cover
Contact Name
Teguh Triyono
Contact Email
teknik@unwiku.ac.id
Phone
+6281804888643
Journal Mail Official
teknik@unwiku.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Beji KarangsalamPurwokerto 53152, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Teodolita: Media Komunikasi Ilmiah di Bidang teknik
ISSN : 14111586     EISSN : 27226204     DOI : -
Teodolita adalah jurnal imiah Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto yang merupakan wadah informasi berupa hasil penelitian, studi literatur maupun karya ilmiah terkait. Jurnal Teodolita terbit 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat materi yang membahas tentang ilmu-ilmu teknik seperti sipil, arsitektur, elektro dan informatika. Pembahasan yang diberikan diharapkan dapat menambah wawasan bagi siapa saja yang membacanya. Kontribusi makalah dari berbagai pihak baik di dalam lingkungan kampus maupun di luar lingkungan kampus sangat redaksi harapkan agar dapat memberikan pengetahuan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1 (2012)" : 7 Documents clear
PENGOLAHAN CITRA FOTO SINAR-X UNTUK MENDETEKSI KELAINAN PARU Tri Watiningsih
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v13i1.81

Abstract

AbstractUntil now, pdentification of the lung disorder on X-ray photos was done using manual methode so that it is necessary to make an identification using image analysis. This methode was introduced to make medical practitioners easear to indentify the lung disorder computerizedly. The purpose of this study is to prove        that dpgital image analysis can be used to identify the lung disorder on X-rays photo.Image analisis performed in this study, consisst several methode of image preprocessing until an image was prepared to be processed. Image preprocessing contain intensity adjustment and histogram equalization, until an image obtained was prepared to be further processed.The results of this are the following : (a) the subjective level of identification process on the lung can be degraded using application software for analyzing image of X-ray photos whichhad been developed during the research,       (b) the conventional adge detection on image has a lack of ability to identify interested lung image boundaries which have more than one with variated gradation of grey levels, (c) the combination of histogram equalization and dilation of image edges gives adequately significant information on identifications process, covulution the application of software for analyzing image of X-ray hpotos witch had been developed during the research has an ability to assist medical radiology practptioners to explore the informations. Keywords : identification, histogram equalization, contrast stretching, intensity adjustment.
HAKEKAT RUMAH PADA PERENCANAAN RUMAH SUSUN Wita Widyandini
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.009 KB) | DOI: 10.53810/jt.v13i1.82

Abstract

ABSTRACTA shocking news, there are 72 from 74 mansions in Indonesia stopped and abandoned by their occupants. Our question is, why does it happen? Is it because the uninteresting and unattractive home design or the home facilities that not capable to accommodate all the occupant’s life needs?  One certain thing should be noted by the developers of the mansion is that the occupants should feel comfortable on their mansion. Occupants should feels that the mansion is part of themselves, not just a place for live. So that, should understand the meaning of a house in a human’s life.Keywords: house essence, planning, mansion.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP ATRIBUT KENYAMANAN PADA SETING TANGGA DALAM HALL FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIJAYAKUSUMA - PURWOKERTO Yoh. Wahyu Dwi Yudono
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v13i1.83

Abstract

AbstraksiPemahaman suatu lingkungan fisik, didasarkan pada persepsi pengguna terhadap properti yang ada di dalam setingnya.  Persepsi tidak bersifat pasif dalam menerima masukan yang berupa stimulus yang berasal dari luar diri manusia.  Selanjutnya melalui keberadaan properti yang ada di dalam seting yang berlaku sebagai stimulus, akan dikirimkan dari mata ke otak untuk di pahami dan diberi makna berdasarkan pengalaman masing-masing pengguna.Fenomena yang terjadi pada seting tangga dalam hall fakultas ekonomi Universitas Wijayakusuma-Purwokerto, mengindikasikan adanya kecenderungan fungsi tangga yang bermakna ganda, dimana fungsi tangga yang keperuntukannya sebagai elemen akses vertikal, pada periode waktu tertentu berubah fungsi sebagai ruang berkumpul informal oleh mahasiswa.  Perubahan fungsi tangga yang demikian, disebabkan oleh adanya persepsi mahasiswa terhadap seting tangga dalam hall sebagai ruang untuk berkumpul. Adapun perbedaan persepsi yang dimaksud, menyangkut faktor internal individu (mahasiswa) yang berupa motiv, harapan, dan minat mahasiswa.Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan keterkaitan antara persepsi mahasiswa terhadap atribut kenyamanan ruang berkumpul pada seting tangga dalam hall fakultas ekonomi universitas wijayakusuma-Purwokerto. Sedang hasil penelitian menunjukan:Seting tangga memberi rasa nyaman untuk melakukan aktifitas membaca/diskusi (90%), dengan penerangan yang memenuhi persyaratan untuk melakukan aktifitas membaca (43%). Seting tangga memberi rasa nyaman untuk melakukan aktifitas ngobrol (38%), dengan seting tangga yang dinilai tidak sesak / “crowded” (47%).Kata Kunci: Persepsi, atribut, kanyamanan.
ALUN – ALUN PURWOKERTO : DARI HALUN – HALUN KE OPEN SPACE Wita Widyandini
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v13i1.114

Abstract

ALUN – ALUN PURWOKERTO :DARI HALUN – HALUN KE OPEN SPACE Oleh :  Wita Widyandini  ABSTRACTThe town square existence in a town or a regency in Java, is an identity that shows the typical and uniqueness of that city or regency. The town square is the spatial structure binding between the power holder (Royal Palace or regency building), mosque, jail, or the settlement around that own town square. Traditional town square with its Ringin Kurung is an example of an opened space full with various functions and deeply meaning. However, as the development and the demands of the times, there are many town squares in Java that needs to be renovating. As the result, there are town squares remain with its genuine meaning, but some of them has lost its meaning as a town square, changes into just an opened town space.Keywords : alun-alun, halun-halun, open space
PENERAPAN ELIMAR (ENERGI LISTRIK MANDIRI) PLTPH ( Pembangkit Listrik Tenaga Phikohidro) SEBAGAI INVESTASI MASA DEPAN Tri Watiningsih
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v13i1.84

Abstract

AbstrackPikohidro adalah pembangkit listrik sekala sangat kecil bertenaga air dengan ketinngian jatuh air (head) minimal 20 meter ( untuk turbin Pelton) dengan daya terbangkit maksimum 5 kWDaya yang dibangkitkan generator yang akan disalurkan ke pengguna. Dalam perencanaan jumlah kebutuhan daya di pusat beban harus di bawah kapasitas daya terbangkit, sehingga tegangan listrik stabil dan sistem menjadi lebih handal (berumur panjang)
PENGARUH BENTUK AGREGAT TERHADAP KUAT DESAK BETON NON PASIR Novi Andhi Setyo Purwono
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v13i1.80

Abstract

IntisariNovi Andhi Setyo P Beton merupakan bahan bangunan yang amat populer di masyarakat karena bahan dasarnya mudah diperoleh. Salah satu kekurangan dari beton adalah berat jenisnya yang relatif tinggi. Untuk mengurangi berat jenis tersebut maka digunakan struktur beton non-pasir, yaitu beton yang dibuat dari agregat kasar, semen dan air, tanpa menggunakan pasir. Agregat kasar untuk beton non-pasir dapat berupa kerikil alami, batu pecah, agregat ringan alami, maupun agregat buatan dari tanah lempung.Pada penelitian ini menggunakan 3 jenis agregat kasar, yaitu kerikil alami, kricak (batu pecah dengan tangan) dan split (batu pecah dengan mesin) yang berasal dari Sungai Krasak di daerah Tempel, Sleman, Yogyakarta. Ketiga jenis agregat kasar tersebut digunakan untuk pembuatan beton non-pasir dengan perbandingan volume agregat-semen ditentukan 6 : 1 dan faktor air semen 0,4.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa agregat kasar berupa kerikil, kricak, dan split mempunyai berat jenis berturut-turut 2,46 kg/dm3, 2,51 kg/dm3, 2,58 kg/dm3. Kuat desak dan berat jenis beton non-pasir yang dihasilkan dari ketiga jenis agregat kasar tersebut berturut-turut adalah ukuran butir maksimum 10 mm didapat pada pemakaian agregat kasar kerikil alami sebesar 92,25 kg/cm2 dan 1,83 kg/dm3, ukuran butir maksimum 20 mm didapat pada pemakaian agregat kasar split sebesar 79,92 kg/cm2 dan 1,82 kg/dm3. Untuk ukuran butir maksimum 30 mm didapat pada pemakaian agregat kasar kerikil alami sebesar 65,97 kg/cm2 dan 1,80 kg/dm3, dan ukuran butir maksimum 40 mm didapat pada pemakaian agregat kasar kerikil alami sebesar 86,17 kg/cm2 dan 1,93 kg/dm3. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kuat desar silinder beton non-pasir terbesar diperoleh dengan menggunakan agregat kasar kerikil alami dengan ukuran butir maksimum 10 mm. Key word: Beton non-pasir.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP ATRIBUT SOSIALIBILITAS PADA SETING TANGGA DALAM HALL FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIJAYAKUSUMA - PURWOKERTO Yoh. Wahyu Dwi Yudono
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v13i1.85

Abstract

AbstraksiPemahaman suatu lingkungan fisik, didasarkan pada persepsi pengguna terhadap properti yang ada di dalam setingnya.  Persepsi tidak bersifat pasif dalam menerima masukan yang berupa stimulus yang berasal dari luar diri manusia.  Selanjutnya melalui keberadaan properti yang ada di dalam seting yang berlaku sebagai stimulus, akan dikirimkan dari mata ke otak untuk di pahami dan diberi makna berdasarkan pengalaman masing-masing pengguna.Fenomena yang terjadi pada seting tangga dalam hall fakultas ekonomi Universitas Wijayakusuma-Purwokerto, mengindikasikan adanya kecenderungan fungsi tangga yang bermakna ganda, dimana fungsi tangga yang keperuntukannya sebagai elemen akses vertikal, pada periode waktu tertentu berubah fungsi sebagai ruang berkumpul informal oleh mahasiswa.  Perubahan fungsi tangga yang demikian, disebabkan oleh adanya persepsi mahasiswa terhadap seting tangga dalam hall sebagai ruang untuk berkumpul. Adapun perbedaan persepsi yang dimaksud, menyangkut faktor internal individu (mahasiswa) yang berupa motiv, harapan, dan minat mahasiswa.Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan keterkaitan antara persepsi mahasiswa terhadap atribut sosialibilitas ruang berkumpul pada seting tangga dalam hall fakultas ekonomi universitas wijayakusuma-Purwokerto. Sedang hasil penelitian menunjukan: pada seting tangga dalam hall yang mengandung properti seperti terlihat pada gambar: I-1, perlu adanya zona khusus untuk menampung mahasiswa dalam melakukan interaksi dengan sesamanya, yang diperlengkapi dengan tempat duduk.  Mahasiswa pada dasarnya tidak menyetujui anak tangga dijadikan tempat untuk duduk, yaitu dengan melihat banyaknya pendapat mahasiswa yang mengharapkan adanya penataan tempat duduk pada seting tangga sebesar (76%).Kata Kunci: Persepsi, atribut, sosialibilitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 7