cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2013)" : 10 Documents clear
Pembuatan dan Karakterisasi Bonded Magnet Komposit Berbasis Polimer Deswita Deswita; Sudirman Sudirman; Indra Gunawan
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.891 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.829

Abstract

Pembuatan magnet komposit berbasis polimer dengan filler SrFe12O19 telah dilakukan. Proses pembuatan dilakukan dengan cara mencampur serbuk SrFe12O19 (SrM) dengan polimer epoksi dan polimer poliester dengan perbandingan (dalam fraksi volume) 30, 40, 50 dan 60. Densitas sampel diukur dengan metoda Pikno-meter, sedangkan uji sifat mekanik dengan peralan standar ASTM 412 dan ISO R868. Mikrostruktur dan sifat kemagnetan sampel SrM sebagai filler diukur dengan teknik difraksi sinar-x dan Vibrating Sample Magnetometer. Hasil pengujian menunjukkan bahwa magnet komposit SrM-epoksi dengan 50% kadar SrM memiliki densitas paling tinggi, sekitar 3,3 gr/ml. Kekuatan tarik tertinggi diperoleh sekitar 297,23 kg/cm2 dari magnet komposit SrM-epoksi dengan 30% kadar SrM. Koersivitas (Hc) dan remanensi tertinggi diperoleh dengan Hc = 0,15 kOe dan Br = 1,9 kGauss dari komposit SrM-poliester dengan 50% kadar SrM. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa bahan komposit SrM-epoksi memiliki sifat mekanik lebih tinggi dari pada sifat mekanik bahan komposit SrM-poliester. Ini menunjukkan bahwa polimer epoksi pada bahan magnet komposit yang berperan sebagai binder memiliki sifat yang lebih baik bila dibandingkan dengan polimer poliester untuk berbagai kadar filler SrM. Namun sebaliknya, sifat kemagnetan dari bahan magnet komposit SrM-poliester lebih baik dari pada bahan SrM-epoksi.
Pemodelan Active Magneto-Pneumatics Suspension Sistem Shock Absorber Berbasis Magnet Nd-Fe-B sebagai Pengganti Sistem Pegas pada Kendaraan Bermotor Dyah Sawitri; Yerry Susatio; Suko Bagus Trisnanto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1912.276 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.834

Abstract

Telah diaplikasikan magnet sebagai sistem isolasi vibrasi (shock absorber) pada kendaraan bermotor sebagai pengganti sistem pegas yang memanfaatkan gaya tolak antara dua buah magnet sejenis.. Dilakukan pemodelan active magneto-pneumatic suspension untuk mengetahui performansi magnet melalui pendekatan analisisinterpretasi respon suspensi dan distribusi densitas fluks magnetik. Pemodelan terdiri atas model geometrik dan model matematik, terbagi atas komponen suspensi (magnet permanen Nd-Fe-B dan elektromagnet tersusun dalam konfigurasi serial-vertikal sesuai prinsip levitasi magnet berdasar polarisasi), dan komponen kontrol vibrasi (piezoelektrik beserta charge amplifier, PID voltage controller, dan power amplifier). Berdasarkan hasil simulasi, diperoleh bahwa magnet permanen Nd-Fe-B memiliki performansi yang cukup baik dalam sistem isolasi vibrasi pada kendaraan bermotor, ditunjukkan berdasarkan kapabilitasnya dalam mereduksi vibrasi melalui evaluasi transmisibilitas yang relatif kecil dan stabilitas respon suspensi yang relatif stabil. Desain tekanan pneumatik 0,125 bar dan kontrol umpan maju pada active magneto-pneumatics suspension didapatkan nilai transmisibilitas untuk fungsi profil lintasan sinusoidal yaitu 0,9%-7%, untuk fungsi profil lintasan bumb berkisar 6,5%-25% dan untuk fungsi profil lintasan random mencapai 2,5%.
Pembuatan dan Karakterisasi Magnet Bonded NdFeB dengan Teknik Green Compact Tony Kristiantoro; Nanang Sudrajat; Widhya Budiawan
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.227 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.830

Abstract

Telah dilakukan penelitian proses pembuatan permanen magnet bonded NdFeB dengan menggunakan teknik green compact. Magnet bonded ini dibuat dengan menggunakan serbuk magnet NdFeB MQEP 16-7, serbuk magnet ini sudah memiliki komposisi serbuk NdFeB dan bindernya berupa epoxy resin, serbuk ini memiliki kelebihan yaitu tahan korosi. 10 gr serbuk MQEP dikompaksi dengan teknik green compact, kemudian dibakar untuk mendapatkan magnet bonded yang kuat dan kompak. Green compact dengan variasi kompaksi 25, 35 dan 45 kg/cm2, sedangkan temperatur divariasikan 150, 175 dan 200C. Sampel hasil kompaksi dihitung densitas fisiknya, diukur rapat fluks magnetnya dengan menggunakan Gaussmeter Yokogawa dan dikarakteristik sifat magnetnya dengan Permagraph Magnet Physik Germany. Penelitian ini menghasilkan magnet bonded NdFeB terbaik pada perlakuan green compact dengan tekanan 25 kg/cm2 dan temperatur burn compact 200C yaitu dengan densitas fisik 4,74 gr/cm3 dan rapat fluks magnetik 2100 Gauss. Hasil karakterisasi menggunakan permagraph magnet physik diperoleh nilai induksi remanen (Br) sebesar 5,8 kG, daya koersifitas (Hc) sebesar 6,618 kOe dan produk energi maksimum (Bhmax) sebesar 4,56MGOe.
Kajian Simulasi Mikromagnetik: Ketergantungan Medan Koersif dengan Besaran Intrinsik Nano-Dot Magnetik dengan Anisotropi Tegak Lurus Budi Purnama; Ismail Ismail; Suharyana Suharyana
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.519 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.835

Abstract

Kajian simulasi mikromagnetik magnetisasi reversal pada nano-dot magnetik dengan anisotropi tegak lurus telah dilakukan dengan menyelesaikan persamaan Landau-Lifshitz-Gilbert. Model yang disimulasikan nano-dot bahan magnetik pada unit sel Heat Assisted Magnetic Recording (HAMR) dengan dimensi 50 nm × 50 nm × 20 nm, 4MS = 2500 gauss, TC = 373 K dan konstanta anisotropi K? = 5.105 erg/cm3. Simulasi ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor fisis yang berpengaruh pada koersifitas dari pengamatan proses magnetisasi reversal. Hasil simulasi menunjukkan medan koersif meningkat sebesar 18% dengan penurunan redaman Gilbert dari = 1 hingga = 0,3. Akhirnya, peningkatan medan koesif juga teramati sebesar 32,7% dengan penurunan konstanta exchange stiffness dari A = 1.10−6 erg/cm hingga A = 1.10−7 erg/cm.
Fabrikasi Magnet Permanen Bonded NdFeB untuk Prototipe Generator Sudrajat, Nanang; Kristiantoro, Tony
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.668 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.831

Abstract

Magnet permanen bonded dibuat dengan mencampurkan bahan serbuk magnet Neodymium besi Boron (NdFeB) komersil type MQP 16-7 dengan bahan polimer serbuk phenol formaldehyde (bakelite) dan serbuk resin pvc. Perbandingan komposisi antara serbuk NdFeB dan polimer divariasikan pada 80: 20, 90: 10 dan 95: 5 masing-masing % berat. Campuran ini kemudian dikompaksi dengan sistem hot press. Sifat magnet dikarakterisasi dengan menggunakan Permagraph Magnet Physik Germany. Nilai terbaik diperoleh untuk komposisi 95 : 5 % berat dengan nilai Br = 6,04 kG, nilai Hc = 5,883 kOe, Bhmax = 6,29 MGOe. Fabrikasi dilakukan dengan ukuran magnet d = 5cm, t = 0,8 cm dan diaplikasikan pada prototipe generator.
Sifat Magnet Multiferoik BiFeO3 Berbahan Dasar Pasir Besi dan FeCl3.6H2O Komersial Hasil Sintesis dengan Metode Kopresipitasi dan Pencampuran Basah Dwi Yuli Retnowati; Nurul Fitriyah; Mohammad Ghufron; Malik Anjelh Baqiya; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.031 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.836

Abstract

Multiferoik adalah bahan yang secara bersamaan menunjukkan sifat magnet dan listrik. Bahan multiferoik BiFeO3 telah dibuat dengan bahan baku pasir besi dan FeCl3.6H2O komersial dengan dua metode yang berbeda dengan tujuan untuk membandingkan sifat magnet yang dihasilkan dari setiap bahan dan metode. Metode yang digunakan untuk membuat serbuk BiFeO3 yaitu pencampuran basah dan kopresipitasi. Sampel yang didapatkan dikarakterisasi menggunakan difraksi sinar-X dan VSM. Pengukuran sifat magnet semua sampel pada suhu kamar menunjukkan sifat feromagnetik lemah. Kurva histerisis terbaik dihasilkan oleh sampel yang terbuat dari pasir besi dengan metode pencampuran basah meskipun masih banyak fase pengotor.
Studi Differential Thermal Analysis dari NiCuZn Ferrite Magnet dan Efek Penambahan Mn Agus Sukarto Wismogroho; Wahyu Bambang Widayatno; Zulham Yahya Firdaus
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.02 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.832

Abstract

Telah dilakukan studi simulasi reaksi dan analisis Differensial Thermal Analysis (DTA) untuk pembentukan ferrite dengan imbuhan NiO, ZnO dan CuO, serta variasi substitusi NiO dengan MnO. Material yang digunakan adalah powder teknis dengan komposisi NiO(2−X)MnOXCuO0.2ZnO0.6Fe2O3. Analisis dilakukan dengan DTA buatan LIPI dan simulasi dilakukan dengan data base HSC 5.0. Simulasi Gibs Energy menunjukkan bahwa semua reaksi dapat berlangsung sejak suhu kamar. Namun demikian, kalsinasi terjadi pada suhu 200-300C, dan berakhir pada suhu dibawah 450C. Substitusi NiO ke MnO menurunkan kebutuhan energiuntuk reaksi. Substitusi NiO ke MnO menunjukkan kecenderungan untuk menurunkan suhu kalsinasi.
Program Simulasi Perancangan Rangkaian Magnetik Pembangkit Medan Elektromagnet untuk Pengujian Sensor GMR Hindasyah, Achmad; Purwanto, Setyo; Heru, Bambang; Taufik, Agus
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.618 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.776

Abstract

Pengujian unjuk kerja sensor Giant Magnetoresistance (GMR) dilakukan dengan memberikan variasi medan elektromagnetik dan mengukur perubahan resistansi sensor sebagai tanggapan dari masukan. Program ini, yang dibuat dengan menggunakan bahasa Lab View, dapat digunakan untuk merancang rangkaian magnetik sebagai pembangkit medan elektromagnet. Parameter masukan untuk program ini antara lain permeability relatif inti, jumlah lilitan, dimensi inti, fringing dan panjang air gap. Sedangkan parameter keluaran yang dihasilkan adalah reluktansi inti dan air gap, fluks pada inti dan udara serta arus listrik yang dibutuhkan. Parameter masukan dihitung dengan menggunakan persamaan-persamaan medan elektromagnetik untuk mendapatkan keluaran. Dengan menggunakan program ini, pembuatan rangkaian magnetik sebagai sumber medan elektromagnet untuk pengujian sensor GMR dan penentuan parameter-parameter fisis yang akurat menjadi lebih mudah.  
Kontribusi Filler Magnetik Fe3O4 pada Efek Histerisis Magneto-Elastisitas Komposit Ferogel Sunaryono Sunaryono; Ahmad Taufiq; Nurdin Nurdin; Darminto Darminto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.724 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.837

Abstract

Ferogel berbasis partikel Fe3O4 yang diperoleh dari bahan dasar pasir besi Tulungagung telah berhasil difabrikasi. Ferogel merupakan komposit hidrogel (campuran polivinil alkohol dan air) dengan filler partikel magnetit Fe3O4 dalam ukuran mikron dan nano. Hasil analisis difraksi sinar-X menunjukkan bahwa partikel magnetik Fe3O4 ukuran mikron dan nano berturut-turut sesuai dengan pola difraksi Fe3O4 yang memiliki no PDF 11-0626 dan no PDF 03-0863. Sedangkan dari hasil karakterisasi SEM dan TEM ukuran mikron partikel Fe3O4 sekitar 1-10 μm dan ukuran nano partikel Fe3O4 sekitar 11-15 nm. Kontribusi filler magnetik Fe3O4 pada komposit ferogel dapat terlihat pada karakterisasi magneto-elastisitasnya. Ketika ferogel dipengaruhi oleh medan magnetik luar yang berubah terhadap fungsi arus listrik, respon gerak ferogel cenderung membentuk pola histerisis dan menyempit seiring berkurangnya konsentrasi. Ferogel dengan filler partikel mikron Fe3O4 lebih sensitif terhadap pengaruh perubahan medan magnet dibandingkan filler partikel nano Fe3O4. Hal ini disebabkan karena magnet remanen partikel mikron Fe3O4 (8,233 emu/gr) lebih besar dibandingkan partikel nano Fe3O4 (7,995 emu/gr). Respon ferogel dalam kajian penelitian ini dapat dikembangkan untuk mensintesa otot buatan dengan pendekatan eksperimen mulai dari yang mirip penggerak pada robot sampai pada penggerak lunak yang lebih canggih.
Karakterisasi Termal MnxZn1−xFe2O4 Ferrite Wahyu Bambang Widyatno; Agus Sukarto Wismogroho; Zulham Yahya Firdaus
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 9, No 1 (2013)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.403 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v9i1.833

Abstract

MnZn ferrite merupakan salah satu jenis magnet berbasis ferrite yang banyak dikembangkan dan diteliti karena performa sifat magnetiknya yang relatif lebih baik dibandingkan dengan magnet berbasis ferrite lainnya. Studi yang banyak dilakukan selama ini untuk mengetahui karakteristik magnetik maupun elektrik MnZn ferrite. Paper ini membahas karakteristik termal MnZn ferrite yang menggunakan material teknis dari industri magnet di Indonesia. Material awal berupa MnO, ZnO, dan Fe2O3 dikomposisikan untuk membentuk MnxZn1−xFe2O4 dengan variasi x = 0,2; 0,35; 0,65; 0,8. Komposisi tersebut dicampur menggunakan High Energy Milling selama 10 menit. Sampel hasil pencampuran diuji karakteristik termalnya (temperatur kamar hingga 900C) menggunakan prototipe Differential Thermal Analyzer (DTA) buatan Pusat Penelitian Fisika - LIPI. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan energi total reaksi endotermik dengan meningkatnya rasio Mn terhadap Zn dalam campuran ferrite. Hasil pengujian juga menunjukkan terjadinya fasa antara pada rasio Mn : Zn = 0,65 : 0,35 yang ditunjukkan dengan munculnya puncak endotermik tambahan. Peningkatan rasio Mn terhadap Zn akan meningkatkan energi total reaksi dan mengakibatkan pergeseran nilai temperatur transformasi fasa.

Page 1 of 1 | Total Record : 10