cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota madiun,
Jawa timur
INDONESIA
JIEM
ISSN : 977244287     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika (JIEM) adalah jurnal ilmiah online Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Katolik Widya Mandala Madiun yang berdiri sejak 23 Februari 2015. Jurnal ini merupakan terbitan berkala 6 bulan, dengan jadwal terbit bulan April dan Oktober di setiap tahunnya. Artikel pada jurnal ini ditujukan untuk mewadahi publikasi artikel yang bersumber dari mahasiswa, guru, dosen, dan pemerhati bidang pendidikan matematika maupun matematika sain. Artikel yang dimuat di jurnal ini adalah artikel hasil penelitian atau hasil kajian dengan format penulisan mengikuti kaidah ilmiah.
Arjuna Subject : -
Articles 200 Documents
SAMPUL MUKA JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Dewan Redaksi Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampul Muka Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika
UPAYA MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII C SMPN 4 MADIUN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) Elisabeth Titi Betan; Vigih Hery Kristanto
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is intended to develop students` activity and achievement in learning, especially for the students of VII C SMPN 4 Madiun by applying Cooperative Think-Talk-Write Model. In this case, learning activity consists of reading (which refers to think), discussing (which refers to talk) and writing (which refers to write). This research applies Classroom Action Research. The subject of this research is the students of the first grade of junior high school (VII C) in SMPN 4, in the school year of 20015/2016. The class population consists of 30 students. The data analysis shows that the percentage of learning activity in Cycle I is 22,22%. Moreover, the analysis proves that: (I) the percentage of learning activity in mathematics in Cycle I is 5,56%. Furthermore, the percentage of learning activity in mathematics in Cycle II increases significantly. Hence it gains 47,62%,  however the standard completion in two Cycles has not been achieved yet. In short, the use of Cooperative Think-Talk-Write Model is able to increase the students` learning activity for the students of VII C SMPN 4 Madiun. (2) The class completion rate in Cycle I is 10%, and it gradually increases in Cycle II : 69,23 %. Yet, the standard indicator has not been gained. Therefore, the use of Cooperative Think-Talk-Write Model in this case is unable to increase the students` learning activity, especially in Mathematics.   Key Words :Learning Activity, Students` Achievement, Cooperative Think-Talk-Write Model
UPAYA MENINGKATKAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA MELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENTS (TGT) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 14 MADIUN Marlince Pati Bebe; Gregoria Ariyanti
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis siswa dibagi menjadi dua bagian yaitu komunikasi lisan dan nonlisan. Komunikasi lisan berarti siswa dapat mengkomunikasikan ide-ide, gagasan, simbol dan konsep matematika secara langsung (berbicara) antara siswa dan siswa, siswa dan guru. Komunikasi nonlisan berarti siswa dapat mengekspresikan ide matematika dalam bentuk tabel, gambar, diagram dan grafik, serta menghubungkan benda-benda nyata seperti simbol dan notasi kedalam gambar, grafik, tabel dan diagram. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis siswa kelas VIII C SMP Negeri 14  Madiun pada mata pelajaran matematika pokok bahasan Sistem Koordinat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournaments (TGT). Penelitian ini, merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan subjek dalam penelitian ini siswa kelas VIII C SMP Negeri 14 Madiun dengan jumlah 21 siswa. Penelitian ini berlangsung dalam dua siklus dengan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode tes, metode observasi dan catatan lapangan. Dari penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: (1) Nilai rata-rata tes kemampuan komunikasi matematis siswa secara nonlisan pada siklus I Sebesar 49,21 dan siklus II sebesar 56,25 sedangkan persentase ketuntasan kelas pada siklus I sebesar 36,84% dan siklus II sebesar 61,11%. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis secara nonlisan mengalami peningkatan namun belum mencapai indikator yang  ditentukan, (2) Skor rata-rata total kemampuan komunikasi matematis siswa secara lisan pada siklus I sebesar 2,43 dengan kategori cukup baik dan siklus II sebesar 2,90 dengan kategori baik, dan Skor rata-rata total hasil pengamatan KBM pada siklus I sebesar 2,70dengan kategori baik dan siklus II sebesar 3,04 dengan kategori baik.
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR DIVERGEN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA Hwie Febe Karisma
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir divergen antara kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran langsung dan kemampuan berpikir divergen kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran berbasis masalah, (2) ada tidaknya perbedaan kemampuan berpikir divergen antara kelompok siswa yang mandiri dalam belajar matematika dengan kemampuan berpikir divergen kelompok siswa yang tidak mandiri dalam belajar matematika, dan (3) ada tidaknya interaksi antar model pembelajaran yang digunakan dengan kemandirian belajar siswa terhadap kemampuan berpikir divergen siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre-experimental designs. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015 di SMPN 4 Madiun dengan populasi kelas VIII. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII F dan VIII H sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran langsung serta kelas VIII I dan VIII J sebagai kelas eksperimen dengan pembelajaran berbasis masalah. Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes dan non tes (observasi). Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan berpikir divergen dan lembar observasi kemandirian belajar siswa. Instrumen tes divalidasi dan diujicobakan untuk mengetahui reliabilitasnya. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh kesimpulan: (1) ada perbedaan antara kemampuan berpikir divergen kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran berbasis masalah dan kemampuan berpikir divergen kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran langsung. Dan dengan uji lanjutan diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan berpikir divergen kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran berbasis masalah lebih baik dibandingkan kemampuan berpikir divergen kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran langsung. (2) tidak ada perbedaan antara kemampuan berpikir divergen kelompok siswa yang mandiri dan kemampuan berpikir divergen kelompok siswa yang tidak mandiri dalam belajar matematika. (3) tidak ada interaksi antar model pembelajaran yang digunakan pada kelompok siswa dengan kemandirian belajar yang sama atau antar kemandirian belajar pada kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran yang sama.   Kata kunci :   Pembelajaran Berbasis Masalah, Kemampuan Berpikir Divergen, Kemandirian Belajar SiswaThis research aims to determine (1) whether or not there is some difference of the divergent thinking ability between groups of students who are taught by the direct learning and the divergent thinking of groups of students who are taught by the problem based learning, (2) whether or not there is some difference of the divergent thinking ability between groups of students who are independent in studying mathematics and the divergent thinking of groups of students who are not independent in studying mathematics, and (3) whether or not there is interaction between the using of learning models and the self regulated learning toward the students’ divergent thinking ability. This research is a quantitative Pre-Experimental Designs. It was implemented to the second semester students of the academic year 2014/2015 of Junior High School 4 Madiun with the class VIII as population. While, the sample of this research was the students of the class VIII F and VIII H as control class using direct learning, then class VIII I and VIII J as an experimental class using problem based learning The techniques of data collection used were test and non test (observation). The instrument used in the test was competency test of divergent thinking and observation sheet of self regulated learning. Test instrument was validated and tested to determine the reliability. Result of research and analysis of data obtained: (1) there is some difference of the divergent thinking ability between groups of students who are taught by the direct learning and groups of students who are taught by the problem based learning. And with the intermediate test can be concluded that the divergent thinking ability of groups of students who are taught by the direct learning better than the divergent thinking ability of groups of students who are taught by the problem based learning. (2) there is no difference of the divergent thinking ability between groups of students who are independent in studying mathematics and the divergent thinking of groups of students who are not independent in studying mathematics. (3) there is no interaction between the using of learning models and the self regulated learning toward the student’s divergent thinking ability. Keywords: Problem Based Learning, Divergent Thinking Ability, Student’s Self-Regulated Learning.
DAFTAR ISI JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Dewan Redaksi Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daftar Isi Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Daftar Isi Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Daftar Isi Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Daftar Isi Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Daftar Isi Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Daftar Isi Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Daftar Isi Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Daftar Isi Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Daftar Isi Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Daftar Isi Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Daftar Isi Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika
HUBUNGAN GAYA BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X DALAM MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) Anggun Widyaningrum; Rudi Santoso Yohanes
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ada tidaknya hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual, gaya belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif Pre-Experiment Design. Instrumen penelitian ini terdiri dari dua, yakni angket gaya belajar dan hasil belajar matematika siswa. Metode analisis penelitian baik angket dan hasil belajar matematika siswa menggunakan analisis statistika korelasi.Subyek penelitian ini yaitu kelas X IPA 2 dan X IPA 5 SMA Negeri 1 Madiun sejumlah 53 siswa. Berdasarkan hasil analisis korelasi diperoleh bahwa untuk gaya belajar visual dengan hasil belajar matematika siswa tidak ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar visual terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan koefisien determinasi (KD) diperoleh nilai 0.061, artinya 6.1% dipengaruhi gaya belajar visual; untuk gaya belajar auditorial dengan hasil belajar matematika siswatidak ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar auditorial terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan koefisien determinasi (KD) diperoleh nilai 0.029, artinya 2.9% dipengaruhi gaya belajar auditoial; untuk gaya belajar kinestetik dengan hasil belajar matematika siswa ada hubungan yang signifikan antara gaya belajar kinestetik terhadap hasil belajar matematika siswa kelas X dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan koefisien determinasi (KD) diperoleh nilai 0.080, artinya 8% dipengaruhi gaya belajar kinestetik.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT PEMAHAMAN MATEMATIKA SISWA TUNANETRA Taurinda Mahardiyanti; Santi Yudhawati Darmo
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to know the factors that influence profound visual disability student’s understanding on mathematics at Glonggong subdistrict of Putra Idhata SLB Dolopo Madiun Regency. This research included in the descriptive qualitative research, collection of data in this study use techniques of observation, interview and documentation. While the data were analyzed interactively through data reduction, data presentation, and data verification, and to check the validity of the data is done by triangulation techniques and resources. Based on the results of the research, the factors affecting profound visual disability students in learning mathematics in SLB Putra Idhata Glonggong Madiun Regency Dolopo Sub can be distinguished into two factors, namely the intrinsic factor and extrinsic factors. the intrinsic factor that affect the level of student’s understanding in mathematics includes: a) profound visual disability  student's physical conditions); b) the intelligence of students; c) lack of stimulus and motivation; d) psychological factors of students before the study begins; and e) causes and time of occurrence of becoming profound visual disability. Whereas extrinsic factors that affect the level of student’s understanding in mathematics including: a) the condition of inadequate class; b) lack of media used by teachers in learning mathematics; c) existence of teachers; and d) material being taught.
ANALISIS PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA MENGGUNAKAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DITINJAU DARI TIPE KEPRIBADIAN EKSTROVERT DAN INTROVERT Beata Elmarfia; Rudi Santoso Yohanes
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses berpikir siswa berkepribadian ekstrovert dan introvert dalam memecahkan masalah matematika menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Subjek penelitian merupakan siswa kelas X-6 SMAN 2 Madiun tahun pelajaran 2018/2019. Penentuan subjek penelitian dengan cara memberikan tes Eysenck’s Personality Inventory, lalu dipilih dua siswa berdasarkan tipe kepribadian yang dimiliki. Siswa yang terpilih kemudian diberikan tes keterampilan berpikir tingkat tinggi dan wawancara klinis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) Siswa dengan tipe kepribadian ekstrovert dalam penelitian ini teliti ketika menyelesaikan soal; (2) Siswa dengan tipe kepribadian ekstrovert dalam penelitian ini selalu menuliskan kesimpulan pada lembar jawaban dan melakukan tinjauan ulang; (3) Siswa berkepribadian ekstrovert dalam penelitian ini memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan kategori baik, yang ditunjukkan dengan persentase kemunculan indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi yang diperoleh yaitu ; (4) Dari 6 soal yang diberikan, siswa berkepribadian introvert keliru dalam memperoleh jawaban untuk soal nomor 2 dan 3; (5) Siswa berkepribadian introvert tidak pernah melakukan tinjauan ulang ketika sudah selesai mengerjakan soal; (6) Dari 6 soal yang diberikan, siswa berkepribadian introvert dalam penelitian ini hanya satu kali menuliskan  kesimpulan akhir  pada lembar jawaban yaitu hanya menuliskan kesimpulan pada soal nomor 4; (7) Siswa berkepribadian introvert mempunyai kesulitan mengingat kembali informasi dari memori jangka panjang; (8) Siswa berkepribadian introvert dalam penelitian ini memiliki kemampuan berpikir tingkat tinggi dengan kategori cukup, yang ditunjukkan dengan persentase kemunculan indikator kemampuan berpikir tingkat tinggi yang diperoleh yaitu .
PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE GRUP INVESTIGASI TERHADAP PENALARAN DEDUKTIF SISWA SMP Andhita Putri Kusumawardani
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan kemampuan penalaran deduktif kelompok siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe grup investigasi dengan kemampuan penalaran deduktif kelompok siswa yang diajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen semu. Penelitian dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2014/2015 di SMP Negeri 5 Madiun dengan populasi kelas VII. Sedangkan sampel pada penelitian ini adalah kelas VII D sebagai kelas kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional dan kelas VII E sebagai kelas eksperimen dengan metode grup investigasi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam metode tes adalah tes penalaran deduktif. Tes penalaran deduktif ini digunakan untuk mengetahui kemampuan penalaran deduktif siswa SMP. Instrumen ini sebelum digunakan sebagai perangkat penelitian terlebih dahulu divalidasi dan di uji cobakan. Dari hasil penelitian dan analisis statistika dengan menggunakan uji Mann Whitney dengan taraf nyata 0,05. Untuk pengujian hipotesis ini diperoleh  Zhitung (= -0,6885) Ztabel (= -1,96) sehingga H0 diterima dan memberikan kesimpulan bahwa kemampuan penalaran deduktif kelompok siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe grup investigasi sama dengan kemampuan penalaran deduktif kelompok siswa yang diajar dengan pembelajaran konvensional.
SAMPUL BELAKANG JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Dewan Redaksi Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika
JIEM | JURNAL ILMIAH EDUKASI MATEMATIKA Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampul Belakang Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Sampul Belakang Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Sampul Belakang Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Sampul Belakang Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Sampul Belakang Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Sampul Belakang Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Sampul Belakang Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Sampul Belakang Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Sampul Belakang Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Sampul Belakang Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika Sampul Belakang Jurnal Ilmiah Edukasi Matematika