cover
Contact Name
Teguh Triyono
Contact Email
teknik@unwiku.ac.id
Phone
+6281804888643
Journal Mail Official
teknik@unwiku.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Beji KarangsalamPurwokerto 53152, Banyumas, Jawa Tengah
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Teodolita: Media Komunikasi Ilmiah di Bidang teknik
ISSN : 14111586     EISSN : 27226204     DOI : -
Teodolita adalah jurnal imiah Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto yang merupakan wadah informasi berupa hasil penelitian, studi literatur maupun karya ilmiah terkait. Jurnal Teodolita terbit 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat materi yang membahas tentang ilmu-ilmu teknik seperti sipil, arsitektur, elektro dan informatika. Pembahasan yang diberikan diharapkan dapat menambah wawasan bagi siapa saja yang membacanya. Kontribusi makalah dari berbagai pihak baik di dalam lingkungan kampus maupun di luar lingkungan kampus sangat redaksi harapkan agar dapat memberikan pengetahuan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2012)" : 8 Documents clear
ANALISIS KUAT TEKAN BENDA UJI BETON SEBAGAI EVALUASI PEKERJAAN PENGECORAN BETON DAN PENENTUAN KUAT TEKAN KARAKTERISTIK AKTUAL Iwan Rustendi
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v13i2.86

Abstract

AbstrakDalam pekerjaan konstruksi salah satu pekerjaan (produk) yang harus dikendalikan atau dikontrol adalah pekerjaan pengecoran beton. Penelitian ini menganalisis kuat tekan beton yang diuji di Laboratorium Teknik Sipil UNWIKU Purwokerto yang bertujuan untuk megevaluasi pekerjaan pengecoran beton pada balok dan pelat lantai Gedung X di Purwokerto berdasarkan SNI 03-2847-2002 tentang Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui berapa kuat tekan karakteristik beton yang dicapai (aktual) berdasarkan Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971. Jumlah benda uji (sampel) sebanyak 44 buah di mana 2 buah benda uji yang berpasangan berasal dari 22 adukan (truck mixer) yang berbeda, sehingga satu nilai uji kuat tekan merupakan rata-rata kuat tekan 2 buah benda uji yang berpasangan. Perawatan benda uji dilakukan di laboratorium dan pengujian dilakukan pada umur 28 hari. Dengan kuat tekan karakteristik f’c rencana adalah 20 MPa, berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa pekerjaan pengecoran balok dan pelat lantai Gedung X di Purwokerto mutu betonnya tidak memenuhi syarat karena ada 6 hasil uji yang merupakan rata-rata dari 3 pasangan benda uji nilainya kurang dari 20 MPa. Dari perhitungan kuat tekan karakteristik diketahui bahwa beton pada pekerjaan pengecoran balok dan pelat lantai Gedung X Purwokerto kuat tekan karakteristiknya sebesar 18,5 MPa dibawah kuat tekan karakteristik yang direncanakan. KATA KUNCI : pekerjaan beton, evaluasi, kualitas beton
PENGARUH KETIDAKSEIMBANGAN BEBAN TERHADAP ARUS NETRAL DAN LOSSES PADA TRAFO DISTRIBUSI Tri Watiningsih
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.791 KB) | DOI: 10.53810/jt.v13i2.91

Abstract

AbstractKetidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi dan penyebab ketidakseimbangan tersebut adalah pada beban-beban satu fasa pada pelanggan jaringan tegangan rendah.Akibat ketidakseimbangan beban tersebut munculah arus di netral trafo. Arus yang mengalir di netral trafo ini menyebabkan terjadinya losses (rugi-rugi), yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah. Sistem Jaringan Distribusi tenaga listrik
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP ATRIBUT PRIVASI PADA SETING TANGGA DALAM HALL FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIJAYAKUSUMA - PURWOKERTO Yoh. Wahyu Dwi Yudono
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.711 KB) | DOI: 10.53810/jt.v13i2.87

Abstract

Abstraksi Pemahaman suatu lingkungan fisik, didasarkan pada persepsi pengguna terhadap properti yang ada di dalam setingnya.  Persepsi tidak bersifat pasif dalam menerima masukan yang berupa stimulus yang berasal dari luar diri manusia.  Selanjutnya melalui keberadaan properti yang ada di dalam seting yang berlaku sebagai stimulus, akan dikirimkan dari mata ke otak untuk di pahami dan diberi makna berdasarkan pengalaman masing-masing pengguna.Fenomena yang terjadi pada seting tangga dalam hall fakultas ekonomi Universitas Wijayakusuma-Purwokerto, mengindikasikan adanya kecenderungan fungsi tangga yang bermakna ganda, dimana fungsi tangga yang keperuntukannya sebagai elemen akses vertikal, pada periode waktu tertentu berubah fungsi sebagai ruang berkumpul informal oleh mahasiswa.  Perubahan fungsi tangga yang demikian, disebabkan oleh adanya persepsi mahasiswa terhadap seting tangga dalam hall sebagai ruang untuk berkumpul. Adapun perbedaan persepsi yang dimaksud, menyangkut faktor internal individu (mahasiswa) yang berupa motiv, harapan, dan minat mahasiswa.Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan keterkaitan antara persepsi mahasiswa terhadap atribut privasi ruang berkumpul pada seting tangga dalam hall fakultas ekonomi universitas wijayakusuma-Purwokerto. Sedang hasil penelitian menunjukan: pada seting tangga dalam hall yang mengandung properti seperti terlihat pada gambar: I-1, terhadap atribut privasi dipersepsikan oleh mahasiswa layak untuk dijadikan ruang berkumpul yang dapat memberi kesan terbuka dan diperlihatkan oleh mahasiswa dengan sikap motiv menyesuaikan (64%) serta dengan harapan adjustment (65%).  Hal ini menunjukan bahwa dengan seting tangga tersebut mahasiswa menyukai ruang terbuka untuk melakukan kegiatan interaksi dengan sesama mahasiswa, baik untuk menunggu dosen, menunggu teman, sambil melakukan kegiatan minat membaca, diskusi, atupun ngobrol dengan teman.Kata Kunci: Persepsi, atribut, privasi.
PENGARUH BANGUNAN PENGAMAN PANTAI TERHADAP PERUBAHAN GARIS PANTAI SIMPANG AYAM RIAU Novi Andhi Setyo Purwono
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v13i2.88

Abstract

Intisari Pantai Simpang Ayam Kabupaten bengkalis Propinsi Riau mengalami erosi yang cukup signifikan. Erosi yang terjadi akibat aliran air hujan yang membawa butiran tanah, dimana kondisi tanahnya gembur dan mudah terbawa oleh aliran hujan. Disamping itu juga terjadi proses erosi dari arah laut yaitu adanya gempuran energi gelombang yang cukup signifikan pengaruhnya terhadapa laju erosi yang terjadi, terutama pada musim-musim gelombang badai karena pantai tersebut langsung berhadapan dengan Selat Malaka.Pada kajian ini dilakukan pengukuran topografi dan bathimetri di lapangan sebagai data primer penunjang untuk mendukung upaya pendekatan kajian dengan model matematik perubahan garis pantai yaitu dengan model genesis. Model garis pantai adalah model prakiraan numerik yang didasarkan pada persamaan kontinyuitas sedimen dan persamaan laju angkutan sedimen sepanjang pantai. Laju angkutan sedimen sepanjang pantai merupakan fungsi dari variasi tinggi dan arah gelombang sepanjang pantai yang terbentuk karena  pengaruh refraksi dan difraksi.Hasil dari kajian dengan pendekatan model matematik terlihat bahwa terjadi penurunan erosi dari kondisi eksisting dibandingkan dengan penanganan dengan pembuatan bangunan konstruksi berupa tembok laut ataupun dengan bangunan pemecah gelombang lepas pantai. Dengan bangunan tembok laut diperkirakan tidak akan terjadi erosi pada garis pantai Simpang Ayam, tetapi tidak menambah maju garis pantai atau dengan kata lain stabil. Sedangkan dengan bangunan pemecah gelombang lepas pantai akan terjadi sedimentasi di belakang bangunan yang sering di sebut salient ataupun tombolo.Key word: Garis Pantai Simpang Ayam
SISTEM PENGENALAN WAJAH MENGGUNAKAN METODE EIGENFACE Kholistianingsih -
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v13i2.281

Abstract

Pengenalan wajah merupakan bidang yang masih memerlukan penelitian mendalam terutama dalam menemukan ciri yang akurat. Paper ini mengusulkan sistem pengenalan wajah menggunakan metode eigenface. Eigenface adalah ciri utama wajah yang diperoleh dengan reduksi matrik citra wajah menggunakan metode Principal Component Analysis. Hasil pengujian menunjukkan sistem ini cukup baik untuk diterapkan. Tingkat pengenalan yang diperoleh adalah 83,33% untuk pengujian terhadap ekspresi wajah biasa, 100% untuk pengujian terhadap ekspresi wajah tersenyum, 16,67 % untuk pengujian terhadap posisi wajah miring, dan 73,08% untuk pengujian terhadap citra wajah orang lain. Metode ini dapat digunakan sebagai sistem pengenalan wajah dengan membatasi citra input berupa citra dengan posisi wajah tegak lurus ke depan dengan sedikit perubahan ekspresi wajah.Kata Kunci : Eigenface, Principal Component Analysis, Tingkat Pengenalan
SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH Tri Watiningsih
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v13i2.93

Abstract

Abstrack Sistem pelistrikan menggunakan sumber yang disuplai dari GI sebesar   122 MVA dari 5 buah trafo yang masing-masing berkapasitas (30MVA tiga buah dan 16 MVA dua buah). Tanaga Listrik dari GI didistribusikan melalui sistem jsringan radial, tegangan sebesar 20 KV diturunkan dengan trafo step-down sehingga menjadi 220/380 volt.
PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP ATRIBUT VISIBILITAS PADA SETING TANGGA DALAM HALL FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIJAYAKUSUMA - PURWOKERTO Yoh. Wahyu Dwi Yudono
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v13i2.89

Abstract

AbstraksiPemahaman suatu lingkungan fisik, didasarkan pada persepsi pengguna terhadap properti yang ada di dalam setingnya.  Persepsi tidak bersifat pasif dalam menerima masukan yang berupa stimulus yang berasal dari luar diri manusia.  Selanjutnya melalui keberadaan properti yang ada di dalam seting yang berlaku sebagai stimulus, akan dikirimkan dari mata ke otak untuk di pahami dan diberi makna berdasarkan pengalaman masing-masing pengguna.Fenomena yang terjadi pada seting tangga dalam hall fakultas ekonomi Universitas Wijayakusuma-Purwokerto, mengindikasikan adanya kecenderungan fungsi tangga yang bermakna ganda, dimana fungsi tangga yang keperuntukannya sebagai elemen akses vertikal, pada periode waktu tertentu berubah fungsi sebagai ruang berkumpul informal oleh mahasiswa.  Perubahan fungsi tangga yang demikian, disebabkan oleh adanya persepsi mahasiswa terhadap seting tangga dalam hall sebagai ruang untuk berkumpul. Adapun perbedaan persepsi yang dimaksud, menyangkut faktor internal individu (mahasiswa) yang berupa motiv, harapan, dan minat mahasiswa.Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan keterkaitan antara persepsi mahasiswa terhadap atribut visibilitas ruang berkumpul pada seting tangga dalam hall fakultas ekonomi universitas wijayakusuma-Purwokerto. Sedang hasil penelitian menunjukan: pada seting tangga dalam hall yang mengandung properti seperti terlihat pada gambar: I-1, terhadap atribut visibilitas dipersepsikan oleh mahasiswa layak untuk dijadikan ruang berkumpul dengan memberi efek dapat dengan mudah untuk melihat (secara visual) lingkungan sekitar yang diperlihatkan oleh mahasiswa dengan motiv menyesuaikan (73%) serta dengan harapan adjustment (73%).  Hal ini menunjukan bahwa, dengan seting tangga tersebut oleh mahasiswa dapat dijadikan sebagai media untuk melihat dosen ataupun teman yang lewat dari arah pintu utama dengan melakukan minat membaca, diskusi, dan ngobrol dengan sesama mahasiswaKata Kunci: Persepsi, atribut, visibiltas.
MEMAKNAI PASEMUAN DAN BALE MALANG SEBAGAI BANGUNAN RITUAL MASYARAKAT ISLAM KEJAWEN BONOKELING Wita Widyandini
Teodolita ( Media Komunikasi Ilmiah di Bidang Teknik ) Vol 13, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wijayakusuma Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53810/jt.v13i2.283

Abstract

Sebagai penganut Islam Kejawen, masyarakat Bonokeling pun memiliki cara dantempat beribadah tersendiri. Bentuk ibadah yang mereka lakukan adalah dengan melakukanritual-ritual upacara kepercayaan kepada leluhur mereka, yaitu Mbah Bonokeling diPasemuan dan Bale Malang. Sebagai bangunan ritual, Pasemuan dan Bale Malang tentunyadibangun dengan berbagai makna yang mendalam di baliknya. Untuk itu, penelitian inibertujuan menggali makna yang terkandung di dalam Pasemuan dan Bale Malang sebagaibangunan ritual masyarakat Islam Kejawen Bonokeling di Banyumas..Kata Kunci:, makna, Pasemuan, Bale Malang, Islam Kejawen

Page 1 of 1 | Total Record : 8