cover
Contact Name
Damis Hardiantono
Contact Email
damiz@unmus.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
damiz@unmus.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. merauke,
P a p u a
INDONESIA
MUSTEK ANIM HA
Published by Universitas Musamus
ISSN : 20896697     EISSN : 23547707     DOI : -
Core Subject : Engineering,
MUSTEK ANIM HA (p-ISSN :2089-6697, e-ISSN : 2354-7707) adalah pusat publikasi yang memuat tentang karya ilmiah bidang keteknikan dan rekayasa teknologi.
Arjuna Subject : -
Articles 479 Documents
PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT SAPI PADA DINAS PETERNAKAN KABUPATEN MERAUKE Tatik Melinda Tallulembang; Fransiskus Xaverius Manggau
MUSTEK Vol 2 No 2 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan    hewan ternak merupakan bagian yang penting untuk memajukan bidang peternakan. Namun jumlah dokter hewan yang terbatas, menyebabkan penanganan terhadap sapi yang sakit menjadi sangat lambat. Selain itu jarak antar lokasi pemeliharaan sapi yang jauh menyebabkan penyakit sapi semakin meluas, serta kurangnya pemahaman peternak tentang  penyakit  sapi  juga  menambah  lambatnya  penanganan  terhadap  penyakit  sapi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Sapi pada Dinas Peternakan Kabupaten Merauke yang dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit sapi dan mengetahui cara penanganan awalnya.Metode inferensi yang digunakan adalah forward chaining.Tools yang digunakan adalah microsoft visual basic 6.0, perancangan database menggunakan Microsoft acces 2007 dan crystal report8.5 untuk  pembuatan laporan. Pengujian sistem menggunakan blackbox  dan kuisioner kepada staf bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan Kabupaten Merauke. Hasil akhir dari penelitian menunjukan perubahan yang cukup signifikan terhadap kinerja kerja  dimana  terjadi  tingkat  kenaikan  waktu  dalam  penanganan  terhadap  penyakit  sapi Berdasarkan hasil kuisioner tentang mengenai hasil kinerja dan kecepatan program dalam penyajian data dan informasi diperoleh informasi sebagai berikut, 2 (20%) responden yang menjawab sangat cepat, 8 (80%) responden menjawab cepat dan tidak ada responden yang menjawab lambat. Artinya penanganan terhadap penyakit sapi menggunakan sistem lebih cepat.Kesehatan    hewan ternak merupakan bagian yang penting untuk memajukan bidang peternakan. Namun jumlah dokter hewan yang terbatas, menyebabkan penanganan terhadap sapi yang sakit menjadi sangat lambat. Selain itu jarak antar lokasi pemeliharaan sapi yang jauh menyebabkan penyakit sapi semakin meluas, serta kurangnya pemahaman peternak tentang  penyakit  sapi  juga  menambah  lambatnya  penanganan  terhadap  penyakit  sapi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Sapi pada Dinas Peternakan Kabupaten Merauke yang dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit sapi dan mengetahui cara penanganan awalnya.Metode inferensi yang digunakan adalah forward chaining.Tools yang digunakan adalah microsoft visual basic 6.0, perancangan database menggunakan Microsoft acces 2007 dan crystal report8.5 untuk  pembuatan laporan. Pengujian sistem menggunakan blackbox  dan kuisioner kepada staf bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Peternakan Kabupaten Merauke. Hasil akhir dari penelitian menunjukan perubahan yang cukup signifikan terhadap kinerja kerja  dimana  terjadi  tingkat  kenaikan  waktu  dalam  penanganan  terhadap  penyakit  sapi Berdasarkan hasil kuisioner tentang mengenai hasil kinerja dan kecepatan program dalam penyajian data dan informasi diperoleh informasi sebagai berikut, 2 (20%) responden yang menjawab sangat cepat, 8 (80%) responden menjawab cepat dan tidak ada responden yang menjawab lambat. Artinya penanganan terhadap penyakit sapi menggunakan sistem lebih cepat.
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN FORMASI SEPAK BOLA DENGAN BERBASIS WEB STUDI KASUS : PERSISAM PUTRA SAMARINDA Supriyono Supriyono; Hamdani Hamdani; Anindita Septiarini
MUSTEK Vol 2 No 1 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepak bola merupakan olahraga yang dimainkan oleh kedua tim dalam sebuah pertandingan atau olah raga. Masing-masing tim terdiri dari sebelas pemain yang dipimpin oleh satu wasit sebagai pengadil pertandingan dan dua hakim garis sebagai asisten. Tim sepak bola memiliki komponen yang mendukung didalamnya seperti pemain, pelatih, dan official. Pelatih sangat berperan penting dalam tim untuk menentukan formasi sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh pelatih tersebut. Untuk memperoleh formasi yang berkualitas maka diperlukan kriteria-kriteria untuk menentukan formasi yang akan dipakai dalam sebuah tim seperti pertahanan, pengatur serangan, penyerang, teknik, dan fisik para pemain.Penelitian bertujuan untuk membantu seorang pelatih menentukan formasi yang akan dipakai dalam pertandingan sepak bola, sehingga dibutuhkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Dan salah satu cara yang dapat digunakan dalam sistem pendukung keputusan yang dapat berfungsi untuk mencari sampel data formasi.Hasil peneletian memberikan rekomendasi alternatif yang cepat dan mudah serta untuk mendapatkan formasi tim sepak bola yang sesuai dengan formasi yang digunakan lawan. Layanan yang tersedia yaitu input data pemain, input formasi sebagai sampel data untuk mendapatkan formasi tim. Data yang dimasukan adalah data uji dari nilai pemain lawan untuk mendapat keluaran berupa formasi sepak bola. Adapun data yang diujikan adalah data formasi Sriwijaya Palembang dengan menggunakan formasi 4-4-2 dan menghasilkan keluaran formasi untuk persisam putra samarinda adalah 4-4-2.
DESAIN MODUL PENGUKURAN POTENSI POMPA LISTRIK TENAGA ANGIN (STUDI KASUS PTL-ANGIN KAPASITAS 100 WATT) Jayadi Jayadi; Damis Hardiantono
MUSTEK Vol 3 No 3 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Department of Electrical Engineering, in its further development, is planning to build a Renewable Energy Center especially in the southern region of Papua. In order to support this plan, the data and preliminary research or laboratory are needed as important instruments to develop the renewable energy.This research aims to make a measurement device for measureable variables such as voltage, current, power, and wind speed so that the generation characteristics can be observed. The result of the research is expected to support the laboratory especially for some subjects such as Practicum of Magnitude of Electrical Measurement and Practicum of Renewable Energy and be empirical description for the potential of the wind power electric water pump to support the research / the fulfillment of the need of water for agricultural land in Merauke regency.The method used is the experimental method by making a wind power generator with the capacity of 100 watts, then the output of the generator will be led to a measurement module inside the Electrical Engineering Laboratory. The result shows that the potential of the wind power water pump from July to November (160 days) reached 4.7792 m3 only or about 29.87 liters / day, this result is small according to  the design of small capacity turbine utilization. Then, for next development, it would be able to design a turbine with the larger capacity or can be done by using solar cell and integrated installed wind turbines.
STUDI IMPLEMENTASI Asynchronous Transfer Mode (ATM) Roberto Corputty
MUSTEK Vol 1 No 3 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asynchronous Transfer Mode (ATM) merupakan teknologi switching dan multiplexing berdasarkan pada sel dengan panjang tetap 53 oktet. ATM disebut juga teknologi broadband switching yang berbasis paket yang dirancang untuk mentransfer informasi dengan kecepatan tinggi, termasuk untuk mendukung perkembangan dalam layanan multimedia yang mencakup informasi voice (suara), video dan data. Aplikasi multimedia seperti video conference dan video on demand memerlukan  bandwidth yang lebar. Aplikasi multimedia baru terasa manfaatnya apabila terkoneksi dengan jaringan publik. Namun di sisi lain, koneksi dengan jaringan publik memungkinkan adanya berbagai bentuk ganguan  dari pihak lain. Ganguan tersebut bisa berupa koneksi terhadap jaringan lokal ATM dengan tujuan untuk mendapatkan akses terhadap informasi penting, oleh sebab itu keamanan dari ATM sangat diperlukan guna menjaga kualitas layaanan dari jaringan itu sendiri. 
PROSES PENGERASAN PERMUKAAN UNTUK MENINGKATKAN NILAI KEKERASAN DAN KETAHANAN AUS PADA PISAU BAJAK ROTARI Andriyono Andriyono
MUSTEK Vol 3 No 1 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekerasan dan ketahanan aus mata bajak rotary hand traktor yang telah diberi perlakuan celup cepat (proses quenching). Proses celup cepat ini dilakukan dengan temperature austenite (± 9120 C).  Pengerasan permukaan pada besi / baja dapat dilakukan dengan cara memanaskan besi/baja,  kemudian didinginkan dengan cepat pada media pendingin seperti air, air garam ataupun dengan oli bekas. Pengerasan permukaan ini biasa disebut proses Quenching, dimana pada permukaan baja/besi nilai kekerasannya bertambah sedangkan pada bagian dalam / inti logam masih tetap bersifat sebelum diberi perlakuan pengerasan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Metallurgi Fakultas Teknik Mesin Universitas Hasanuddin, bengkel Pande Besi Desa Muram Sari  dan lahan persawahan Padang Raharja Kurik, Merauke. Metode pengujian adalah dengan metode eksperimental dilapangan. Hasil penelitian diperoleh Nilai Kekerasan meningkat dari 50.9 HV menjadi 59.1 HV, sedangkan Laju ketahanan aus untuk raw material sebesar 6.29 %, sedangkan untuk material yang mengalami proses quench sebesar 3.28 %.
PENENTUAN RUTE PENGAMBILAN SAMPAH DI KOTA MERAUKE DENGAN KOMBINASI METODE EKSAK DAN METODE HEURISTIC Endah Wulan Perwitasari
MUSTEK Vol 1 No 2 (2012): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan distribusi sampah mempunyai karakteristik diantaranya tidak ada penjadwalan ataupun pemilihan rute yang tepat untuk pengambilan sampah pada Tempat Pengumpulan Sampah(TPS). Permasalahan distribusi sampah melibatkan beberapa pertimbangan utama meliputi rutekendaraan, kendaraan sampai dengan minimasi ongkos distribusi. Permasalahan tersebut di modelkandengan Vehicle Routing Problem (VRP). VRP adalah masalah penentuan rute yang digunakan oleharmada untuk memberikan pelayanan kepada konsumen. Dimana VRP mempunyai tujuan untukminimasi waktu tempuh, jarak tempuh kendaraan dan minimasi ongkos distribusi. Terdapat duamacam metode untuk penyelesaian permasalahan VRP, yaitu metode eksak dan metode heuristic,dimana metode eksak lebih ditekankan pada hasil yang optimal, sedangkan pada metode heuristichasil yang dicapai mendekati optimal namun mempunyai waktu komputasi yang cepat. Hasil yangdiperoleh dalam penelitian ini adalah kombinasi antara metode eksak dan metode heuristic berhasildiimplementasikan dengan baik dan dapat membentuk rute yang memenuhi karakteristikpermasalahan distribusi sampah.
PEMANFATAN TANAH LEMPUNG KEPASIRAN SEBAGAI BAHAN BANGUNAN DI KAMPUNG SOTA DISTRIK SOTA PERBATASAN REPUBLIK INDONESIA-PAPUA NEW GIINEA Daud Andang Pasalli; Jeni Paresa
MUSTEK Vol 2 No 3 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan khususnya bidangi ilmu teknik sipil dalam hal ini penggunaan material sebagai bahan bangunan dan laju perkembang pembangunan dengan pesat pada dekade terakhir maka penggunaan material yang tersedia di daerah lokasi pembangunan harus dengan sangat bijak dapat dimanfaatkan. Penelitian ini menggunakan tanah lempung kepasiran  sebagai material untuk pembuatan campuran semen. Sehingga diharapkan dari  penelitian ini akan menghasil sebuah komposisi campuarn  yang  inovatif dengan beberapa keunggulan dari sisi biaya, metode pelaksanaannya dan pemanfaatan material lokal.Pengujian karakteristik fisis dan mekanis tanah lempung kepasiran dasar yang meliputi kadar air, berat jenis, Aterrberg, analisa saringan, bobot isi, kompaksi, kuat tekan bebas dan geser langsung. Pengujian selanjutnya adalah pengujian rancang capuran tanah lempung kepasiran dengan semen dengan mengacu kepada standar yang berlaku (SNI maupun ASTM). Pengujian dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh tanah lempung kepasiran  untuk pasangan dinding dan lantai. Dalam penelitian ini penggunaan material tanah lempung kepasiran sebagai bahan campuran semen akan di lakukan dengan berbagai metode perbandingan campuran untuk mendapatkan komposisi yang idela. Selanjutnya pada tahap berikutnya akan dilakukan uji model prototipe di lapangan dengan menggunakan hasil desain dari penelitian laboratorium pada tahapan sebelumnya.Hasil pengujian sifat fisis tanah lempung kepasiran dimana kadar air sebesar 43,4 %, berat jenis 2,70, persentase butiran dimana butiran halus sebesar 57,50 % dan butiran kasar 42,5 %, serta batas Atterberg dimana LL 45 %, PL 31,54 %, PI 14,42 % dan SL 16,47 %. Serta mempunyai bobot isi 1,66 gram/cm3 dan mempunyai berat isi kering 1,33 gram/cm3 serta kadar air optimum 36 %. 2.        Dari hasil analisa butiran dapat dilihat bahwa kandungan butiran kasar cukup besar maka untuk konstruksi non strukturak tanah lempung kepasiran dapat digunakan
RANCANG BANGUN MESIN PENGIRIS KERIPIK SKALA RUMAH TANGGA Andriyono Andriyono
MUSTEK Vol 2 No 3 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan ini bertujuan untuk membuat dan menguji alat pengiris keripik ubi maupun keripik pisang serta mengetahui kapasitas alat pengiris keripik. Perhitungan dan analisa pembuatan mesin pengiris keripik ini menggunakan perhitungan perencanaan elemen mesin serta analisa teoritis dan rancang bangun permesinan. Spesifikasi pembuatan mesin pengiris keripik berkapasitas mesin rata-rata 5.8 kg/ jam, ukuran alat (p x l x t) 460 mm x  430 mm x  1050 mm, tenaga pengerak dinamo listrik 1HP, 1420 rpm. Sistem transmisi 2 puli Ø 3” dan Ø12”, v-belt jenis A no. 66,  poros  dari bahan St37 Ø 1”, panjang 650 mm. Alat ini menghasilkan 3 bentuk pemotongan yaitu melintang,  bulat dan acak. Bahan untuk alat ini antara lain; rangka besi siku 40x40 mm, bahan plat  besi plat 0.2 mm, bahan Pisau Baja Stenliss. Hasil pengujian alat dengan potongan melintang 120 mm x 60 mm, potongan bulat sampai Ø 60 mm. Ketebalan pemotongan dari 0.4 mm sampai 4 mm. Kapasitas dari alat ini; Untuk Ketela Pohon dengan potongan melintang dengan ketebalan 1, 2 dan 3 (mm) adalah  21.6, 37.2, 49.8 (kg/jam), potongan bulat dengan ketebalan  1, 2 dan 3 (mm) adalah 18.6, 30.6, 37.8 (kg/jam). Untuk Pisang dengan ketebalan 1, 2 dan 3 (mm) adalah 30.6, 48.6, 60 (kg/jam). Potongan bulat dengan ketebalan  1, 2 dan 3 (mm) adalah 25.2, 45.6, 55.2 (kg/jam). Pada petatas sebagai bahan pembuat tepung adalah 39 kg/jam.
KONDISI TERMAL BANGUNAN GREENHOUSE DAN SCREENHOUSE PADA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS MUSAMUS MERAUKE Muchlis Alahudin
MUSTEK Vol 2 No 1 (2013): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal Greenhouse dengan material atap polycarbonate dan Greenhouse dengan material atap screen.Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif. Variabel standar kenyaman adalah temperatur, kelembaban dan kecepatan angin, penentuan kasus penelitian berdasarkan kriteria material atap Greenhouse dan kondisi lingkungan di sekitar Greenhouse. Data pengukuran diperoleh dengan menggunakan alat ukur antara lain: Thermo-Hygrometer dan Anemometer. Hasil perekaman dan pengukuran dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan standar kenyamanan penelitian terdahulu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh orientasi, penggunaan elemen bangunan dan kondisi lingkungan berpengaruh terhadap tingginya temperatur di dalam maupun di luar Greenhouse karena perancangan Greenhouse tidak sesuai dengan konsep rumah tanaman untuk iklim tropika basah.
PENGARUH TERMAL DALAM RUANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP KONDISI BUKU DAN KENYAMANAN PEMBACA (STUDI KASUS PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS MUSAMUS MERAUKE) Muchlis Alahudin
MUSTEK Vol 3 No 2 (2014): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor suhu, kelembaban, intensitas cahaya dan kebisingan terhadap kondisi koleksi buku dan kenyamanan pengunjung perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif. Variabel standar kenyaman termal adalah temperatur, kelembaban, intensitas cahaya dan kebisingan, variabel  yang diamati dalam penelitian ini adalah: 1). Bangunan (Luasan bangunan, luas bukaan, orientasi dan perabot), 2). Kondisi termal (Suhu, kelembaban, kecepatan udara, cahaya dan kebisingan), dan 3). Koleksi bacaan (buku dan CD) dan kondisi lingkungan sekitar  perpustakaan. Sementara alat ukur yang dipakai dalam penelitian adalah: 1). Thermo Hygrometer, (2). Environtment Meter, (3). Anemometer, dan 4). Meteran. Hasil perekaman dan pengukuran dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan standar kenyamanan penelitian Talarosha (2005). Perwujudan dari desain arsitektur untuk bangunan perpustakaan perlu memperhatikan beberapa hal antara lain kondisi suhu, kelembaban, cahaya dan kebisingan, disamping itu peletakan penyimpanan koleksi perpustakaan, sirkulasi pengunjung sangat perlu diperhatikan. Ini dikarekana suhu, kelembaban, cahaya sangat mempengaruhi kondisi koleksi perpustakaan (buku, majalah, koran, CD dan koleksi lainnnya), dengan 3 (tiga) faktor termal diatas ditambah dengan faktor kebisingan akan mempengaruhi kenyaman pengujung perpustakaan. Dengan mengetahui kondisi termal (suhu, kelembaban, cahaya dan kebisingan) dapat menjadi acuan nantinya dalam pembangunan/pengembangan perpustakaan. Kondisi suhu di perpustakaan Universitas Musamus (UNMUS) Merauke berkisar antara 29.28 – 32.93oC (didalam bangunan), 29.31 – 35.00oC (diluar bangunan), 29.61 – 31.62oC (di dalam lemari rak buku), kelembaban 62.44 – 79.33% (didalam bangunan), 61.61 – 75.83% (diluar bangunan), kecepatan angin 0.26 – 0.51m/s (didalam bangunan), 0.63 – 2,55 m/s (diluar bangunan), kebisingan 51.72 – 70.82 dB (didalam bangunan), 52.26 – 74.79 dB (diluar bangunan), Intensitas cahaya 52 – 208.20 lux (di dalam bangunan dengan ketinggian meja baca/+ 75 cm). Disimpulkan kondisi termal di dalam perpustakaan Universitas Musamus jauh dari dari kata Nyaman baik bagi koleksi perpustakaan maupun pengguna perpustakaan.

Page 6 of 48 | Total Record : 479