cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah
ISSN : -     EISSN : 23553324     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan penerapan ilmu dan analisis resiko bencana berdasarkan kondisi geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial budaya, politik, ekonomi dan teknologi. Jurnal Ilmu Kebencanaan dikelola oleh PPs-Unsyiah dan terbuka untuk umum.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1: Februari 2015" : 7 Documents clear
MODEL DISTRIBUSI BANTUAN LOGISTIK KEMANUSIAAN PADA SAAT BENCANA BANJIR DENGAN MEMPERHITUNGKAN DATA IKLIM (Studi Kasus Bencana Banjir Bandang Kec. Tangse, Kab. Pidie, Prop. Aceh) Nancy L. Damanik, M. Dirhamsyah, Eldina Fatimah.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.96 KB)

Abstract

Abstract: This study discusses the creation of the logistics of humanitarian aid distribution model at the time of the flood disaster. This distribution model adapted to the commodities needed relief supplies to meet the needs that are not met, this study also discusses the importance of taking into account the influence of climatic data of rainfall especially in the determination of the distribution channel humanitarian aid logistics. Using the calculation method using linear programming and path analysis, with secondary data such as rainfall, logistics and relief commodities roadmap Prop network. Aceh. Results of this study show that (1) the path Meulaboh-Geumpang-Tangse the safest route bypassed by land transport modes based on the weather data of February 25, 2012 and six days later. (2) The amount of demand and supply of commodities logistics of humanitarian aid for flood evacuees in Tangse also predictable for each period although still found their demand is not met.Keywords: distribution systems, humanitarian logistics, transportation, rainfallAbstrak: Penelitian ini membahas pembuatan model distribusi bantuan logistik kemanusiaan pada saat bencana banjir. Model distribusi ini disesuaikan dengan komoditas barang bantuan yang dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan yang tidak terpenuhi, penelitian ini juga membahas tentang pengaruh pentingnya memperhitungkan data iklim khususnya curah hujan dalam penentuan jalur distribusi bantuan logistik kemanusiaan. Dengan menggunakan metode perhitungan menggunakan program linear dan analisis jalur, dengan data sekunder berupa curah hujan, komoditi bantuan logistik dan peta jalan jaringan Prop. Aceh. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) jalur meulaboh-Geumpang-Tangse merupakan jalur yang paling aman dilewati dengan moda transportasi darat berdasarkan data cuaca pada 25 pebruari 2012 dan enam hari setelahnya. (2) Jumlah Permintaan dan pasokan komoditas barang bantuan logistik kemanusiaan untuk pengungsi banjir di Tangse juga dapat diramalkan untuk tiap periodenya meskipun masih ditemukan adanya permintaan yang tidak terpenuhi.Kata kunci: sistem distribusi, logistik kemanusiaan, transportasi, curah hujan.
OPTIMALISASI MATERI DAN KOMPETENSI MATA KULIAH KEPERAWATAN BENCANA PADA AKADEMI KEPERAWATAN (Studi Kasus di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar) Fauzan, Mudatsir, T. Budi Aulia.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.494 KB)

Abstract

Abstract: This study aimed to identify and optimize the materials and competencies of disaster nursing courses Nursing Academies in Banda Aceh City and Aceh Besar Regency. The research design of this study was descriptive study with qualitative methods by including 28 informants, consisted of 12 lecturers, 8 active students and 8 alumni. The sampling was taken by using non-probability sampling, with purposive sampling technique. Data were collected from December 24, 2014 to January 21, 2015 by using observation documen and focus group discussion (FGD). The data were analyzed by using the methodological triangulation and source triangulation technique. The results of this study identified the materials and competencies of disaster nursing courses implemented, which were: 1) The materials and competencies about disaster concept included: Basic disaster concept, Disaster management concept, and any efforts from government in avoiding, reducing, and over coming disaster impact along with the readiness and capability of personnel to face disaster. 2) The materials and competencies about disaster nursing concept included: Special (risky) group nursing, Mental health problem, Community nursing for each cycle of disaster, Preparing volunteers, International humanitarian aids and Red Cross for disaster, and first aid practices for disaster. The optimization of materials and competencies of disaster nursing courses could be done by including the concept of indigenous knowledge society, information and communication in disaster preparedness, health promotion and disaster education, and pre-hospital nursing in handling disaster victims. The content and learning sources for disaster nursing courses at Nursing Academies in Banda Aceh City and Aceh Besar Regency were still limited so that it needed to be developed in order to fit in the competency goals.Keywords: Course Material, Competency, Nursing, Disaster. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengoptimalkan materi dan kompetensi mata kuliah keperawatan bencana pada Akper di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar. Desain penelitian deskriptif dengan metode kualitatif melibatkan informan sebanyak 28 orang, terdiri dari dosen pengajar, mahasiswa aktif dan alumni. Pengambilan sampel secara non probability sampling, menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data melalui observasi dokumentasi dan Focus Group Discussion (FGD). Data dianalisis dengan teknik triangulasi metode dan triangulasi sumber. Hasil penelitian telah mengidentifikasi materi dan kompetensi mata kuliah yang telah diterapkan, yaitu; 1) Materi dan kompetensi tentang konsep bencana, meliputi; Konsep dasar bencana, Konsep manajemen bencana, dan Berbagai upaya pemerintah dalam mencegah, mengurangi, dan menangani dampak bencana serta kesiapan dan kemampuan petugas pada bencana. 2) Materi dan kompetensi tentang konsep keperawatan bencana, meliputi; Perbedaan keperawatan kegawatdaruratan dengan keperawatan bencana, Keperawatan kelompok khusus (beresiko), Masalah kesehatan mental, Keperawatan komunitas setiap siklus bencana, Mempersiapkan tenaga relawan, bantuan kemanusiaan internasional dan PMI pada bencana, dan Praktek pertolongan pertama saat bencana. Optimalisasi materi dan kompetensi dengan memasukkan konsep pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat, informasi dan komunikasi dalam keadaan bencana, promosi kesehatan dan pendidikan kebencanaan, serta keperawatan pre hospital penanganan korban bencana. Isi materi dan sumber referensi pembelajaran mata kuliah keperawatan bencana pada Akper di Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar masih sangat terbatas sehingga masih perlu dikembangkan agar sesuai dengan tujuan kompetensi.Kata Kunci : Materi Mata Kuliah, Kompetensi, Keperawatan, Bencana.
KAJIAN SEISMISITAS DAN PERIODE ULANG GEMPA BUMI DI ACEH Rahmad Tauladani, Nazli Ismail, Didik Sugianto.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.455 KB)

Abstract

Abstract: Indonesia is one of the country that is very prone to the tectonic earthquake and tsunami, in particular Aceh areas that face directly with the confluence of two highly active tectonic plates which causes the frequent seismic activity in the area of research. The aim of research is to analyze the level of seismicity and return period of an earthquake that occurred in Aceh by using the relationship between the frequency of earthquakes with magnitudes that can be known seismicity index value and the period of limitation coordinates 940-1000 BT and 00-80 LU, magnitude ≥ 3.0 SR and depth of ≤ 80 km from 1974 to 2014 that sourced from two catalogs of earthquakes, National Earthquake Information Center (NEIC) and International Seismological Center (ISC). The steps of this research are the conversion of data from both catalogs into data dat and analyzed by using software Zmap. The result of analysis between frequency and magnitude of the earthquake shows that the value of a-value and b-value is the smallest on the island of Simeulue, Northwest Aceh and North Aceh, temporarily re-earthquake period is 5SR that ranges between 1-4 months and 6SR that ranges 2-5 years.Keywords : seismicity, b-value, earthquake, return period. Abstrak: Indonesia merupakan salah satu negara yang sangat rawan terjadi gempa bumi tektonik dan tsunami, secara khusus wilayah Aceh yang berhadapan langsung dengan pertemuan dua lempeng tektonik yang sangat aktif menyebabkan seringnya terjadi aktifitas seismik di wilayah penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat seismisitas dan periode ulang gempa bumi yang terjadi di wilayah Aceh dengan menggunakan hubungan antara frekuensi dengan magnitudo gempa bumi sehingga dapat diketahui nilai indeks seismisitas dan periode ulangnya dengan batasan koordinat 940–1000 BT dan 00–80 LU, magnitudo ≥ 3.0 SR dan kedalaman ≤ 80 km dari tahun 1974–2014 yang bersumber dari dua catalog gempabumi National Earthquake Information Center (NEIC) dan International Seismological Center (ISC). Tahapan yang dilakukan pada penelitian ini adalah pengubahan data dari kedua catalog menjadi data dat dan dianalisis menggunakan software Zmap. Hasil dari analisis antara frekuensi dengan magnitude gempa bumi menunjukkan bahwa nilai a-value dan b-value terkecil berada di pulau Simeulue, Barat Laut Aceh dan Utara Aceh, secara temporal periode ulang gempa bumi dengan 5SR berkisar antara 1-4 bulan dan 6SR berkisar antara 2-5 tahun.Kata kunci : seismisitas, b-value, gempa bumi, periode ulang.
PENGARUH PENERAPAN METODE SIMULASI SCHOOL WATCHING TERHADAP SIKAP KESIAPSIAGAAN SISWA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI Husnul Khatimah, Sri Adelila Sari, M. Dirhamsyah.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.08 KB)

Abstract

Abstract: The study, entitled "Effect of Application Simulation School Watching Method to Attitude Preparedness Againts Elementary School Students In Disaster Earthquake" aims to describe the students attitudes toward different objects those dangerous in the face of the earthquake. The approach used in this study was qualitative and quantitative and descriptive type of this research is classified into experimental research. The subjects were students MIN Blang Mancung Ketol District of Central Aceh District 30 students in the experimental class and the control class. The results of students attitudes preparedness obtained through questionnaire distribution of dangerous objects at the time of the earthquake. The results showed that there was a significant effect on the attitude of preparedness of students who obtained 84.33% to 96.66%. So it can be concluded that research on school watching can describe the increase in attitudes of students in the face of disaster preparedness earthquake.Keywords : simulation, school watching, preparedness, earthquake, attitude.Abstrak: Penelitian yang berjudul “Pengaruh Penerapan Metode Simulasi School Watching Terhadap Sikap Kesiapsiagaan Siswa Tingkat Sekolah Dasar Dalam Menghadapi Bencana Gempa Bumi” bertujuan untuk mendiskripsikan pengetahuan dan sikap siswa terhadap benda-beda yang berbahaya dalam menghadapi bencana gempa bumi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif serta jenis penilitian ini adalah deskriftif yang tergolong ke dalam penelitian eksperimen. Subjek penelitian ini adalah siswa MIN Blang Mancung Kecamatan Ketol Kabupaten Aceh Tengah sebanyak 30 siswa dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil pengetahuan dan sikap kesiapsiagaan siswa di peroleh melalui sebaran angket tentang benda-benda yang berbahaya pada saat bencana gempa bumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi pengaruh yang signifikan terhadap sikap kesiapsiagaan siswa yang diperoleh adalah 84,33% menjadi 96,66%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian tentang school watching ini dapat mendiskripsikan peningkatan sikap kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana gempa bumi.Kata kunci : simulasi, school watching, kesiapsiagaan, gempa bumi, sikap.
ANALISIS TINGKAT KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KECAMATAN MEUREBO KABUPATEN ACEH BARAT Saifuddin, Indra, Hermansyah.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.762 KB)

Abstract

Abstract: West Aceh District, particularly the Meureubo subdistrict, is one area that often experienced floods. Various trainings and socializations have been conducted by the Regional Disaster Management Agency (BPBD) as well as the stakeholders in improving community preparedness. The objective of this study was to determine the level of community preparedness in facing disastrous floods in Meureubo subdistrict in West Aceh district. This study used multiple linear regression design of quantitative approach that had been carried out in June 2015. The population of this study was the society of Meureubo subdistrict of West Aceh district; consisting of 3 villages (Gampong), namely Pasie Mesjid village, Ranto Panyang Barat village and Pulo Teungoh village, with a total of 509 householders, while the chosen sample was 85 people who had experienced floods disaster. The results showed that the level of public knowledge in dealing with floods disaster is not good (65.9%) and good (34.1%). The majority of respondents’ attitude is negative, as many as 53 people (62.3%), and the level of preparedness of the majority of respondents is less prepared (39%). The statistical results obtained showed that there is a significant influence between knowledge (p = 0.001) and attitude (p = 0.003). It can be concluded that the level of community preparedness in dealing with flood disaster in Meureubo subdistrict is considered less prepared due to the influences of both attitude and knowledge towards the community preparedness in dealing with floods. Therefore, the measures and strategies to improve the public knowledge and build the positive attitude of the society in dealing with flood disaster are necessary to be conducted sustainably.Keywords : :knowledge, attitude, preparedness, and floods Abstrak: Kabupaten Aceh Barat khususnya Kecamatan Meureubo merupakan salah satu daerah yang sering terjadi banjir. Berbagai pelatihan dan sosialisasi telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun stakeholder dalam peningkatan kesiapsiagan di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini menggunakan desain Regresi Linear Berganda yang menggunakan pendekatan kuantitatif, dilaksanakan pada bulan Juni 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah semua masyarakat Kecamatan Meureubo Kabupaten Aceh Barat yang terdiri dari 3 Gampong yaitu Gampong Pasie Mesjid, Ranto Panyang Barat dan Pulo Teungoh dengan jumlah kepala keluarga 509 KK, dengan besar sampel sebanyak 85 orang yang mengalami banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir adalah kurang baik (65,9%) dan baik (34,1%) , sikap responden mayoritas negatif yaitu sebanyak 53 orang (62,3%),  dan tingkat kesiapsiagaan mayoritas kurang siap (39%),. Hasil statistik diperoleh ada pengaruh yang bermakna antara pengetahuan (p=0,001), dan sikap (p=0,003). Maka dapat disimpulkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Kecamatan Meureubo masih kurang siap karena antara sikap dan pengetahuan ada pengaruh terhadap kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, untuk itu dibutuhkan langkah-langkah dan strategi dalam peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap positif masyarakat secara berkelanjutan.Kata kunci : pengetahuan, sikap, kesiapsiagaan, dan banjir
KAJIAN PEMETAAN KAWASAN RISIKO GEMPA BUMI DI KABUPATEN ACEH TENGAH Mahdi Anzala, Eldina Fatimah, Nazli Ismail.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.522 KB)

Abstract

Abstract: The earthquake that occurred on July 2nd, 2013 is the base of background on this study. The methodology used in this research is qualitative methods and techniques is made by the method of weighing and scoring of the parameters analyzed, whereas data obtained a secondary data collected from various sources such as government and other organizations. In conducting the study area mapping earthquake risk index takes some analysis to produce a map of earthquake risk. Index of threats are analyzed to obtain the map of threat, vulnerability index to get a map of vulnerability, and capacity indices to obtain the map capacity. The three indexes continued analysis by overlaying process analysis using ArcGIS software. Raster calculator process is then performed to produce a map of earthquake risk. From the analysis, the result for the earthquake risk maps for the districts of Aceh Central region shows an area of 178.541 ha (37.69%) identified with moderate risk and covering 257.975 hectares (54.46%) identified with high risk. There is an area of 40.094 hectares (7.83%) were not affected or the area is very low on the total area of Central Aceh district..Keywords : threats, vulnerabilities, capacities, risks, ArcGIS, Central AcehAbstrak: Gempa bumi yang terjadi pada tanggal 2 Juli 2013 menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini. Metodelogi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan teknik yang dilakukan yaitu dengan metode pembobotan dan skoring terhadap parameter-parameter yang dianalisis, sedangkan data yang diperoleh merupakan data sekunder yang dikumpulkan dari berbagai sumber baik pemerintahan maupun organisasi lainnya. Dalam melakukan kajian pemetaaan kawasan risiko gempa bumi dibutuhkan beberapa analisis indeks agar menghasilkan peta risiko gempa bumi. Indeks yang dianalisis yaitu indeks ancaman untuk mendapatkan peta ancaman, indeks kerentanan untuk mendapatkan peta kerentanan, dan indeks kapasitas untuk mendapatkan peta kapasitas. Ketiga indeks tersebut dilakukan analisis lanjutan dengan proses tumpang susun analisis dengan menggunakan software Arcgis. Selanjutnya dilakukan proses raster calculator agar menghasilkan peta risiko bencana gempa bumi. Dari analisis yang dilakukan, diperoleh peta risiko gempa bumi untuk kawasan kabupaten Aceh tengah menunjukkan seluas 178.541 hektar (37,69 %) teridentifikasi dengan risiko sedang dan seluas 257.975 hektar (54,46 %) teridentifikasi dengan risiko tinggi. Terdapat seluas 40.094 hektar (7,83 %) area yang tidak terdampak atau sangat rendah dari total luas keseluruhan kabupaten Aceh Tengah.Kata kunci : ancaman, kerentanan, kapasitas, risiko, Arcgis, Aceh Tengah
PERAN MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN BENCANA KEBAKARAN HUTAN (Studi Kasus Kebakaran Hutan wilayah Unit Pelaksana Teknis Dinas Kehutanan Aceh pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Taman Hutan Raya Pocut Meurah Intan) Muttaqin, Taqwaddin Husin, Safrida.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 1: Februari 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.073 KB)

Abstract

Abstract: TAHURA area (Forest Park) Pocut Meurah Intan, with an area of about ± 6,220 Ha located in seulawah fires caused by the burning of land. This study aims to discuss the role of the community in the prevention and control of forest fires and menbahas society strengthening in overcoming the fires in the area TAHURA Pocut Meurah Intan. This study used qualitative research methods are analyzed. The research concluded that community efforts to prevent and control forest fire in TAHURA Pocut Meurah Intan been done by the people, adopting the habits and local knowledge. Community involvement in forest protection is a part of forest fire mitigation area TAHURA Pocut Meurah Intan. Strengthening communities around TAHURA the catastrophic forest fires do with socialization awareness about the disastrous forest fires and community involvement in the exploitation of non-timber forest products in the area TAHURA to improving the local economy that is expected to change the habits of people around TAHURA to clear land by burning.Keywords: Community Participation, forests fireAbstrak: Kawasan TAHURA (Taman Hutan Raya) Pocut Meurah Intan, dengan luas sekitar       ± 6.220 Ha yang terletak di kawasan Seulawah terjadi kebakaran yang disebabkan karena pembakaran lahan. Penelitian ini bertujuan membahas peran masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan menbahas penguatan masyarakat dalam penaggulangan kebakaran hutan yang terjadi di kawasan TAHURA Pocut Meurah Intan. penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa upaya masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di TAHURA Pocut Meurah Intan telah dilakukan oleh masyarakat dengan menerapkan kebiasaan-kebiasaan dan kearifan lokal. Pelibatan masyarakat dalam pengamanan hutan merupakan salah satu bagian dari upaya mitigasi bencana kebakaran hutan dikawasan TAHURA Pocut Meurah Intan. Penguatan masyarakat disekitar TAHURA terhadap bencana kebakaran hutan dilakukan dengan sosialisasi penyadartahuan tentang bencana kebakaran hutan dan pelibatan masyarakat dalam pemanfaatan hasil hutan non kayu di kawasan TAHURA untuk peningkatan ekonomi masyarakat yang diharapkan dapat merubah kebiasaan masyarakat sekitar TAHURA untuk membuka lahan dengan cara membakar.Kata Kunci : Peran Serta Masyarakat, Pembakaran Hutan

Page 1 of 1 | Total Record : 7