan belum diterapkannya peraturan Dirjen Tata Ruang Kota khususnya aturan mengenai RTH (ruang terbuka hijau), hal ini dapat kita lihat dari taman kota Mandala yang belum memiliki sarana yang memadai untuk memenuhi akan kebutuhan sarana berolah raga maupun bersantai disetiap akhir pekan untuk menghilangkan kejenuhan selama seminggu bekerja.Penelitian ini dilakukan dengan observasi langsung kelokasi penelitian yaitu pada taman kota Merauke yang berada di jln. Raya Mandala, melakukan studi literature mengenai aturan perkotaan khususnya ruang terbuka hijau (RTH), melakukan analisis dengan pedoman penyediaan dan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Perkotaan  yang di keluarakan oleh Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2008, dengan standar Kementrian Pekekrjaan Umum yang ada, menyimpulkan hasil dari penelitian sehingga menjadi suatu bahan masukan bagi pemerintah/instansi terkait serta sebagai informasi bagi masyarakat luas khususnya masyarakat Kota Merauke.Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa fasilitas yang terdapat pada taman Kota Merauke masih belum memenuhi standar yang ada dan masih memerlukan tambahan fasilitas seperti area bermain anak, kursi, wc umum, parkiran sehingga taman kota ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan dapat di nikmati oleh masyarakat luas
KARAKTERISTIK BETON NON STRUKTUR DARI BAHAN LOKAL DI DISTRIK MUTING MERAUKE PERBATASAN REPUBLIK INDONESIA – PAPUA NEUGINI Daud Andang Pasalli
MUSTEK Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemenuhan pembangunan untuk masyarakat di Kabupaten Merauke khususnya pembangunan perumahan masyarakat dan fasilitas umum yang berada di  daerah perbatasan perlu dukungan teknologi dibidang bahan bangunan guna memberikan pedoman dan masukan teknik khususnya syarat mutu dan kualitas terhadap bahan dan material yang akan digunakan dalam pembangunan perumahan dan fasilitas umum yang menggunakan beton non struktur. Agregat Lokal di Distrik Muting Kabupaten Merauke perbatasan Republik Indonesia dengan Papua Neugini yang merupakan bahan lokal perlu pengujian untuk membuktikan secara teknis apakah memiliki sifat agregat yang baik untuk membuat beton non struktur, meliputi sifat-sifat fisika agregat antara lain berat jenis, berat satuan, gradasi, kandungan lumpur, kandungan zat organik, kekuatan/kekerasan agregat kasar, kuat tekan beton dan modulus elastisitas beton.Dalam penelitian ini digunakan Agregat Lokal di Distrik Muting-Merauke, semen Portland type I merk Semen Gresik dan air dari Loratorium Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Universitas Musamus. Untuk perancangan adukan beton ditetapkan nilai faktor air semen 0,45, 0,50 dan 0,55 serta nilai slump 10 1.Gradasi pasir  dapat digolongkan ke dalam daerah III (agak halus), modulus halus butirnya berkisar 1,4-2,3. Untuk butir maximum 4,8 mm dan 2,4 mm modulus halus butirnya berturut-turut 1,96 dan  1,4. Berat satuan pasir  butir maksimum 4,8 mm dan 2,4 mm berturut-turut sebesar 1,58 dan 1,56 gr/cm3. Berat jenis pasir  antara 2,6 - 2,8 dan daya serap airnya antara 3,1 % - 4,7 %. Kadar lumpur rata-rata pasir sebesar 2,6 % dan kandungan zat organiknya rendah. Gradasi kerikil memenuhi syarat kerikil dengan besar butiran maksimum 40 mm. Modulus halus butirnya sebesar 7,3. Berat satuan kerikil sebesar 1,54. Kerikil berat  jenisnya 2,4-2,5 dan daya serap air jenuh kering muka 5,4 %. Kekerasan kerikil dengan menggunakan Bejana Rudellof, sebesar  23,6 %. Ketahanan aus kerikil dengan menggunakan alat uji derak Los Angeles sebesar 46,9%. Kuat tekan silinder  beton-A, beton-B dan beton-C berturut-turut sekitar 23,3 MPa - 29,7 MPa dengan berat semen/m3 377,6 kg - 467,9 kg ,  19,4 MPa - 25,1 MPa dengan berat semen/m3  396,9 kg - 468,5 kg dan  21,9 MPa - 35,0 MPa dengan berat semen/m3 388,9 kg - 555,1 kg. Secara umum pasir dan kerikil dari bahan lokal di Distrik Muting Merauke memiliki sifat agregat yang dapat digolongkan  memenuhi sifat agregat standar , walaupun beberapa sifat agregatnya cenderung di bawah standar. Beton non struktur dari bahan lokal di Distrik Muting Merauke memiliki sifat-sifat yang baik sehingga dapat memenuhi sifat beton standar,  namun kebutuhan semen/m3 beton cenderung lebih banyak jika dibandingkan dengan beton normal.
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT BERBASIS LAYANAN: DESAIN DAN IMPLEMENTASI PROTOTIPE SISTEM Jarot Budiasto; Fransiskus Xaverius Manggau
MUSTEK Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Supply   Chain   Management   (SCM)   adalah   sebuah   konsep   pengaturan   aliran   prosesperdagangan yang menghubungkan antara produsen, supplier, dan konsumen secara langsung.Dengan berevolusinya konsep perangkat lunak dan sistem informasi menuju era berbasis layanan,pengembangan SCM berbasis layanan menjadi sangat relevan. Studi kasus kebutuhan akan SCMberbasis layanan pada pengelola pusat perbelanjaan di Jakarta menjadi fokus pembahasan. Padamakalah   ini   dibahas   sebuah   model   pengembangan   sistem   SCM   berbasis   layanan   yangmenghubungkan tiga stakeholder yang berperan dalam proses perdagangan pada pusat perbelanjaanmodern.
PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA MERAUKE Anton Topan; Daud Andang Pasalli; Biatma Syanjayanta
MUSTEK Vol 3 No 1 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan di Kota Merauke tidak di imbangi dengan penataan Kota yang baik khusus pada kawasan Ruang ternuka hijau, ini dikarenakan belum diterapkannya peraturan Dirjen Tata Ruang Kota khususnya aturan mengenai RTH (ruang terbuka hijau), hal ini dapat kita lihat dari taman Kota Mandala yang penataanya belum sesuai dengan standar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum, tujuan dari penelitian ini Adela desain taman kota yang sesuai standar Menteri Pekerjaan Umum.Penelitian ini dilakukan dengan observasi (survey) langsung kelokasi penelitian yaitu pada taman Mandala Kota Merauke yang berada di jln. Raya Mandala, melakukan studi literature mengenai aturan per Kotaan khususnya ruang terbuka hijau  (RTH), pengukuran dengan menggunakan Theodolit dan meteran, menganalisis dengan pedoman penyediaan  dan pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau  (RTH) di kawasan Perkotaan  yang di keluarkan  oleh Peraturan  Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2008,  menyimpulkan hasil dari penelitian sehingga menjadi suatu bahan masukan bagi pemerintah/instansi terkait serta sebagai informasi bagi masyarakat luas khususnya masyarakat Kota Merauke, mendesain Taman Kota merauke sesuai dengan Peraturan Mentri Pekerjaan UmumDari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa Penataan Taman Kota  yang terdapat pada Taman Kota Merauke masih belum memenuhi standar yang ada dan masih memerlukan penataan yang lebih baik lagi dan menambah  fasilitas seperti area bermain anak, kursi, wc umum, parkiran sehingga taman Kota ini dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan dapat di nikmati oleh masyarakat luas.
RANCANG BANGUN MESIN PEMISAH KULIT ARI JAGUNG Andriyono Andriyono
MUSTEK Vol 4 No 1 (2015): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rancang Bangun Mesin Pemisah Kulit Ari  Jagung dengan mekanisme RubberRoll. Tujuan utama dari perancangan alat pengupas kulit ari biji jagung denganmekanisme rubber roll sistem gesek adalah untuk memenuhi kebutuhan alat pengupaskulit ari biji jagung para petani jagung di Distrik Tanah Miring dan SemanggaKabupaten Merauke.Spesifikasi pembuatan alat pengupas kulit ari biji jangung dengan mekanismerubber roll sistem gesek berkapasitas mesin 5 kg/menit, ukur mesin panjang 650 mmx lebar 500 mm x tinggi 750 mm, mengunakan tenaga pengerak berupa dinamo listrik2 kw, 1420 rpm. Rubber roll yang digunakan untuk pengupas dengan sistem gesekpada poros penggerak tebal 8 mm, lebar 40 mm x 250 mm, rubber roll pada sisidinding tebal 8 mm, lebar 40 mm x 260mm, rangka mengunakan profil siku 40 x 40 x5 mm dan profil siku 40 x 50 x 5 mm. Sistem transmisi alat pengupas kulit arijagungmengunakan 2 puli diameter 3 inch dan 8 inch yang merubah putaran dari 650 rpm, vbeltjenis A, 1 poros pejal diameter 1 inch, pipa pelapis poros diameter 3 inch,panjang 400 mm. Taksiran harga jual mesin pengupas kulit ari biji jagung adalah Rp2.106.000.
ANALISIS INSTALASI POMPA PEMADAM KEBAKARAN PADA KOMPLEKS TERMINAL BAHAN BAKAR MINYAK MERAUKE Agus Samsul Arifin; Peter Sahupala; Daniel Parenden
MUSTEK Vol 3 No 3 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dari suatu instalasi pompadengan memperhitungkan total kerugian head serta ketersediaan daya pompa padakeseluruhan instalasi yang dihitung apakah akan terjadi kavitasi ataukah tidak, padaKompleks Terminal Bahan Bakar Minyak Pertamina Merauke. Adapun data-data yangdiambil adalah data reservoar, panjang pipa, sudut belokan pipa, diameter pipa dan datapompa serta gambaran instalasi yang ada. Pengolahan data dilakukan dengan metodeHazen-Williams. Data dianalisis melalui perhitungan head pompa untuk mendapatkanNPSH yang tersedia dan NPSH yang dibutuhkan.  Perhitungan Head Loses menunjukkan bahwa kecepatan air pada pipa akhiradalah sebesar 20,762 m/detik, kecepatan aliran air yang masuk ke pompa adalah2,9197m/detik, kapasitas debit 341,126 m3/jam sedangkan kapasitas yang terpasang adalahsebesar 340,687 m3/jam dengan kebutuhan daya sebesar 27,205 kW, sedangkan dayayang terpasang adalah sebesar 28 kW. Head Isap Positip Neto yang tersedia adalah 5,76m dan Head Isap Positip Neto yang diperlukan adalah 5,76 m, Head Total adalah sebesar72 m sedangkan Head maksimum pada pompa adalah sebesar 80 m sehingga dapatdinyatakan pompa bekerja dalam keadaan aman dan tanpa mengalami kavitasi.
PERENCANAAN PENEMPATAN FACTS OPTIMAL MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA Damis Hardiantono
MUSTEK Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) menentukan bagian sistem tenaga yang membutuhkan penempatanperalatan FACTS  (Flexible Alternating Current Transmission System) dengan menggunakanAlgoritma Genetika (AG) dan 2) menganalisis pengaruh pemasangan FACTS devices berdasarkanhasil aliran daya terhadap rugi-rugi daya dan profil tegangan sistem. Penempatan FACTS optimal dalam sistem tenaga dilakukan dengan metode optimasimenggunakan Algoritma Genetika. Paramater yang dioptimalkan yaitu meminimumkan rugi-rugidaya total sistem.Hasil analisis yang diperoleh yaitu : 1) lokasi optimal SVC ditempatkan pada bus 26 (GI Barawaja) dengan rating sebesar 20 MVAr dan TCSC ditempatkan pada saluran 26 (GI Soppeng – GI Sidrap)dengan rating sebesar -0,7Xline. 2) penempatan peralatan FACTS pada lokasi tersebut dapatmengoreksi tegangan yang collapse di bus 24 (GI Tello B 30 kV) sebesar 0,805 pu terkoreksi menjadi1,047 pu dan bus 26 (GI Barawaja) sebesar 0,690 pu terkoreksi menjadi 0,985 pu serta bus yangtegangannya kritis yaitu pada bus 29 (GI Bontoala) sebesar 0,945 pu terkoreksi menjadi 0,994 pu. 3)rugi-rugi daya total saluran sebelum penempatan FACTS optimal diperoleh sebesar 20,487 MW danberkurang menjadi sebesar 17,394 MW setelah penempatan FACTS optimal.
ANALISIS PENGGUNAAN INCENERATOR PADA PENGOLAHAN SAMPAH DI KOTA MERAUKE Dina Pasa Lolo
MUSTEK Vol 3 No 3 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji: 1) karakteristik sampah di wilayah KotaMerauke dan 2) pengolahan sampah dengan menggunakan incenerator di Kota Merauke.  Analisis penggunaan incenerator ini menggunakan metode statistik untukmemperkirakan laju timbulan sampah dan biaya operasional penanganan sampah daritahun 2011 sampai tahun 2026. Hasil analisis tersebut selanjutnya di evaluasi denganmenggunakan metode pengolahan sampah saat ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa : 1) Karakteristik sampah di Kota Meraukesebagian besar terdiri dari sampah yang dapat dibakar dengan menggunakan incenerator.Komposisi sampah yang ada di Kota Merauke terdiri dari sampah organik sebesar75,73%, kertas 10,13%, plastik 8,14%, kayu 0,83%, kain 0,57%, karet 0,36% dan lainlain2,11%. Sementara sampah logam dan kaca yang tidak dapat dibakar sebesar 2,3%.Sebagian sampah organik tidak dibakar melainkan dijadikan kompos, yakni sebesar 20%.Sampah plastik yang bisa didaur ulang sebesar 2%. Dengan demikian total sampah yangtidak dibakar di incenerator sebesar 24,3%; 2) Pembuangan akhir sampah denganmenggunakan teknologi incenerator dapat mengatasi kendala penggunaan metodekonvensional. Kendala lahan dapat diatasi dengan penggunaan incenerator yang hanyamembutuhkan lahan tiap unit sebesar 60 m2 dengan kebutuhan incenerator sebanyak 2 unit pada tahun 2011 sampai tahun 2023 dan hanya dibutuhkan penambahan 1 unit incenerator pada tahun 2024. Penerapan teknologi incenerator secara signifikan dapatmenekan pembebanan anggaran pemerintah Kabupaten Merauke rata-rata sebesar 2,5milyar rupiah per-tahun.

Page 4 of 48 | Total Record : 479