cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
Utilization of Information Communication Technology Towards Social Changes in Village Communities (Study in Suka Datang Village, Curup Utara, Rejang Lebong, Bengkulu) Christiany Juditha
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 24, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - Juli 2020
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.24.1.2502

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mengubah kehidupan masyarakat dan menjadi alat pembangunan vital termasuk di pedesaan. TIK juga memberikan perubahan sosial bagi masyarakat desa secara positif dan negatif dari sisi kesejahteraan sosial, ikatan sosial dan budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tentang penggunaan TIK dan perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat di desa Suka Datang, Curup Utara, Rejang Lebong, Bengkulu. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa sebagian besar masyarakat desa sudah menggunakan TIK (telepon selular). Sedangkan komputer/laptop masih digunakan oleh kalangan tertentu saja, seperti aparat desa, pemuda karang taruna, guru dan mahasiswa. Internet masih sangat terbatas digunakan karena keterbatasan akses/jaringan, mahalnya paket data dan minim keterampilan. Terjadi perubahan sosial di masyarakat sebatas cara berkomunikasi, mencari/menyebarkan informasi serta mempermudah pekerjaan. Sementara aktivitas e-commerce (jual beli online) yang dapat meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat belum ada. Aspek ikatan sosial individu menunjukkan bahwa kebutuhan untuk berkomunikasi mendorong masyarakat menggunakan TIK. Namun komunikasi secara langsung/tatap muka masih menjadi hal yang utama.  Masyarakat desa juga tidak terlalu khawatir dengan perubahan budaya akibat dampak negatif dari penggunaan TIK. Karena norma-norma yang terbangun di desa masih cukup kuat dipegang oleh masyarakat. Tetapi filter dan antisipasi atas kecenderungan dampak negatif penggunaan TIK  tetap harus disiapkan khususnya di sekolah-sekolah.
Crowdsourcing Public Participation Process for Solve Hoaks Musfiah Saidah
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 24, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - Juli 2020
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.24.1.2169

Abstract

Kemajuan teknologi di ruang publik baru memberikan peluang sekaligus tantangan bagi keterlibatan publik. Kehadiran media sosial membuat publik bebas berpendapat dan memilih informasi. Model crowsourcing berbasis web dapat membantu mendistribusikan kontranarasi terhadap berita bohong dengan menggunakan partisipasi warga. Tulisan ini akan mencoba mengeksplorasi tantangan publik dalam upaya meredam hoax, khususnya dengan menggunakan solusi kreatif. Konsep yang digunakan adalah crowdsourcing dengan media web sebagai teknologi tepat guna untuk memanfaatkan potensi masyarakat secara luas. Pengggambaran dari crowsourcing dalam contoh penanggualanan isu hoax yang dilakukan oleh mafindo dan situs turn back hoax.
Implementation of Regulation of The Minister of Kominfo Number 20 2016 in Disdukcapil Sleman, Temanggung, and Gianyar District Nfn Darmanto; Nur Zaini
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 24, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - Juli 2020
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.24.1.2704

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh menguatnya wacana mengenai pentingnya perlindungan data pribadi  dan terbitnya Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 Tahun 2016 tentang Perlindungan Data Pribadi dalam Sistem Elektronik. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kinerja implementasi Peraturan Menteri tersebut di lingkungan Pemerintah Kabupaten. Penelitian  dilakukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil pada Pemerintah Kabupaten Gianyar, Temanggung, dan Sleman dengan menggunakan metode studi kasus, sedangkan pengum­pu­lan data menggunakan teknik studi pustaka, wawancara, dan observasi. Pembahasan dilakukan dengan menggunakan konsep implemen­tasi model Edwards yang melihat implementasi berdasarkan variabel komunikasi, sumber-sumber, kecenderungan-kecenderu­ngan, dan struk­tur birokrasi. Hasil penelitian menunjuk­kan bahwa penyelenggaraan administrasi kependudukan yang di dalamnya termasuk perlindungan data pribadi oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2015, sedangkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 20 tahun 2016 sama sekali belum mereka ketahui. AbstractThis research is motivated by the strengthening of discourse regarding the importance of protecting personal data and the issuance of Minister of Communication and Information Regulation No. 20 of 2016 concerning Protection of Personal Data in Electronic Systems. The research objective is to determine the performance of the implementation of the Ministerial Regulation within the District Government. The study was conducted at the Department of Population and Civil Registration at the Government of the Regency of Gianyar, Temanggung, and Sleman by using a case study method, while data collection using literature study techniques, interviews, and observations. The discussion was carried out using the concept of implementation of Edwards model that looked at implementation based on communication variables, sources, trends, and bureaucratic structure. The results showed that the administration of population administration which included the protection of personal data by the Population and Civil Registry Office referred to the Minister of Home Affairs Regulation No. 61 of 2015, while the Minister of Communication and Information Regulation No. 20 of 2016 was completely unknown to them.   
Social Media Literacy: Millenial’s Perspective of Security and Privacy Awareness Donna Revilia; Nfn Irwansyah
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 24, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - Juli 2020
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.24.1.2375

Abstract

Situs media sosial telah memberi masyarakat analog kemampuan untuk menjangkau audiens global, dan berjasa dalam memberikan sarana konektivitas baik untuk mencari informasi, bersosialisasi, membujuk dan mempengaruhi. Sejalan dengan kemudahan dan kebebasan yang diberikan oleh layanan tersebut dalam memberikan kemudahan mengakses informasi tanpa batas, sayangnya juga memberikan celah untuk terjadinya peristiwa pelanggaran privasi dan ancaman keamanan terhadap data pribadi penggunanya. Generasi millenial sebagai generasi yang "selalu terhubung" pertama dalam sejarah menjadi target yang mudah untuk terkena dampak dari kurangnya kesadaran akan pentingnya prosedur keamanan dan privasi ini. Generasi millenial dengan kefasihannya dengan teknologi dalam genggaman sangat mudah terpapar ancaman keamanan yang terjadi di dunia digital, salah satu karakteristik mereka yaitu berbagi data pribadi dengan berbagai perangkat online sejak munculnya konvergensi media menambah resiko ancaman digital, bagaimana mereka menangkap situasi kerentanan keamanan cyber ini serta sejauh mana pemahaman mereka tentang ancaman tersebut menjadi masalah yang menarik untuk diteliti. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana kondisi literasi digital terhadap penggunaan media sosial di kalangan generasi millenial yang merupakan pengguna aktif dari media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran yaitu dengan survey, wawancara dan observasi, analisis data kondisi literasi digital pada generasi milenial dilakukan dengan menggunakan teori technology acceptance model (TAM). Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa pengguna yang lebih lama menggunakan media sosial tidak berpengaruh pada tingkat literasi media sosial. Pengguna yang pernah mengalami ancaman pada akun media sosial lebih menunjukkan kesadaran mereka dengan meningkatkan level keamanan password akun media sosial, dan lebih waspada sebelum mengijinkan akses ke perangkat pribadi pengguna dari akun media sosial. Individu yang lebih sadar akan pengaturan kata sandi mereka umumnya memiliki tingkat kesadaran yang lebih tinggi tercermin dari niat mereka untuk berperilaku aman saat menggunakan media sosial. 
Challenges of Peace Journalism on Post Conflict Regions Moehammad Gafar Yoedtadi; Riris Loisa; Gregorius Genep Sukendro; Roswita Oktavianti; Lusia Savitri
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 24, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - Juli 2020
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.24.1.2730

Abstract

Konflik agama di Ambon dan wilayah Maluku telah berakhir lama. Namun trauma atas tragedi tersebut amat membekas bagi masyarakat Ambon. Terutama bagi para jurnalis televisi di Ambon. Mereka memahami perdamaian di Ambon harus dirawat dan membutuhkan peran aktif media. Jurnalisme damai menjadi pegangan para jurnalis televisi di Ambon. Penelitian ini bertujuan menggali pandangan para jurnalis, mengenai tantangan dalam menjaga perdamaian dan penerapan jurnalisme damai di Ambon. Landasan teori dalam penelitian ini adalah teori konstruksi realitas sosial dan tindakan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi literatur. Narasumber dari penelitian ini adalah tiga orang kontributor dari tiga grup stasiun televisi, yakni Trans Media, SCM (SCTV/Indosiar) dan Kompas TV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para kontributor di Ambon memaknai dirinya sebagai salah satu profesi penjaga perdamaian. Meskipun dalam upaya merawat perdamaian tersebut menghadapi tantangan. Antara lain; berlawanan dengan kehendak redaksi di Jakarta, menghindari peliputan peristiwa konflik, mengambil sumber berita hanya dari aparat keamanan, dan menjaga hubungan dengan masyarakat Kata Kunci: jurnalisme damai, konstruksi realitas sosial, tindakan sosial
Crisis Management in Public Relations: Meta-Synthesis Analysis of Online Activism Andi Nirmalasari
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 24, No 2 (2020): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - Desember 2020
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.24.2.2446

Abstract

Tulisan ini ditujukan untuk mendeskripsikan strategi public relations dalam menangani krisis yang di alami oleh organisasi dalam bentuk aktivisme online. Aktivisme online merupakan gerakan digital massal yang berpotensi memberikan ancaman kepada reputasi organisasi. Aktivisme online ini merupakan wujud dari kesenjangan ekspektasi publik yang tidak sesuai dengan realitas sosial sebuah organisasi. Melalui metode analisis meta-sintesis, systematic review ini mengupas konsep aktivisme online dari beberapa jurnal yang berbeda dan mengelaborasi hasil kajian dengan teori dan konsep kehumasan dalam manajemen krisis. Konsep manajemen yang tepat sasaran dapat mengatasi permasalahan aktivisme online tersebut
Government Risk Communication on Greenhouse Gas Emission Reduction to Tackle Climate Change Tria Patrianti; Amin Shabana; Retnowati WD Tuti
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 24, No 2 (2020): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - Desember 2020
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.24.2.3416

Abstract

Indonesia sangat rentan terhadap dampak pemanasan global, perubahan iklim, dan kejadian bencana. Sebagai negara tropis, dikelilingi laut dan memiliki hutan untuk paru-paru dunia, Indonesia menjadi salah satu negara penghasil emisi Gas Rumah Kaca (GRK)  terbesar di dunia. Emisi GRK yang meningkat dapat menyebabkan suhu bumi semakin panas  sehingga menimbulkan pemanasan gobal,  perubahan iklim dan  kejadian bencana yang langsung terlihat, seperti tingginya permukaan laut, cuaca ekstrim, banjir, longsor, dan polutan udara yang meningkat.  Dalam mengkomunikasikan risiko bencana lingkungan, pemerintah dianggap paling tepat sebagai komunikator risiko.  Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), telah melakukan komunikasi risiko untuk menahan laju emisi GRK di Indonesia.  Penelitian bertujuan  mengeksplorasi proses komunikasi risiko yang dilakukan oleh pemerintah dalam melakukan penurunan emisi GRK di Indonesia.  Metode digunakan adalah studi pustaka dan telaah dokumen pemerintah terkait upaya komunikasi risiko dalam mengurangi GRK untuk menurunkan suhu bumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi risiko pemerintah telah dilakukan melalui serangkaian program dan kebijakan di masing-masing lembaga terkait upaya penurunan emisi GRK, seperti Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian, meski belum terintegrasi pesan risiko yang dibangun untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman publik tentang emisi GRK dan dampak pemanasan gobal bagi bumi Indonesia. Pengembangan pesan risiko harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas komunikasi risiko pemerintah.Kata Kunci : Komunikasi Risiko, Komunikasi Pemerintah, Emisi GRK, Pemanasan Global AbstractIndonesia is prone to the impact of global warming, climate change and disasters. As a tropical country surrounded by the sea and forests for the world's lungs, Indonesia is one of the world's largest emitters of Greenhouse Gases (GHGs).  Increased GHG emissions cause global temperatures to warm up, causing global warming, climate change, and catastrophic events that are immediately visible, such as high sea levels, extreme weather, floods, landslides, and increased air pollutants. In communicating the risk of environmental disasters, the government is considered the most appropriate as a risk communicator. The Ministry of Environment and Forestry (KLHK) has carried out risk communication to curb the rate of GHG emissions in Indonesia.  The research aims to explore the process of risk communication carried out by the government in reducing GHG emissions in Indonesia. The method used is a literature review and study of government documents related to risk communication efforts in reducing GHGs to reduce the earth's temperature. The results show that the government has communicated its risk communication through a series of programs and policies in each of the institutions related to GHG emission reduction efforts, such as the Ministry of Energy and Mineral Resources and the Ministry of Industry.  Despite the integrated communication system that has yet to develop risk messages to increase public knowledge, understanding of GHG emissions and global warming impact, the development of risk messages must be carried out to improve the quality of government communication in communicating the risk.Keywords : Risk Communication, Government Communication, GHG emission, Global Warming
Organizational Conflict Management In Creating Effective Communication of Higher Education Employees (Case Study at Darul ‘Ulum University Jombang) Alip Sugianto; Veri Setiawan
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 24, No 2 (2020): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - Desember 2020
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.24.2.2925

Abstract

The purpose of this research is to explain how promotes management conflict and communication effective. This kind of conflict can happen to everyone and in any places disregarding status, income and position. Someone who cannot manage conflicts will have a threat for his personal performance, and unfortunately, company’s performance will also gain the effect. Accordingly, we need a strategy to manage conflicts as an effort to create a good performance for individual employee performance as well as the team performance. Communication means providing information and distributing to the members of the organization, if the distribution is hampered because of the bad behavior committed by a person or one of the employees of the communication that exists becomes ineffective. In the long term ineffective communications will result in the emergence of misunderstanding interpretation giving rise to prejudice and ultimately lead to internal conflicts within the company or organization. Role management is urgently needed to resolve the conflict because of the impact of impact of the conflict will impact on the performance and effectiveness of the work in the company especially in in Darul Ulum University. Key words: conflict management, effective communication, organization.
Private Television Media and Political in Presindential Election 2019 from the Agenda Setting of Perspective Hendra Sapitri; Nisma Laela Nurafifah
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 24, No 2 (2020): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - Desember 2020
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.24.2.3024

Abstract

ABSTRAKBerita politik terkait dengan Kandidat Presiden dan Wakil Presiden disampaikan oleh media televisi dijadikan alternatif masyarakat dalam pendidikan politik. Tapi media televisi di Indonesia dikuasi oleh swasta sekaligus sebagai politisi, kemudian hal ini berdampak pada penyampaian berita politik menjadi tidak netral. Permasalahan ini kemudian mendorong penelitian lebih lanjut mengenai media televisi dan politik dalam pemilu di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan analisis politik dan media televisi dalam Pemilihan Presiden di Indonesia tahun 2019. Adapun metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.  Hasil penelitian ini menemukan bahwa tahun 2019 media televisi lebih banyak mendukung Jokowi daripada Prabowo, hal ini berlawanan dengan Pilpres tahun 2014. Kemudian penyampaikan berita politik media televisi akan mengikuti arahan dari pemilik media. Kesimpulanya peran media televisi dalam menyampaikan berita politik berhasil menggiring masyarakat untuk memilih Jokowi. Namun media televisi gagal menjaga kepercayaan masyarakat dalam memberikan informasi politik yang netral. Kata Kunci: Politik, Pemilihan Presiden, dan Media Televisi.
ICT Usage as Communication and Social Participation on Housewives (Case Study in North Sulawesi, Gorontalo, Central Sulawesi, and West Sulawesi Rurals) N.Kenda -
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 24, No 2 (2020): JURNAL PENELITIAN KOMUNIKASI DAN OPINI PUBLIK - Desember 2020
Publisher : BPSDMP Kominfo Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33299/jpkop.24.2.3281

Abstract

AbstrakPenggunaan TIK telah memepengaruhi kehidupan sosial masyarakat umumnya. Perubahan sosial terjadi dari kemampuan adaptasi TIK/internet. Ibu rumah tangga terintegrasi dalam ikatan sosial, inklusi, kohesi dan layanan sosial. Penelitian pada rumah tangga / individu dan ibu rumah tangga, difilterisasi dengan pivot excel untuk mendapatkan data responden di empat provinsi, dengan analisis deskriptif. Hasilnya 35,00% responden memiliki perangkat TIK/internet, 65,00% menggunakan TIK/internet dengan bantuan keluarga tetangga dan kerabat. 70,59% tidak memiliki keterampilan TIK, 29,41% berketerampilan dasar/pemula dengan belajar sendiri/melalui orang lain. Manfaat TIK/internet dominan mencari informasi, dan sebagai media pendidikan. TIK/internet sebagai alat komunkasi pengikat kehidupan sosial. Partisipasi inklusi sosial  bekerja sama, pengambilan keputusan dan aktifitas politik dengan masyarakat sekitar domisili, di atas  52,00%. Kohesi sosial dalam kontribusi  norma kehidupan bersama, dipersepsi baik diatas 60,00% sedangkan layanan sosial daring pemerintah masih rendah pemanfaatanya. Simpulannya; penggunaan TIK/internet memperlancar komunikasi, mendorong ikatan sosial, memperkuat inklusi dan menjadi enabler kohesi sosial. Saran; keterbatasan pendidikan dan ekonomi keluarga, kepada stakeholder terkait dapat memfasilitasi,  pendampingan pelatihan literasi untuk menjadikan responden yang lebih familiar dengan TIK/internet akan membantu kehidupan sosial ekonomi keluarganya. Kata kunci: Penggunaan TIK/internet, komunikasi, partisipasi sosial dan ibu rumah tangga.  Abstract ICT usage has influenced social life in general. The social change happened through the ability of ICT or internet adaptation. Housewives have integrated into social ties, inclusion, cohesion and social services. A descriptive analysis study on individuals and housewives filtered by pivot excel to collect data in four province shows 35% of respondents had ICT/internet devices, 65% using ICT/internet helped by them neighbor/family. 70,59% was unable to use ICT, 29,41% was able to use ICT with limited skills by learning it themselves or helped by others. The benefits of ICT that is looking for information and such an education media center. ICT/internet as a socially binding communication tool. Participation in social inclusion in cooperation, decision making, and political activities with the community around the domicile is above 52%. Social cohesion in contributing to the norm of living together was perceived well above 60% while the government’s online social services are still of low usage. ICT as a communication tool for social life. Conclusion; ICT usage could unleash communication, encourage social ties, reinforcing social inclusion and could be an enabler of social cohesion. Suggestion: education boundaries and family economy, related stakeholders hopefully could facilitate, giving some literacy assistance training to make the respondents familiar with ICT and it might help the socio-economy life of their families.

Page 10 of 12 | Total Record : 115