cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2012)" : 8 Documents clear
Kajian Karakteristrik Alat Ukur dan Sensor Standar pada Proses Kalibrasi Data Sensor Cahaya Ellys Kumala Pramartaningthyas; Endarko Endarko
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.32 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v8i2.870

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai kajian variasi alat standar dan karakteristik sensor terhadap kalibrasi sensor cahaya. Pada artikel ini, akuisisi data sensor cahaya dilakukan pada 2 sensor cahaya yaitu Light Dependent Resistor (LDR) dan fotodioda dengan menggunakan kalibrator net log dan lux meter. Sistem kalibrasi dirancang untuk kondisi yang konstan pada setiap pengukurannya. Pengukuran dilakukan untuk variasi jarak sensor terhadap sumber cahaya dan ukuran variasi diameter lubang penghalang di atas sensor untuk menghasilkan perubahan iluminansi cahaya yang diterima sensor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LDR memiliki respon yang lebih baik dibandingkan dengan fotodioda, nilai iluminansi cahaya berkurang seiring dengan semakin jauhnyajarak sensor dengan sumber cahaya dan semakin kecilnya diameter lubang penghalang masuknya cahaya ke sensor.
Model Struktur 1-D Kecepatan Gelombang P di daerah Minahasa Juan Pandu Gya Nur Rochman; Bagus Jaya Santosa; Febry Rokhman Firdaus
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.184 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v8i2.866

Abstract

Daerah Minahasa merupakan salah satu zona tektonik aktif di Indonesia karena memiliki zona sesar kompleks sebagai akibat pertemuan batas lempeng di barat laut pulau Sulawesi, sehingga sering terjadi gempa tektonik dangkal hingga sedang. Telah dilakukan studi spesifik mengenai struktur kecepatan gelombang gempa 1-D dan letak hypocenters yang lebih akurat di daerah Minahasa. Data yang digunakan sebanyak 8 event gempa di area sekitar Minahasa (0,300-4,300 LU dan 121,0 -121,7 BT) yang terjadi pada bulan Maret - Desember 2011yang terekam di 8 stasiun seismograf setempat (KMSI, MRSI, MPSI, APSI, GLMI, LBMI, LUWI, dan SANI). Model struktur 1-D didapatkan dengan menganalisis waktu tempuh gelombang P dari data gempa lokal, yaitu dilakukan dengan picking menggunakan WinQuake. Data waktu tempuh gelombang P dilakukan inversi menggunakan software VELEST 33 sehingga didapatkan model struktur 1-D, kecepatan gelombang P dan relokasi gempa. Hasil pengelohan data didapatkan model struktur 1-D kecepatan gelombang P di daerah Minahasa berkisar antara (2,95 - 9,07) km/s pada kedalaman 36 km dengan RMS residual = 3,7 dan didapatkan hypocentersbaru yang lebih akurat.
Pengembangan Sensor Napas Berbasis Serat Optik Plastik dengan Cladding Terkelupas untuk Aplikasi di Bidang Medis Wayan Suana; Melania Suweni Muntini; Agus Muhamad Hatta
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.704 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v8i2.871

Abstract

Telah dihasilkan sensor napas untuk memantau kondisi pernapasan manusia menggunakan serat optik plastik jenis multimode step index. Probe sensor napas sepanjang 10 cm dibuat dengan mengupas cladding serat optik sepanjang 3 cm dibagian tengah probe. Perbedaan temperatur dan kelembaban antara udara inspirasi dengan udara ekspirasi menimbulkan perubahan indeks bias udara yang melingkupi probe sensor, dan mengakibatkan absorpsi medan evanescent yang berbeda sehingga menghasilkan keluaran sensor. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa pengaruh kelembaban lebih dominan dibandingkan pengaruh temperatur. Penurunan keluaran sensor yang diakibatkan oleh kelembaban pada rentang kelembaban relatif udara napas (83,7 - 85,4)% adalah 0,653 volt, sedangkan kenaikan keluaran sensor yang diakibatkan oleh temperatur pada rentang temperatur udara napas (29,8-30,6) C adalah 0,023 volt. Hasil pengujian probe sensor napas dalam mendeteksi beberapa kondisi pernapasan menunjukkan bahwa probe sensor napas dapat mendeteksi kondisi pernapasan biasa, pernapasan terengah-engah, dan batuk. Rata-rata selisih keluaran maksimum minimum sensor pada pernapasan biasa, terengah-engah, dan batuk berturut-turut adalah 1,012 volt, 2,157 volt, dan 4,026 volt.
Pengaruh Optis Kontak Belakang terhadap Parameter Optis Lapisan a-Si:H Ismail Ismail; Eddy Yahya
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.781 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v8i2.867

Abstract

Lapisan a-Si:H dideposisikan dalam substrat corning gelas eagle XG di PECVD dengan parameter deposisi: temperatur substrat 270C, tekanan 530 mTorr, laju aliran silan SiH4 20 sccm, aliran hidrogen 70 sccm dalam waktu 30 menit, diperoleh ketebalan lapisan sekitar 437,2 nm. Kontak belakang Al, Ag, Al/Ag dideposit dalam evaporator MVSystem dengan tekanan vakum 5,0.10−6 torr, sekitar (5 - 10) detik. Plot grafik menggunakan pengukuran data transmisi dari sampel dengan monokromator pada panjang gelombang 400-750 nm pada kisaran 10 nm dalam temperatur kamar 28,5C. Sampel diukur dengan mengkondisikan sudut datang dan sudut bias mendekati normal (i r 0). Peningkatan faktor optis m a-Si:H/Al=1,563 - 1,635, m a-Si:H/Ag = 1,584 - 1,616, dan m a-Si:H/Al/Ag = 2,932 - 3,016. Pengaruh kontak belakang f(RB) a-Si:H/Al = 1,1531 - 1,1581, f(RB) a-Si:H/Ag = 1,1552 - 1,1603, f(RB) a-Si:H/Al/Ag = 1,1573 - 1,1625. Pengumpulan muatan model optis QE a-Si:H/Al = 0,8361 - 0,8723, QE a-Si:H/Ag = 0,8362 - 0,8739, QE a-Si:H/Al/Ag = 0,8387 -0,8755.
Rancang Bangun Viskosimeter Fluida Metode Bola Jatuh Bebas Berbasis Mikrokontroler ATMEGA16 Aryanto, Didik; Saptaningrum, Ernawati; Wijayanto, Wijayanto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.111 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v8i2.872

Abstract

Rancang bangun viskosimeter metode bola jatuh berbasis mikrokontroler Atmega16 telah berhasil dilakukan. Viskosimeter berbasis mikrokontroler diujicoba untuk menentukan viskositas gliserin dan membandingkan denganpengukuran menggunakan viskosimeter konvensional. Hasil percobaan dengan menggunakan viskosimeter berbasis mikrokontroler diperoleh viskositas gliserin dalam rentang (1,5534 - 1,5589) N.s/m2. Viskositas gliserin yang diukur menggunakan viskosimeter konvensional besarnya dalam rentang (1,4749 - 1,8703) N.s/m2. Nilai viskositas gliserin yang didapatkan dengan menggunakan viskosimeter berbasis mikrokontroler memiliki rentang yang sangat kecil dibanding dengan menggunakan viskosimeter konvensional. Hasil pengujian menunjukkan bahwa viskosimeter berbasis mikrokontroler dapat digunakan untuk menentukan viskositas zat cair yang transparan/jernih.
Fabrikasi Komposit PANi/CaCO3 berbasis Material Alam sebagai Pelapis Anti Korosi Herman Jufri Andi; Zainal Arifin; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2961.537 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v8i2.868

Abstract

Telah dilakukan sintesis komposit PANi/CaCO3 berbasis material alam sebagai pelapis anti korosi. Sintesis PANi dilakukan dengan menggunakan metode reaksi kimia dan CaCO3 (aragonit, kalsit dan vaterit) dilakukan dengan menggunakan metode kopresipitasi. Penyiapan komposit dilakukan dengan menggunakan teknik pencampuranmekanik. Komposisi pengisi bervariasi dengan persentase 10%, 15% dan 20% dalam uji ketahanan korosi di lingkungan statis. Perhitungan laju korosi dilakukan dengan menggunakan metode kehilangan massa. Hasil penelitian menunjukkan fasa kalsit memiliki ketahanan korosi yang lebih baik dari cat sebagai pelapis anti korosi. Pada fasa vaterit dengan konsentrasi 10% dan 15% memiliki ketahanan yang lebih baik, sedangkan fasa aragonit memiliki ketahan korosi yang kurang baik.
Pengaruh Pemanasan pada Struktur Kristal dan Sifat Kemagnetan Fe3O4 dari Pasir Besi Abd Basith; Achmad Taufiq; Sunaryono Sunaryono; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.369 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v8i2.869

Abstract

Nano partikel magnetit telah disintesis dari pasir besi dengan menggunakan metode kopresitasi pada temperatur ruang dan dipanaskan. Struktur kristal, ukuran partikel dan sifat kemagnetan dikarakterisasi dengan XRD dan VSM. Hasil dari analisis didapatkan magnetit mengalami transisi fasa dan struktur pada temperatur 500C, parameter kisi bernilai (3,34 - 3,38) ˙A, ukuran partikel magnetite bernilai (11,48 - 13,45) nm dan nilai dari magnetik saturasi untuk sampel dengan temperatur sintering 100C dan 400C berturut-turut adalah 35 emu/g dan 65 emu/g.
Pengaruh Tetes Tebu dan Limbah Cair Tahu pada Produksi Biogas Prasetiono Prasetiono; Triwikantoro Triwikantoro
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 8, No 2 (2012)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.376 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v8i2.865

Abstract

Metana adalah salah satu komponen gas terbesar dari produksi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Peningkatan produksi biogas dilakukan salah satunya dengan memberikan bahan tambahan berupa tetes tebu dan limbah cair tahu pada kotoran sapi. Kotoran sapi dan bahan tambahan dicampur air dengan perbandingan massa 1 : 2, sedangkan perbandingan kotoran sapi dengan bahan tambahan dibuat secara bervariasi yaitu (90:10):2, (80:20):2 dan (70:30):2. Kandungan gas metana yang berada di tandon gas dideteksi pada hari ke-7 dan hari ke-20. Analisis produksi biogas menunjukkan bahwa awalnya penambahan tetes tebu dan limbah cair tahu menaikkan CH4, tetapi semakin besar jumlah tetes tebu yang ditambahkan semakin turun jumlah CH4 yang dihasilkan, sedangkan penambahan limbah cair tahu berpengaruh sebaliknya yaitu semakin besar tambahan limbah tahu, maka semakin besar produksi CH4.

Page 1 of 1 | Total Record : 8