cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2007)" : 11 Documents clear
Struktur Kecepatan Gelombang S antara Episenter Gempa Bumi C022801L dan Stasiun Observasi KDAK dan INK melalui Analisis Seismogram Bagus Jaya Santosa
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.571 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i1.964

Abstract

Analisa kuantitatif atas seismogram berupa pengukuran waktu tiba gelombang S pada jarak episentral dekat adalah tidak mudah, karena gelombang S tiba dekat dan tenggelam dalam gelombang Love, sehingga penentuan waktu tiba S menjadi tidak jelas. Dalam penelitian ini struktur kecepatan S diinvestigasi melalui analisa seismogram gempa C022801L dengan seismogram sintetiknya di stasiun KDAK, Alaska dan INK, Kanada. Seismogram terukur dibandingkan terhadap sintetiknya dalam domain waktu dan ketiga komponen ruang secara simultan. Seismogram sintetik dihitung dengan program GEMINI. Input awal untuk menghitung seismogram sintetik adalah model bumi PREMAN dan solusi CMT dari gempa tersebut. Filter low-pass Butterworth dengan frekuensi sudut pada 20 mHz dikenakan pada seismogram observasi dan sintetik. Pengamatan menunjukkan penyimpangan nyata pada waktu tempuh dan waveform beberapa fase gelombang, yaitu gelombang S, gelombang permukaan Love dan Rayleigh dan gelombang ScS. Penelitian ini menunjukkan, bagaimana pekanya waveform terhadap struktur bumi. Penelitian ditujukan untuk menyelesaikan diskrepansi yang dijumpai pada gelombang-gelombang S, Love dan Rayleigh dan ScS, di stasiun observasi KDAK. Untuk mendapatkan pengepasanseismogram diperlukan koreksi atas struktur kecepatan S dalam model bumi, yaitu perubahan ketebalan kulit bumi. model kecepatan h di upper mantle meliputi gradient kecepatan h dan besar koesien-koesien order nol untuk h dan v atas diskrepansi pada gelombang permukaan Love dan Rayleigh. Koreksi atas penyimpangan pada gelombang S dilakukan pada sistim perlapisan bumi dari upper mantle hingga kedalaman 630 km, sedangkan untuk fase gelombang ScS koreksi dilaksanakan hingga kedalaman CMB (2890 km). Fittingseismogram diperoleh pada waveform berbagai fase gelombang, yaitu gelombang S, ScS dan gelombang permukaan Love dan Rayleigh, baik pada waktu tempuh osilasi utama dan jumlah osilasi, khususnya pada gelombangLove. Hasil ini menunjukkan bahwa anisotropi terjadi tidak hanya di upper mantle tetapi hingga lapisan bumiyang lebih dalam, hingga CMB.
Pengaplikasian Optimasi Neural Network oleh Algoritma Genetika pada Pendeteksian Kelainan Otak Stroke Iskemik sebagai Media Pembelajaran Dokter Muda Riries Rulaningtyas
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.977 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i1.969

Abstract

Pengidentikasian dan pendiagnosaan kelainan otak hasil rekaman MRI dilakukan oleh dokter spesialis. Pendiagnosaan citra MRI memerlukan ketelitian agar tidak terjadi kesalahan deteksi. Para dokter muda yang mengambil spesialis syaraf tentunya memerlukan banyak latihan untuk mendiagnosa citra MRI agar dapat memberikan hasil diagnosa yang tepat. Untuk membantu para dokter muda dalam mengidentikasi penyakit stroke iskemik, maka pada penelitian ini telah dibuat computer aided diagnose dengan menggunakan metode neural network yang dapat menggantikan peran dokter spesialis sehingga para dokter muda tersebut dapat berlatih mendiagnosa kelainan otak stroke iskemik secara mandiri. neural network yang digunakan menerima inputcitra MRI yang mengalami pengolahan citra terlebih dahulu yang meliputi proses scanning, proses grayscale, high pass lter, segmentasi, dan normalisasi level grayscale tiap segmen citra. Untuk meningkatkan kinerja neural network dilakukan optimasi jumlah node dan beban yang digunakan yaitu dengan menggunakan optimasi algoritma genetika. Hasilnya neural network mampu mendeteksi 100% data baru, error neural 0,000089 dan fungsi tness algoritma genetika 0,000076.
Penerapan Skema Modulasi Stabil Pada Penyelesaian Persamaan Diferensial Bernoulli Ali Yunus Rohedi
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.398 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i1.960

Abstract

Penyelesaian persamaan diferensial Bernoulli (PD Bernoulli) secara tradisi selalu dilakukan melalui prosedur linierisasi dengan menggunakan fungsi transformasi Bernoulli. Pada makalah ini diperkenalkan teknik baru penyelesaian PD Bernoulli tanpa melibatkan prosedur linierisasi, yang didasarkan pada penerapan skema modulasi stabil. Penerapan metode yang dinamakan SMT (Stable Modulation Technique) atau teknik modulasi stabil tersebut dimulai dengan memecah PD Bernoulli atas bagian linier dan taklinier, kemudian menuliskan solusi bagian takliniernya dalam bentuk fungsi termodulasi yang nilai awalnya disamping diperankan sebagai suku amplitudo (A) juga dimodulasikan di dalam fungsi fasa F(A). Solusi eksak PD Bernoulli diberikan dalam formula AF(A), yang diperoleh setelah menggantikan solusi bagian linier ke dalam nilai awal fungsi termodulasi solusi bagian takliniernya. Pada paper ini dicontohkan penggunaan SMT pada penyelesaian PD Bernoulli untuk model penyimpanan energi magnet di dalam induktor.
Spektrum dan Kinetika Keadaan Eksitasi Singlet Karotenoid Neurosporene diukur dengan Spektroskopi Serap Pisah Waktu Ferdy Samuel Rondonuwu
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.566 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i1.965

Abstract

Spektrum serap karotenoid neurosporene dengan 9 ikatan rangkap karbon berturutan diukur menggunakan spektroskopi serap pisah waktu. Spektrum diukur menggunakan pasangan laser pulsa ultra cepat masing-masing selebar 120 femtodetik. Didapati bahwa spektrum serap berevolusi sebanyak 3 kali. Kurva kinetik yang dianalisa pada riak gelombang 512 nm menunjukkan bahwa spektrum serap tersebut turun secara eksponensial dengan 3 konstanta kelajuan yang berbeda. Hasil ini menunjukkan bahwa energi eksitasi karotenoid mengalami deaktivasi melalui kaskade konversi internal dari keadaan 1B+u ke keadaan dasar 1A−g (ground state) setelah melewati dua tingkat tenaga intermediat. Hasil ini cocok dengan dugaan bahwa terdapat paling tidak dua tingkat tenaga singlet di antara keadaan dasar dan keadaan eksitasi 1B+u .
Studi Awal Pembuatan Sistem Sensor Pengukuran Regangan suatu Bahan menggunakan Fiber Optik Plastik Berbasis Data Akuisisi Prabowo Puranto; Resetiana Dwi Desiati; Eni Sugiarti; Tomi Budi Waluyo
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.169 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i1.961

Abstract

Telah dibuat suatu sistem pengukuran regangan bahan berdasarkan perubahan intensitas cahaya yang terdeteksi pada ber optik. Permukaan ber optik dimodikasi sehingga mampu mendeteksi perubahan yang dialami selama proses perlakuan. Sistem ini menggunakan sumber cahaya, fotodetektor (PD), pengkondisi sinyal dan modul akuisisi data (DAQ). Sumber cahaya dimasukkan ke dalam pangkal ber optik plastik dan dideteksi keluarannya pada ujung ber optik plastik oleh PD. Suatu DAQ dengan resolusi 12 bit diatur dengan perangkatlunak untuk mengukur tegangan PD yang sebanding dengan intensitas sinar laser. Proses uji tarik terhadap suatu spesimen uji yang direkatkan ber optik plastik telah dilakukan dengan menggunakan Universal Tensile Meter (UTM). Tegangan PD dibaca secara simultan oleh DAQ dan ditampilkan dalam bentuk grak. Seluruh proses akuisisi data dan tampilan grak dihasilkan secara otomatis dan disimpan dalam database sehinggamemudahkan penggunaan sistem sensor ini.
Pengaruh Konsentrasi Larutan Terhadap Laju Pertumbuhan Kristal Tunggal Garam Rochelle (KNaC6H6O6.4H2O) Ermaningsih, Ernie; Ermawati, Frida Ulfah
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.083 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i1.966

Abstract

Laju penumbuhan kristal dipengaruhi beberapa hal antara lain sifat zat itu sendiri, suhu (larutan dan lingkungan), dan gangguan mekanik. Makalah ini berisi hasil kerja penelitian tentang pengaruh konsentrasi larutan terhadap laju perumbuhan kristal tunggal garam Rochelle. Konsentrsi larutan yang digunakan adalah 4,25 M,4,60Mdan 4,96Msuhu penumbuhan yang digunakan 30. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Slow Cooling. Hasil dari penelitian ini yaitu pada suhu 4,60 M mempunyai laju pertumbuhan yang paling optimum artinya pada konsentrasi tersebut kristal tunggal garam Rochelle dapat tumbuh dengan ukuran yang besar,dan bentuk yang paling sempurna pada waktu yang telah ditentukan (60 jam). Hasil difraksi sinar-X menunjukkan bahwa bahan serbuk dan kristal tunggal garam Rochelle yang ditumbuhkan mempunyai parameter kisi monoklinik, hal ini diketahui setelah nilai d dan 2 dari database dicocokkan dengan data pengukuran dan data perhitungan yang menggunakan rumus parameter kisi monoklinik (a=11,87A , b=14,32A , dan c=6,23A , = 89,4333).
Nanokristalisasi Material Amorf Zr69,5Cu12Ni11Al7,5 antara Temperatur Transisi Glas (Tg) dan Temperatur Kristalisasi (Tx) Triwikantoro Triwikantoro; Soni Sukendar
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.063 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i1.962

Abstract

Telah dilakukan penelitian pembentukan nanokristal (nanokristalisasi) dari material amorf berbasis Zirkoniumdengan komposisi Zr69,5Cu12Ni11Al7,5 pada temperatur antara Tg dan Tx. Material amorf dengan komposisi tersebut adalah salah satu material amorf yang mempunyai kemampuan pembentukan struktur gelas yang baik. Material amorf dengan komposisi tertentu ini diuji karakter termal (Tg dan Tx) menggunakan Differential Scanning Calorimetry (DSC). Data DSC menunjukkan bahwa letak Tg = 362C dan Tx = 420C. Berdasar data ini, material amorf dipanaskan pada 663, 673 dan 683 K selama 1 jam di udara, kemudian fasa kristal yang terbentuk diuji menggunakan Difraksi Sinar-X (XRD). Ukuran kristal dihitung menggunakan persamaanScherrer dengan memberikan faktor koreksi alat. Hasil identikasi fasa dan ukuran kristal menunjukkan bahwafasa kristal yang terbentuk adalah t-ZrO2 mendekati 9 nm dan fasa intermetalik t-Zr2Ni antara 20 - 100 nm.Atmosr pemanasan berpengaruh pada pembentukan kristal oksida dan intermetalik.
Preparasi dan Karakterisasi Karbon Aktif Magnetik Nanopori Aripin Aripin
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.847 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i1.967

Abstract

Bahan elektroda karbon aktif magnetik (KAM) dengan ukuran nanopori dari bahan baku kertas tisue sebagai sumber karbon dan FeCl2.4H2O sebagai prekursor magnetik telah dikembangkan. Ukuran nanopori KAM diperlukan untuk mempercepat difusi elektrolit melewati elektroda, sehingga memaksimumkan kapasitansi spesifik EDLC. KAM dipirolisis pada temperatur 400C, 500C, 600C, dan 700C selama 1 jam. Luas permukaan spesik, volume pori total karbon dan diameter pori rata-rata KAM ditentukan dengan isotherm adsorpsi nitro-gen menggunakan Surface Area Analyzer Nova-1000. Hasil menunjukkan bahwa luas permukaan spesik dan diameter pori rata-rata karbon aktif magnetik berturut-turut adalah antara 700 m2/g sampai di atas 1200 m2/g dan antara 1 nm sampai di atas 15 nm.
Analisis Data Gaya Berat dan VLF untuk Penentuan Bidang Patahan Penyebab Semburan Lumpur di Sumur Eksplorasi BJP-1 Porong Seno Pudji Sardjono; Prihadi Prihadi
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.476 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i1.963

Abstract

Semburan lumpur panas disertai gas hidrokarbon telah terjadi di sumur eksplorasi migas Banjar Panji 1 (BJP-1) Porong Sidoarjo Jawa Timur pada tanggal 29 Mei 2006. Terdapat tiga titik semburan pada posisi segaris, pada salah satu titik semburan hingga saat ini terus mengeluarkan lumpur panas dengan debit 150.000 m3/hari. Keluarnya lumpur dari tiga titik segaris mengindikasikan lumpur keluar dari bidang lemah bukan dari lubang eksplorasi. Untuk membuktikan indikasi adanya semburan lumpur yang keluar dari bidang patahan digunakan teknik geosika yaitu dengan metoda gaya berat dan VLF (Very Low Frequency). Metoda gaya berat dilakukanpada 200 titik ukur seluas 6 km2 sedangkan untuk metoda VLF menggunakan 4 lintasan dengan panjang antara 2 - 7 km yang jarak antar pengukuran 10 m. Hasil analisis kedua metode tersebut menunjukkan adanya patahan sepanjang 7 km yang memanjang dari Barat Daya-Timur Laut memotong ketiga titik semburan lumpur. Dari data geologi kuarter daerah Porong maka patahan tersebut berkorelasi dengan patahan Watukosek yang memanjang dari gunung Penanggungan hingga Bangkalan Madura.
Pengaruh Variasi Sludge-serbuk Kayu sebagai Penguat terhadap Sifat Mekanik Material Komposit Matriks Urea-Formaldehida Deni Shidqi Khaerudini; Muljadi Muljadi
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 3, No 1 (2007)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.593 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v3i1.968

Abstract

Material komposit papan partikel dibuat dari penguat berbasis lignoselulosa dan matriks resin ureaformaldehida. Pembuatan dilakukan dengan mencampur sludge, partikel kayu, dan matriks. Variabel komposisi berat kedua jenis penguat (sludge-partikel kayu), yaitu: 60:40, 70:30, dan 80:20, untuk komposisi matriks yaitu 8%, 10%, dan 12% berat komposit. Setelah komposisi dicampur target kerapatan adalah 0,6 g/cm3. Pembuatan dilakukan dengan metode mat-forming dengan ukuran cetakan 30 cm x 30 cm. Kemudian dilakukan Hot-Press 15 kgf/cm2, suhu 150C, selama 15-25 menit. Selanjutnya komposit diuji mekanik berupa uji elastisitas dan kuat patah mengacu standar JIS.A.5908-94 dan JIS.A.5905-94. Nilai densitas 0,56-0,70 g/cm3, elastisitas 6213-12978 kgf/cm2, dan kuat patah 52-108 kgf/cm2.

Page 1 of 2 | Total Record : 11