cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM
ISSN : -     EISSN : 24600059     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Kedokteran Gigi Klinik or abbreviated to MKGK is a scientific periodical written in Indonesian language published by Dentistry Faculty of Gadjah Mada University twice a year on every June and December. The process of manuscript submission is open throughout the year
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2025)" : 5 Documents clear
Penerapan kontrol infeksi pemeriksaan radiografis panoramik selama pandemi Covid-19 pada fasilitas pelayanan kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta Hasanah, Faizah Al; Shantiningsih, Rurie Ratna; Gracea, Rellyca Sola
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.101699

Abstract

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) meningkatkan risiko transmisi virus pada praktik kedokteran gigi sehingga kontrol infeksi perlu diterapkan secara lebih serius. Salah satu rekomendasi kontrol infeksi di bidang kedokteran gigi adalah penggunaan teknik radiografi ekstraoral panoramik untuk meminimalkan transmisi virus melalui saliva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penerapan kontrol infeksi teknik radiografis panoramik pada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan selama pandemi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 31 radiografer yang bekerja pada instalasi radiologi fasilitas pelayanan kesehatan di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pengalaman bekerja empat tahun terakhir. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner yang berisi 20 butir pernyataan tentang penerapan kontrol infeksi teknik radiografis panoramik. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa distribusi frekuensi dan kategorisasi total skor jawaban responden tiap fasilitas pelayanan kesehatan. Data juga dianalisis menggunakan statistik inferensial yaitu uji komparatif Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 dari 20 item pernyataan yang valid dan reliabel. Mayoritas responden termasuk dalam kategori tinggi dalam penerapan kontrol infeksi teknik radiografis panoramik. Uji komparatif Kruskal-Wallis diperoleh nilai signifikansi 0,805 (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada penerapan kontrol infeksi teknik radiografis panoramik pada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan selama pandemi Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pengaruh ekstrak membran kerabang itik konsentrasi 70% terhadap infiltrasi makrofag pada pulpitis reversibel Novaria, Novaria; Haniastuti, Tetiana; Ratih, Diatri Nari
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.102879

Abstract

Pulpitis reversibel merupakan inflamasi pada gigi. Pada saat terjadi inflamasi, sel makrofag akan mendatangi area jejas. Pulpitis reversibel biasanya dirawat dengan material kaping pulpa. Material tersebut ditempatkan pada dasar kavitas untuk menginduksi perbaikan pulpa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi ekstrak membran kerabang itik (Anas platyrhynchos) dengan konsentrasi 70% terhadap infiltrasi sel makrofag pada pulpa yang mengalami pulpitis reversibel. Empat puluh lima tikus Sprague dawley dibagi menjadi tiga kelompok. Pulpitis reversibel diinduksi pada semua tikus Sprague dawley dengan cara mempreparasi gigi molar pertama rahang atas sedalam 0,8mm menggunakan round diamond bur. Ekstrak kerabang itik konsentrasi 70% dan kalsium hidroksida (Ca(OH)2)diaplikasikan pada dasar kavitas pada kelompok ekstrak dan kontrol positif. Kelompok kontrol negatif tidak diaplikasikan apapun pada dasar kavitas hasil preparasi. Selanjutnya semua gigi tersebut ditumpat dengan semen ionomer kaca (SIK). Tikus Sprague dawley didekapitasi pada hari ke-1, 3, 5, 7 dan 14 setelah perlakuan. Sampel rahang atas tikus ditanam dalam parafin dan diwarnai dengan hematoxylin eosin. Selanjutnya diamati jumlah sel makrofag menggunakan mikroskop cahaya dengan perbesaran 400X. Hasil uji dengan ANOVA dua jalur menunjukkan antara ketiga kelompok penelitian terdapat perbedaan jumlah sel makrofag yang signifikan (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah aplikasi ekstrak membran kerabang itik (Anas platyrhynchos) menyebabkan penurunan jumlah infiltrasi sel makrofag pada pulpa yang mengalami pulpitis reversibel.
Potensi seduhan jahe merah (Zingiber officinale Rubrum) terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis Marsenia, Elly; Putranto, Ricky Anggara; Binartha, Ciptadhi Tri Oka
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.104334

Abstract

Jahe merah merupakan tanaman yang digunakan sebagai bahan baku obat herbal tradisional yang berkhasiat untuk kesehatan. Kandungan senyawa aktif yang dihasilkan jahe merah menghasilkan efek farmakologis. Bahan alam ini dapat dijadikan sebagai alternatif obat kumur yang efek salah satunya sebagai antibakteri. Bakteri Porphyromonas gingivalis merupakan bakteri penyebab periodontitis akibat faktor virulensi yang menginduksi peradangan jaringan periodontal. Obat kumur klorheksidin 0,2% merupakan obat kumur sebagai perawatan periodontitis, namun penggunaannya dalam jangka panjang dapat menyebabkan efek samping. Tujuannya untuk mengetahui efektivitas seduhan jahe merah (Zingiber officinale Rubrum) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis. Penelitian ini berupa eksperimental laboratorium secara in vitro dengan rancangan post-test only group design. Uji antibakteri dilakukan dengan metode dilusi dengan sampel seduhan jahe merah 5 gram, 2,5 gram, 1,25 gram, 0,625 gram, 0,3125 gram, klorheksidin 0,2% sebagai kontrol positif, dan akuades sebagai kontrol negatif. Seduhan jahe merah memiliki efek antibakteri terhadap bakteri Porphyromonas gingivalis. Hasil rata-rata jumlah koloni seduhan jahe merah 5 gram menghasilkan rata-rata terendah dibanding kelompok lainnya dan pada hasil uji Post Hoc Tukey HSD menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna (p < 0,05) dibandingkan kontrol negatif dan positif, sehingga kelompok seduhan jahe merah 5 gram memiliki efek antibakteri yang tertinggi dibandingkan kelompok yang lain, namun tidak dapat melampaui klorheksidin 0,2%.
Enukleasi pada kista residual: kasus insidental pada pasien usia muda Putri, Refitia Inayah; Arindra, Pingky Krisna; Rahajoe, Poerwati Soetji
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.104869

Abstract

Kista residual merupakan lesi odontogenik yang kerap ditemukan secara insidental pada pemeriksaan radiografi setelah pencabutan gigi. Jenis kista ini umumnya bersifat asimtomatik dan berpotensi menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan tepat. Pada tulisan ini dilaporkan perempuan 21 tahun yang menjalani pemeriksaan radiografi panoramik untuk perawatan ortodonti dengan temuan insidental berupa kista pada regio 46 yang edentulous. Pasien sempat merasa kebas pada area bekas pencabutan gigi geraham kanan bawah, namun gejala tersebut hilang setelah mengonsumsi kortikosteroid. Diagnosis awal kista residual ditegakkan melalui pemeriksaan Cone Beam Computed Tomography (CBCT) yang menunjukkan lesi radiolusen dengan tepi terkortikasi berukuran 26 × 16 mm. Pasien menjalani tindakan enukleasi kista melalui prosedur bedah yang meliputi insisi flap, pengurangan tulang, dan pengangkatan kantung kista. Pascaoperasi pasien diberikan medikasi antibiotik dan analgesik. Pemeriksaan histopatologi mengonfirmasi kista residual tanpa tanda keganasan. Hasil penyembuhan menunjukkan regenerasi tulang yang baik tanpa penggunaan bone graft, dan radiografi 30 hari pascaoperasi mengindikasikan pembentukan tulang baru. Teknik enukleasi efektif dan aman, menghasilkan penyembuhan tanpa komplikasi. Deteksi dini melalui pemeriksaan rutin dan tindakan enukleasi yang hati-hati direkomendasikan untuk mencegah komplikasi dan kekambuhan.
Anestesi infiltrasi labial-palatal dalam perawatan saluran akar pulpitis irreversibel asimtomatik Suryanto, Shenny Shefira; Nurdin, Denny
MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM Vol 11, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mkgk.105384

Abstract

Anestesi infiltrasi labial-palatal merupakan teknik yang efektif untuk memastikan blokade nyeri selama perawatan saluran akar pada gigi anterior maksila. Pulpitis irreversibel asimtomatik tetap memerlukan anestesi yang optimal untuk menghindari ketidaknyamanan selama prosedur, terutama pada tindakan yang melibatkan aspek palatal. Infiltrasi labial saja sering kali tidak mencukupi, sehingga infiltrasi palatal diperlukan untuk menghambat transmisi nyeri dari saraf nasopalatina. Seorang pasien laki-laki berusia 34 tahun datang dengan keluhan gigi depan kiri atasnya berlubang berwarna kehitaman. Pemeriksaan klinis dan radiografis menunjukkan pulpitis irreversibel asimtomatik dengan periodontitis apikalis asimtomatik pada gigi 22. Perawatan saluran akar dilakukan secara multivisit dengan teknik crown-down, diawali dengan anestesi infiltrasi labial dan palatal menggunakan lidokain 2% dengan epinefrin 1:80.000. Kombinasi infiltrasi ini memastikan kontrol nyeri yang optimal dan memungkinkan prosedur berlangsung dengan nyaman dan tanpa hambatan. Hasil akhir menunjukkan tidak adanya keluhan pasca perawatan, serta radiografi memperlihatkan obturasi yang hermetis. Teknik anestesi infiltrasi labial-palatal terbukti memberikan anestesi yang lebih menyeluruh dibandingkan infiltrasi labial saja sehingga meningkatkan kenyamanan pasien dan mendukung keberhasilan perawatan saluran akar. Pemahaman yang baik mengenai teknik ini penting bagi klinisi untuk memaksimalkan efek anestesi dan meningkatkan kualitas perawatan endodontik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5