cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIEM
ISSN : 977244287     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika (JIEM) adalah jurnal ilmiah online Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun yang berdiri sejak 23 Februari 2015. Jurnal ini merupakan terbitan berkala 6 bulan, dengan jadwal terbit bulan April dan Oktober di setiap tahunnya. Artikel pada jurnal ini ditujukan untuk mewadahi publikasi artikel yang bersumber dari mahasiswa, guru, dosen, dan pemerhati bidang pendidikan matematika maupun matematika sain. Artikel yang dimuat di jurnal ini adalah artikel hasil penelitian atau hasil kajian dengan format penulisan mengikuti kaidah ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2021)" : 10 Documents clear
KAJIAN TEORI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses model pembelajaran kontekstual terhadap kemandirian belajar matematika siswa SMP. Kemandirian belajar matematika siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ditandai dengan indikator kemandirian belajar matematika siswa yaitu siswa memiliki rasa percaya diri, siswa memiliki inisiatif dalam belajar, siswa memiliki rasa tanggung jawab, mampu mengambil keputusan sendiri, serta siswa mampu untuk bersaing. Penelitian ini dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yaitu dengan mencari atau menggali data dari literature terkait. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis isi (content analisys). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses model pembelajaran kontekstual dapat membentuk kemandirian belajar matematika siswa SMP. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar matematika siswa SMP yang dapat ditimbulkan dalam proses model pembelajaran kontekstual, antara lain: percaya diri, inisiatif, rasa tanggung jawab, mampu mengambil keputusan sendiri, serta mampu bersaing. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa rasa percaya diri siswa dengan siswa berani untuk bertanya kepada guru serta antusias dalam menyampaikan pendapat saat belajar. Munculnya inisiatif siswa melalui siswa mempelajari dan mencari sendiri materi serta sumber belajar lain tentang materi yang telah dipelajari. Rasa tanggung jawab siswa dengan siswa selalu teliti dalam mengerjakan soal latihan dan mampu menyelesaikan tugas sendiri tanpa meminta bantuan teman sebayanya. Siswa mampu mengambil keputusan sendiri ditunjukkan dengan siswa tidak ikut-ikutan meniru cara temannya dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Siswa mampu bersaing ditunjukkan dengan siswa selalu berlomba-lomba menyelesaikan tugas yang diberikan guru serta selalu beradu cepat dengan teman-temannya dalam menjawab soal yang diberikan guru.
SUATU KAJIAN: MATEMATIKA DAN KEHIDUPAN
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya belajar Matematika sudah dikenal sebagian orang meskipun sebagian besar masih mengalami kesulitan memahami Matematika dan dianggap mata pelajaran yang menakutkan. Matematika yang tidak hanya sekedar ilmu berhitung, juga memiliki peranan dalam melatih proses berpikir. Selain itu, juga ada manfaat positif lainnya yang dapat digali dari belajar Matematika. Ilmu Matematika juga memiliki peranan dalam ilmu dan bidang kehidupan lainnya. Perlunya upaya pihak terkait, yaitu sekolah, guru, dan orang tua dalam usaha meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pelajaran Matematika.
EFEKTIVITAS MODEL CAI (COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 MADIUN
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika pada siswa SMP kelas VIII yang diajar dengan model CAI (Computer Assisted Instruction) dengan prestasi belajar matematika siswa Kelas VIII yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Prestasi belajar matematika siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai postes–nilai pretes. Penelitian ini dilaksanakan pada pada semester ganjil tahun ajaran 2019/ 2020 pada tanggal 14-28 Oktober 2019 di SMP Negeri 4 Madiun dengan populasi kelas VIII. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan menyesuaikan pemilihan dari guru dengan kelas VIII D sebagai kelas eksperimen yang diterapkan dengan menggunakan model CAI (Computer Assisted Instruction) dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol yang diterapkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik dalam pengumpulan data adalah metode tes dengan instrumen yang berupa tes prestasi belajar matematika. Dalam menggunakan tes prestasi belajar matematika ini untuk mengetahui prestasi belajar matematika yang dimiliki siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar menggunakan model CAI (Computer Assisted Instruction) yang mempunyai banyak siswa (  dengan rata-rata ( dan mempunyai varian ( ) = 115,722 dan pada kelompok siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional mempunyai banyak siswa  dengan rata-rata dan mempunyai varian ( ) = 147,016. Analisis statistik ini menggunakan uji normalitas data dan uji homogenitas, data diperoleh bahwa kedua data berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan kedua data berasal dari populasi dengan variansi homogen. Pengujian hipotensis menggunakan uji t-student dengan taraf nyata 0,05 dan diperoleh thit (=4,599) Î DK, maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata prestasi belajar matematika siswa yang diajar menggunakan model CAI (Computer Assisted Instruction) lebih baik daripada rata-rata prestasi belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMPN 4 Madiun.
Wanita dan Kemampuan Belajar Matematika (Suatu Kajian)
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu bidang ilmu yang cukup penting dalam kehidupan tetapi juga dipandang sebagai materi yang memberatkan bahkan menjadi momok yang menakutkan. Pandangan demikian dirasakan banyak orang, baik anak, dewasa, pria, maupun wanita. Kemampuan pria dan wanita pada umumnya sama dalam mempelajari matematika. Tetapi ada beberapa hal yang menyebabkan penerimaan terhadap matematika berbeda antara pria dan wanita.
MISKONSEPSI SISWA KELAS XI IPA 2 SMAK SANTO BONAVENTURA MADIUN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BARISAN DAN DERET GEOMETRI
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui jenis-jenis miskonsepsi yang terjadi pada siswa dalam menyelesaikan masalah materi barisan dan deret geometri. (2) Mengetahui penyebab siswa mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan masalah materi barisan dan deret geometri. (3) Mengetahui upaya perbaikan siswa yang mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan masalah materi barisan dan deret geometri. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah dua siswa kelas XI IPA 2 SMAK Santo Bonaventura  Madiun. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara untuk mengetahui letak miskonsepsi siswa. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan bahwa siswa masih mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan masalah barisan dan deret geometri. Miskonsepsi yang terjadi pada siswa yaitu miskonsepsi terjemahan, miskonsepsi konsep, miskonsepsi strategi, miskonsepsi sistematis dan miskonsepsi hitung. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh : (1) jenis miskonsepsi yang terjadi pada siswa adalah miskonsepsi terjemahan, miskonsepsi konsep, miskonsepsi strategi, miskonsepsi sistematis, miskonsepsi hitung. (2) Penyebab miskonsepsi secara umum disebabkan oleh siswa. Penyebab miskonsepsi yang disebabkan oleh siswa karena prakonsepsi yang salah, penalaran yang tidak lengkap/salah dan kemampuan siswa yang kurang. (3) Upaya yang ditawarkan peneliti untuk mengatasi miskonsepsi yaitu (a) miskonsepsi terjemahan, siswa diminta untuk memahami masalah dengan benar sesuai dengan maksud soal; (b) miskonsepsi konsep, siswa diminta untuk menghubungkan konsep materi yang seharusnya digunakan; (c) miskonsepsi strategi, siswa diminta untuk menentukan dan menggunakan rumus atau prinsip yang tepat; (d) miskonsepsi sistematis, siswa diminta untuk menuliskan langkah-langkah penyelesaian secara runtut dan benar; (e) miskonsepsi tanda, siswa diminta untuk mengkorelasikan simbol yang sesuai dengan penyelesain masalah.
EFEKTIVITAS MODEL CAI (COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION) TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 MADIUN Margaretha Winda Puspitawati
JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA (JIEM) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan prestasi belajar matematika pada siswa SMP kelas VIII yang diajar dengan model CAI (Computer Assisted Instruction) dengan prestasi belajar matematika siswa Kelas VIII yang diajar dengan pembelajaran konvensional. Prestasi belajar matematika siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai postes–nilai pretes. Penelitian ini dilaksanakan pada pada semester ganjil tahun ajaran 2019/ 2020 pada tanggal 14-28 Oktober 2019 di SMP Negeri 4 Madiun dengan populasi kelas VIII. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan menyesuaikan pemilihan dari guru dengan kelas VIII D sebagai kelas eksperimen yang diterapkan dengan menggunakan model CAI (Computer Assisted Instruction) dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol yang diterapkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik dalam pengumpulan data adalah metode tes dengan instrumen yang berupa tes prestasi belajar matematika. Dalam menggunakan tes prestasi belajar matematika ini untuk mengetahui prestasi belajar matematika yang dimiliki siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika kelompok siswa yang diajar menggunakan model CAI (Computer Assisted Instruction) yang mempunyai banyak siswa (  dengan rata-rata ( dan mempunyai varian ( ) = 115,722 dan pada kelompok siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional mempunyai banyak siswa  dengan rata-rata dan mempunyai varian ( ) = 147,016. Analisis statistik ini menggunakan uji normalitas data dan uji homogenitas, data diperoleh bahwa kedua data berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan kedua data berasal dari populasi dengan variansi homogen. Pengujian hipotensis menggunakan uji t-student dengan taraf nyata 0,05 dan diperoleh thit (=4,599) Î DK, maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rata-rata prestasi belajar matematika siswa yang diajar menggunakan model CAI (Computer Assisted Instruction) lebih baik daripada rata-rata prestasi belajar matematika siswa yang diajar menggunakan pembelajaran konvensional pada siswa kelas VIII SMPN 4 Madiun.
Wanita dan Kemampuan Belajar Matematika (Suatu Kajian) Margaretha Yulitasari; Tuti Susandyanti
JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA (JIEM) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika merupakan salah satu bidang ilmu yang cukup penting dalam kehidupan tetapi juga dipandang sebagai materi yang memberatkan bahkan menjadi momok yang menakutkan. Pandangan demikian dirasakan banyak orang, baik anak, dewasa, pria, maupun wanita. Kemampuan pria dan wanita pada umumnya sama dalam mempelajari matematika. Tetapi ada beberapa hal yang menyebabkan penerimaan terhadap matematika berbeda antara pria dan wanita.
MISKONSEPSI SISWA KELAS XI IPA 2 SMAK SANTO BONAVENTURA MADIUN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BARISAN DAN DERET GEOMETRI Brigita Etik Purwaningsih; Rudi Santoso Yohanes
JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA (JIEM) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengetahui jenis-jenis miskonsepsi yang terjadi pada siswa dalam menyelesaikan masalah materi barisan dan deret geometri. (2) Mengetahui penyebab siswa mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan masalah materi barisan dan deret geometri. (3) Mengetahui upaya perbaikan siswa yang mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan masalah materi barisan dan deret geometri. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah dua siswa kelas XI IPA 2 SMAK Santo Bonaventura  Madiun. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara untuk mengetahui letak miskonsepsi siswa. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan bahwa siswa masih mengalami miskonsepsi dalam menyelesaikan masalah barisan dan deret geometri. Miskonsepsi yang terjadi pada siswa yaitu miskonsepsi terjemahan, miskonsepsi konsep, miskonsepsi strategi, miskonsepsi sistematis dan miskonsepsi hitung. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh : (1) jenis miskonsepsi yang terjadi pada siswa adalah miskonsepsi terjemahan, miskonsepsi konsep, miskonsepsi strategi, miskonsepsi sistematis, miskonsepsi hitung. (2) Penyebab miskonsepsi secara umum disebabkan oleh siswa. Penyebab miskonsepsi yang disebabkan oleh siswa karena prakonsepsi yang salah, penalaran yang tidak lengkap/salah dan kemampuan siswa yang kurang. (3) Upaya yang ditawarkan peneliti untuk mengatasi miskonsepsi yaitu (a) miskonsepsi terjemahan, siswa diminta untuk memahami masalah dengan benar sesuai dengan maksud soal; (b) miskonsepsi konsep, siswa diminta untuk menghubungkan konsep materi yang seharusnya digunakan; (c) miskonsepsi strategi, siswa diminta untuk menentukan dan menggunakan rumus atau prinsip yang tepat; (d) miskonsepsi sistematis, siswa diminta untuk menuliskan langkah-langkah penyelesaian secara runtut dan benar; (e) miskonsepsi tanda, siswa diminta untuk mengkorelasikan simbol yang sesuai dengan penyelesain masalah.
KAJIAN TEORI MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DAN KEMANDIRIAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMP Novelia Rela Salelenggu; Fransiskus Gatot Iman Santoso
JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA (JIEM) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses model pembelajaran kontekstual terhadap kemandirian belajar matematika siswa SMP. Kemandirian belajar matematika siswa yang dimaksud dalam penelitian ini adalah ditandai dengan indikator kemandirian belajar matematika siswa yaitu siswa memiliki rasa percaya diri, siswa memiliki inisiatif dalam belajar, siswa memiliki rasa tanggung jawab, mampu mengambil keputusan sendiri, serta siswa mampu untuk bersaing. Penelitian ini dilaksanakan pada semester gasal tahun ajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi, yaitu dengan mencari atau menggali data dari literature terkait. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis isi (content analisys). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses model pembelajaran kontekstual dapat membentuk kemandirian belajar matematika siswa SMP. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar matematika siswa SMP yang dapat ditimbulkan dalam proses model pembelajaran kontekstual, antara lain: percaya diri, inisiatif, rasa tanggung jawab, mampu mengambil keputusan sendiri, serta mampu bersaing. Hal ini dapat ditunjukkan bahwa rasa percaya diri siswa dengan siswa berani untuk bertanya kepada guru serta antusias dalam menyampaikan pendapat saat belajar. Munculnya inisiatif siswa melalui siswa mempelajari dan mencari sendiri materi serta sumber belajar lain tentang materi yang telah dipelajari. Rasa tanggung jawab siswa dengan siswa selalu teliti dalam mengerjakan soal latihan dan mampu menyelesaikan tugas sendiri tanpa meminta bantuan teman sebayanya. Siswa mampu mengambil keputusan sendiri ditunjukkan dengan siswa tidak ikut-ikutan meniru cara temannya dalam mengerjakan tugas yang diberikan guru. Siswa mampu bersaing ditunjukkan dengan siswa selalu berlomba-lomba menyelesaikan tugas yang diberikan guru serta selalu beradu cepat dengan teman-temannya dalam menjawab soal yang diberikan guru.
SUATU KAJIAN: MATEMATIKA DAN KEHIDUPAN Ana Easti Rahayu Maya Sari
JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA (JIEM) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya belajar Matematika sudah dikenal sebagian orang meskipun sebagian besar masih mengalami kesulitan memahami Matematika dan dianggap mata pelajaran yang menakutkan. Matematika yang tidak hanya sekedar ilmu berhitung, juga memiliki peranan dalam melatih proses berpikir. Selain itu, juga ada manfaat positif lainnya yang dapat digali dari belajar Matematika. Ilmu Matematika juga memiliki peranan dalam ilmu dan bidang kehidupan lainnya. Perlunya upaya pihak terkait, yaitu sekolah, guru, dan orang tua dalam usaha meningkatkan ketertarikan siswa terhadap pelajaran Matematika.

Page 1 of 1 | Total Record : 10