cover
Contact Name
Rachma Wikandari
Contact Email
rachma_wikandari@mail.ugm.ac.id
Phone
+6285712601130
Journal Mail Official
agritech@ugm.ac.id
Editorial Address
Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Jl. Flora No. 1, Bulaksumur, Yogyakarta 55281, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
agriTECH
ISSN : 02160455     EISSN : 25273825     DOI : 10.22146/agritech
Core Subject : Agriculture,
Agritech with registered number ISSN 0216-0455 (print) and ISSN 2527-3825 (online) is a scientific journal that publishes the results of research in the field of food and agricultural product technology, agricultural and bio-system engineering, and agroindustrial technology. This journal is published by Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta in colaboration with Indonesian Association of Food Technologies (PATPI).
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 29, No 1 (2009)" : 8 Documents clear
Karakterisasi Bakteri Asam Laktat yang Diisolasi dari Susu Kuda Bima Nyoman Semadi Antara; I Nyoman Dibia; Wayan Redi Aryanta
agriTECH Vol 29, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.361 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9754

Abstract

The aim of the research was to characterize of the six species of Lactic Acid Bacteria (LAB) indigenous (Lactobacillus acidophilus KBc, Lb. salivarius KBd, Lb. brevis KBa, Lb. delbrueckii KBe, Lb. plantarum KBb and Lactococcus lactis KBf) isolated from the fermented horse milk of Bima. The tests were done to cover safety aspect, ability to survive on low pH condition, bile salt tolerance, ability to adherence and colonization, and effect on cholesterol level reduction. The six LAB species were not pathogen and invasive, and were able to grow well on media which contained bile salt of 0.75 %. Lactobacillus  acidophilus KBc and Lb. brevis KBa had ability to survive on media pH 2.5 for 3 hours and were able to adherence and colonization on gut mucosa epithel. Lactobacillus acidophilus KBc and Lb. brevis KBa had ability to reduce cholesterol level of blood serum of rabbits on hypercholesterolemia condition significantly up to 53.74 % and 51.70 %, respectively. Based on the characterization of the six species LAB, only Lactobacillus acidophilus KBc and Lb. brevis KBa can be used as probiotic.ABSTRAKPada penelitian ini telah dilakukan karakterisasi terhadap enam spesies bakteri asam laktat  (BAL) indigenous (Lac- tobacillus acidophilus KBc, Lb. salivarius KBd, Lb. brevis KBa, Lb. delbrueckii KBe, Lb. plantarum KBb dan Lac- tococcus lactis KBf) yang diisolasi dari susu kuda liar Bima terfermentasi. Pengujian yang dilakukan meliputi aspek keamanan, ketahanan hidup pada media pH rendah, kemampuan tumbuh pada media yang mengandung garam em- pedu, kemampuan menempel dan berkolonisasi, dan efek terhadap penurunan kadar kolesterol serum darah. Keenam spesies BAL tersebut tidak patogen dan invasif, serta dapat tumbuh baik pada media yang mengandung garam empedu 0,75 %. Lactobacillus  acidophilus KBc dan Lb. brevis KBa tahan hidup pada media pH 2,5 selama 3 jam serta dapat menempel dan berkolonisasi pada epitel mukosa usus. Kedua bakteri ini mampu menurunkan kadar kolesterol serum darah kelinci dalam keadaan hiperkolesterolemia secara nyata masing-masing sebesar 53,74 % dan 51,70 %. Berdasar- kan karakterisasi keenam spesies BAL tersebut, Lb. acidophilus KBc dan Lb. brevis KBa dapat dipergunakan sebagai probiotik.
Aktivitas Antioksidan β-Karoten Ubi Jalar yang Dienkapsulasi Menggunakan Gum Arab-Maltodekstrin dan Diaplikasikan pada Cookies Sri Budi Sri Budi Wahjuningsih; Bambang Kunarto
agriTECH Vol 29, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.548 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9755

Abstract

This research was to conduct good formulation of microcapsule sweet potaoes β-carotene with incomparable of arabic gum-maltodextrin as encapsulant and evaluate it’s antioxidant activity on cookies. The result showed that the best formula was part of sweet potatoes β-carotene and part of five arabic gum-maltodextrin (75:25). This formula had 25.01 % of rendement, 52.66 % of encapsulated and 6.47 % unencapsulated. Cookie with 200 ppm white sweet potaoes β-carotene microcapsule can longer storage to rancid for 4583 days. The panelist favor level on color, textur, aroma and taste cookies with microcapsule of sweet potatoes β-carotene showed neutral and very like.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk membuat mikrokapsul β-karoten ubi jalar menggunakan kombinasi gum arabmaltodekstrin sebagai enkapsulan dan mengevaluasi kemampuan antioksidatif β-karoten ubi jalar setelah dibuat mikrokapsul yang diaplikasikan pada cookies. Formula mikrokapsul adalah satu bagian β-karoten ubi jalar dan lima bagian enkapsulan. Mikrokapsul β-karoten ubi jalar terbaik diaplikasikan pada cookies sejumlah 0 ppm, 50 ppm,100 ppm, 150 ppm dan 200 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula mikrokapsul terbaik adalah satu bagian β-karoten ubi jalar dan 5 bagian enkapsulan dengan rasio enkapsulan gum arab-maltodekstrin (75:25). Formula ini menghasilkan rendemen 25,01 %, β-karoten ubi jalar terkapsulkan 52,66 % dan tak terkapsulkan 6,47 %. Penambahan mikrokapsul β-karoten ubi jalar 200 ppm dapat menambah umur simpan cookies terhadap ketengikan. Tingkat kesukaan panelis terhadap warna,, aroma dan rasa cookies dengan penambahan 200 ppm mikrokapsul β-karoten menunjukkan netral sampai sangat suka.
Aktivitas Antioksidan Minuman Fungsional dari Irisan Buah Kering Mahkota Dewa Aisyah Tri Septiana; Hidayah Dwiyanti
agriTECH Vol 29, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.842 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9756

Abstract

Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl) contains bioactive compounds having antioxidant activity. The aims of the research were to study the influence of processing methods and the kinds of sweetener to the level and activity of antioxidant of beverage from mahkota dewa dried fruit slices. Mahkota dewa beverage with the highest antioxidant level and activity obtained on combination of dipping treatment method and honey sweetener usage. The results showed that the total phenolic content of 11.01 ppm, the inhibition percentage of peroxide of 83.02 %, and the inhibition percentage of malonaldehide (MDA) of 67.54 %. Ability to inhibition forming of the MDA and peroxide bigger than tokoferol.ABSTRAKBuah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa (Scheff) Boerl) mengandung zat-zat aktif yang mempunyai aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengolahan dan jenis pemanis terhadap kadar dan aktivitas antioksidan minuman mahkota dewa. Kombinasi perlakuan terbaik yang memiliki kadar dan aktivitasantioksidan paling tinggi adalah kombinasi perlakuan perendaman dan jenis pemanis madu yang ditunjukkan dengannilai total fenol sebesar 11,01 ppm, penghambatan peroksida sebesar 83,02 %, dan penghambatan malonaldehida(MDA) sebesar 67,54 %. Kemampuan terhadap penghambatan pembentukan peroksida dan MDA tersebut lebih besardari α tokoferol.
Pengaruh Penggunaan Formalin terhadap Kerusakan Protein Daging Ikan Tuna (Thunus sp) Daniel A. N. Apituley
agriTECH Vol 29, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.424 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9757

Abstract

Formaldehyde is used on handling and processing of fishery product by some fisher at some coastal region of Indonesia was one that promotes protein oxidation and modification of protein structure of fish meat which give direct impact on nutritional quality of fish primarily the amino acids. This experiment was done in vitro experiment by using model of protein preparat of red and white meat of tuna. The purpose of this research was to study the effect of formaldehyde concentration and impact of formaldehyde interaction with protein on the carbonyl protein formation, and protein denaturation (modification of protein structure) and amino acids content of red and white meat of tuna. The results showed that the formaldehyde concentration affected significant on carbonyl protein formation, and protein denaturation on red and white meat of tuna. The impact of interaction between protein and formaldehyde was due to the decrease in essential amino acids. Histidine, methionine and lysine were decreased 45.71 %; 20.46 %; 34.90 % on red meat, 35.56 %; 27.83 %; 12.87 % on white meat respectively. Different chemical composition of red and white meat of tuna was to be the protein of red meat rapidly oxidation damage than that of white meat.ABSTRAKPenggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses penanganan, produksi maupun pengolahan produk - produk hasil perikanan beberapa tahun terakhir ini dapat merupakan salah satu pemicu terjadinya oksidasi maupun modifikasi struktur protein daging ikan yang memberikan dampak langsung terhadap kualitas gizi hasil perikanan terutama protein ikan. Sebagai contoh adalah penggunaan formalin sebagai bahan pengawet ikan.oleh para nelayan dibeberapa daerah pesisir di Indonesia. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan percobaan secara invitro dengan menggunakan model berupa preparat protein daging merah dan putih dari ikan Tuna (Thunus Sp). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsentrasi formaldehid yang digunakan serta dampak interaksinya dengan protein terhadap pembentukan protein karbonil, penurunan protein terlarut dan terjadinya denaturasi protein (modifikasi srtuktur) protein serta kandungan asam amino dari protein daging merah dan putih ikan Tuna. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi formaldehid berpengaruh sangat nyata terhadap pembentukan protein karbonil, penurunan protein terlarut serta terjadinya denaturasi protein (modifikasi struktur) pada daging merah maupun daging putih dari ikan Tuna. Dampak interaksi antara protein dengan formaldehid menyebabkan terjadinya penurunan yang signifikan pada beberapa asam amino esensial seperti histidin, metionin dan lisin yaitu sebesar 45,71 %; 20,46 %; 34,90 % pada daging merah dan 35,56 %; 27,83 %; 12,87 % pada daging putih. Adanya perbedaan komposisi kimia antara daging merah dan daging putih dari ikan Tuna menyebabkan protein daging merah cenderung lebih cepat mengalami kerusakan oksidatif bila dibandingkan dengan daging putih.
Kombucha Rosella (Hibiscus sabdariffa Linn) dan Kemampuannya sebagai Antihiperkolesterolemia Nanik Suhartatik; Merkuria Karyantina; Indrias Tri Purwanti
agriTECH Vol 29, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.185 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9758

Abstract

We know that there is another tea extract, e.i from calyx of roselle flower (Hibiscus sabdariffa Linn). This kind of tea could be made became kombucha by ferment roselle extract using microbe in the fermentation of kombucha. This mi­ crobe grown in roselle extract as a medium with variety of roselle concentration (30; 40; 50 grams of dried roselle/L). During the fermentation process, roselle kombucha was analyzed for pH value, total acid, antioxidant activity at 0, 1, 3, 5, 7, 10 days of fermentation. Roselle kombucha analyze for reducing blood cholesterol in male Sprague Dawley mice. Antioxidant activity of roselle kombucha was decline during fermentation process but not significant. Since the capa­ bility of kombucha for reducing cholesterol depend of fermentation process, so condition process that has been choose for the next trial was 3 days of fermentation and 40 g/L of dried roselle extract. Total acid of roselle kombucha increase during fermentation process and the pH value decline drasticly. Cholesterol could be reduced during consumpstion of kombucha (49 %) and roselle kombucha (56 %). Meanwhile, HDL level for placebo treatment were 52 mg/dL and could reach 76 mg/dL for kombucha administration and 77 mg/dL for roselle one. At the end of treatment, LDL level decline until 24 mg/dL for kombucha treatment and 10 mg/dL for roselle kombucha.ABSTRAKKita mengenal adanya teh yang diekstrak dari kelopak bunga rosella (Hibiscus sabdariffa Linn). Teh jenis ini dapat dibuat menjadi kombucha dengan cara memfermentasikan ekstrak rosella menggunakan peran mikrobia dalam fer­ mentasi kombucha. Mikrobia dalam fermentasi kombucha ini ditumbuhkan dalam ekstrak rosella sebagai medium per­ tumbuhan dengan variasi konsentrasi rosella (30, 40, 50 gram rosella kering/L). Selama proses fermentasi, kombucha rosella dianalisis pH, total asam, dan aktivitas antioksidan pada 0, 1, 3, 5, 7, 10 hari fermentasi. Kombucha yang mem­ punyai aktivitas antioksidan tinggi kemudian dianalisis kemampuannya dalam menurunkan kolesterol dalam darah menggunakan tikus Sprague Dawley jantan. Aktivitas antioksidan kombucha rosella cenderung turun selama proses fermentasi, akan tetapi penurunan ini tidak signifikan. Karena kemampuan kombucha dalam menurunkan kolesterol darah tergantung pada proses fermentasi, maka kondisi proses yang dipilih untuk uji selanjutnya adalah fermntasi selama 3 hari dengan konsentrasi rosella kering adalah 40 g/L. total asam kombucha rosella cenderung meningkat selama proses fermentasi dan pH turun dengan drastic. Kolesterol dapat turun setelah mengkonsumsi kombucha (49 %) dan pada perlakuan kombucha rosella akan mengalami penurunan sebanyak 56 %. Sementara itu, HDL untuk perlakuan placebo adalah 52 mg/dL dan dapat mencapai 76 mg/dL setelah mengkonsumsi kombucha dan mencapai 77 mg/dL untuk komsumsi kombucha rosella. Pada akhir fermentasi, LDL turun hingga 24 mg/dL untuk kombucha dan 10 mg/dL untuk kombucha rosella.
Restorasi Gambut dengan Tiga Jenis Surfaktan, dan Pengaruhnya terhadap Efisiensi Penyimpanan Kation dan Kapasitas Memegang Sri Nuryani Hidayah Utami; Azwar Maas; Bostang Radjagukguk; Benito Heru Purwanto
agriTECH Vol 29, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.849 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9759

Abstract

The experimental study on hydrophobic and hydrophilic peat restoration from Central Kalimantan executed in labo­ ratory using Completely Randomize Design Factorial consist of two factors. The first factor was peat type that is hydrophobic and hydrophilic peat, and the second factor is type of surfactants, those are anionic, ionic and detergent condensation. The study aims at improving the nature of irreversible drying of  hydrophobic peat Kalimantan to be­ come productive again denoted by the depository efficiency fertilizer and water holding capacity. Results of research show the surfactants improve the depository efficiency of cation K+ and Mg2+ and can maintain soil moisture content of dry peat from 20 % becoming 150 %.ABSTRAKPercobaan restorasi gambut hidrofobik dan hidrofilik  dari Kalimantan Tengah dilaksanakan di laboratorium de­ ngan Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri atas 2 faktor. Faktor I adalah jenis gambut yaitu gambut hidrofobik dan hidrofilik dan faktor kedua adalah jenis surfaktan yaitu anionik, inonik dan larutan deterjen. Tujuan penelitian adalah untuk memperbaiki sifat kering tidak balik (hidrofob) gambut agar dapat produktif lagi yang ditunjukkan de­ ngan efisiensi penyimpanan pupuk (kation) dan kapasitas memegang air (water holding capacity). Hasil penelitian menunjukkan surfaktan meningkatkan efisiensi penyimpanan kation K+ dan Mg2+ dan dapat mengembalikan kelengas­ an gambut yang kering dari 20 % menjadi 150 %.
Pengembangan Chiller Susu dengan Penukar Panas Tipe Sirip Supriyanto Supriyanto; Uning Budiharti
agriTECH Vol 29, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1023.91 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9760

Abstract

The objective of the reseach was to design and develop a milk chiller to decrease milk temperature from the initial of 28 oC to the safe temperature of 3 oC in a short period (1 hour maximum), so that microbes did not develop any further. The chiller was an ice bank system using a chamber to store water cooler in large volume mixed with anti­freezing substance. Chiller was used to decrease milk temperature before storing in a cooler.  Verification test results showed that chiller with the ice bank temperature of 2 oC was able to reduce the 80 litre milk temperature from 28 oC to 6 oC in 25 minutes. Result showed that to reach the milk temperature of 3 oC, the temperature of water in the bank must be set – 1 oC. Additionally, the fin type heat exchanger system in this chiller had a temperature difference of 4 oC compared to the desired temperature.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan chiller susu dengan fungsi utama mendinginkan susu, dari suhu awal (28 oC) ke suhu aman (3 oC) dalam waktu maksimal 1 jam, sehingga diharapkan mikroba yang sudah ada tidak berkembang lebih lanjut. Sistem yang digunakan adalah ice bank, yaitu suatu sistem yang mampu menyimpan dan mendinginkan air dalam jumlah besar dengan suhu sampai dibawah titik beku air. Chiller difungsikan untuk mendinginkan susu sebelum susu disimpan dalam coolling unit. Hasil uji verifikasi menunjukkan bahwa chiller mampu menurunkan suhu susu se­ banyak 80 ltr dengan kecepatan penurunan suhu 0,88 oC/menit. Hal ini menunjukkan bahwa sistem penukar kalor tipe sirip seperti yang dikembangkan pada prototipe ini, mempunyai selisih 4 oC dari suhu yang diinginkan.
Pengkajian Penggunaan Gunting Petik pada Komoditas Teh di Kecamatan Cikalong Wetan-Kabupaten Bandung Heny Herawati; Agus Nurawan
agriTECH Vol 29, No 1 (2009)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2346.386 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9761

Abstract

Tea plantation worker needed average 1.3 human per ha. 70 % tea plantation worker is tea picker. Mechanical picking used scissors or picked engine could surpass worker scarce, could solve raised tip of leaf compared with manually. Considering picking role for raise productivity degree, the action could solve picker problem: (a) Optimized plant production (b) Picking engine. The assessment of picked scissors for tea commodity, while solve scarce tea picker, also raise tea tip of leaf quality. The assessment conducted since August 2005 until December 2005 in East Cikalong Sub District, Bandung District. Farming group involved was Tunas Maju farming group. Based on the assessment, tea picking scissors used, needed picking time faster 6.57 hour/ plot with picking capacity 18.05 kg/hour. Comparing between picking scissors and manually depend on picking interval average 20.57 day and manually 12 day, optimized result not reach yet. Using picking scissors, resulted leaf production greater 76.25 % than manually. Manually picking resulted peko quality 44.99 %, while using picked scissors resulted peko quality greater 46.14 %.Using picked scissors could raise picking capacity and tip leaf quality produced. To optimization picked scissors capacity, needed raise skill of picker. While tip of leaf quantity, influenced of harvest and climate.ABSTRAKKebutuhan tenaga kerja di perkebunan teh rata­rata 1,3 orang per hektar. Dari jumlah tersebut, 70 % merupakan tena­ ga pemetik. Pemetikan mekanis menggunakan gunting atau mesin petik disamping dapat mengatasi kelangkaan tenaga kerja, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pucuk baik kuantitatif maupun kualitatif jika dibandingkan secara manual dengan menggunakan tangan. Dengan memperhatikan peran pemetikan untuk tercapainya tingkat produksi, tindakan yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tenaga pemetik di atas adalah: (a) Optimasi produksi tanaman dan (b) Mekanisasi pemetikan. Pengkajian penggunaan gunting petik pada komoditas teh, disamping di­ harapkan dapat mengatasi kelangkaan tenaga panen, juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pucuk teh yang dihasilkan. Pengkajian dimulai dari bulan Agustus 2005 – Desember 2005 di Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung. Kelompok Tani yang terlibat dalam kegiatan adalah kelompok tani Tunas Maju. Berdasarkan hasil pengka­ jian, Penggunaan gunting petik pada saat pemetikan teh, membutuhkan waktu petik yang lebih singkat yaitu selama 6,57 jam/plot dengan prestasi petik sebesar 18,05 kg/jam. Apabila dibandingkan antara penggunaan gunting petik dan cara manual terkait dengan interval petik rata­rata gunting petik sebesar 20,57 hari dan cara manual 12 hari, belum diperoleh hasil yang optimal. Dengan menggunakan gunting petik, diperoleh hasil dengan persentase daun lebih besar yaitu 76,25 % dibandingkan dengan cara manual. Pemetikan dengan cara manual dihasilkan mutu pucuk peko sebe­ sar 44,99 %, sedangkan dengan menggunakan gunting diperoleh mutu pucuk peko lebih banyak yaitu sebesar 46,14 %. Penggunaan gunting petik dapat meningkatkan prestasi petik dan mutu pucuk yang dihasilkan. Untuk optimalisasi kinerja gunting petik masih dibutuhkan peningkatan ketrampilan dalam penggunaannya. Sedangkan kuantitas hasil pucuk, disamping dipengaruhi oleh cara pemanenan juga dipengaruhi oleh musim.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol 45, No 3 (2025) Vol 45, No 2 (2025) Vol 45, No 1 (2025) Vol 44, No 4 (2024) Vol 44, No 3 (2024) Vol 44, No 2 (2024) Vol 44, No 1 (2024) Vol 43, No 4 (2023) Vol 43, No 3 (2023) Vol 43, No 2 (2023) Vol 43, No 1 (2023) Vol 42, No 4 (2022) Vol 42, No 3 (2022) Vol 42, No 2 (2022) Vol 42, No 1 (2022) Vol 41, No 4 (2021) Vol 41, No 3 (2021) Vol 41, No 2 (2021) Vol 41, No 1 (2021) Vol 40, No 4 (2020) Vol 40, No 3 (2020) Vol 40, No 2 (2020) Vol 40, No 1 (2020) Vol 39, No 4 (2019) Vol 39, No 3 (2019) Vol 39, No 2 (2019) Vol 39, No 1 (2019) Vol 38, No 4 (2018) Vol 38, No 3 (2018) Vol 38, No 2 (2018) Vol 38, No 1 (2018) Vol 37, No 4 (2017) Vol 37, No 3 (2017) Vol 37, No 2 (2017) Vol 37, No 1 (2017) Vol 36, No 4 (2016) Vol 36, No 3 (2016) Vol 36, No 2 (2016) Vol 36, No 1 (2016) Vol 35, No 4 (2015) Vol 35, No 3 (2015) Vol 35, No 2 (2015) Vol 35, No 1 (2015) Vol 34, No 4 (2014) Vol 34, No 3 (2014) Vol 34, No 2 (2014) Vol 34, No 1 (2014) Vol 33, No 4 (2013) Vol 33, No 3 (2013) Vol 33, No 2 (2013) Vol 33, No 1 (2013) Vol 32, No 4 (2012) Vol 32, No 3 (2012) Vol 32, No 2 (2012) Vol 32, No 1 (2012) Vol 31, No 4 (2011) Vol 31, No 3 (2011) Vol 31, No 2 (2011) Vol 31, No 1 (2011) Vol 30, No 4 (2010) Vol 30, No 3 (2010) Vol 30, No 2 (2010) Vol 30, No 1 (2010) Vol 29, No 4 (2009) Vol 29, No 3 (2009) Vol 29, No 2 (2009) Vol 29, No 1 (2009) Vol 28, No 4 (2008) Vol 28, No 3 (2008) Vol 28, No 2 (2008) Vol 28, No 1 (2008) Vol 27, No 4 (2007) Vol 27, No 3 (2007) Vol 27, No 2 (2007) Vol 27, No 1 (2007) Vol 26, No 4 (2006) Vol 26, No 3 (2006) Vol 26, No 2 (2006) Vol 26, No 1 (2006) Vol 25, No 4 (2005) Vol 25, No 3 (2005) Vol 25, No 2 (2005) Vol 25, No 1 (2005) Vol 24, No 4 (2004) Vol 24, No 3 (2004) Vol 24, No 2 (2004) Vol 24, No 1 (2004) Vol 23, No 4 (2003) Vol 23, No 3 (2003) Vol 23, No 2 (2003) Vol 23, No 1 (2003) Vol 22, No 4 (2002) Vol 22, No 3 (2002) Vol 22, No 2 (2002) Vol 22, No 1 (2002) Vol 21, No 4 (2001) Vol 21, No 3 (2001) Vol 21, No 2 (2001) Vol 21, No 1 (2001) Vol 20, No 4 (2000) Vol 20, No 3 (2000) Vol 20, No 2 (2000) Vol 20, No 1 (2000) Vol 19, No 4 (1999) Vol 19, No 3 (1999) Vol 19, No 2 (1999) Vol 19, No 1 (1999) Vol 18, No 4 (1998) Vol 18, No 3 (1998) Vol 18, No 2 (1998) Vol 18, No 1 (1998) Vol 17, No 4 (1997) Vol 17, No 3 (1997) Vol 17, No 2 (1997) Vol 17, No 1 (1997) Vol 16, No 4 (1996) Vol 16, No 3 (1996) Vol 16, No 2 (1996) Vol 16, No 1 (1996) Vol 15, No 4 (1995) Vol 14, No 3 (1994) Vol 14, No 2 (1994) Vol 14, No 1 (1994) Vol 13, No 4 (1993) Vol 13, No 3 (1993) Vol 13, No 2 (1993) Vol 13, No 1 (1993) Vol 12, No 4 (1992) Vol 12, No 3 (1992) Vol 12, No 2 (1992) Vol 12, No 1 (1992) Vol 11, No 4 (1991) Vol 11, No 3 (1991) Vol 11, No 2 (1991) Vol 11, No 1 (1991) Vol 10, No 4 (1990) Vol 10, No 3 (1990) Vol 10, No 2 (1990) Vol 10, No 1 (1990) Vol 9, No 4 (1989) Vol 9, No 3 (1989) Vol 9, No 2 (1989) Vol 9, No 1 (1989) Vol 8, No 4 (1988) Vol 8, No 3 (1988) Vol 8, No 2 (1988) Vol 8, No 1 (1988) Vol 7, No 2 (1987) Vol 7, No 1 (1987) Vol 6, No 1 & 2 (1986) Vol 5, No 1 & 2 (1985) Vol 4, No 2,3, & 4 (1984) Vol 4, No 1 (1984) Vol 3, No 3 (1982) Vol 3, No 1 (1982) Vol 2, No 4 (1981) Vol 2, No 3 (1981) Vol 2, No 2 (1981) Vol 2, No 1 (1981) Vol 1, No 3 (1980) Vol 1, No 2 (1980) Vol 1, No 1 (1980) More Issue