cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah
ISSN : -     EISSN : 23553324     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan penerapan ilmu dan analisis resiko bencana berdasarkan kondisi geologis, biologis, hidrologis, klimatologis, geografis, sosial budaya, politik, ekonomi dan teknologi. Jurnal Ilmu Kebencanaan dikelola oleh PPs-Unsyiah dan terbuka untuk umum.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3: Agustus 2015" : 6 Documents clear
ANALISIS TINGKAT KERENTANAN DAN KAPASITAS MASYARAKAT TERHADAP BENCANA BANJIR BANDANG KECAMATAN CELALA KABUPATEN ACEH TENGAH Wahyuni, Eldina Fatimah, Azmeri.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.761 KB)

Abstract

Abstract:  Celalasubdistrictis one area that is located in the western part of Aceh Tengah experiencing frequent flash flood disasters. In 2013, flash floods have devastated 7 out of 17 villages at the Celalasubdistrict and resulted many losses, including a total of 52 houses were damaged, broken roads and bridges, destruction of places of worship, and the destruction of hundreds of hectares of plantations, agriculture, and fisheries that belongs to citizens. The damage illustrates that this area is still prone to flood disasters. In addition, the lack of public awareness of disaster to reduce disaster risks such as the land clearing, buildings constructed near the river flow, the lack of community in understanding of disaster knowledge, and the habitantsdo not have disaster preparedness yet in facingfloods. This study aims to determine the level of vulnerability and the capacity of communities on the flash flood disasters, and the steps needed to be done to improve the capacity of communities and decrease vulnerability. The data usedn his study was derived from several institutions, the results of the questionnaire distributed to the communities affected by the flash floods in 2013, and interviews on related institutions. The results from this analysis showed that the Celalasubdistrictwas highly vulnerable to the flash flood disaster (high vulnerability), the capacity of communities onflash flood disaster is still being, and the steps needed to be done to improve the capacity of communities and reduce the level of vulnerability is the networking between village government and Aceh Tengah BPBDs , to establish the non-governmental organizations in dealing with disasters, to increase the role of government to create a policy on disaster risk reduction, and to make the disaster curriculum in schools.Keywords: flood, vulnerability, capacity.Abstrak: Kecamatan Celala merupakan salah satu daerah yang berada di bagian barat Aceh Tengah yang sering mengalami bencana banjir bandang. Pada Tahun 2013, banjir bandang telah memporakporandakan 7 dari 17 desa di Kecamatan Celala dan banyak mengakibatkan kerugian, diantaranya sebanyak 52 unit rumah mengalami kerusakan, putusnya jalan dan jembatan, kerusakan tempat ibadah, dan kerusakan ratusan hektar lahan perkebunan, pertanian, dan perikanan milik warga. Kerusakan tersebut menggambarkan bahwa daerah ini masih rentan terhadap bencana banjir bandang. Selain itu, kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengurangan risiko bencana seperti masih terjadinya pembukaan lahan, masih banyak bangunan yang dibangun dekat aliran sungai, kurangnya pemahaman masyarakat tentang pengetahuan bencana, dan masyarakat belum memiliki kesiapan dalam menghadapi bencana banjir bandang menyebabkan rendahnya kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kerentanan dan kapasitas masyarakat terhadap bencana banjir bandang, dan langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan menurunkan kerentanan. Data yang digunakan bersumber dari beberapa instansi, hasil kuesioner yang dibagikan pada masyarakat yang terkena dampak banjir bandang pada Tahun 2013, dan wawancara pada instansi-instansi terkait. Hasil dari analisis ini yaitu Kecamatan Celala sangat rentan terhadap bencana banjir bandang (kerentanan tinggi), kapasitas masyarakat terhadap bencana banjir bandang masih sedang, dan langkah yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dan menurunkan tingkat kerentanan yaitu adanya networking antara pemerintah desa dan BPBD Aceh Tengah, mendirikan organisasi non pemerintah dalam menanggulangi bencana, meningkatkan peran pemerintah untuk membuat kebijakan dalam mengurangi risiko bencana, dan membuat kurikulum bencana di sekolah-sekolah.Kata kunci : banjir bandang, kerentanan, kapasitas.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL E-LEARNING PADA MATERI KEPERAWATAN BENCANA DASAR SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN HARAPAN BANGSA BANDA ACEH Aida Khairunnisa, Sri Adelila Sari, Khairuddin.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.022 KB)

Abstract

Abstract: The study, entitled "Effectiveness of E-Learning Implementation Model In the Matter Of Results Basic Disaster Nursing Study Nursing Science Program (PSIK) STIKES Hope Nation" aims to improve the students’ knowledge and effectiveness of the implementation of e-learning model in basic disaster nursing materials. The approach used in this research is descriptive quantitative research type. The subjects were 30 students STIKES Hope Nation. Results of the effectiveness and student response is obtained based on the distribution of questionnaires. The results showed that the effectiveness of the use of e-learning models obtained by percentage of 78.67% is relatively effective thing to do. While the student's knowledge of the application of e-learning models obtained a percentage of 70.00% to 93.33% were classified in the category very high. It can be concluded that research on effectiveness and student knowledge of the application of e-learning model of effective and very well done on the basis of disaster nursing materials.Keywords : e-learning, Effectiveness, Learning Outcomes.Abstrak: Penelitian yang berjudul “Efektivitas Penerapan Model E-Learning Pada Materi Keperawatan Bencana Dasar Terhadap Hasil Belajar Di Program Studi Ilmu Keperawatan (PSIK) STIKES Harapan Bangsa” bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa dan keefektifan  penerapan model e-learning pada materi keperawatan bencana dasar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian adalah deskriptif. Subjek penelitian ini adalah 30 orang mahasiswa STIKES Harapan Bangsa. Hasil tingkat efektivitas dan tanggapan mahasiswa diperoleh berdasarkan sebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan model e-learning diperoleh persentase 78,67% yang tergolong efektif untuk dilakukan. Sedangkan pengetahuan mahasiswa terhadap penerapan model e-learning diperoleh persentase 70,00% menjadi 93,33% yang tergolong dalam kategori sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian tentang efektivitas dan pengetahuan mahasiswa terhadap penerapan model e-learning efektif dan sangat baik dilakukan pada materi keperawatan bencana dasar.Kata kunci : E-Learning, Efektivitas, Hasil Belajar.
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DESA SIAGA BENCANA DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI DI KECAMATAN MEURAXA KOTA BANDA ACEH Febriana, Didik Sugiyanto, Yusya Abubakar.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.448 KB)

Abstract

Abstract. Indonesia is a country that is prone to disasters due to the geographical position of Indonesia at the confluence of three tectonic plates of the world, has more than 128 active volcanoes, and about 150 rivers that across the populous area. The earthquake and tsunami disaster in Aceh in 2004 clearly illustrates the importance of the capacity of all sectors in the sector of disaster preparedness. Several villages in Meuraxa district are village that have got direction and guidance to face the disaster called disaster preparedness village. Therefore, the purpose of this study was to determine the level of preparedness of the village community of disaster preparedness village to face earthquake in Meuraxa district, Banda Aceh. The sample in this study was fifteen BPBD employees and fourty five people of three villages in Meuraxa district, Banda Aceh, namely Gampong Deah Baro, Gampong Cot Lamkuweuh, and Gampong Surien. Data collected through interviews based on the questionnaire that was consist of four aspects of preparedness, that are knowledge, attitudes, emergency response plans and disaster warning systems. The results of this study were (1) the preparedness of BPBD Banda Aceh employees included in good categories (82%) to face earthquake disaster. However the knowledge of the disaster was the lowest aspects and need further attention. (2) Preparedness village apparatus of Meuraxa district, Banda Aceh in good categories (79%) by the percentage of disaster warning system was very good (85%), and the knowledge and attitudes was lower (74%) but in good category. (3) Preparedness villagers of disaster preparedness village in Meuraxa district of Banda Aceh included in good categories (69%) with preparedness factor that needs more attention was disater knowledge aspect in enough category (63%). Because of this, the training and socialization related to preparedness in facing disaster, especially earthquakes disaster in troubled areas that need to be applied regularly and scale.Keywords: preparedness, knowledge, attitudes, emergency response plan, disaster warning systems, disaster preparedness village Abstrak. Indonesia merupakan salah satu Negara yang rawan terjadi bencana yang dikarenakan posisi geografis Indonesia terletak pada pertemuan tiga lempeng tektonik dunia, memiliki lebih dari 128 gunung berapi aktif, dan sekitar 150 sungai yang melintasi wilayah padat penduduk. Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 secara jelas menggambarkan sangat pentingnya kapasitas semua sektor di bidang kesiapsiagaan bencana. Beberapa desa di Kecamatan Meuraxa merupakan desa yang sudah mendapatkan arahan dan bimbingan untuk menghadapi bencana yang disebut desa siaga bencana. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat desa siaga bencana dalam menghadapi gempa bumi di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini adalah lima belas orang pegawai BPBD dan 45 orang masyarakat dari tiga gampong di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh yaitu Gampong Deah Baro, Gampong Cot Lamkuweuh, dan Gampong Surien. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan berpedoman pada kuisioner yang terdiri dari empat aspek kesiapsiagaan yaitu pengetahuan, sikap, rencana tanggap darurat, dan sistem peringatan bencana. Hasil yang didapat adalah (1) kesiapsiagaan pegawai BPBD Kota Banda Aceh termasuk dalam kategori baik (82%) dalam menghadapi bencana gempa bumi. Namun aspek pengetahuan tentang bencana adalah yang paling rendah dan perlu perhatian lebih lanjut. (2) Kesiapsiagaan aparatur gampong Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh berada pada kategori baik (79%) dengan persentase sistem peringatan bencana sangat baik (85%), dan pengetahuan serta sikap lebih rendah (74%) tetapi berada pada kategori baik. (3) Kesiapsiagaan masyarakat Desa Siaga Bencana yaitu Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh termasuk dalam kategori baik (69%) dengan faktor kesiapsiagaan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut adalah aspek pengetahuan bencana yang berada dalam kategori cukup (63%). Oleh karena hal tersebut, pelatihan dan sosialisasi berkaitan dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana khususnya bencana gempa bumi di daerah yang rawan terjadi bencana perlu diterapkan secara rutin dan berskala.Kata kunci: kesiapsiagaan, pengetahuan, sikap, rencana tanggap darurat, sistem peringatan bencana, desa siaga bencana
ANALISIS POLA KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) MENGGUNAKAN METODE GIS DI KECAMATAN JAYA BARU KOTA BANDA ACEH TAHUN 2014 Dahrul Fakri, Hermansyah, Nizamuddin.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.036 KB)

Abstract

Abstract: Jaya Baru Sub-district is one of the sub-districts in Banda Aceh City with the most cases of dengue hemorrhagic fever (DHF) in 2010. Cases of DHF always fluctuate from year to year so that an accurate and responsive strategy for controlling it is required in order for the cases of DHF to be prevented from reoccurring in the future. This research aims to investigate the case pattern based on sex, occupation, education, age group, distance between residences of DHF patients and the health centre (puskesmas), and the level of vulnerability of the villages in which DHF spread out from 2012-2014. The research design employed a qualitative descriptive approach. The research population was all DHF patients in 2014 totalling 24 respondents from 9 villages. The type of data used was primary data obtained from the questionnaire distributed to the respondents and secondary data from related governmental institutions conducted from 04 to 31 May 2015. The analysis of data by using the Geographic Information System (GIS) method shows that 50% are males and the other 50% females; 33% work and 67% do not work; 33% are senior high school graduates; most of the respondents belong to the age group of 13 to 55 years; the nearest patients’ residence with health centre is 60 metres away and the farthest one is 2737 metres away. Regarding the level of endemicity of the villages from the years of 2012-2014, it was found that 6 villages were DHF endemic and three villages were sporadic. There is a need for the mapping in spatial form showing the spread of DHF in Jaya Baru Sub-district Banda Aceh in order to enable to visually show the spread of DHF which can have an important role in controlling DHF.Keywords: Case pattern, Geographic Information System, DHF. Abstrak: Kecamatan Jaya Baru merupakan salah satu kecamatan di Kota Banda Aceh dengan kasus Demam Berdarah Dengue tertinggi pada tahun 2010. Kasus DBD selalu fluktuatif dari tahun ke tahun sehingga diperlukan strategi penanggulangan yang tepat dan cepat sehingga kasus DBD dapat dicegah dimasa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kasus berdasarkan jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, kelompok usia, jarak tempat tinggal penderita dengan puskesmas dan tingkat kerawanan desa yang terjangkit DBD dari tahun 2012-2014. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Populasi penelitian adalah seluruh penderita DBD tahun 2014 yang berjumlah 24 responden yang tersebar di 9 gampong. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui hasil penyebaran kuesioner pada responden penelitian dan data sekunder dari instansi terkait yang dilakukan dari tanggal 04-31 Mei 2015. Analisis data menggunakan metode Sistem Informasi Geografis (SIG) menunjukkan bahwa 50% berjenis kelamin laki-laki dan 50% wanita, 33% bekerja dan 67% tidak bekerja, 33% berlatar belakang pendidikan SMA, kelompok usia paling banyak pada usia 13-55 tahun, jarak tempat tinggal dengan puskesmas terdekat 60 meter dan terjauh 2737 meter. Tingkat endemisitas gampong dari tahun 2012-2014 di dapatkan enam gampong endemis terhadap DBD dan tiga gampong sporadis. Perlu adanya peta sebaran DBD dalam bentuk spasial di Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh agar dapat menjelaskan secara visual mengenai penyebaran DBD yang menjadi peranan penting dalam penanggulangan DBD.Kata Kunci: Pola Kasus, Sistem Informasi Geografis, DBD.
ANALISIS PENDATAAN DAN PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH KOTA BANDA ACEH TERHADAP PENGGUNAAN ALAT SIAGA BENCANA GEMPA BUMI Putri, Nyak Amir, Alamsyah.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.754 KB)

Abstract

Abstract: The aim of this research is to find out whether some schools in Banda Aceh have the disaster equipments and to ensure that students understanding in using the equipments. The research method used is a survey that be applied in the sample schools and to find out the available of disaster equipment in those schools. The research subjects are the students from each schools, was taken 10%. The instruments used are observation sheets to accumulate the disaster equipments and questionnaires as some questions that used is used to know to what extend the students’ understanding about the ways of using. The test instruments became as interview guildelines and observation forms. The data analysis used in this research is qualitative statistic descriptive techniques with the average formula. The result research showed that most of schools in Banda Aceh have not the appropriate disaster equipments,the lack of students’ understanding toward the equipment, furthermore, most of students have not seen the equipments yet. These are result from the interview process.Keywords : disaster equipment, preparedness, earthquake                                                      Abstract: Penelitian dengan judul “Analisis Pendataan dan Pemahaman Siswa Sekolah Kota Banda Aceh Terhadap Penggunaan Alat Siaga Bencana Gempa Bumi” bertujuan untuk mengetahui apakah peralatan siaga bencana telah dimiliki oleh sekolah-sekolah di Kota Banda Aceh serta untuk mengukur pemahaman siswa terhadap penggunaan alat siaga bencana gempa bumi. Metode penelitian ini berbentuk survey pada sekolah yang menjadi sampel penelitian untuk melihat jenis alat siaga bencana yang ada. Subjek penelitian adalah siswa siswi dari setiap sekolah, diambil 10% dari total jumlah siswa secara keseluruhan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi untuk mendata alat siaga bencana dan angket berupa pertanyaan yang digunakan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap penggunaannya. Instrument tes berupa pedoman wawancara dan format observasi. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan teknik statistik deskriptif kualitatif dengan rumus rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh sekolah di Kota Banda Aceh tidak memiliki peralatan siaga bencana yang lengkap, pemahaman siswa terhadap penggunaan alat siaga bencana juga sangat minim, bahkan banyak diantara siswa yang tidak pernah melihat langsung alat siaga bencana. Hal ini dibuktikan oleh hasil wawancara yang diajukan kepada siswa.Kata Kunci: Alat Siaga Bencana, Kesiapsiagaan, Gempa Bumi.
KAJIAN DISTRIBUSI PENGELOLAAN ANGGARAN PENDAPATAN BELANJA ACEH TERHADAP PROGRAM KEBENCANAAN Rahmat, Nizamuddin, Agussabti.
Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah Vol 2, No 3: Agustus 2015
Publisher : Jurnal Ilmu Kebencanaan : Program Pascasarjana Unsyiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.197 KB)

Abstract

Abstract: Aceh is a province in Indonesia that faces high potential of disaster, both natural disasters and non-nature. The main thing that the government has to prepare is to reduce the impact of the disaster through mitigation. Disaster mitigation is a series of efforts to reduce disaster risk, either through physical actions, awareness and capacity building to disaster mitigation(article 1 paragraph 6 Government Regulation No 21 years 2008 on the implementation of the disaster).One form of the disaster mitigation is disaster programs that set up on the institutions of the Aceh Government (Satuan Kerja Pemerintah Aceh – SKPA) that are funded by Aceh Government Budget (Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh - APBA).The purpose of this research is to identify the programs on Disaster Mitigation through distribution of Aceh Government budget allocation to institutions under the Aceh Government. The methodology that uses on this research is qualitative-quantitative approach and aslo supported by interview with stakeholders on Aceh Government. The data are being described using graphics and pie charts. The result indicates that the highest distribution of the APBA on disaster mitigation to the SKPA in 2014 is to Aceh Disaster Mitigation Agency (Badan Penanggulangan Bencana Aceh-BPBA), which is86.10% of total the BPBA budget, and to Aceh Irrigation Office (Dinas Pengairan Aceh), which is56.15% of total the office budget. The lowest distribution of the APBA on disaster mitigation is allocated to Aceh Community Empowerment Board (Badan Pemberdayaan Masyarakat Aceh –BPM Aceh), which is 1.87% of its budget. For the disaster programs them self, the programs have setup on 13 SKPAs under their job descriptions and authority (tupoksi).Keywords : Distribution, disaster program, APBA, mitigation Abstrak: Aceh memiliki ancaman risiko bencana yang sangat kompleks, baik bencana Alam maupun non alam. Hal utama yang harus dilakukan dalam meminimalisir dampak kerugian bencana yaitu dengan mitigasi bencana. Mitigasi bencana merupakan serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana). Salah bentuk dari mitigasi bencana yaitu dengan adanya program kebencanaan pada instansi-instansi terkait yang mampu menanggulangi masalah kebencanaan. Untuk melihat distribusi program kebencanaan pada instansi dilihat dari Anggaran Pendapatan belanja Aceh (APBA).  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk  mengidentifikasi dan mengkaji  program  pemerintah Aceh dalam upaya penanggulangan bencana dan Mengkaji distribusi APBA dalam upaya penanggulangan bencana di pemerintah Aceh. adapun metodologi yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif-diskriptif dengan data-data yang di dapatkan kemudian di diskripsikan melalui grafik dan pie chart dan diperkuat dengan wawancara pihak pemerintah.  Adapun hasil analisis yang telah dilakukan, didapatkan nilai persentase distribusi APBA terhadap program kebencanaan tertinggi yaitu pada tahun 2014 Badan Penanggulangan Bencana Aceh sebanyak 86.10 % dan dinas pengairan sebanyak 56.15 %. Serta tingkat persentase terendah yaitu pada Badan Pemberdayaan Masyarakat sebanyak 1.87 %  Secara umum Program kebencanaan sudah terdistribusi pada 13 instansi namun sesuai dengan tupoksi instansi.Kata kunci : Distribusi, program kebencanaan, APBA, mitigasi

Page 1 of 1 | Total Record : 6