cover
Contact Name
Agus Chalid
Contact Email
gulid.p@gmail.com
Phone
+6285220013654
Journal Mail Official
gmhc.unisba@gmail.com
Editorial Address
Jalan Hariangbanga No. 2, Tamansari, Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Global Medical and Health Communication
ISSN : 23019123     EISSN : 24605441     DOI : https://doi.org/10.29313/gmhc
Core Subject : Health, Science,
Global Medical and Health Communication is a journal that publishes research articles on medical and health published every 4 (four) months (April, August, and December). Articles are original research that needs to be disseminated and written in English. Subjects suitable for publication include but are not limited to the following fields of anesthesiology and intensive care, biochemistry, biomolecular, cardiovascular, child health, dentistry, dermatology and venerology, endocrinology, environmental health, epidemiology, geriatric, hematology, histology, histopathology, immunology, internal medicine, nursing sciences, midwifery, nutrition, nutrition and metabolism, obstetrics and gynecology, occupational health, oncology, ophthalmology, oral biology, orthopedics and traumatology, otorhinolaryngology, pharmacology, pharmacy, preventive medicine, public health, pulmonology, radiology, and reproductive health.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2019)" : 12 Documents clear
Stunting Determinant on Toddler Age of 12–24 Months in Singaparna Public Health Center Tasikmalaya Regency Erwina Sumartini; Dida Akhmad Gurnida; Eddy Fadlyana; Hadi Susiarno; Kusnandi Rusmil; Jusuf Sulaeman Effendi
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (926.562 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v7i3.3673

Abstract

Stunting is a physical growth failure condition signed by height based on age under −2SD. The research goal is knowing the dominant factor associated with stunting on toddler age of 12–24 months in the working area of Singaparna Public Health Center Tasikmalaya regency. The research applies to the cross-sectional design of gender, weight, exclusive breastfeeding history, completeness immunization, and clinically healthy variables, while case-control is for nutrition intake variable. The sample was a total sampling of 376 toddlers, then 30 for case and control group with the simple random method from December 2017 to February 2018. The instrument is a questionnaire, food frequency questionnaire (FFQ), and infantometer. Data analyzed in several ways; univariable, bivariable with chi-square, and multivariable with logistic regression. Research result shows stunting prevalence was 22.5%, next pertain factor of stunting are gender (POR=0.564, 95% CI=0.339–0.937, p value=0.011), exclusive breastfeeding giving history (POR=1.46, 95% CI=1.00–2.14, p value=0.046), and clinically health (POR=1.47, 95% CI=1.00–2.16, p value=0.044). Moreover, dominant factor were gender (OR=0.56, 95% CI=0.339–0.937, p value=0.027) and clinically health (OR=1.68, 95% CI=1.022–2.771, p value=0.041). Thus, gender and clinical health are stunting determinant factors. Children’s health should increase to create maximum growth. DETERMINAN STUNTING PADA ANAK USIA 12–24 BULAN DI PUSKESMAS SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYAStunting merupakan kondisi kegagalan pertumbuhan fisik yang ditandai dengan tinggi badan menurut usia berada di bawah −2SD. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor determinan stunting pada anak usia 12–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Singaparna Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan desain cross-sectional untuk variabel jenis kelamin, berat badan lahir, riwayat ASI eksklusif, kelengkapan imunisasi, dan  sehat secara klinis, sedangkan desain case-control untuk variabel asupan nutrisi. Pengambilan sampel secara total sampling sejumlah 376 anak, selanjutnya diambil 30 anak untuk kelompok kasus dan kontrol dengan metode random sederhana periode Desember 2017 hingga Februari 2018. Instrumen menggunakan kuesioner, food frequency questionaire (FFQ), dan infantometer. Analisis data dilakukan secara univariabel, bivariabel dengan chi-square, dan multivariabel dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 22,6%, faktor yang berhubungan dengan stunting di antaranya jenis kelamin (POR=0,564; IK95%=0,339–0,937; p=0,011), riwayat pemberian ASI eksklusif (POR=1,46; IK95%=1,00–2,14, p=0,046), dan sehat secara klinis (POR=1,47; IK95%=1,00–2,16; p=0,044). Faktor dominan yang berhubungan dengan stunting adalah jenis kelamin (OR=0,56; IK95%=0,339–0,937; p=0,027) dan sehat secara klinis (OR=1,68; IK95%=1,022–2,771; p=0,041). Jenis kelamin dan sehat secara klinis merupakan faktor determinan stunting. Kesehatan anak perlu ditingkatkan untuk menciptakan pertumbuhan anak yang maksimal.
Effects of Pseudoephedrine Administration in Early Gestation on Female Mouse Heart Annisa Rahmah Furqaani; Listya Hanum Siswanti; Ajeng Kartika Sari
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.516 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v7i3.5276

Abstract

The pseudoephedrine in pregnant women associated with an increased risk of hypertension and increased heart rate. These conditions force the heart to work harder and cause changes in heart structure, such as left ventricular hypertrophy due to an increase in the number and size of muscle cells. This study aims to determine pseudoephedrine administration in early pregnancy on mice hearts histological features. This study was pure in vivo with a completely randomized design conducted at Medical Biology Laboratory, Faculty of Medicine, Universitas Islam Bandung, from January to August 2017. Subjects were 18 pregnant adult female mice randomly divided into four groups. One control group and three test groups were given oral pseudoephedrine every day at 0.312 mg/24 hours (P1); 0.624 mg/24 hours (P2); and 1.248 mg/24 hours (P3) for seven days starting from the age of pregnancy on day 1. On the 18th day of gestational age, mice sacrificed, then the heart organ was processed into microscopic preparations and stained by Harris’ hematoxylin-eosin (HE) staining. Microscopic observations made using a microscope equipped with an optilab viewer with raster image 3. The results showed that the P3 group had a thicker left ventricular wall and significantly more heart muscle nuclei per mm3 than the control group (p<0.05). The results show that the administration of high doses of pseudoephedrine in early pregnancy can affect the structure of the heart. PENGARUH PEMBERIAN PSEUDOEFEDRIN PADA MASA AWAL KEBUNTINGAN TERHADAP GAMBARAN HISTOLOGI JANTUNG MENCIT BETINAAktivitas vasokontriksi pseudoefedrin pada ibu hamil diduga kuat berkaitan dengan peningkatan risiko hipertensi dan denyut jantung. Kondisi tersebut memaksa jantung bekerja lebih berat dan dapat menyebabkan perubahan struktur jantung seperti hipertrofi ventrikel kiri akibat peningkatan jumlah dan ukuran sel-sel otot. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian pseudoefedrin pada masa awal kebuntingan terhadap gambaran histologi jantung mencit betina. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium murni in vivo menggunakan rancangan acak lengkap yang dilaksanakan di Laboratorium Biologi Medik, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung dari bulan Januari hingga Agustus 2017. Subjek penelitian adalah 18 mencit betina dewasa bunting yang dibagi secara acak menjadi empat kelompok. Satu kelompok kontrol dan tiga kelompok uji yang diberi pseudoefedrin oral setiap hari dengan dosis 0,312 mg/24 jam (P1); 0,624 mg/24 jam (P2); dan 1,248 mg/24 jam (P3) selama 7 hari dimulai dari umur kebuntingan hari ke-1. Pada hari ke-18 umur kebuntingan, mencit dikorbankan kemudian organ jantung diproses menjadi sediaan mikroskopis dan dilakukan pewarnaan Harris’ hematoxylin-eosin (HE). Pengamatan sediaan mikroskopik dilakukan dengan menggunakan mikroskop yang dilengkapi dengan optilab viewer dengan image raster 3. Hasil penelitian menunjukkan kelompok P3 memiliki dinding ventrikel kiri yang lebih tebal dan jumlah nuklei otot jantung yang lebih banyak per mm3 secara signifikan dibanding dengan kelompok kontrol (p<0,05). Hasil menunjukkan bahwa pemberian pseudoefedrin dosis tinggi pada masa awal kehamilan dapat memengaruhi struktur jantung.

Page 2 of 2 | Total Record : 12