cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
KORELASI KINERJA DAN MOTIVASI KERJA GURU DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA SMA NEGERI KOTA SIGLI KABUPATEN PIDIE Nilawati, Yusrizal, Khairuddin.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 4: November 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.384 KB)

Abstract

Abstract: Performance and teachers’ motivation is two of the factors to enhance students’ achievement. The purpose of this study was to determine the correlation of performance, teachers’ work motivation and students' achievement in senior high schools (SMA) of Sigli Pidie Regency. This research method of this studywas descriptive  method with quantitative approach. The population and sample in thissudywere the teachers teaching social science as many as 36 respondents and 102 students. The data were collected by using a questionnaire and analyzed by using t-test for both variables and test of the median extension to three variables. The Results of the analysis of t-test showed that the performance variable (X 1) simultaneously correlated (correlation) significantly with students’ achievement at SMA of Sigli, Pidie Regency, and work motivation of teachers (X 2) simultaneously correlated (correlation) significantly with students’ achievement at SMA of Sigli,Pidie Regency,and performance variables (X 1) and work motivation of teachers (X2) simultaneously correlated (correlation)significantly with students’ achievement at SMA ofSigli,Pidie regency because Chi-Square of count was greater than the Chi-Square of tables (4.81 3,841).Keywords: Performance, Teachers’ Work Motivation and Students’ Achievement Abstrak: Kinerja dan motivasi kerja guru merupakan salah satu faktor terwujudnya prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi kinerja dan motivasi kerja guru dengan prestasi belajar siswa pada SMA Negeri Kota Sigli Kabupaten Pidie.  Metode penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah guru bidang studi IPS yaitu sebanyak 36 orang dan siswa sebanyak 102 Orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dianalisis dengan  menggunakan uji t-test untuk kedua variabel dan test median extension untuk ketiga variabel. Hasil analisis uji t-test menunjukkan bahwa variabel kinerja (X1) secara serempak memiliki korelasi (hubungan) yang signifikan dengan prestasi belajar siswa pada SMA Negeri Kota Sigli Kabupaten Pidie, dan variabel motivasi kerja guru (X2) secara serempak memiliki korelasi (hubungan) secara signifikan dengan prestasi belajar siswa pada SMA Negeri Kota Sigli Kabupaten Pidie serta variabel kinerja (X1) dan motivasi kerja guru (X2) secara serempak memiliki korelasi (hubungan) yang signifikan dengan prestasi belajar siswa pada SMA Negeri Kota Sigli Kabupaten Pidie karena Chi Kuadrat hitung lebih besar dari Chi Kuadrat tabel (4,813,841).Kata Kunci : Kinerja, Motivasi Kerja Guru dan Prestasi Belajar Siswa
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MEMOTIVASI KERJA GURU PADA MTS SWASTA LAM UJONG KABUPATEN ACEH BESAR Asriani, Murniati A.R, Bahrun
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 2: Mei 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.627 KB)

Abstract

Abstract: Leadership is a process headmaster affect or give examples of leaders to followers in an effort to achieve organizational goals. Leadership headmaster was very influential in increasing job motivation of teachers in the execution of their duties at the school. This study aims to determine the leadership of headmaster in developing the work program headmaster, set the strategy and the factors that affect the work motivation of teachers. This study used a qualitative approach. Techniques used in collecting data through interviews, observation and documentation. Subjects of research include headmaster, deputy heads and teachers. The research found that: (1) Program headmaster in improving teachers' motivation to work, including work program, program settings physical and non physical environment, reward and incentive program for madrasah personnel; (2) Strategy headmaster to increase the motivation of teachers, improving teacher competence, implementation of reward and punishment, participation, delegation of authority, incentives, promotions, creating a harmonious relationship within the madrasah and give good example; and (3) Factors that affect the work motivation of teachers include responsibility and discipline.Keywords:  Leadership, principal, and work motivation Abstrak: Kepemimpinan kepala madrasah merupakan proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Kepemimpinan kepala madrasah sangat berpengaruh dalam memotivasi kerja guru dalam pelaksanaan tugasnya di madrasah.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepemimpinan kepala madrasah dalam mengembangkan program kerja kepala madrasah, mengatur strategi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data melalui wawancara,  observasi dan studi dokumentasi.  Subjek penelitian meliputi kepala madrasah, wakil kepala dan guru. Hasil penelitian ditemukan bahwa: (1) Program kepala madrasah dalam memotivasi kerja guru meliputi program kerja, program pengaturan lingkungan fisik dan non fisik, program pemberian reward dan insentif kepada personil madrasah; (2) Strategi  kepala madrasah dalam memotivasi kerja guru dilakukan dengan peningkatan kompetensi guru, penerapan reward dan punishment, partisipasi, pendelegasian wewenang, insentif, promosi, menciptakan hubungan harmonis dalam lingkungan madrasah dan memberi contoh teladan; dan (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi kerja guru  meliputi tanggung jawab dan kedisiplinan.Kata Kunci:  Kepemimpinan, Kepala Madrasah, dan Motivasi Kerja
PENGARUH PROFESIONALISME DAN MOTIVASI KERJA KEPALA SEKOLAH TERHADAP KINERJA GURU PADA SMP NEGERI SE-KECAMATAN KUTA BARO. M. Sannusy, Yusrizal, Niswanto.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 3: Agustus 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.955 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to determine the effect of professionalism and work motivation of the principal on teachers’ performance at SMPs in Kuta Baro subdistrict. This study used a quantitative approach with descriptive methods. The techniques of data collection were done through observation, questionnaire. The study population was all the teachers in SMP Kuta Baro, the sample is determined by krejcie table, with a total sample of 44 people. The results showed that there was a positive and significant influence of the professionalism of principals (X1) on teachers’ performance (Y). that means there was significant influence between the professionalism (X1) and work motivation (X2) of the principal simultaneously to teachers’ work (Y). The level of the effect can be seen from the correlation coefficient professionalism and motivation of the school head on the performance of the school head is 0,003 . So there is a substantial relationship . Significant value ( 2 - tailed) is equal to 0,987.Keywords :Professionalism, Work Motivation, Teachers Performance.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh profesionalisme dan motivasi kerja kepala sekolah terhadap kinerja guru pada SMP Negeri se-kecamatan Kuta Baro. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, kuesioner. Populasi penelitian adalah semua guru yang ada di SMP Negeri Kuta Baro, sampel penelitian ditentukan berdasarkan tabel krejcie, dengan jumlah sampel sebanyak 44 orang dan siswa 44 orang. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara profesionalisme kepala sekolah  (X1) terhadap kinerja guru (Y). Terdapat pengaruh yang singnifikan antara profesionalisme kepala sekolah (X1) dan motivasi kerja kepala sekolah (X2) secara simultan terhadap kinerja guru (Y). Besar koefisien korelasi Profesionalisme dan motivasi kerja kepala sekolah terhadap kinerja kepala sekolah adalah sebesar 0,003. Jadi ada hubungan subtansial. Nilai signifikan (2-tailed) adalah sebesar 0,987. Kata Kunci : Profesionalisme, Motivasi Kerja, Kinerja Guru.
PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN OLEH KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PROFESIONAL GURU BIMBINGAN KONSELING DI SMP NEGERI 8 BANDA ACEH Yenniyar, Nasir Usman, Niswanto
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 1: Februari 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.761 KB)

Abstract

Abstrak: Supervisi pendidikan merupakan upaya pembinaan kepala sekolah kepada guru, dan guru bimbingan konseling di sekolah dalam rangka meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui 1) Proses penyusunan program supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru bimbingan konseling, 2) Pelaksanaan program supervisi pendidikan oleh kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru bimbingan konseling, dan 3) Tindak lanjut kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi pendidikan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru bimbingan konseling. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan guru bimbingan konseling. Hasil penelitiannya menunjukan bahwa: 1) Program supervisi kepala SMP Negeri 8 Banda Aceh disusun di awal semester setiap tahun ajaran dengan mengikutsertakan wakil kepala sekolah, guru bimbingan konseling, serta guru bidang studi. Program supervisi mencakup kegiatan pembinaan dan bimbingan profesional guru serta pelatihan bagi guru yang disesuaikan dengan bidangnya. 2) Pelaksanaan supervisi kepala SMP Negeri 8 Banda Aceh mengikuti program yang telah disusun, teknik yang digunakan adalah melalui rapat guru, observasi kelas dan percakapan pribadi. Khusus untuk teknik observasi kelas sudah menggunakan panduan observasi, namun kuantitas pada pelaksanaannya belum maksimal. 3) Tindak lanjut pelaksanaan supervisi kepala SMP Negeri 8 Banda Aceh  diobservasikan melalui pembicaraan individual, pemberian saran, pembinaan, serta membimbing guru bimbingan konseling dengan fokus untuk pelaksanaan kegiatan yang lebih baik, namun kepala sekolah tidak sepenuhnya memahami program bimbingan konseling. Kata Kunci: Supervisi Pendidikan, Kepala Sekolah dan Bimbingan KonselingAbstract: Education supervision constitutes efforts made by school principals on teachers, counsellors, and other educational staff at school in order to improve the quality of teaching and learning. The purpose of this study was to find out 1) the process of supervision planning development of the school principal to improve the professionalism of school counsellors, 2) the implementation of education supervision program by the school principal to improve the professionalism of school counsellors, 3) the follow up by the school principal in the implementation of education supervision to improve the professionalism of school counsellors. This is a descriptive study using qualitative approach. Data were collected through observation, interviews and documentation. The subjects of the research were the school principal, the vice principals, and the school counsellors. The results of the research show that 1) supervision program for teachers was developed at the beginning of the semester involving vice principals, school counsellors, and other subject teachers. 2) The implementation of the supervision followed the plan that had been developed. The supervision techniques include teachers’ meeting, classroom observation, and one-on-one conversation. There was observation guide during classroom observation, however, it was not fully used because sometimes during the supervision school counsellors were not in classrooms for health reason, or on other school related agenda. 3) The follow up of supervision was done by giving feedback to the observed school counsellors through one-on-one conversation with the focus of a better activity implementation.Keywords: Education Supervision, School Principal, and School Counseling
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PADA SEKOLAH DASAR NEGERI 17 BANDA ACEH. Murniati AR, Bahrun, Cut Aja Irawati.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 2: Mei 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.019 KB)

Abstract

Abstract: A principal as a leader in educational institution has a strategic role in improving the professional competence of teachers. The purpose of this study was to find out the formulation of programs, implementation of strategies, and obstacles faced by the principal in improving professional competence of teachers. This study used descriptive method with qualitative approach. The techniques of data collection were observation, interview, and documentation. The subjects of this study were principal, teachers, supervisor, and Head of Division of Primary Education of Banda Aceh City. The results of this study showed that: (1) the programs from the principal in improving professional competence of teachers were started by holding deliberation among principal, vice principal, senior teachers, and school committee. The designed programs, long-term and short-term programs were referred to implementation instructions and technical instructions from Department of Education, Youth, and Sport of Banda Aceh City. All guidelines and programs were documented as foundation for the principal in implementing activities which aimed to the improvement of professional competence of teachers. (2) The principal applied appropriate strategies and suitable for teachers’ condition in the effort to improve professional competence. The strategies or approaches used to improve the professional competence of teachers were persusasive approaches. The democratic leadership style was combined with authoritarian leadership style when there were problems as stated in standard rules. (3) The obstacles faced by the principal in improving professional competence of teachers were the lack of funds for teacher training outside office hours, small number of teachers did not active, the training outcome did not affect their colleagues, and there were small number of teachers qualifications. Keywords: Leadership, Principal, and Professionalism of Teacher.Abstrak: Kepala sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan kompetensi profesional guru. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: perumusan program, strategi pelaksanaan, dan hambatan yang ditemui kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data: observasi,  wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian   kepala  sekolah dan  guru, pengawas, serta Kabid Dikdas Kota Banda Aceh.   Hasil  penelitian   menunjukkan   bahwa:   1) Program kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru mekanisme perumusannya diawali dengan pelaksanaan musyawarah antara kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru senior dan komite sekolah. Program-program yang disusun, program jangka panjang, menengah dan jangka pendek semuanya berpedoman pada petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Banda Aceh. Semua pedoman dan program ini sudah terdokumentasi sebagai dasar bagi kepala sekolah dalam melaksanakan kegiatan yang bersasaran langsung untuk peningkatan kompetensi profesional guru; 2)  Kepala sekolah menerapkan strategi yang cocok dan sesuai dengan kondisi guru dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional. Strategi  yang digunakan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru adalah dengan mengutamakan pendekatan persuasif. Gaya kepemimpinan yang digunakan sangat demokratis tetapi kalau masalahnya sudah ada aturan baku kepala sekolah sering bersikap sebagai pemimpin yang otoriter; dan 3) Hambatan yang ditemui kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru antara lain terbatasnya program untuk pelatihan guru di luar jam dinas, masih ada sebagian kecil guru tidak aktif dan hasil penataran belum mampu mengimbas kepada  temannya. Sebagian  kecil  guru  masih  ada yang belum berpendidikan sarjana.Kata kunci:  Kepemimpinan, Kepala Sekolah, dan Kompetensi Profesional Guru.
KINERJA GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA SMA NEGERI 5 LHOKSEUMAWE Haslina, Yusrizal, Nasir Usman
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 4: November 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.975 KB)

Abstract

ABSTRACT: Teacher performance is a necessity in improving the quality of learning service involving the implementation of a curriculum to all subject components. A curriculum is a collection of contents, objectives, and methods used by teachers to achieve education objectives at schools. The purpose of this study was to know the understanding, implementation, and obstacle faced by teachers at State Junior Hight School (SMA Negeri) 05 of Lhokseumawe in implementing of curriculum 2013. To achieve the objectives, descriptive qualitative approach was used in this research. The techniques of data collection used in this study were interview, observation, and documentation study. The procedure of data analysis done were data reduction, data display, and verification. The subjects in this study were principal, vice principal for curriculum and teaching affairs, and teachers. The result of this study showed that:  (1) The ability of teachers in planning, implementing and evaluating the learning process and results in Curriculum 2013 has been good but not optimal particular the management of time in learning less effective and the use of ratings K-13 yet authentic, (2) motivation of teachers in the implementation of the K-13 is high when in view of the implementation of the tasks, moral responsibility in teaching, and the need to cooperate with others, (3) commitment and responsibility of teachers in the implementation of the K-13 also looks good to show their personality, dedication, and high loyalty to the task of teaching, (4) supporting factors and obstacles in the implementation of Curriculum 2013, among others; (A) coordination undertaken by the principal to the realization of the implementation of the K-13 is right on target, (b) good communication between the various parts in the implementation of Curriculum 2013 has been carried out, (c), but supervision of the school principal and teacher assistant for teachers SMAN 5 Lhokseumawe not optimal in learning and assessment process.Keywords: Teacher Performance, Curriculum 2013ABSTRAK: Kinerja guru menjadi suatu keharusan dalam peningkatkan kualitas layanan pembelajaran yang mencakup pelaksanaan kurikulum untuk semua komponen mata pembelajaran. Kurikulum merupakan kumpulan; isi, tujuan, dan cara yang digunakan oleh guru untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru dan hambatan yang dihadapi guru SMA Negeri 5 Lhokseumawe dalam implementasi Kurikulum 2013. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Prosedur analisis data adalah reduksi data, display data, dan verifikasi data. Sedangkan subjek penelitian adalah pengawas sekolah, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru pendamping K-13 dan guru mata pelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kemampuan guru dalam  perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian proses dan hasil pembelajaran dalam Kurikulum 2013 sudah baik namun belum optimal dalam perencanaan, proses pembelajaran dan penilaian khususnya pengelolaan waktu dalam pembelajaran kurang efektif dan penggunaan penilaian K-13 belum autentik.  (2) Motivasi guru dalam implementasi K-13 sudah tinggi bila dilihat dari pelaksanaan tugas, tanggung jawab moral dalam mengajar, dan kebutuhan bekerjasama dengan orang lain. (3) Komitmen dan tanggung jawab guru dalam implementasi K-13 juga terlihat baik dengan menunjukkan kepribadian, dedikasi, dan loyalitas yang tinggi terhadap tugas mengajar. (4) faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi Kurikulum 2013 antara lain: (a) koodinasi yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk terwujudnya penerapan K-13 sudah tepat sasaran (b) komunikasi yang baik antar berbagai bagian dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 sudah dilakukan (c) namun supervisi kepala sekolah  dan guru pendamping terhadap guru SMAN 5 Lhokseumawe belum optimal dalam proses pembelajaran dan penilaian.Kata kunci:Kinerja Guru dan implementasi Kurikulum 2013 
PEMBELAJARAN PADA MIN MESJID RAYA BAITURRAHMAN BANDA ACEH Rika Dewi, Cut Zahri Harun, Sakdiah Ibrahim.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 4: November 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.457 KB)

Abstract

Abstraction: The teacher performance is the result of works done by a teacher, both in quality and quantity in implementing tasks in accordance with his or her responsibilities and authorities based on work standards that have been set. The objective of this research was to determine the ability and accuracy, quality, initiative, and obstacles faced by the teachers in improving the learning process at Islamic Elementary School (MIN) of Mesjid Raya Baiturrahman of Banda Aceh. This research qualitative approach. The techniques of data collection used in this research were interview, observation, and documentation. The research subjects were the principal, teachers, and students. The results of the research showed that: 1) the ability of teachers in preparing Lesson Plan already available, as shown when the teachers did not feel confused and have difficulties any longer because all teaching materials had been prepared in accordance with the competence formulated clearly and concretely. However, the learning process had not been entirely successful because some teachers had not used correctly the lesson Plan; 2) the quality and initiative of the teachers in the learning process shown was still not good such as the Lesson Plans made by the teachers had not been meet the quality standards, furthermore the teachers lack the skills to ask open-ended questions, but closed-ended question that had been given frequently to the students, this was because the lack of mastery of broader teaching materials. This condition made some students difficult to develop their critical thinking, imagination and deep analysis in learning, thus it was viewed from the improvement of students’ learning achievement has not improved significantly because all teachers were just preparing all the demands of the learning process; and 3) the obstacles found by the principal in improving the teachers’ performance were: lack of the availability of funds to train the teachers at out of hours of work, still have few teachers who were less active and the result of the training which did not influence the colleagues, thus this condition affected the improvement of the teachers’ performance in carrying out the learning.Keywords: The Performance of Teacher, Learning Process, and MIN Mesjid RayaAbstak: Kinerja guru dalam proses pembelajaran adalah hasil kerja seorang guru, baik secara kualitas maupun kuantitas dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab dan wewenangnya berdasarkan standar kinerja yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: kemampuan dan ketepatan, kualitas, inisiatif,  dan kendala guru dalam meningkatkan proses pembelajaran pada MIN Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Guru, dan Siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan guru-guru dalam membuat RPP di sekolah sudah ada, sebagaimana terlihat saat melakukan proses pembelajaran guru merasa tidak bingung dan kesulitan lagi, karena semua bahan ajar sudah disiapkan, sesuai dengan kompetensi yang dirumuskan secara jelas dan konkrit. Namun demikian, proses pembelajaran belum sepenuhnya sukses, karena masih ada sebahagian guru yang belum tepat menggunakan RPP pada saat proses pembelajaran berlangsung; (2) Kualitas dan inisiatif guru dalam proses pembelajaran terlihat masih masih belum baik, seperti Rencana Pelaksanaa Pembelajaran (RPP) yang dibuat oleh guru belum semuanya berkualitas, kemudian guru kurang memiliki keterampilan bertanya dengan pertanyaan terbuka terhadap siswa, dimana pertanyaan yang sering diberikan guru adalah pertanyaan tertutup, karena kurangnya menguasai bahan ajar yang lebih luas. Kondisi ini membuat sebahagian siswa kurang dapat mengembangkan daya pikir, imajinasi dan analisis yang tinggi dalam belajar, sehingga dilihat dari peningkatan prestasi belajar siswa belum mengalami peningkatan yang signifikan, karena guru hanya mempersiapkan semua tuntutan proses pembelajaran; dan (3) Kendala yang ditemui kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru antara lain: kurang tersedianya dana untuk pelatihan guru di luar jam dinas, masih ada sebagian kecil guru kurang aktif dan hasil penataran belum mampu mengimbas kepada temannya, guru juga masih kurang dalam penguasaan landasan kependidikan, sehingga hal ini berdampak terhadap peningkatan kinerja dalam melaksanakan pembelajaran.Kata Kunci: Kinerja Guru, Proses Pembelajaran, dan MIN Mesjid Raya
MANAJEMEN PENGAWAS PADA KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN SIMEULUE Sudirman, Murniati AR, Bahrun
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 3: Agustus 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.033 KB)

Abstract

Abstract: School supervisor is a person who monitors the quality of education provided by schools. This study aims to examine: (1) supervisor’s planning mechanisms, (2) supervisor’s assignment, placement, and career development procedures, (3) supervisor’s monitoring and performance assessment mechanisms, (4) supporting and challenging factors of teachers at the Ministry of Religious Affairs of Simeulue Regency. This study employs descriptive method and qualitative approach. Research data is collected using interviews, observation techniques, and documentation study. Research subjects consist of Head of Ministry of Religious Affairs, Head of Sub Division of Administration, Vice Head for Academic Affairs, Head of Islamic Religious Education, and Supervisor Coordinator of Education Department, Supervisors, and Supervisors candidates. Data is analyzed using reduction, displaying, concluding, and data verification techniques. The results show that (1) mechanisms used in supervision planning or recruitment process for supervisors has not met the selection criteria set out for organizational need, in fact, the recruitment process tends to be  subjective, thus discriminative. (2) Supervisors supervisor’s assignment, placement and career development procedures are bureaucratic, subjective, and disorganized. (3) Mechanisms used in monitoring and performance assessment of supervisors are not in line with Standard Operational Procedure, and (4) Supporting factors only limited to positional allowance and certification allowance. Meanwhile, a number of hurdles face by supervisors including lack of attention from the Ministry of Religious Affairs towards the position, welfare, and complaints. In short, it can be concluded that supervisor management at the Ministry of Religious Affairs Office has not been implemented in accordance with existing regulations.Keywords: management, personel, islamic school supervisor Abstrak: Pengawas merupakan personil yang dapat mempengaruhi mutu pendidikan secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang: (1) mekanisme perencanaan pengawas, (2) prosedur pengangkatan, penempatan, dan pengembangan karir pengawas, (3) mekanisme pengawasan dan penilaian kinerja pengawas, dan (4) faktor-faktor pendukung dan penghambat pengawasan guru pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simeulue. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui: observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah: Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simeulue, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Kependidikan Islam, Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan, pengawas, dan calon pengawas. Data dianalisis dengan cara mereduksi, mendisplay, menarik kesimpulan, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan: (1) mekanisme perencanaan pengawas belum melalui analisis kebutuhan jabatan sesuai formasi dan kriteria kebutuhan organisasi, rekrutmen dan seleksi bersifat tertutup, transaksional, dan diskriminatif, (2) prosedur pengangkatan, penempatan, dan pengembangan karir pengawas terkesan sangat birokratis, kurang bertanggungjawab, belum memenuhi azas kebutuhan organisasi, dan tidak terkoordinasi dengan baik, (3) mekanisme pengawasan dan penilaian kinerja pengawas belum dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), dan (4) faktor pendukung hanya tunjangan jabatan dan tunjangan sertifikasi. Sedangkan, penghambat pengawasan guru adalah kurang pedulinya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simeulue terhadap latar belakang jabatan, kesejahteraan, dan keluhan para pengawas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah manajemen pengawas pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Simeulue belum berjalan sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku saat ini.Kata Kunci: Manajemen, personil, dan pengawas madrasah 
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI MTsN RUKOH BANDA ACEH Ahmad Jakaria, Cut Zahri Harun, Khairuddin.
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 4, No 4: November 2016
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.535 KB)

Abstract

Abstract: Leadership Principal is a manager who mengorganizir using prinsif " Team Work " , which was entrusted to lead the institution , all the resources of the school to influence , motivate workers, encourage , organize , mobilize and drive to achieve school goals . Leadership is one aspect of determining a discipline . The ability of teachers to improve discipline in performing their duties mainly influenced by the style of school leadership . This study aims to find a clear picture of : ( 1 ) The work program MTsN Rukoh principals in improving teacher performance motivation ,(2) Implementation of the program MTsN Rukoh principals in motivating teachers to implement effective learning , (3) How MTsN Rukoh principals to evaluate teachers' work program . This study uses descriptive and qualitative approach . Data collected through the guidelines for observation , interview , and documentation . Subjects in this study were principals and teachers MTsN Rukoh Banda Aceh.Teknik data analysis in this study by using data reduction ,data display and draw conclusions . The results of this study indicate that : ( 1 ) leadership principals MTsN Rukoh Banda Aceh in improving teachers' commitment through regular activities in accordance with the empowerment of the field ( 2 ) principals MTsN Rukoh Banda Aceh using a democratic style , and the efforts made by the school head can be seen with their teachers prepare a work plan , implement KKG , supervision / classroom visits , helping to propose promotions , rewards , and pay attention to the needs of teachers . ( 3 ) the principal MTsN Rukoh Banda Aceh have a bottleneck in improving the discipline of school teachers . This is commonly seen with the work ethic of teachers who are still weak , different educational backgrounds , so the lack of control of orderly administration , teachers and the administration both class administrationKeywords: Leadership and Teacher Performance . Abstrak: Kepemimpinan Kepala Sekolah merupakan Manajer yang mengorganizir  dengan menggunakan prinsif “Team Work”, yang diberi kepercayaan lembaga untuk memimpin, seluruh sumberdaya sekolah dengan mempengaruhi, memotivasi kerja, mengajak, mengatur, menggerakkan dan mengarahkan demi tercapainya tujuan sekolah. Kepemimpinan merupakan salah satu aspek penentu peningkatan kedisiplinan. Kemampuan guru dalam meningkatkan kedisiplinan terutama dalam melaksanakan tugasnya dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan kepala sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan gambaran yang jelas tentang: (1)  Program kerja kepala sekolah MTsN Rukoh dalam meningkatkan motivasi kinerja guru, (2) Pelaksanaan program kepala sekolah MTsN Rukoh dalam memotivasi guru untuk melaksanakan pembelajaran yang efektif, (3) Cara kepala sekolah MTsN Rukoh untuk mengevaluasi program kerja guru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan  pendekatan kualitatif. Data yang dikumpulkan melalui  pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru MTsN Rukoh Banda Aceh.Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan reduksi data, display data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) kepemipinan kepala sekolah MTsN Rukoh Banda Aceh dalam meningkatkan komitmen guru melalui pemberdayaan kegiatan rutin sesuai dengan bidangnya (2) kepala sekolah MTsN Rukoh Banda Aceh menggunakan gaya yang demokratis, dan upaya yang dilakukan kepala sekolah bisa dilihat dengan adanya menyusun rencana kerja guru, melaksanakan KKG, supervisi/kunjungan kelas, membantu dalam pengusulan kenaikan pangkat, memberi penghargaan, dan memperhatikan  kebutuhan guru. (3) kepala sekolah MTsN Rukoh Banda Aceh  memiliki hambatan dalam meningkatkan kedisiplinan guru disekolah. Hal ini biasa dilihat dengan adanya etos kerja guru yang masih lemah , latar belakang pendidikan berbeda, sehingga kurang menguasai tertib administrasi, baik administrasi guru maupun administrasi kelas.Kata Kunci : Kepemimpinan dan Kinerja Guru.
PENGARUH ORGANISASI SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA SMK NEGERI KABUPATEN BIREUEN Zulfahmi, Yusrizal, Niswanto
Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 5, No 2: Mei 2017
Publisher : Jurnal Administrasi Pendidikan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.648 KB)

Abstract

Abstract: School organizational atmosphere and teacher performance are factorstoimprove students academic achievement. The purpose of this study was to determine the effect of school organizational atmosphere and teacher performance on studentsacademicachievement in State Vocational High Schools (SMKN) of Bireuen District. Descriptive method with quantitative approach was used. The population of this study were teachers and students of class XI at SMKNs in Bireuen District which were 250 teachers and 136 students.The data were collectedby using questionnaires and documentation studywere analyzed by using SPSS version 23. The results showed that there was a significant relationship between school organizational atmosphere (X1) and student academicachievement (Y) calculated by using the correlation coefficient and the value was 0.343. This showed that the influence was still in the weak category, with a significant level tcount ttable or 2.93 1.66 then Ho was rejected. In the variable of teacher performance (X2) on student academicachievement (Y), Pearson correlation value was 0.277, which was below 0.40. This indicated that teacher performance variable remained low on student academicachievement and the significance was tcount ttable or 2.064 1.977meaning that there was no significant correlation. However, the magnitude of simultaneouseffect between school organizational atmosphere (X1) and teacher performance (X2) on student academicachievement (Y) was equal to 0.4252 classified as a very weak relationship.Keywords: Teaching atmosphere, teacher performance,student academicach evement Abstrak: Iklim organisasi sekolah dan kinerja guru merupakan salah satu faktor untuk terwujudnya prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh iklim organisasi sekolah dan kinerja guru terhadap prestasi siswa pada SMK Negeri Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah guru dan siswa kelas XI di SMK Negeri  di Kabupaten Bireuen sebanyak 250 orang guru dan 136 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket serta studi dokumentasi dan analisis data menggunakan SPSS Versi 23. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan antara iklim organisasi sekolah (X1) terhadap prestasi belajar siswa (Y) yang dihitung dengan koefisien korelasi adalah 0,343 hal ini menunjukkan pengaruh yang masih dalam kategori lemah, dengan tingkat signifikan thitung ttabel atau 2,93 1,66 maka Ho ditolak. Pada variabel kinerja guru (X2) dengan prestasi belajar siswa (Y) dengan skor person corelation sebesar 0,277 berada di bawah 0,40 menunjukkan variabel kinerja guru masih rendah terhadap prestasi belajar siswa, dan signifikansi thitung ttabel atau 2,064 1,977 yang artinya terdapat ada yang signifikan. Sedangkan besarnya pengaruh secara bersama-sama (simultan) antara variabel iklim organisasi sekolah (X1) dan kinerja guru (X2) terhadap prestasi belajar siswa (Y) adalah sebesar 0,4252 hubungan tergolong masih sangat lemah.Kata kunci: Iklim, Kinerja Guru dan Prestasi Belajar Siswa