cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia)
ISSN : 24079170     EISSN : 26544873     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal HPJI adalah jurnal ilmiah di bidang teknik jalan yang diterbitkan dua kali setahun oleh HPJI. Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Seminar HPJI yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal HPJI juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan teknik jalan.
Arjuna Subject : -
Articles 289 Documents
METODOLOGI ANALISIS MODEL SISTEM NERACA SOSIAL EKONOMI-AR SEBAGAI ALAT BANTU PERENCANAAN JARINGAN JALAN YANG BERKEADILAN Slamet Muljono
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 3 No. 2 (2017)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v3i2.2737.%p

Abstract

Abstract The development of road infrastructure network aims to support economic growth as well as equity. To design the right strategy in line with its objectives, it is necessary to measure the magnitude of the multiplier effect of road infrastructure development for descriptive and quantitative analyzes. This paper is intended to examine the use of the multiplier measurement methodology with the analysis model of the Interregional Social Accounting Matrix (IRSAM). Analyzes that can be done with IRSAM analysis model include income distribution, impact analysis of road network development policy. Keywords: road infrastructure, quantitative analysis, income distribution, social accounting matrix, road network development policy  Abstrak Pengembangan jaringan infrastruktur jalan bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan. Untuk merancang strategi yang tepat sesuai dengan tujuannya, perlu untuk diukur besarnya efek multiplier pembangunan infrastruktur jalan untuk dianalisis secara diskriptif dan kuantitatif. Tulisan ini dimaksudkan untuk mengkaji penggunaan metodologi pengukuran multiplier dengan model analisis Sistem Neraca Sosial Ekonomi Antar-Regional (SNSE-AR). Analisis yang dapat dilakukan dengan model analisis SNSE-AR tersebut antara lain distribusi pendapatan, analisis dampak kebijakan pengembangan jaringan jalan. Kata-kata kunci: infrastruktur jalan, analisis kuantitatif, distribusi pendapatan, sistem neraca sosial ekonomi, kebijakan pengembangan jaringan jalan
PERBANDINGAN SISTEM PERINGKAT DALAM UPAYA PENERAPAN PEMBANGUNAN JALAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA Greece Maria Lawalata
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v2i1.2122.%p

Abstract

Abstract The commitment of Indonesia to sustainable development needs to be supported by firm steps. One of the steps is to implement the concept of sustainable roads. The policy of the Ministry of Public Works related in the road sector has been in line with the international principle of sustainable development. However, to ensure the sustainability of road construction required appropriate assessment techniques. This paper aims to identify a sustainable road ranking system and to identify the criteria which can be used as the benchmark for sustainable road rankings. The study shows that the ranking procedure begins with collecting required documents and criteria for sustainable road undertaken voluntarily and these criteria are grouped on the aspects of social, economic, and environmental. The three literature sources show that road rating system vary and the variation is the goal of establishing a rating system and the condition of each country. Certification of sustainable road rankings developed by Greenroads and INVEST show some voluntary assessment requirements and requirements which should be fulfilled. The achievement of sustainable road development can also be done without establishing certification and requirements as performed by the I-LAST. Keywords: ranking system, development, principles, sustainable way  Abstrak Komitmen Indonesia terhadap pembangunan berkelanjutan perlu didukung dengan langkah-langkah kongkrit. Salah satu langkah kongkrit adalah penyelenggaraan jalan berkelanjutan. Kebijakan Kementerian Pekerjaan Umum terkait bidang jalan telah sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan secara internasional. Tetapi untuk memastikan keberlanjutan pembangunan jalan diperlukan teknik penilaian yang tepat. Makalah ini bertujuan mengidentifikasi sistem pemeringkatan jalan berkelanjutan dan mengidentifikasi kriteria yang dapat dijadikan tolok ukur pemeringkatan jalan berkelanjutan. Hasil studi ini menunujukkan bahwa prosedur pemeringkatan dimulai dengan mengumpulkan dokumen-dokumen persyaratan dan kriteria jalan berkelanjutan yang dilakukan dengan sukarela dan kriteria tersebut dikelompokkan pada aspek-aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Tiga literatur yang dikaji menunjukkan bahwa teknik pemeringkatan jalan berkelanjutan bervariasi dan variasi tersebut merupakan tujuan pembentukan sistem pemeringkatan dan kondisi masing-masing negara. Sertifikasi peringkat jalan berkelanjutan yang dikembangkan oleh Greenroads dan INVEST menunjukkan bahwa beberapa persyaratan dan penilaian sukarela jalan berkelanjutan yang harus dilengkapi. Selain itu, pencapaian pembangunan jalan berkelanjutan dapat pula dilakukan tanpa menetapkan persyaratan dan sertifikasi jalan berkelanjutan, seperti yang dilakukan oleh I-LAST. Kata-kata kunci: sistem peringkat, pembangunan, prinsip, jalan berkelanjutan
PERFORMANCE OF SAND SHEET ASPHALT MIXTURE INCORPORATING RECLAIMED ASPHALT PAVEMENT I N. Arya Thanaya; I G. Raka Purbanto; A.A.G. Wirahadi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v1i1.1435.%p

Abstract

Abstract This paper presents lab works on sand sheet asphalt mixture utilizing reclaimed asphalt pavement (RAP) as the main material. Sand sheet asphalt mixture is dedicated for low to medium trafficked road pavement. The asphalt content of the RAP was initially extracted. A proportioned sand and rice husk ash was added to meet the aggregate grading. The asphalt used was AC 60/70, the most widely available type of asphalt in market. The asphalt content of the RAP was 6.7%. The mixture was produced in hot mix procedure with compaction of 2 x 50 Marshall Blow. The optimum asphalt content was 7.7% (including the asphalt content in the RAP). The properties of the samples were found well met the specification in Indonesia, i.e. the stability was 1501.5 kg, flow 2.96 mm, Marshall Quotient 476.31 kg/mm, VIM 4.916% , VFB 75.55%, VMA 20.10%, and retained stability 94%. Keywords: performance, sand sheet, RAP, rice husk ash  Abstrak Makalah ini mempresentasikan pekerjaan laboratorium Sand Sheet Asphalt dengan memanfaatkan perkerasan beraspal bekas (RAP) sebagai material utama. Sand Sheet Asphalt dapat digunakan untuk perkerasan jalan dengan arus lalulintas ringan hingga sedang. Langkah awalnya dengan melakukan ekstraksi asphalt content pada RAP. Kemudian secara proporsi pasir dan sekam  ditambahkan untuk mendapatkan komposisi butiran agregat. Aspal yang digunakan adalah AC 60/70 yang pada umumnya tersedia di pasaran. Kandungan aspal pada RAP sebesar 6,7%. Campuran dihasilkan dengan prosedur campuran beraspal panas dengan pemadatan 2 x 50 Marshall blows. Sedangkan kandungan optimal aspal  sebesar 7,7% (termasuk kadar aspal dalam RAP). Properti sampel ditemukan memenuhi spesifikasi yang berlaku di Indonesia, yaitu stabilitas 1501,5 kg, flow 2,96 mm, Marshall Quotient 476,31 kh/mm, VIM 4,916%, VFB 75,55%, VMA 20,10%, dan stabilitas sisa 94%. Kata-kata kunci: kekuatan, sand sheet, perkerasan aspal bekas, sekam.
TEKNOLOGI TAMBALAN CEPAT MANTAP SEBAGAI SOLUSI CEPAT PENANGANAN KERUSAKAN JALAN BERLUBANG Nono .; Dani Hamdani
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v3i1.2441.%p

Abstract

Abstract Road pothole handling should be done as soon as possible and using the appropriate patching material. In this article the handling of road potholes using quick patch products, as innovation results of the Institute of Road Engineering, is introduced. These products have some advantages, including that it can be laid on the ambient temperature, it can be produced in the form of packaging, and it has a high enough strength. The laboratory test result shows that it has the Marshall Stability value greater than 500 kg. The field trials also show good performance, with no aggregate segregation nor cracked and have a relatively small rut depth, with an average value of 6 mm. Keywords: potholes, road damage, patching material  Abstrak Penanganan jalan berlubang harus dilakukan sesegera mungkin dan menggunakan material penambalan yang sesuai. Pada tulisan ini diperkenalkan penanganan kerusakan jalan berlubang dengan memanfaatkan produk-produk Tambalan Cepat Mantap hasil inovasi Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan. Produk-produk ini memiliki keunggulan, yaitu dapat dihampar pada temperatur udara sekitar (ambient temperature), dapat diproduksi dalam bentuk kemasan, serta memiliki kekuatan yang cukup tinggi. Dari hasil pengujian di laboratorium diperoleh nilai Stabilitas Marshall TCM lebih besar dari 500 kg. Hasil uji coba di lapangan juga menunjukkan kinerja yang baik, dengan tidak terjadi pelepasan butir atau retak serta memiliki kedalaman alur yang relatif kecil, dengan nilai rata-rata 6 mm. Kata-kata kunci: jalan berlubang, kerusakan jalan, material penambalan
PENGARUH KOMPONEN MEDIA LUAR GRIYA TERHADAP KESELAMATAN PENGGUNA JALAN TOL Effri Vernandest; Agus Taufik Mulyono; Iman Satyarno
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 4 No. 1 (2018)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v4i1.2850.%p

Abstract

                                                                                          Abstract                           The existence of external media can interfere with the concentration of toll road users. This study aims to identify and analyze the influence of external media components on the safety of toll road users, using questionnaire survey data to parties related to the regulation, operation, and use of toll roads. Data analysis in this study using Structural Equation Modeling method with the AMOS 21 software. The results show that the external media relationship with the safety of toll road users is 31.8%. External media components contributing to the safety of road users include outdoor media type of 85.1%; content and delivery method of 90.1%; type of external media structure of 20.7%; external media layout of 31.3%; external media dimension 47.3%; and outer media design 72.9%. Keywords: toll road, outdoor media, road users, road users safety  Abstrak Keberadaan media luar griya dapat mengganggu konsentrasi pengguna jalan tol. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pengaruh komponen media luar griya terhadap keselamatan pengguna jalan tol, dengan menggunakan data hasil survei kuesioner terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan pengaturan, pengoperasian, dan penggunaan jalan tol. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode Structural Equation Modeling dengan bantuan perangkat lunak AMOS 21. Hasil analisis menunjukkan bahwa hubungan media luar griya dengan keselamatan pengguna jalan tol sebesar 31,8%. Komponen-komponen media luar griya yang memberikan kontribusi terhadap keselamatan pengguna jalan meliputi jenis media luar griya sebesar 85,1%; isi dan cara penyampaian sebesar 90,1%; jenis struktur media luar griya sebesar 20,7%; tata letak media luar griya sebesar 31,3%; dimensi media luar griya sebesar 47,3%; dan desain media luar griya 72,9%. Kata-kata kunci: jalan tol, media luar griya, pengguna jalan, keselamatan pengguna jalan
Cover Kulit dan Daftar Isi 2-1 Cover Daftar Isi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v2i1.2384.%p

Abstract

Cover Kulit dan Daftar Isi 2-1
PENGARUH MULTILANE FREE FLOW TERHADAP KINERJA JALAN TOL Ahmad Munawar; Imam Muthohar; Arif Ardiyanto
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3734.51-58

Abstract

Abstract Traffic congestion on toll roads generally occurs at toll gates. Therefore, it is necessary to plan the replacement of the toll payment system, from the Card Based Tolling System to the Multilane Free Flow with the Electronic Toll Collection System, which can improve toll road performance. In this study a simulation of improving toll road performance by applying Multilane Free Flow, with the use of VISSIM software. As a case study, Tebet 2 Toll Gate was chosen, because this toll gate is considered as one of the toll gates with a high traffic flow. In the Card Based Tolling System, the vehicle must stop to attach the card, whereas in the Multilane Free Flow with the Electronic Toll Collection System, the vehicle is quite slow when entering the toll gate. Simulation results indicate a significant increase in performance with this replacement. Queues, delays, fuel consumptions, and pollutants are significantly reduced. Keywords: toll gate, Multilane Free Flow, Electronic Toll Collection, Card Based Tolling System, queues, delays  Abstrak Kemacetan di tol umumnya terjadi pada pintu gerbang tol. Oleh karena itu, perlu direncanakan penggantian sistem pembayaran tol, dari Card Based Tolling System ke Multilane Free Flow dengan Electronic Toll Collection System, yang dapat meningkatkan kinerja jalan tol. Pada studi ini dilakukan simulasi peningkatan kinerja jalan tol dengan menerapkan Multilane Free Flow, dengan bantuan perangkat lunak VISSIM. Sebagai studi kasus dipilih Pintu Tol Tebet 2, yang merupakan salah satu pintu tol dengan arus lalu lintas yang cukup tinggi. Pada Card Based Tolling System, kendaraan harus berhenti guna menempelkan kartu, sedangkan pada Multilane Free Flow dengan Electronic Toll Collection System, kendaraan cukup memperlambat pada saat memasuki pintu tol. Hasil simulasi menunjukkan adanya peningkatan kinerja yang signifikan dengan perubahan ini. Antrian, tundaan, penggunaan bahan bakar, serta pollutant berkurang secara signifikan. Kata-kata kunci: pintu tol, Multilane Free Flow, Electronic Toll Collection, Card Based Tolling System, antrian, tundaan
MITIGASI BENCANA ALAM PADA INFRASTRUKTUR JALAN DAN JEMBATAN Arie Setiadi Moerwanto; James Zulfan
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3730.1-14

Abstract

Abstract Indonesia is considered as one of the disaster-prone countries which located in the equator as well as in Pacific Ring of Fire. It increases the risk of disasters significantly related to hydrometeorology disaster, such as flood, drought, extreme weather, extreme wave and abrasion, and forest fire. Various incidents in the past decades, especially disaster event in Palu, Central Sulawesi Province, have shown an increasing trend of disaster in Indonesia. Damaged infrastructures post earthquake and tsunami have disrupted the activities of the surrounding community. It occurs due to many factors including land use change, climate change, increased rainfall intensity, and increased frequency of earthquake. Road and bridge infrastructures are vulnerable to disasters. Hence, road and bridge administators are advised to mitigate the infrastructure by considering the safety of the structures against existing disaster parameters such as river morphology, land use condition, climate condition, and earthquake. This paper will discuss aspects that affect the disaster in Indonesia and its mitigation. Keywords: disaster mitigation, road and bridge infrastructure, infrastructure safety, disaster parameter  Abstrak Indonesia berada di khatulistiwa dan termasuk kawasan Cincin Api Pasifik. Hal ini menimbulkan potensi yang sangat tinggi untuk berbagai jenis bencana terkait hidrometeorologi, seperti banjir, kekeringan, cuaca ekstrim, gelombang laut ekstrim (tsunami), abrasi laut, serta kebakaran hutan. Berbagai kejadian dalam satu dekade terakhir, terutama kejadian bencana di Kota Palu telah menunjukkan adanya peningkatan tren frekuensi bencana di Indonesia. Kerusakan infrastruktur pascagempa dan tsunami telah mengganggu aktivitas masyarakat di sekitarnya. Hal ini disebabkan karena banyak faktor, seperti perubahan tataguna lahan, perubahan iklim, peningkatan curah hujan, dan peningkatan tren kejadian gempa. Infrastruktur jalan dan jembatan merupakan salah satu bangunan yang rentan terkena dampak kejadian bencana. Oleh karena itu, para pengelola bangunan jalan dan jembatan disarankan untuk melakukan mitigasi bencana dengan mempertimbangkan keselamatan bangunan tersebut terhadap parameter kebencanaan yang ada, seperti perubahan-perubahan morfologi sungai, kondisi tata guna lahan, kondisi iklim, dan peningkatan aktivitas kegempaan. Pada studi ini dibahas aspek-aspek yang memengaruhi terjadinya kebencanaan di Indonesia beserta mitigasinya. Kata-kata kunci: mitigasi bencana, infrastruktur jalan dan jembatan, keamanan infrastruktur, parameter ke-bencanaan
MENUJU PEMBAYARAN TOL TANPA HENTI SECARA MULTILAJUR Hadi Suprayitno; Galuh Permana Waluyo; Slamet Muljono
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3735.59-72

Abstract

Abstract The Indonesia Toll Road Authority has drafted the concept of the Intelligent Transport System roadmap, including the application of electronic technology on toll roads, in the form of non-cash toll transactions. The aim is to create an effective, efficient, informative, safe, comfortable, and sustainable toll road service. Efforts to improve services, particularly accessibility, begin with the application of non-cash toll transactions up to the application of the Multilane Free Flow concept, or multi-lane and toll payment without stop. With this system, toll road users do not need to stop their vehicles when making toll payment transactions. In this study, a review of the implementation plan in stages and a complete concept of the Intelligent Transport System is carried out. The implementation of Multilane Free Flow is the final goal to be achieved, so that non-cash toll transactions can be carried out at normal speed, and toll road users do not need to slow down or stop their vehicles. To further improve services to toll road users and in order to meet minimum toll road service standards, the realization of the multilane free flow system is a necessity. Keywords: Intelligent Transport System, toll transactions, non-stop toll payments, toll roads  Abstrak Badan Pengatur Jalan Tol telah menyusun konsep roadmap Intelligent Transport System, termasuk penerapan teknologi elektronik di jalan tol, yaitu berupa transaksi tol secara nontunai. Tujuannya adalah untuk menciptakan pelayanan jalan tol yang efektif, efisien, informatif, aman, nyaman, dan berkelanjutan. Upaya peningkatan pelayanan, khususnya aksesibilitas, dimulai dengan penerapan transaksi tol nontunai hingga penerapan konsep Multilane Free Flow, atau pembayaran toltanpa henti secara multilajur. Dengan sistem ini pengguna jalan tol tidak perlu menghentikan kendaraan pada saat melakukan transaksi pembayaran tol. Pada studi ini dilakukan kajian terhadap rencana penerapan secara bertahap dan lengkap konsep Intelligent Transport System tersebut. Penerapan Multilane Free Flow merupakan tujuan akhir yang ingin dicapai, sehingga transaksi tol nontunai dapat dilakukan dengan kecepatan normal, dan pengguna jalan tol tidak perlu memperlambat atau menghentikankendaraannya. Untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol dan dalam rangka memenuhi standar pelayanan minimal jalan tol, perwujudan sistem multilane free flow merupakan suatu keniscayaan. Kata-kata kunci: Intelligent Transport System, transaksi tol,pembayaran tol tanpa henti, jalan tolAbstract The Indonesia Toll Road Authority has drafted the concept of the Intelligent Transport System roadmap, including the application of electronic technology on toll roads, in the form of non-cash toll transactions. The aim is to create an effective, efficient, informative, safe, comfortable, and sustainable toll road service. Efforts to improve services, particularly accessibility, begin with the application of non-cash toll transactions up to the application of the Multilane Free Flow concept, or multi-lane and toll payment without stop. With this system, toll road users do not need to stop their vehicles when making toll payment transactions. In this study, a review of the implementation plan in stages and a complete concept of the Intelligent Transport System is carried out. The implementation of Multilane Free Flow is the final goal to be achieved, so that non-cash toll transactions can be carried out at normal speed, and toll road users do not need to slow down or stop their vehicles. To further improve services to toll road users and in order to meet minimum toll road service standards, the realization of the multilane free flow system is a necessity. Keywords: Intelligent Transport System, toll transactions, non-stop toll payments, toll roads  Abstrak Badan Pengatur Jalan Tol telah menyusun konsep roadmap Intelligent Transport System, termasuk penerapan teknologi elektronik di jalan tol, yaitu berupa transaksi tol secara nontunai. Tujuannya adalah untuk menciptakan pelayanan jalan tol yang efektif, efisien, informatif, aman, nyaman, dan berkelanjutan. Upaya peningkatan pelayanan, khususnya aksesibilitas, dimulai dengan penerapan transaksi tol nontunai hingga penerapan konsep Multilane Free Flow, atau pembayaran toltanpa henti secara multilajur. Dengan sistem ini pengguna jalan tol tidak perlu menghentikan kendaraan pada saat melakukan transaksi pembayaran tol. Pada studi ini dilakukan kajian terhadap rencana penerapan secara bertahap dan lengkap konsep Intelligent Transport System tersebut. Penerapan Multilane Free Flow merupakan tujuan akhir yang ingin dicapai, sehingga transaksi tol nontunai dapat dilakukan dengan kecepatan normal, dan pengguna jalan tol tidak perlu memperlambat atau menghentikankendaraannya. Untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol dan dalam rangka memenuhi standar pelayanan minimal jalan tol, perwujudan sistem multilane free flow merupakan suatu keniscayaan. Kata-kata kunci: Intelligent Transport System, transaksi tol,pembayaran tol tanpa henti, jalan tol
MODE-SHAPE JEMBATAN CABLE STAYED SUNGAI DAREH Ariono Dhanisworo Indra Budhi; Herdianto Arifin; Iwan Zarkasi
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v6i1.3731.15-28

Abstract

Abtract The Dareh River Bridge is a harp type cable stayed bridge with one symmetrical pylon. From the loading test it is known that the deflection in the middle of the span of the bridge is 55 mm, in the quarter span is 30 mm, and in three quarters the span is 32 mm. While the reverse deflection in the middle span is 27 mm, in a quarter span 20 mm, and in three quarters 23 mm span. These values are not significantly different from the value of the output given by the RM Bridge software, which is 56 mm in the middle span. After the model is matched, the Eigenvalue of RM Bridge is found, for the shape mode or half-span bending pattern, quarter-bending span, and torque. Then, these values are compared with the shape mode of the test results in the field, which for half the bending span produces a frequency of 1.18 Hz, a quarter of the bending span produces a frequency of 1.88 Hz, and a torque of 3.77 Hz, and the results are quite close. During the loading test, there was an explosion in the cable anchor area when the test load showed 240 tons, so the test was stopped at this point. This value is checked through the cable stress from the analysis of RM Bridge, and apparently there is no excessive stress, because the cable stress is only 262 MPa. Similarly, when loaded with the potential regional earthquake loads, the stress only increases to up to 313 MPa, which is still smaller than 0.45 fpu. Keywords: bridge, cable stayed, bridge deflection, reverse deflection, shape mode  Abstrak Jembatan Sungai Dareh adalah jembatan cable stayed tipe harp dengan satu pilon simetris. Dari hasil pengu-jian pembebanan diketahui bahwa lendutan di tengah bentang jembatan adalah 55 mm, di seperempat bentang adalah 30 mm, dan di tiga perempat bentang adalah 32 mm. Sedangkan lawan lendut di tengah bentang adalah 27 mm, di seperempat bentang 20 mm, dan di tiga perempat bentang 23 mm. Nilai-nilai ini tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan nilai hasil keluaran perangkat lunak RM Bridge, yaitu 56 mm di tengah bentang. Setelah model dicocokkan, dicari Nilai Eigen dari RM Bridge, untuk mode shape atau pola setengah bentang bending, seperempat bentang bending, dan torsi. Kemudian nilai-nilai ini dibandingkan dengan mode shape hasil pengujian di lapangan, yang mana untuk setengah bentang bending menghasilkan frekuensi 1,18 Hz, seperempat bentang bending menghasilkan frekuensi 1,88 Hz, dan torsi 3,77 Hz, dan hasilnya cukup mendekati. Pada pengujian terjadi suara ledakan di area angkur kabel saat beban pengujian menunjukkan 240 ton, sehingga pengujian dihentikan pada angka 240 ton tersebut. Nilai ini diperiksa melalui tegangan kabel hasil analisis RM Bridge, dan ternyata tidak terjadi tegangan yang berlebihan, karena tegangan kabel hanya 262 MPa. Demikian pula bila dibebani dengan gempa yang ada di wilayah tersebut, tegangan hanya meningkat menjadi 313 MPa, yang masih lebih kecil daripada 0,45 fpu. Kata-kata kunci: jembatan, cable stayed, lendutan jembatan, lawan lendut, mode shape