cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
EFEKTIVITAS KEPENGAWASAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME TENAGA PENDIDIK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI BEUREUNUEN Sabirin, Cut Zahri Harun, Sakdiah Ibrahim
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.318 KB)

Abstract

ABSTRACT: Supervisory principals improve the professionalism of teachers can improve teacher competence. The aim of this study was to obtain data about the program, the implementation of the oversight conducted by the principal, and obstacles in carrying out supervisory teaching to improve teacher performance. This study used a qualitative approach, descriptive methods, data collection techniques of observation, interviews and documentation study, subjects qualitative research Principals and teachers MAN Beureuneuen Pidie and data processing through qualitative analysis, Penelitian gives conclusions: (1) The head of the school has put together a program supervisory specifically based on the results of the analysis of the needs and problems experienced teachers; (2) the implementation of supervisory teaching effectively implemented in accordance with a program that had been developed together with the techniques of individual and group techniques; (3) supervisory evaluation of principals in improving the professionalism of teachers in Madrasah Aliyah Negeri Beureunuen done with coaching, individually or in groups regularly and continuously, so as to produce professional teachers in accordance with their respective field; and (4) the barriers experienced by principals in implementing the internal oversight is the attitude of teachers in accepting guidance, and external constraints are the number of inspectors is limited and they are forced to build different teachers their field of study. Based on these results suggested that the government commissioned a study or field supervisor personnel provide specialized training to them.Keywords: supervisory, teaching, and teacher performance ABSTRAK: Kepengawasan kepala sekolah meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik dapat meningkatkan kompetensi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang program, pelaksanaan kepengawasan yang dilaksanakan oleh kepala sekolah, dan hambatan-hambatan dalam melaksanakan kepengawasan pengajaran untuk meningkatkan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode deskriptif,  teknik pengumpulan data observasi, wawancara dan studi dokumentasi, subjek penelitian kualitatif Kepala Sekolah dan guru MAN Beureuneuen Kabupaten Pidie, dan pengolahan data melalui analisis kualitatif, Penelitian ini memberikan kesimpulan: (1) kepala Sekolah telah menyusun program kepengawasan secara khusus berdasarkan hasil analisis kebutuhan dan masalah yang dialami guru; (2) pelaksanaan kepengawasan pengajaran dilaksanakan secara efektif sesuai dengan program yang telah disusun bersama dengan teknik perorangan dan teknik kelompok; (3) evaluasi kepengawasan kepala sekolah dalam meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik di Madrasah Aliyah Negeri Beureunuen dilakukan dengan pembinaan secara individual maupun berkelompok secara rutin dan berkesinambungan, sehingga menghasilkan guru-guru yang profesional sesuai dengan bidangnya masing-masing; dan (4) hambatan-hambatan yang dialami  kepala sekolah dalam melaksanakan kepengawasan yang bersifat internal adalah sikap guru dalam menerima pembinaan, dan hambatan eksternal adalah jumlah pengawas terbatas dan mereka terpaksa membina guru yang berbeda bidang studinya. Berdasarkan hasil ini disarankan agar pemerintah menugaskan tenaga supervisor bidang studi atau memberi pelatihan khusus kepada mereka.Kata kunci: kepengawasan, pengajaran, dan kinerja guru
GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU PADA MAN PEGASING KEBUPATEN ACEH TENGAH Riza Mahara, Cut Zahri Harun, Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.563 KB)

Abstract

Abstract: The principal leadership style is one of the determining factors of teachers’ discipline. The principal is required to utilize and solve all the school problem together, so the leadership can influence others to achieve the goals set. This research was aimed at finding out: (1) the style of principal leadership in improving the discipline of teachers, (2) the constraints faced by principal in improving the discipline of teachers of MAN Pegasing, in Aceh Tengah regency. This research used descriptive method with qualitative approach. The techniques of data collection were conducted through observation, interview, and documentation. The research subjects were principal and teachers of MAN Pegasing, in Aceh Tengah regency. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion techniques. The result showed that: (1) the principal of MAN Pegasing in Aceh Tengah regency used authoritarian and democratic leadership style in improving the discipline of teachers. (2) the principal of MAN Pegasing in Aceh Tengah regency had obstacle in improving the discipline of teachers at school. It could be seen from the poor work ethos of teachers, teachers lived far from school, teachers had different background of education, so the teachers did not understand the administration well, both teacher and classroom administrations. It is expected that the principal give motivation and guidance related to discipline, commitment, ability, and responsibility of teachers effectively and efficiently in order to improve discipline of teachers at school.Keywords: Style of Leadership and Teacher Discipline Abstrak: Gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor penentu kedisiplinan guru. Kepala sekolah dituntut dapat memanfaatkan dan mengatasi bersama-sama semua persoalan yang terjadi di sekolah, dengan demikian kepemimpinan dapat mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tentang: (1) Gaya kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatan kedisiplinan guru, (2) hambatan-hambatan yang dihadapi kepala sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan guru di MAN Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru MAN Pegasing Kabupaten Aceh Tengah. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) gaya kepala MAN Pegasing Kabupaten Aceh Tengah dalam meningkatkan kedisiplinan guru, adalah dengan gaya otoriter dan demokratis (2) kepala sekolah MAN Pegasing Kabupaten Aceh Tengah memiliki hambatan dalam meningkatkan kedisiplinan guru di sekolah. Hal ini bisa dilihat dari etos kerja guru yang masih lemah, guru berdomisili jauh dari sekolah, latar belakang pendidikan berbeda, sehingga kurang menguasai administrasi, baik administrasi guru maupun administrasi kelas. Diharapkan kepada kepala sekolah supaya dapat memberikan dorongan dan arahan dalam kinerjanya tentang disiplin guru, komitmen guru, kemampuan guru dan tanggung jawab guru secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kedisiplinan guru di sekolah.Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan dan  Kedisiplinan Guru
STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN PADA SMA NEGERI 3 MEULABOH KECAMATAN JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT Rahmad Syah Putra, Murniati AR, Bahrun
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.317 KB)

Abstract

Abstract: This study aims to investigate the planning, implementation, monitoring and evaluation of educational quality improvement program. This study employs descriptive method with qualitative approach. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation study. Study participants are School’s Principal, Vice Principal, Chairman MGMPs, committees and supervisors. The results suggest that: 1) Planning for quality improvement program is designed by the school principal in accordance with the vision and mission of the school. 2) Implementation of planning for quality improvement program is carried out by assigning curricular activities, giving supports and motivation for teachers who continue their education to a higher level, strengthening the UAS and UAN system, inviting good speakers, holding regular meetings, and empowering school committee. 3) Monitoring the quality improvement program is under-taken by the school’s principal for individual teacher at the beginning and end of the semester to determine the level of achievement of the curriculum applied. 4) Evaluation of educational quality improvement program is performed by the principal and vice principal on annual, monthly and semester bases which covers both internal and external evaluations.Keywords: Strategy, Quality Improvement, and Education Abstrak: Peningkatan mutu pendidikan merupakan suatu keharusan untuk memenuhi kebutuhan sekolah dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: perencanaan, implementasi, pengawasan dan evaluasi program peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Ketua MGMP, Komite Sekolah dan Pengawas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Perencanaan peningkatan mutu pendidikan dilaksanakan oleh Kepala Sekolah dengan menyusun program sekolah sesuai dengan visi dan misi sekolah. (2) Implementasi program peningkatan mutu dilakukan dengan melaksanakan program sekolah yang telah direncanakan seperti: pemberian tugas dalam kegiatan kurikuler dan kokurikuler, memberi dukungan dan motivasi bagi guru yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, pemantapan UAS dan UAN, mendatangkan narasumber, mengadakan rapat rutin, serta memberdayakan Komite Sekolah (3) Pengawasan program peningkatan mutu pendidikan dilaksanakan oleh Kepala Sekolah pada personil pada awal dan akhir semester untuk mengetahui tingkat ketercapaian kurikulum yang diterapkan. (4) Evaluasi program peningkatan mutu pendidikan dilakukan oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah setiap tahun, namun juga dilakukan secara bulanan dan semester. mencakup evaluasi internal dan evaluasi eksternal.Kata kunci: Strategi, Peningkatan Mutu,  dan  Pendidikan
KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM PELAKSANAAN SUPERVISI PENGAJARAN DI SD NEGERI 4 PEUSANGAN KABUPATEN BIREUEN Alfian, Cut Zahri Harun, Nasir Usman.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 4: November 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.327 KB)

Abstract

Abstract: Teaching supervision is one of the efforts to improve teacher professionalism. The purpose of this study was to find out how the teaching supervision program, teaching supervision techniques, and supporting and inhibiting factor of the implementation of teaching supervision of principal were. This study used descriptive method and qualitative approach. Data were collected through interview, observation and documentation study. Subject of the study were principal, vice principal and teachers. The result showed that: (1) Learning supervision program prepared by principal including planning, scheduling, supervision model, supervision clues, feedback and follow up implementation. In the implementation, principal examine learning administration instrument such as syllabus, lesson plan, teaching and learning process, annual program, semester program, effective week, question item analysis. (2) Teaching supervision techniques was conducted by class visiting, class observation, individual talk, teacher meeting, and assigning the teachers for training, upgrading, and educational seminar. (3) Supporting factor of teaching supervision implementation were teacher readiness to be coached by the principal, the establishment of good relationship in school environment, in addition the principal can monitor the teachers’ teaching development or achievement. Therefore, the principal would now which teachers were successful and which teachers needed further coaching in teaching. Meanwhile, the inhibiting factor in the implementation of teaching supervision was the limited time due to the busyness of principal inside and outside of the school. Keywords: The Ability of Principal Teaching Supervision Abstrak: Supervisi pengajaran merupakan salah satu usaha untuk mengembangkan  profesionalisme guru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan kepala sekolah dalam menyusun program supervisi pengajaran, teknik-teknik supervisi pengajaran dan faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan supervisi pengajaran oleh kepala sekolah. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program supervisi pengajaran yang disusun oleh kepala sekolah melalui rapat pada setiap awal tahun ajaran baru dan pada awal semester mencakup perencanaan, penentuan jadwal, model supervisi, kisi-kisi supervisi, pelaksanaan (instrumen) umpan balik dan tindak lanjut. Program supervisi yang dilakukan kepala sekolah belum sepenuhnya terlaksana sesuai dengan program yang telah disusun. Hal ini terlihat dari frekuensi pelaksanaan supervisi yang dilakukan hanya dua kali dalam setahun sehingga tidak semua guru memperoleh pembinaan secara merata (2) Teknik-teknik supervisi pengajaran dilakukan dengan kunjungan kelas, observasi kelas, pembicaraan individual, pertemuan/rapat guru serta mengikutsertakan guru dalam pelatihan, penataran dan seminar pendidikan. Kegiatan supervisi dilakukan dengan dua cara, terjadwal dan tidak terjadwal. (3) faktor pendukung pelaksanaan supervisi pengajaran adalah ketersediaan sarana di sekolah, dukungan dinas terkait, kesediaan guru dalam menerima pembinaan dari kepala sekolah dan adanya hubungan kekeluargaan antara guru dan kepala sekolah. Sedangkan faktor penghambat dalam pelaksanaan supervisi pengajaran adalah kurangnya waktu kepala sekolah karena kesibukan dalam hal lain di sekolah maupun di luar sekolah.Kata Kunci: Kemampuan Kepala Sekolah dan Supervisi Pengajaran
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENINGKATKAN PERILAKU KERJA PEGAWAI PADA DINAS PENDIDIKAN ACEH Cut Ruvina Hakim, Cut Zahri Harun, Sakdiah Ibrahim
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 2: Mei 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.255 KB)

Abstract

Abstract: Human resource development indicates a deliberate effort with the goal to changethe organizational members’ behaviour in enhancing the ability of an organization to change. Aim of this studyis to determine the drafting process of development-programs and strategies, to determine the supporting factors and hindrances by the development process, to determinefollow-up programs of activities related to human resources developmentincluding in improving the working behaviour among staffs employedat the Education Agency of Aceh. This research applied descriptive method with qualitative approach.The head of the agency, secretary, heads of division, including the Head of Personnel and Management including the staffs were subjected to this research. Data collection techniques applied were observation, interviews and documentation. Results showed that: (1) the drafting process of human resources’ development program in the agency was conducted based on the need-analysis’ process in each division, which was further proposed to the Head of the Program and Reporting division viathe Sub-division of Personnel and Management; (2) the development strategies in human resources had beenperformed in order to improve staffs’ capacity in various aspects, such asthose related to the technical skills, or basic skills such as in carrying their main tasks and functions, or in some basic principles in education; (3) the number and educational background of staffs were the main supporting factors in the agency. Meanwhile, lack of motivation and disciplines among the personnel themselves, lack of facilities in terms of technologies, inadequate internal system in placing theappropriate personel based on his/her qualification and professionalism for a particular task; and (4) lack of effectiveness by the follow-up programs and activities were counted as some hindrances. Keywords: Aceh, education agency, governmental institution, human resource development Abstrak: Pengembangan sumber daya manusia menunjukkan suatu upaya yang disengaja dengan tujuan mengubah perilaku anggota dalam suatu organisasi dalam rangka meningkatkan kemampuan suatu organisasi untuk berubah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proses penyusunan program pengembangan dan strategi, untuk menentukan faktor pendukung dan penghambat dalam program pengembangan, untuk menentukanprogram tindak lanjut dari kegiatan yang berhubungan dengan pengembangan sumber daya manusia termasuk dalam meningkatkan perilaku kerja pegawai pada Dinas Pendidikan Aceh. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Kepala Dinas, Sekretaris, Para Kepala Bidang, termasuk Kasubbag Kepegawaian dan Tata Laksana serta pegawai pada Dinas Pendidikan Aceh dijadikan sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses penyusunan program pengembangan sumber daya manusia pada Dinas Pendidikan Aceh dilaksanakan melalui proses analisis kebutuhan pada setiap bidang yang kemudian diajukan kepada Bidang Program dan Pelaporan melalui Subbag. Kepegawaian dan Tata Laksana; (2) strategi pengembangan dalam bidang sumber daya manusia dilakukan dalam rangka meningkatkan kapasitas pegawai dalam berbagai macam aspek, seperti yang mengarah kepada diklat teknis pekerjaan, atau diklat dasar tupoksi dalam menjalankan tugas dan fungsi utama mereka, atau berkaitan dengan prinsip-prinsip dasar kependidikan; (3) jumlah personil dan latar belakang pendidikan dari staff merupakan faktor pendukung pada Dinas Pendidikan Aceh. Sedangkan, kurangnya motivasi dan disiplin diantara pegawai itu sendiri, terbatasnya sarana dan prasarana yang berhubungan dengan teknologi, sistem internal yang belum mencukupi dalam penempatan pegawai yang tepat berdasarkan kwalifikasi dan profesionalismenya demi menjalankan tugas tertentu; dan (4) kurangnya keefektifan dalam program tindak lanjut dan kegiatan dihitung sebagai faktor penghambat.Kata Kunci: Aceh, dinas pendidikan, institusi pemerintahan, pengembangan sumber daya manusia
KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PROFESIONAL GURU PADA SMA NEGERI 2 PULO ACEH ACEH BESAR. Saifullah, Cut Zahri Harun, Yusrizal.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.85 KB)

Abstract

Abstract: Managerial competence will be very determining toward the advancement of educational institution. A good managerial competence of principal will help improving professionalism of teachers in order to improve the quality of education in State Senior High School (SMA Negeri ) 2 of Pulo Aceh of Aceh Besar. This study aimed to describe the managerial program, the implementation of managerial competence, and the professionalism of teachers in SMA Negeri 2 of Pulo Aceh. To achieve the aim, this study used qualitative approach with descriptive method. The techniques of data collection were observation, interview, and documentation study. The procedures of data analysis were data reduction, data display, and data verification. The subjects of the study were principal, vice principal, and teachers. The result of the study showed that: (1) the principal of SMA Negeri 2 of Pulo Aceh had the skill to encourage staffs, teachers, and employees, optimize the school resources, guide students, and give good model in teaching. The principal has been fully responsible in advancing the school. The attitudes were patient, careful, work hard, and discipline. Therefore, the principal has tried to put himself as a leader that suited the expectation of teachers and other related stakeholders, that the principal had already had managerial programs in improving professionalism of teachers. (2) The principal in improving professionalism of teachers gladly accepted advices and critiques from his subordinates and communicated the policies and problems together. (3) The obstacles faced by the principal in implementing managerial program to improving professionalism of teachers were the inadequate of numbers of teachers and the lack of facilities and infrastructure to support the educational process.Keywords: Managerial Competence, Principal, and Professionalism of TeacherAbstrak: Kompetensi manajerial akan sangat menentukan terhadap kemajuan suatu lembaga pendidikan. Apabila kompetensi manajerial kepala sekolah baik, maka akan mampu meningkatkan kemampuan profesional guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMA Negeri 2 Pulo Aceh Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan mendesripsikan program manajerial, pelaksanaan kemampuan manajerial, dan hambatan dalam pelaksanaan manajerial oleh kepada sekolah dalam meningkatkan kemampuan profesional guru di SMA Negeri 2 Pulo Aceh. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: Observasi, Wawancara dan Studi Dokumentasi. Prosedur analisis data adalah Reduksi Data, Display Data, dan Verifikasi data. Sedangkan subjek penelitian adalah: Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan Guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepala sekolah SMA Negeri 2 Pulo Aceh memiliki kemampuan menggerakkan staf, guru, dan karyawan, mengoptimalkan sumber daya sekolah, serta memiliki kapasitas membimbing siswa, serta mampu memberi contoh mengajar yang baik. Kepala sekolah telah bertanggungjawab penuh dalam memajukan sekolah. Sikap yang telaten, hati-hati, giat bekerja, dan disiplin waktu. Dengan demikian, kepala sekolah telah berusaha menempatkan dirinya sebagai pemimpin yang sesuai dengan harapan para guru dan semua pihak yang terkait, sehingga kepala sekolah sudah memiliki program manajerial dalam meningkatkan profesional guru. (2) Kepala sekolah dalam meningkatkan pelaksanaan kemampuan profesional guru, meningkatkan profesional dan senang menerima saran dan kritik dari bawahan, serta mengkomunikasikan kebijakan dan masalah secara bersama, dan (3) Hambatan kepala sekolah dalam pelaksanaan manajerial untuk meningkatkan kemampuan profesional guru berupa: gurunya belum mencukupi dan masih kurangnya sarana dan prasarana penunjang kelancaran proses pendidikan.Kata kunci: Kompetensi Manajerial, Kepala Sekolah, dan Profesional Guru.
MANAJEMEN HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN PADA SMP NEGERI 13 BANDA ACEH Sulaiman Bakri, Cut Zahri Harun, Sakdiah Ibrahim
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.821 KB)

Abstract

Abstract: The management of public relations is an important factor in improving the quality of education at schools. The management of public relations is to establish a relationship with the community in order to get support in improving the quality of education, e.g., the quality of the learning process, student learning outcomes, and the community itself. The purpose of this study was to obtain an idea and know how program, implementation, and obstacles of public relation management between school and community in improving the quality of education at SMPN 13 of Banda Aceh. This study used a qualitative approach. The techniques of collecting data were done through observation, interviews, and documentation. The subjects in this study school were principal, vice- principal of Public Relation Affairs, School Committee, and community leaders. The results showed that: (1) the school-community relations program has been designed by rejuvenating of the board of the school committee, regular meetings at the beginning of each school semester by involving all school stakeholders, fostering transparency in the management of the school; (2) The implementation of the management of the school-community relations (Public Relations) were to empower the activities of the school committee, require parents of the students to pick up report cards by themselves, inform progress and derogation of students to parents and school committee, provide information about the state of school to school committees and communities and celebrate religious holy days; (3) The obstacles faced in the implementation of public relations management were that some parents still did not yet have a high awareness of contributing to improve the quality of education at schools and would not come if there were parents and committee meetings, as well as other school activities. Keywords: management, relationship between the school and the communityAbstrak: Manajemen kehumasan merupakan faktor penting dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Manajemen kehumasan untuk menjalin hubungan dengan masyarakat, guna mendapat dukungan dalam peningkatan mutu pendidikan. Baik peningkatan kualitas proses pembelajaran, kualitas hasil belajar siswa, dan kualitas masyarakat itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran dan mengetahui bagaimana program, pelaksanaan, dan hambatan manajemen hubungan sekolah dan masyarakat dalam meningkatan mutu pendidikan pada SMP Negeri 13 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini Kepala sekolah, Wakil kepala sekolah bidang Humas, Komite sekolah, dan tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Program hubungan sekolah dan masyarakat telah dirancang meliputi: pemilihan pengurus komite sekolah, rapat rutin sekolah tiap awal semester dengan melibatkan seluruh stakeholder sekolah, menumbuhkan transparansi pengelolaan sekolah;. (2) Pelaksanaan manajemen hubungan sekolah dan masyarakat (humas) meliputi kegiatan pemberdayaan komite sekolah, mewajibkan orang tua mengambil rapor anak sendiri, mengimformasikan kemajuan dan kemunduran siswa kepada orang tua dan komite sekolah, penyediaan informasi tentang keadaan sekolah kepada komite sekolah dan masyarakat serta memperingati hari-hari besar keagamaan; (3) Hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan manajemen humas, masih ada sebahagian orang tua siswa belum memiliki kesadaran yang tinggi untuk ikut serta meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dengan tidak mau hadir saat ada pemanggilan orang tua dan rapat komite, serta kegiatan sekolah lainnya.Kata kunci : manajemen, hubungan sekolah, dan masyarakat
KOMPETENSI SUPERVISI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU PADA SMA NEGERI 1 KUALA BATEE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA. Afriadi, Nasir Usman, Niswanto.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 2: Mei 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.91 KB)

Abstract

Abstract: Supervision competence of principalis one of the factors that affects the increase of teacher professionalism. This study was aimed at describing: (1) the competence of principal in preparing the academic supervision program to improve the professionalism of teachers, (2) the competenceof principal in implementing the academic supervision program to improve the professionalism of teachers,  and (3) the competence of principal in following up the results of academic supervision to improve the professionalism of teachers. This research used descriptive method with qualitative approach. The tehniques of data collection were conducted through observation, interview, and documentation study. The subjects of the research were principal, vice-principal, teachers and school supervisors. The results showed that: (1) The principalof SMA Negeri 1 Kuala Batee Aceh Barat Daya district has demonstrated a good supervision competence, particularly in preparing the academic supervision programs for the teachers. It can be seen from supervision program that has been prepared by setting goals, objectives, and implementation procedures of supervision, but it was still less cooperation with the school supervisors.(2) ) The principalof SMA Negeri 1 Kuala Batee Aceh Barat Dayaregency has demonstrated a good supervision competence, particularly in implementing the academic supervision.It can be seen from the implementation of models, approaches, and techniques of supervisionhave been conducted,but the implementation of observation techniques have not been equipped with observation guide and (3) Supervision competence of the principal of SMA Negeri 1 Kuala Batee Aceh Barat Daya district particularly in following up the results of supervision was still less. It can be seen from the follow up of the supervision conducted by evaluating and providing feedback through individual talk with the teachers supervised, but the principal did not draw up an action plan for the next supervision.Keywords: Supervision Competence, Principal and Teacher Professionalism.Abstrak: Kompetensi supervisi kepala sekolah merupakan salah faktor yang mempengaruhi peningkatan profesionalisme guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) kompetensi kepala sekolah dalam menyusun program supervisi akademik untuk meningkatkan profesionalisme guru, (2) kompetesi kepala sekolah dalam mengimplementasikan program supervisi akademik untuk meningkatkan profesionalisme guru, dan                   (3) kompetensi kepala sekolah dalam menindaklanjuti hasil supervisi akademik untuk meningkatkan profesionalisme guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kepala SMA Negeri I Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya  telah menunjukkan kompetensi supervisi yang baik, khususnya dalam menyusun program supervisi akademik terhadap guru. Hal ini dapat dilihat dari program supervisi yang telah disusun dengan menetapkan tujuan, sasaran, dan prosedur pelaksanaan supervisi, namun masih kurang kerja sama dengan pengawas sekolah. (2) Kepala SMA Negeri I Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya telah menunjukkan kompetensi supervisi yang baik, khususnya dalam mengimplementasikan program supervisi akademik. Hal ini dapat dilihat dari penerapan model, pendekatan, dan teknik supervisi yang dijalankan, namun dalam penerapan teknik observasi belum dilengkapi dengan pedoman observasi dan (3) Kompetensi supervisi kepala SMA Negeri I Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya khususnya dalam menindaklanjuti hasil supervisi masih kurang. Hal ini dapat dari tindak lanjut hasil supervisi dilakukan dengan mengevaluasi dan memberikan umpan balik melalui pembicaraan individual dengan guru yang disupervisi, namun kepala sekolah tidak menyusun rencana aksi supervisi berikutnya.        Kata Kunci: Kompetensi Supervisi, Kepala Sekolah, dan Profesionalisme Guru. 
KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU PADA SMP ISLAM TERPADU AL-FITYAN KABUPATEN ACEH BESAR Zulkarnaen Jafar, Yusrizal, Khairuddin
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 6, No 1: Februari 2018
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.601 KB)

Abstract

ABSTRACT: Managerial Competence is the skill of principals to improve the performance of teachers in implementing the learning process at schools. The purpose this study was to investigate the program, implementation, and monitoring of teacher performance improvement. This study used a qualitative approach with descriptive methods, and the techniques of data collection done were observation, interviews, and documentation. The subject of this study was the principal, vice-principal, and teachers of Integrated Islamic Junior High School of Al-Fityan. The results showed that 1) The programs made by the principal in improving the performance of teachers at Integrated Islamic Junior High School of Al-Fityan were teacher training, educational seminars, teacher workshop, Teacher Professional development Networks (MGMPs), Teacher Working Group (KKG), awards to teachers who excel and also adds incentive for teachers as well as to provide an opportunity for teachers to use IT tools in learning; 2) the implementation of the program to improve the performance of teachers at Integrated Islamic Junior High School of Al-Fityan was by engaging teachers through teacher training programs, educational seminars, workshop teacher, MGMPs, KKGs, giving awards to teachers who excel and also adding incentives teacher as well as providing an opportunity for teachers to use IT tools in learning; 3) Monitoring done principal in improving teacher performance at Integrated Islamic Junior High School of Al-Fityan was carried out continuously and sustainably through two-way communication with teachers, as well as classroom visits with notice and without notice, individual communication, and by inviting inspectors to the school to evaluate the performance improvement program and receiving input and direction.KEYWORDS: managerial competence, principal, and teacher performance ABSTRAK: Kompetensi Manajerial merupakan keterampilan kepala sekolah untuk meningkatkan kinerja guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program peningkatan kinerja guru, pelaksanaan program peningkatan kinerja guru, dan Pengawasan program peningkatan kinerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru SMP Islam Terpadu Al-Fityan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Program kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Islam Terpadu Al-Fityan adalah dengan program pelatihan guru, seminar pendidikan, workshop guru, MGMP, KKG, memberi penghargaan kepada guru yang berprestasi dan juga menambah insentif guru serta memberi kesempatan kepada guru untuk menggunakan perangkat IT dalam pembelajaran, 2) Pelaksanaan program peningkatan kinerja guru di SMP Islam Terpadu adalah dengan mengikutsertakan guru melalui program pelatihan guru, seminar pendidikan, workshop guru, MGMP, KKG, memberi penghargaan kepada guru yang berprestasi dan juga menambah insentif guru serta memberi kesempatan kepada guru untuk menggunakan perangkat IT dalam pembelajaran, 3) Pengawasan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru SMP-IT Al-Fityan dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan melalui komunikasi dua arah dengan guru, serta kunjungan kelas dengan pemberitahuan dan juga tanpa pemberitahuan, komunikasi secara individu, dan mengundang pengawas ke sekolah untuk mengevaluasi program peningkatan kinerja guru sekolah serta menerima masukan dan arahanKATA KUNCI: kompetensi manajerial, kepala sekolah dan kinerja guru
MANAJEMEN SARANA PENDIDIKAN PADA SEKOLAH ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SDLB YTC KUTABLANG KABUPATEN BIREUEN Mustafa, Murniati AR, Niswanto
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 6, No 1: Februari 2018
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.267 KB)

Abstract

 ABSTRACT: The purpose of this study is: to determine the management of education at school children with special needs in SDLB YTC Kutablang District Bireuen. This research uses qualitative descriptive. Data collection techniques are: interview, observation and documentation. Data analysis techniques with data reduction, data display, draw conclusions and verification. This research subject is the Principal, Vice Principal and Teacher SDLB YTC Kutablang Bireuen. Based on the research results, we conclude that: 1) the planning process begins with school necessities process properly prepared in accordance with the curriculum of 2013; 2) the process of organizing the utilization of educational facilities that have implemented optimally functioning organization as has been stated in the learning device that had been developed previously; 3) treatment process conducted educational facilities has made the students to be active in doing any material which will be taught with existing facilities; and 4) the process of monitoring the use of educational facilities from early learning to the end of the lesson had gone well, so that the achievement of learning goals.KEYWORDS: management, education facilities, and special needs ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen sarana pendidikan pada sekolah anak berkebutuhan khusus di SDLB YTC Kutablang Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui: wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dengan cra reduksi data, display data, mengambil kesimpulan dan verifikasi. Yang menjadi subjek penelitian  adalah Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah dan Guru SDLB YTC Kutablang Kabupaten Bireuen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). proses perencanaan kebutuhan sarana pendidikan diawali dengan proses yang disusun dengan baik dan benar sesuai dengan kurikulum 2013; 2) proses pengorganisasian pemanfaatan sarana pendidikan yang dilaksanakan telah menjalankan fungsi pengorganisasian secara maksimal sebagaimana yang telah dituangkan dalam perangkat pembelajaran yang telah disusun sebelumnya; 3) proses perawatan sarana pendidikan yang dilaksanakan telah menjadikan siswa untuk dapat aktif dalam melakukan setiap materi yang akan dijarkan dengan sarana yang ada; dan 4) proses pengawasan penggunaan sarana pendidikan yang dari awal pembelajaran hingga akhir pembelajaran telah berjalan dengan baik, sehingga dapat tercapainya tujuan pembelajaran.KATA KUNCI: manajemen , sarana pendidikan, dan berkebutuhan khusus