cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya)
ISSN : 1858036X     EISSN : 24604682     DOI : -
Core Subject : Science,
JFA (Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Abbreviation: J.Fis. dan Apl.) hanya menerbitkan artikel penelitian asli serta mengulas artikel tentang topik seputar bidang fisika (fisika teori, material, optik, instrumentasi, geofisika) dan aplikasinya. Naskah yang dikirimkan ke JFA belum pernah diterbitkan ditempat lain serta tidak dalam proses pertimbangan untuk diterbitkan ditempat lain, dalam bahasa apapun. Studi teoritis, eksperimental, dan praktis sama-sama didorong, seperti juga artikel interdisipliner dan yang timbul dari penelitian dan kolaborasi industri.
Arjuna Subject : -
Articles 423 Documents
Pembuatan Elektrokardiogram dan Penentuan Interval QRS secara Otomatis Aprilia Tri Astuti; Nuryani Nuryani; Anik Lestari
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.838 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v13i1.2129

Abstract

Pada penelitian ini telah dibuat rancangan sistem elektrokardiogram (EKG) yang dilengkapi dengan sistem penentuan interval QRS secara otomatis. Sistem EKG yang dibuat menggunakan arduino dan komputer. Hasil dari penelitian ini diimplementasikan menggunakan perangkat lunak processing. Data sinyal jantung yang digunakan pada penelitian ini diambil langsug dari pasien. Untuk menentukan interval QRS maka terlebih dahulu dilakukan penentuan posisi puncak R. Posisi puncak R selanjutnya digunakan untuk menentukan posisi titik Q dan posisi titik S. Hasil akurasi penentuan interval QRS pada penelitian ini adalah sebesar 95,89%.ABSTRACTIn this research, system design electrocardiogram (EKG) that is equipped with a QRS interval determination system automatically. ECG systems created using arduino and computer. The results of this research are implemented using software processing. Cardiac signal data used in this research were taken of patients. To determine the QRS interval, the first is the determination of the peak position R. Peak position R is then used to determine the position of the point Q and the position of the point S. Result for accuracy determination QRS interval in this research amounted to 95.89%.
Pemanfaatan SATAID Untuk Analisa Atmosfer di Wilayah Perairan Budi Prasetyo; Nikita Pusparini
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1750.467 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v14i2.3220

Abstract

Kegiatan kelautan sangat berpengaruh pada perubahan cuaca dan keadaan laut. Analisa cuaca menggunakan satelit sangat penting untuk melihat dinamika atmosfer dalam skala global, regional, maupun lokal karena memiliki resolusi spasial temporal yang tinggi. Salah satu aplikasi yang bisa kita gunakan dalam menganalisa citra satelit yaitu Aplikasi SATAID (Satellite Animation and Interactive Diagnosis). Kajian ini membahas  tentang pemanfaatan SATAID untuk analisis kondisi atmosfer dengan Contoh kasus kejadian kapal tenggelam KM sakinah tanggal 16 mei 2012 pukul 16.00UTC di perairan Kuala Tanjung. Data yang digunakan yaitu SATAID, satelit Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM), sinoptik, serta angin dan tinggi gelombang pada tanggal 16 Mei 2012. Hasilnya menunjukkan bahwa SATAID sangat bermanfaat untuk menganalisa kondisi cuaca di wilayah perairan. Suhu puncak awan.. disekitar lokasi kejadian mencapai -78OC pada saat kejadian sehingga diperkirakan terdapat awan Cumulusnimbus (CB). Parameter Vortisitas Potensial dan Showalter stability menunjukkan bahwa kondisi atmosfer di sekitar lokasi kejadian labil sehingga sangat berpeluang terjadinya hujan disertai badai Guntur dan angin kencang. Awan hujan terpantau sudah meliputi sekitar lokasi kejadian saat 15.00 UTC dan mecapai fase matang saat 16.00 UTC. Data  Satelit TRMM  dan data pengamatan di Pantai belawan menunjukkan bahwa kondisi cuaca saat saat kejadian (16.00 UTC) terjadi hujan sedang disertai thunderstorm.
Studi Awal Solar Water DistillerAir Laut Dengan Limbah Botol Plastik Untuk Penyediaan Air Bersih E Endarko; S Suasmoro, dkk
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.424 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v14i2.3572

Abstract

Telah berhasil diteliti pemanfaatan limbah botol plastik minum sebagai solar water distiller untuk penyediaan air bersih. Pada penelitian ini botol plastik minum ukuran 600 dan 1500 mL digunakan untuk solar water distiller dengan 9 variasi. Botol ukuran 600 mL dengan variasi penambahan kaleng minuman soda yang dicat hitam maupun tidak (3 variasi) yang diberi label sebagai tipe A, botol plastik 600 mL yang disambungkan dengan botol plastik 1500 mL dengan posisi botol plastik1500 mL berada di atas botol 600 mL yang didalamnya terdapat botol plastik kecil yang ditempatkan didalam botol 1500 mL dengan variasi baik yang dicat hitam ataupun tidak (3 Variasi) disebut dengan tipe B. Kemudian 3 variasi berikutnya adalah botol 1500 mL yang dipotong separuh menyerupai wadah terbuka dengan botol plastik yang lebih kecil ditempatkan di dalamnya baik yang dicat hitam maupun tidak (Tipe C). Selanjutnya sebagai pembanding digunakan wadah plastik dengan diameter 25 cm.  Penelitian dilakukan dengan 30 mL air laut sebagai data awal, setelah 8 jam dipaparkan dalam panas matahari, hasil menunjukan bahwa wadah plastik mempunyai effisiensi yang lebih baik hingga mencapai sebesar (55.7 ± 3.1)%, sedangkan untuk sistem distilasi dengan botol plastik, effisiensi tertinggi diperoleh sistem distilasi tipe A dengan jangkauan sebesar 11 - 13%. Sementara untuk tipe B dan C berturut-turut sebesar 1 – 4%.
Evaluasi Parameter Akustik Objektif Gereja X di Surabaya Prajitno, Gontjang; Ratu, dkk, Regina
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1218.1 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v14i2.3687

Abstract

Gereja merupakan salah satu bangunan yang memiliki citra yang khusyuk dan hikmat, sehingga perbedaan dari tekanan bunyi, keras lembutnya suara dan perjalanan bunyi yang akan menentukan kualitas dan kuantitas bunyi yang dihasilkan berdampak kenyamanan setiap jemaat dan tujuan setiap acara yang dilaksanakan. Dalam upaya untuk memenuhi standar sebuah ruang ibadah gereja maka peneilitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi nilai parameter yang berada pada jemaat. Parameter yang dievaluasi meliputi persebaran tingkat tekanan bunyi, persebaran waktu dengung, persebaran tingkat kejelasan suara D50 (definition) dan C80 (clarity) suara musik. Dalam penelitian ini, pengujian dilakukan di ruang ibadah gereja x Surabaya. Dari hasil pengukuran dan analisa didapat bahwa memiliki nilai kriteria kebisingan pada gereja x bernilai NC 40 s.d NC 45. Nilai ini masih berada diatas nilai tingkat kebisingan yang direkomendasikan untuk fungsi ruang ibadah gereja Parameter waktu dengung berkisar antara 0,42-0,568  detik. Nilai C80 berkisar antara 2,94 dB hingga 12,38 dB. Maka secara keseluruhan nilai waktu dengung belum memenuhi standar dan untuk nilai C80 masih belum memenuhi standart. Sedangkan, untuk nilai D50 yang menyatakan kejelasan suara vokal bernilai antara 36,82% hingga 86,96% sudah memenuhi standart dibeberapa titik, untuk ruang dengan fungsi pidato.
Studi pendahuluan biosensor berbasis magneto-impedansi Wahyu eko prastyo; N Nuryani; Budi Purnama
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1043.751 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v14i2.3562

Abstract

Bio-impedansi sensor mulltilayer [NiFe(800)/Cu(300)]4 telah berhasil dibuat dengan metode elektro-deposisi. Respon bio-magneto-impedansi didefinisikan sebagai perubahan impedansi akibat medan terpasang (MI) dengan dan tanpa sampel daging. Profil respon bio-MI sampel daging sapi memiliki bentuk kurva yang setipe dengan kurva rasio magneto-impedansi dan bergantung pada frekuensi pengukuran. Respon bio-MI padapenelitian ini terbesar 0,7% pada frekuensi 100 kHz.
Pengaruh Konsentrasi Ion Aktif Erbium (Er3+) pada Sifat Fisis Medium Gelas Borat-Lithium Rajagukguk, Juniastel; Fitrilawati, Fitrilawati
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 14, No 2 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4214.599 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v14i2.3529

Abstract

Lithium-Borate glasses medium doped Erbium (Er3+) active ion have been prepared by melting-quenching technique. The glasses medium followed composition (mol%): 65 – x)B2O3 - 5ZnO - 5Li2O - 15 Na2O - 10PbO - xEr2O3 (with  x = 0; 0,05; 0,1; 0,5; 1,0; 2,0 dan 4,0 mol%). Sample with powder form are mixed in the crucible alumina and melted at temperature 1200 oC by using of electrical furnance. After poured in to stainless stell,  glasses sample were annealed with the decreases rate 7oC per minute. Physical properties og glass medium such as density, molar volume and refractive index were inviestigated. From measured results can be known that Er3+ ion doped with lithium borate glass can affect physical properties of glass host medium. Density of glass is increased from 2.96 gr/cm3 (x = 0.1 mol%) to 3.185 gr/cm3 (x = 4 mol%). Refractive index of glass medium also increased with addition Er3+ ion concentration. The maximum refractive index is obtained when Er3+ ion concentration of 2.0 mol%. Based on research results can be explained that Er3+ doped Lithium-Borat glasses can be used as one of optical gain candidate.
Karakterisasi Pengaruh Temperatur Kalsinasi pada Intensitas emisi Material Luminisensi ZnO:Zn Diky Anggoro; Raidah Syarifah; Hasto Sunarno; F Faridawati; Bachtera Indarto
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 14, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.117 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v14i3.4165

Abstract

Karakterisasi pengaruh temperatur terhadap intensitas emisi material luminisensi ZnO:Zn telah dilakukan. Penelitian ini di lakukan  untuk mengetahui sifat optik dari ZnO:Zn sebagai material luminisensi dan akan dianalisis pengaruh temperatur terhadap intensitas emisi material luminisensi ZnO:Zn pada konsentrasi dopan 5%. Sintesis ZnO dilakukan dengan metode solution phase dan dalam mendapatkan material luminisen ZnO:Zn digunakan metode milling. Spektrum absorbansi terbaik dihasilkan oleh ZnO:Zn dengan suhu tertinggi kalsinasi yaitu 4000C. Berdasarkan dari karakterisasi spektrum photoluminniscence diketahui bahwa material luminisensi ZnO:Zn dengan variasi temperatur mampu mengemisikan  cahaya hijau dengan rentang panjang gelombang 523nm. Variasi temperatur yang diberikan akan berpengaruh pada tingginya intensitas emisi ZnO:Zn yang dihasilkan seiring meningkatnya temperatur yang diberikan
Pengaruh Konsentrasi Nikel dalam Klorofil pada Sifat Optik dan Konduktivitas Dye untuk Aplikasi Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC) Dinasti Dwi Pratiwi; K Kusumandari; Fahru Nurosyid
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 14, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.507 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v14i3.3761

Abstract

This study aims to investigate the effect of nickel doping into chlorophyll dye on the optical properties and conductivity for DSSC application. The nickel doping is focused the effect of nickel concentration into chlorophyll dye as photosensitizer. Analysis of optical properties (absorbance) of dye solutions and TiO2 used the UV-Visible spectrophotometer. The conductivity of dye solutions were calculated using I-V meter. The characterization results of absorbance and conductivity of dye solutions were direcly proportional to increasing the Ni concentration. The FTIR characterization resulted the optimum absorption at a concentration of 0,1 M with the frequency peak of (Ni-Cl) at 679 cm-1. The absorbance of TiO2/dye also showed that the optimum doping concentration of 0,1 M.
Polarisasi Cahaya dan Penentuan Nilai Indeks Bias dengan Metode Brewster Angle istiqomah nugraheny; Wahyu Nurfauzi; Devara Ega Fausta; S Supurwoko; Rengga Ngesthi Pambuka
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 14, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.606 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v14i3.3204

Abstract

An experiment for determine brewster angle and study polarization from reflected light has been done. Equipment which requested for this experiment are a spectrophotometry table as the place the sample and read the reflected angle, photodetector as recording instrument to determine value of intensity from reflected light, resin as tested sample, He-Ne Laser as main light resource, and a polarizer used as light polarizator. The result from this experiment shown there are 2 mode from polarized light, TE mode and TM mode. Mode which used to determine the brewster angle is TM Mode. The value of  brewster angle from resin sample on this experiment is 52,5o. The value from refractive index is (1,303 ± 0,055) compared by the literature which has been used is (1,46±0,01).
Analisis Efek Tapak Lokal pada Lokasi Stasiun Seismik di Pulau Jawa Sriyanto, Sesar Prabu Dwi; Ifantyana, Indri
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 14, No 3 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, LPPM-ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1859.23 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v14i3.3745

Abstract

Salah satu syarat penempatan stasiun seismik yang baik yaitu sensor seismik harus diletakkan di atas batuan dasar dengan tujuan untuk meminimalisir faktor amplifikasi gelombang yang berpengaruh pada penentuan magnitudo gempabumi. Pada penelitian ini dilakukan analisis karakteristik tanah lokasi sensor seismik pada 22 stasiun seismik yang tersebar di Pulau Jawa. Data sinyal seismogram getaran natural dari masing-masing stasiun dianalisis menggunakan metode HVSR untuk mendapatkan nilai faktor amplifikasi (Ao) dan periode dominan (Tdom) tanah. Untuk penentuan jenis tanah di lokasi stasiun seismik, digunakan nilai periode dominan (Tdom) tanah. Dari 22 stasiun seismik, sejumlah 36.4 % berlokasi pada tanah lunak, 13,6 % pada tanah medium, 22.7 % pada tanah keras, dan 27.27 % terletak pada batuan. Sejumlah 10 stasiun seismik memiliki faktor amplifikasi lebih dari 2 kali lipat, dengan nilai tertinggi 7.73 kali pada stasiun CNJI (Cianjur, Jawa Barat) dan nilai terendah 0.89 pada stasiun TNGI (Tangerang, Banten). Tidak hanya efek tapak lokal namun perlakuan terhadap sensor juga mempengaruhi nilai amplifikasi gelombang di stasiun.