cover
Contact Name
Indrawirawan
Contact Email
indrawirawan@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bnmt@unhas.ac.id
Editorial Address
Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin, Kampus Tamalanrea, Jl. Perintis Kemerdekaan km 10, Makassar, 90245, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 14114577     EISSN : 29857694     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak merupakan open peer reviewed journal menerbitkan artikel ilmiah dengan fokus pada bidang nutrisi dan makanan ternak dengan cakupan (focus and scope), diantaranya: Nutrisi Ruminansia Kimia Pakan Tanaman Pakan dan Pastura Nutrisi Non-Ruminansia Teknologi dan Industri Pakan Valorisasi Pakan dan Limbah
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 11, No 1 (2015)" : 7 Documents clear
FRAKSI SERAT DAN PROTEIN KASAR JERAMI JAGUNG YANG DIINOKULASI FUNGI Trichoderma sp. DAN RAC Islamiyati, Rohmiyatul; Rasjid, Syamsuddin; Asriany, Ani
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui fraksi serat dan protein kasar jerami jagung yang diinokulasi fungi Trichoderma sp. dan RAC. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. P1: Jerami jagung + 5% Trichoderma sp. + 1% RAC ; P2: Jerami jagung + 5% Trichoderma sp. + 2% RAC ; P3: Jerami jagung + 5% Trichoderma sp. + 3% RAC ; P4: Jerami jagung + 5% Trichoderma sp. + 4% RAC ; P5: Jerami jagung + 5% Trichoderma sp. + 5% RAC. Sidik ragam menunjukkan bahwa jerami jagung yang diinokulasi fungi Trichoderma sp. dan RAC berpengaruh nyata (P<0.05) terhadap NDF, ADF dan tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kandungan protein kasar. Disimpulkan bahwa level pemberian RAC 3% pada jerami jagung yang diinokulasi fungi Trichoderma sp. dapat menurunkan NDF, ADF dan ada kecenderungan meningkatkan kandungan protein kasar.
KARAKTERISTIK DEGRADASI BEBERAPA JENIS PAKAN (IN SACCO) DALAM RUMEN TERNAK KAMBING Ismartoyo, .
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik degradasi bahan kering beberapa bahan pakan di Makassar. Data bahan kering yang hilang pada masa inkubasi tersebut kemudian dimasukkan dalam persamaan Y = a +b (l – e(-ct)) (rskov dan McDonald, 1979; Ismartoyo, 2011). Data karakteristik degradasi tersebut dianalisis dengan menggunakan RAL untuk mengetahui perbedaan karakteristik degradasi antara pakan yang satu dengan yang lainnya. Hasil penelitian menunjukkan kehilangan bahan kering semua perlakuan meningkat seiring dengan lama inkubasi sedangkan kecepatan degradasinya cenderung semakin menurun. Kecernaan bahan kering pada inkubasi 24 jam paling rendah pada kulit buah coklat (29,27%) dan jonga-jonga (34,25%), nyata lebih tinggi (P<0,01) pada biji markisa (39,45%), biji kapuk (40,10%) dan kulit buah markisa (40,9%). Nilai fraksi a terendah pada biji kapuk (6,74%), dan paling tinggi biji markisa (19,61%). Nilai fraksi b terendah pada kulit buah coklat (45,43%) dan paling tinggi biji kapuk (81,57%). Nilai fraksi c terendah pada biji markisa (0,0128%/jam) dan paling tinggi biji kapuk (0,0229%/jam). Nilai fraksi a+b terendah pada kulit buah coklat (62,23%) dan paling tinggi biji markisa (90,09%). Dapat disimpulkan bahwa kecernaan bahan kering lebih baik pada biji kapuk, biji markisa dan kulit buah markisa dari pada kulit buah coklat dan jonga-jonga. Sedangkan nilai karakteristik degradasi yang dihasilkan dari berbagai jenis pakan cukup bervariasi.
PENGARUH PENGGUNAAN KULIT PISANG BIOKONVERSI DALAM RANSUM TERHADAP PENYERAPAN KALSIUM SERTA PERTUMBUHAN TULANG AYAM BROILER Siahaan, Nikodemus Bernando; Sunarti, Dwi; Yunianto, Vitus Dwi
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan penggunaan kulit pisang fermentasi cairan rumen bertujuan meningkatkan kalsium tulang dan melihat pengaruhnya terhadap morfologi tulang ayam broiler. Penelitian menggunakan 120 ekor ayam broiler umur 14 hari dengan rata-rata bobot badan 475 ± 0,98 g/ekor. Analisis menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi dalam 4 perlakuan dan 6 ulangan, masing-masing ulangan menggunakan 5 ekor ayam. Perlakuan sebagai berikut: T0 = Ransum perlakuan tanpa kulit pisang fermentasi cairan rumen, T1 = Ransum mengandung 5% Kulit pisang fermentasi cairan rumen, T2 = Ransum mengandung 10% Kulit pisang fermentasi cairan rumen, T3 = Ransum mengandung 15% Kulit pisang fermentasi cairan rumen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan prosedur analisis ragam (Analysis of Variance / ANOVA) dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji Duncan melalui program SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kulit pisang fermentasi cairan rumen pada level 10% dalam ransum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan panjang tulang femur (P<0,05). Kesimpulan dari penelitian adalah, penambahan kulit pisang fermentasi baik digunakan pada taraf 10% pada periode starter dalam memaksimalkan pertumbuhan panjang tulang ayam broiler
KAJIAN KUALITAS NUTRIEN SILASE TOTAL MIXED RATION BERBAHAN DASAR ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) YANG DIENSILASE DENGAN Lactobacillus plantarum Mutmainah, Siti; Muktiani, Anis; Prasetiyono, B W. H. E
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembuatan silase TMR dengan memanfaatkan tanaman eceng gondok merupakan salah satu upayaalternatif dalam menjaga ketersediaan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitaspengaruh penambahan inokulan bakteri L. plantarum terhadap kualitas nutrien silase TMR berbahandasar eceng gondok, yang meliputi kadar air (KA), protein kasar (PK),serat kasar (SK), lemak kasar(LK), protein murni, asam butirat, total asam dan total bakteri asam laktat. Metode yang digunakanadalah rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 2 x 5, dengan 2 faktor (faktor A dan faktor B) dan3 ulangan. Faktor A adalah tanpa penambahan bakteri (A1) dan dengan penambahan bakteri L.plantarum (A2). Faktor B adalah lama pemeraman, yaitu 4,8,12,16 dan 20 hari (B1, B2, B3, B4, B5).Hasil penelitian menunjukkan penambahan penambahan inokulan bakteri L. plantarum tidakberpengaruh nyata sedangkan lama pemeraman berpengaruh nyata terhadap kualitas silase, namunantara kedua faktor tersebut tidak ada interaksi. Hasil penelitian menunjukkan total bakteri asamlaktat terbaik pada B3, yaitu 1,95 x 107cfu/g. Asam butirat terendah pada B3, yaitu 6,10 g/kg BK.Kadar air dan protein kasar tidak berbeda nyata, namun pada pemeraman selama 12 hari terjadipenurunan lemak kasar dan serat kasar silase, menandakan silase termasuk berkualitas baik. Secarakeseluruhan dapat disimpulkan bahwa silase TMR berbahan eceng gondok tanpa penambahaninokulan bakteri L.plantarum sama baiknya dengan silase yang ditambah inokulan bakteriL.plantarum. Pemeraman selama 12 hari sudah menghasilkan silase TMR berbahan eceng gondokdengan kualitas yang baik.
DEPOSISI P TULANG AYAM BROILER DIBERI RANSUM DENGAN PENAMBAHAN ENZIM FITASE PADA KADAR PROTEIN BERBEDA Setiawati, Datik; Sukamto, Bambang; Wahyuni, Hanny Indrat
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan enzim fitase pada taraf protein ransum yang tepat untuk meningkatkan pemanfaatan P pada ayam broiler. Perlakuan dimulai umur 8 hari dengan rerata bobot awal 104,16±13,16g, dipelihara dalam 16 unit percobaan. Masing-masing unit terdiri dari 8 ekor. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu T0 (ransum protein 23%), T1 (ransum protein 21% + enzim fitase 1000 FTU), T2 (ransum protein 23% + enzim fitase 1000 FTU), T3 (ransum protein 23% + tepung tulang 1%) dan 4 ulangan. Parameter yang diamati adalah konsumsi P, retensi P, serta massa P tulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan enzim fitase dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap konsumsi P, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap retensi P, koefisien retensi P, kandungan P tulang, dan massa P tulang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan enzim fitase pada ransum protein rendah memberikan hasil penyerapan nutrien yang sama dengan ransum berprotein tinggi.
PENGARUH LAMA INKUBASI AMPAS SAGU DENGAN Aspergillus niger TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR AMPAS SAGU Hasanuddin, Sumaiyah; Mujnisa, Andi
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh lama inokulasi ampas sagu dengan Aspergillus niger pada waktu yang berbeda terhadap kandungan protein kasar dan kandungan serat kasar dalam kaitannya untuk mencari alternative pakan ternak ruminansia yang murah dan berkualitas baik. Penelitian ini menggunakan ampas sagu yang diinokulasi dengan Aspergillus niger mulai dai 0 jam sampai 114 jam. Data yang diperoleh dianalisa dengan RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri atas Tujuh perlakuan dan Tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama inokulasi ampas sagu dengan Aspergillus niger berpengaruh nyata (P<0.01) baik itu pada peningkatan kandungan protein kasar maupun penurunan kandungan serat kasar. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa peningkatan protein kasar yang paling tinggi yaitu pada H4 (3,45%) da terendah yaitu pada H0 (2,06%) sedangkan serat kasar tertinggi pada H0 (13,04%) dan teredah yaitu pada H6 (8,02%), sehingga dapat disimpulkan bahwa ampas sagu hasil inokulasi mengandung protein kasar lebih tinggi dan serat kasar yang lebih rendah dibandingkan yang tidak diinokulasi. Peningkatan lama inokulasi dari 0 sampai 114 jam pada kandungan protein memberikan respon yang bersifat kuadratik dimana puncak tertinggi kandungan protein yang terlihat pada lama inokulasi 120 jam.Peningkatan lama inokulasi dari 0 sampai 114 jam pada kandungan serat kasar terendah terlihat pada lama inokulasi 114 jam.
DAYA HAMBAT ANTIBAKTERI PAKAN DENGAN KOMBINASI KUNYIT, BAWANG PUTIH DAN ZINK TERHADAP STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN ESCHERICHIA COLI Jamilah, .; Agustina, Laily; Purwanti, Sri
Buletin Nutrisi dan Makanan Ternak Vol 11, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui daya hambat antibakteri dari pakan yang dikombinasikan denga kunyit, bawang putih, dan zink terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Penelitian menggunakan Tepung kunyit, bawang putih dan zink yang dikombinasikan dengan pakan, dengan level berbeda, kemudian diuji daya hambatnya terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan menggunakan metode difusi disk. Data yang diperoleh dianalisa dengan RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri atas lima perlakuan dan empat ulangan. Hasil penelitian menunjukkan luas zona hambatan berpengaruh nyata (P<0,05) baik itu pada bakteri Staphylococcus aureus maupun Escherichia coli. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa daya hambat terbesar yaitu pada Escherichia coli (3,400 cm) dan terendah yaitu Staphylococcus aureus (1,375 cm), sehingga dapat disimpulkan bahwa kombinasi kunyit, bawang putih dan zink pada pakan ditiap perlakuan efektif menghambat bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

Page 1 of 1 | Total Record : 7