cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 289 Documents
EVALUASI FUNGSIONAL DAN STRUKTURAL PERKERASAN LENTUR PADA JALAN NASIONAL BANDUNG-PURWAKARTA DENGAN METODE AUSTROADS 2011 Seno Saputro; Eri Susanto Hariyadi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 1 No. 2 (2015)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v1i2.1472.%p

Abstract

Abstract To maintain the level of service of a road needs a proper evaluation method, both structural and functional evaluations. Austroads method 2011 is a method that has been accommodating resistance to fatigue cracking, which is a reference for use in Indonesia. In this study the Austroads method 2011is examined whether if it can be implemented in Indonesia. Structural evaluations conducted based on data obtained from the Falling Weight deflectometer while functional evaluation conducted based on data obtained from the roughness NAASRA tool. The results indicate that the DSAR7 value obtained by the Austroads 2011 method is quite identical to the value generated by the CESAL Bina Marga method. The implementation of Austroads 2011 method for road conditions in Indonesia needs to consider several things, namely pavement structure modeling, types of vehicles, as well as the "presumptive" values in the Austroads 2011 method for determining the amount of design traffic, material properties, deflection measurement process, and the value of IRI. Keywords: road service, pavement, structural evaluation, functional evaluation, deflection  Abstrak Untuk mempertahankan tingkat pelayanan suatu jalan dibutuhkan suatu metode evaluasi yang tepat, baik evaluasi struktural maupun evaluasi fungsional. Metode Austroads 2011 adalah salah satu metode yang telah mengakomodasi ketahanan terhadap retak lelah, yang menjadi acuan untuk digunakan di Indonesia. Pada studi ini dikaji apakah Metode Austroads 2011 dapat diterapkan di Indonesia. Evaluasi struktural dilakukan berdasarkan data lendutan yang didapat dari alat Falling Weight Deflectometer sedangkan evaluasi fungsional dilakukan berdasarkan data roughness yang diperoleh dari alat NAASRA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai DSAR7 yang diperoleh dengan Metode Austroads 2011 cukup identik dengan nilai CESAL yang dihasilkan oleh Metode Bina Marga. Penerapan Metode Austroads 2011 untuk kondisi jalan di Indonesia perlu mempertimbangkan beberapa hal, yaitu pemodelan struktur perkerasan, pembagian jenis kendaraan, serta nilai-nilai “presumtif” dalam Metode Austroads 2011 untuk menentukan jumlah lalulintas desain, sifat material, proses pengukuran lendutan, dan nilai IRI. Kata-kata kunci: pelayanan jalan, perkerasan, evaluasi struktural, evaluasi fungsional, lendutan
Ucapan Terima Kasih Volume 2 Ucapan Terima Kasih
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v2i2.2731.%p

Abstract

Ucapan Terima Kasih Volume 2
Cover Kulit dan Daftar Isi 3-1 Cover Daftar Isi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v3i1.2434.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 3-1
POLICY OF SUSTAINABILITY FOR INDONESIAN ROAD DEVELOPMENT Djoko Murjanto
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v1i1.1429.%p

Abstract

Abstract Road infrastructure performance in Indonesia is important, because almost 90% of businesses use the road infrastructure as a way of moving their products. Road Infrastructure itself is a backbone of passenger and good transport as further as economic development. Current challenge is developing policy of sustainable road development. Indonesia is commit to improve the effort in carbon emission reduction as high as 26% through business as usual with self-capability as stated by President Yudhoyono. Then it is followed by the issue of National Action Plan of Mitigation and Adaptation of Climate Change (RAN-MAPI) in road sector which is consist of two phase: (i) Long term RAN-MAPI (2012-2020), and (ii) Medium term RAN-MAPI 2012-2014. The development of vetiver grass and adoption of Asphalt Recycling Technology is the example of environmentally friendly effort related to the National Action Plan. In the end, the objective of Environment Management is to create environmentally sustainable development as planned effort in harmony with environment including resource for development process in order to achieve prosperity and better quality of life of the present and future development. Keywords: sustainable road, carbon emission, climate change, road development  Abstrak Kondisi Infrastruktur jalan sangat penting karena 90% usaha menggunakan jalan untuk angkutan produk-produk mereka. Jalan juga tulang punggung angkutan penumpang dan barang. Tantangan saat ini adalah pengembangan kebijakan jalan berkelanjutan. Indonesia sepakat untuk mereduksi emisi karbon hingga 26% melalui kegiatan rutin dengan kapabilitas yang dimiliki sesuai pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Berikutnya, mengikuti kebijakan dari Rencana Aksi Nasional Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-MAPI) untuk sektor jalan yang terdiri dari dua tahap: (i) Rencana Jangka Panjang RAN-MAPI (2012-2020) dan (ii) Rencana Jangka Menengah  RAN-MAPI (2012-2014). Pengembangan rumput vetiver dan teknologi adopsi daur ulang aspal  adalah contoh upaya ramah lingkungan berkaitan dengan Rencana Aksi Nasional. Di akhir makalah, tujuan dari manajemen lingkungan adalah untuk menciptakan pengembangan lingkungan berkelanjutan sesuai dengan upaya untuk menciptakan kelarasan lingkungan termasuk sumber daya dalam proses pengembangan untuk terciptanya kemakmuran dan kondisi kualitas lingkungan saat ini dan masa depan. Kata-kata kunci: jalan berkelanjutan, emisi karbon, perubahan iklim, pengembangan jalan
PENINGKATAN MUTU PEMBANGUNAN JALAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI Adi Soelistijo
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v4i1.2844.%p

Abstract

Abstract The development of infrastructure is the backbone of the development of the Indonesian Nation. Various acceleration in infrastructure development is done to create economic development. One of the most vigorously developed infrastructures is roads, because roads are a vital transportation infrastructure, which can reach many areas and its development methods are relatively easy. But road construction also faces various problems, including road damage, which is a recurring classical problem. A relatively easier way to mitigate the source of road damage is to improve the quality of road construction. The quality of road construction can be guaranteed if the construction follows the prevailing standards. In this study, a road construction supervision method was developed using information system so that the desired quality of the road construction can be achieved. Keywords: road construction, supervision, information system, quality construction  Abstrak Pengembangan infrastruktur merupakan tulang punggung dalam kemajuan Bangsa Indonesia. Berbagai percepatan dalam pengembangan infrastruktur dilakukan untuk mendorong perkembangan perekonomian. Salah satu infrastruktur yang dengan giat dikembangkan adalah jalan, karena jalan merupakan prasarana transportasi yang vital, yang dapat menjangkau berbagai daerah dan metode pembangunannya relatif mudah. Namun pembangunan jalan juga menghadapi berbagai permasalahan, termasuk kerusakan jalan, yang merupakan masalah klasik yang sering berulang. Sumber kerusakan yang relatif lebih mudah untuk dimitigasi adalah dengan meningkatkan mutu konstruksi jalan. Mutu konstruksi jalan dapat dijamin apabila pembangunan jalan mengikuti standar yang berlaku. Pada kajian ini dikembangkan metode supervisi pembangunan jalan dengan menggunakan sistem informasi sehingga mutu konstruksi jalan yang dikehendaki dapat dicapai. Kata-kata kunci: pembangunan jalan, supervisi, sistem informasi, mutu konstruksi
PENGARUH PENAMBAHAN POLYURETHANE TERHADAP STABILITAS CAMPURAN BERASPAL BERPORI Danny Gunaran; Amelia Makmur
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 2 No. 2 (2016)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v2i2.2313.%p

Abstract

Abstract Water runoff to the asphalt pavement, especially in parking lot, is a common phenomenon during the rainy season. This problem needs to be solved by developing porous asphalt pavement able to drain water and meets the Marshall stability criteria. This study used polymer called Polyurethane which was expected to improve the Marshall stability value of the porous asphalt mixture. The results showed that the asphalt mixtures using polyurethane polymer meet the specification of the Indonesian National Standard SNI 03-1737-1989 and the Australian Road Standard. Keywords: porous asphalt pavement, polyurethane polymer, Marshall stability  Abstrak Permasalahan limpasan air pemukaan pada perkerasan beraspal, khususnya pada fasilitas parkir, merupakan fenomena yang biasa terjadi di musim hujan. Persoalan ini membutuhkan suatu penyelesaian dengan mengembangkan perkerasan beraspal berpori yang mampu mengalirkan air dan pada saat yang sama memenuhi kriteria stabilitas Marshall. Penelitian ini menggunakan bahan polimer yang disebut Polyurethane yang diharapkan mampu meningkatkan nilai stabilitas Marshall campuran beraspal berpori. Hasil studi ini menunjukkan bahwa campuran beraspal yang menggunakan polimer Polyurethane memenuhi spesifikasi Standar Nasional Indonesia SNI 03-1737-1989 dan Australian Road Standard. Kata-kata kunci: perkerasan beraspal berpori, polimer polyurethane, stabilitas Marshall
PENGARUH KOMPONEN MANAJEMEN KONTRAKTOR TERHADAP CAPAIAN MUTU REKONSTRUKSI PERKERASAN LENTUR DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Francisca Dyah Anggraini Permana; Agus Taufik Mulyono
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v2i1.2121.%p

Abstract

Abstract Contractor management component affects the quality of chievements of road works. The data used in this study were collected parties directly involved in the implementation of road projects under the Road Authority of, the Province of Yogyakarta Special Region. Factors affecting the achievement of reconstruction quality of provincial road reconstruction in the Province of Yogyakarta Special Region, are labor, equipment, materials, work methods, project administration, and environment. The contractor management contributes with the amount of 46.6% to the quality of the reconstruction. Whereas, the relationship of contractor management components to the quality of the reconstruction is that labor factor accounts for 77% of the contractor management, equipment factor contributes by the amount of 90.7% to contractor management, materials factor accounts for 93% of the contractor management, work methods factor accounts for 89% of the contractor management, project administration contributes 74.9% to the contractor management, environmental accounts for 67.1% of the contractor management. Keywords: road reconstruction, provincial roads, management, contractors  Abstrak Komponen manajemen kontraktor mempengaruhi kualitas prestasi pekerjaan jalan. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari survei kepada pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek pekerjaan jalan di lingkungan Dinas Bina Marga, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarya. Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian mutu rekonstruksi jalan provinsi di Provinsi DIY adalah tenaga kerja, peralatan, material, metode kerja, administrasi proyek, dan lingkungan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa manajemen kontraktor memberi kontribusi sebesar 46,6% terhadap capaian mutu rekonstruksi. Sedangkan hubungan komponen manajemen kontraktor terhadap capaian mutu rekonstruksi adalah tenaga kerja memberikan kontribusi sebesar 77%, peralatan sebesar 90,7%, material sebesar 93%, metode kerja sebesar 89%, administrasi proyek sebesar 74,9%, dan lingkungan sebesar 67,1% masing-masing terhadap manajemen kontraktor. Kata-kata kunci: rekonstruksi jalan, jalan provinsi, manajemen, kontraktor
ACCIDENT AMONG CHILDREN IN INDONESIA URBAN AREAS Yodya Yola PRATIWI; Febi Christine SIAHAAN
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v3i2.2736.%p

Abstract

Abstract Road crash fatalities in Indonesia are substantially high with around 30,000 deaths annually, in which 12 percent of them were children age below 15 years old. They are not only just a victim, but also 13 percent of them were a preparatory of accidents because of the underage motorcycle riders and community ignorance. The safety of children younger than 15 years in low and middle income countries receives substantial attention from road safety advocates activist in Indonesia. The study objectives are to highlight the magnitude of the problem in particularly associated to motorcycle and pedestrian accidents among the children in five metropolitan cities with highest number of accidents and then adjusting to the population cohort structure to find whether there a substantial exposure problem compare to the adult. The finding will be important for advocates’ road safety program to the children in Indonesia. Keywords: road safety, road traffic accident, children casualties, children fatalities  Abstrak Korban kecelakaan jalan di Indonesia dilaporkan berada pada jumlah yang tinggi, yaitu sekitar 30.000 kematian setiap tahunnya, dengan 12% merupakan korban anak-anak berusia di bawah 15 tahun. Namun, mereka bukan saja sebagai korban, tapi juga pelaku kecelakaan (13%) yang disebabkan oleh penggunaan motor di bawah umur (tanpa SIM) dan ketidakpedulian masyarakat atas permasalahan ini. Keselamatan anak-anak di bawah 15 tahun di negara berkembang mendapat perhatian dari aktivis pendukung keselamatan jalan di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyoroti masalah kecelakaan yang melibatkan anak-anak di bawah 15 tahun, terutama yang terkait dengan kecelakaan sepeda motor dan pejalan kaki di lima kota metropolitan dengan jumlah kecelakaan tertinggi di Indonesia, yang kemudian disesuaikan dengan struktur kelompok populasi untuk mengetahui apakah ada masalah perbandingan yang substansial dengan orang dewasa. Temuan ini akan menjadi masukan yang berharga bagi para perancang program keselamatan jalan bagi anak-anak di Indonesia. Kata-kata kunci: keselamatan jalan, kecelakaan lalulintas, korban anak-anak, korban meninggal anak-anak
EVALUASI RENCANA PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR DI KOTA BANDA ACEH Yustina Niken R. Hendra
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v3i1.2440.%p

Abstract

Abstract The population of the City of Banda Aceh in the disaster prone areas, after the tsunami disaster, are likely to increase. The development of the area and the level of population mobility in the city, especially in areas prone to tsunami, created a variety of transportation problems in the city center and its surrounding areas. Therefore, in response to these conditions, the Government plans solutions to overcome the transportation problems. One of the solutions is to construct a ring road for the City of Banda Aceh. In this study, the implementation of two different development scenarios for the ring road construction was evaluated. For the Do Something in scenario 1, the construction of the ring road will be in 2031, while for the Do Something scenario 2, the ring road will be built in 2026. The average reduction of the V/C ratio given by the Do Something scenario 1 is 9.0%, which is less than that given by the Do Something scenario 2 (9.6%). It is concluded that the Do Something scenario 2 gives better results than the Do Something scenario 1. Keywords: engineering, traffic, geometric, scenario  Abstrak Jumlah penduduk Kota Banda Aceh di daerah rawan bencana, pascabencana tsunami, cenderung bertambah. Pengembangan wilayah dan tingkat mobilitas penduduk di dalam kota, terutama di daerah rawan bencana tsunami, menyebabkan berbagai permasalahan transportasi yang berfokus di pusat kota dan sekitarnya. Oleh karena itu, menanggapi kondisi ini, pemerintah merencanakan solusi untuk mengatasi permasalahan transportasi tersebut. Salah satu solusi yang bisa diberikan adalah melakukan pembangunan jalan lingkar di Kota Banda Aceh. Dalam studi ini dilakukan penerapan dua skenario pembangunan jalan lingkar. Pada skenario Do Something 1 pembangunan jalan lingkar dilakukan pada tahun 2031 sedangkan dalam skenario Do Something 2 jalan lingkar dibangun pada tahun 2026. Besar rata-rata penurunan V/C ratio terhadap kondisi do nothing untuk penerapan skenario Do Something 1 adalah 9,0% sedangkan untuk penerapan skenario Do Something 2 adalah 9,6%. Penerapan skenario Do Something 2 memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan penerapan skenario Do Something 1. Kata-kata kunci: rekayasa, lalulintas, geometrik, skenario
KETIDAKSTABILAN TIMBUNAN OPRIT JEMBATAN AKIBAT DAMPAK PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN DAN POLA ALIRAN SUNGAI M. Eddie Sunaryo
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v1i1.1434.%p

Abstract

Abstract Development of infrastructure projects need to consider two aspect, namely structural strength and user comfortable. This includes bridge ramp embankments should fulfill stability criteria and bridge lifetime. There are a number of cases showing the decreasing stability level caused by several factors and the most important caused by changing land use pattern and river flows regime that affected stability of bridge construction, such as embankment, pillars, and retaining walls. In selecting the right method to be implemented, evaluation and analysis based on relevance problems are needed. Keywords: infrastructure, strength of structure, comfortable, river flow regime  Abstrak Dalam pembangunan infrastruktur, perlu mencermati dua hal, yaitu masalah kekuatan konstruksi dan kenyamanan bagi penggunanya. Demikian halnya dengan konstruksi timbunan, seperti oprit jembatan, yang harus memenuhi kriteria stabilitas sesuai dengan umur rencana jembatan. Dalam beberapa kasus terjadinya penurunan tingkat stabilitas disebabkan oleh beberapa faktor penyebab, antara lain yang utama akibat perubahan tata-guna lahan dan perilaku pola aliran sungai, yang pada akhirnya mempengaruhi stabilitas bangunan utamanya seperti abutment dan pilar jembatan serta bangunan penahan lainnya. Dalam memilih metode penanganan yang perlu diimplemantasikan diperlukan evaluasi dan analisis yang berawal dari relevansi permasalahan dengan faktor-faktor tersebut. Kata-kata kunci: infrastruktur, kekuatan konstruksi, kenyamanan, pola aliran sungai