cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Intizar
ISSN : 14121697     EISSN : 24773816     DOI : -
Intizar Journal (ISSN: 1412-1697) and (E-ISSN: 2477-3816) is a peer-reviewed journal which is published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang publishes biannually in June dan December. This journal publishes current concept and research papers on Islamic Studies and Muslim Communities from interdisciplinary perspective, especially in Education; Culture; Politic; Law; Tafsir; Sufism; and Fiqh.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 28 No 1 (2022): Intizar" : 6 Documents clear
Pemilihan Umum Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 pada Masa Pandemi Covid-19 Perspektif Siyasah Syar’iyyah Winda Noviani
Intizar Vol 28 No 1 (2022): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v28i1.10217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertimbangan yuridis dan siyasah syari’iyah terhadap pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak di masa Pandemi Covid-19. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan kasus, konseptual, perundang-undangan, dan sejarah. Data dikumpulkan melalui kepustakaan dan observasi, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif. Penelitian menemukan bahwa pertama, pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (Pemilukada) serentak tetap dilaksanakan berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 dengan pertimbangan dikhawatirkan terjadinya kekosongan kekuasan di sebuah daerah dan jika ditunda karena Covid-19 akan mengganggu pemilihan serentak nasional presiden dan wakil presiden di seluruh provinsi yang ada di Indonesia sehingga pelaksanaan pemilu tidak efektif. Kedua, tujuan hukum dibentuk untuk kemaslahatan dan kesejahteraan manusia baik di dunia dan di akhirat. Kemaslahatan dapat diwujudkan apabila terpeliharanya lima unsur yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan dan harta. Dengan demikian sebaiknya Pemilukada serentak ditunda karena banyak keburukan yang akan ditimbulkan daripada kebaikan.
Tingkat Pemahaman Moderasi Beragama Mahasiswa di Perguruan Tinggi Umum dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Sasmi Selvia; Munawar Rahmat; Saepul Anwar
Intizar Vol 28 No 1 (2022): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v28i1.11667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat pemahaman tentang moderasi beragama mahasiswa di perguruan tinggi umum dan keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitataif dengan desain komparatif. Dengan menggunakan teknik sample random sampling, terpilih sampel sebanyak 160 orang dengan rincian 80 sampel dari mahasiswa Perguruan Tinggi Umum (PTU), dan 80 orang dari mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor tingkat pemahaman mahasiswa PAI di PTU sebesar 131,76 atau berada pada kategori sedang. Sedangkan, rata-rata skor tingkat pemahaman mahasiswa PAI di PTKIN sebesar 128,01 yang juga berada pada kategori sedang. Kemudian hasil tersebut dianalisis dengan menggunakan Uji Mann Whitney U. Berdasarkan hasil uji tersebut, diperoleh hasil asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,006 yang lebih kecil dari 0,025. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang cukup signifikan antara tingkat pemahaman mahasiswa PAI di PTU dan PTKIN terhadap konsep moderasi beragama. Dimana, rata-rata pemahaman mahasiswa PAI di PTU lebih besar 3,69 poin daripada pemahaman mahasiswa PAI di PTKIN. Namun pemahaman mahasiswa PAI terhadap moderasi beragama baik di PTU maupun PTKIN berada pada kategori sedang. Artinya pemhaman mereka terhadap moderasi beragama cukup moderat.
Peran Mediator dalam Meminimalisir Angka Perceraian pada Masa Pandemi Covid-19 di Pengadilan Agama Sintang Nia Maulina; Dahlan Tamrin; Mohammad Afifulloh
Intizar Vol 28 No 1 (2022): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v28i1.12115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peranan mediator dalam memediasi pihak yang berperkara dalam kasus perceraian di Pengadilan Agama Sintang, dan faktor-faktor yang menjadi hambatan bagi hakim mediator dalam meminimalisir perkara perceraian di Pengadilan Agama Sintang pada masa covid-19. Adapun penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi, dan teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kegagalan mediasi dalam proses perkara perceraian secara umum memandang bahwa penyebab dari kegagalan mediasi itu terjadi karena para pihak tidak beritikad baik selalu bersikeras ingin bercerai karena persoalan yang ada dalam rumah tangga para pihak seperti masalah ada orang ketiga, meninggalkan salah satu pihak, meninggalkan kewajiban, ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga, salah satu pihak pindah agama, dan lain-lain.
Intensitas Kasus Cerai Gugat Pada Masa Pandemi Covid-19 di Pengadilan Agama Bangil Pasuruan Maskur Maskur; Syamsu Madyan; Nur Hasan
Intizar Vol 28 No 1 (2022): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v28i1.12300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis tentang intensitas kasus cerai gugat, penyebab terjadinya perceraian, dan upaya yang dilakukan hakim Pengadilan Agama Bangil dalam meminimalisir tingginya kasus perceraian. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pandemi Covid-19 dapat mempengaruhi perceraian yang berasal dari kasus cerai gugat dan terjadi kenaikan dari sebelum pandemi Covid-19. Penyebab terjadinya perceraian di masa pandemi Covid-19 dikarenakan beberapa faktor, salah satu faktor yang paling banyak adalah faktor ekonomi. Salah satu upaya yang dilakukan oleh hakim Pengadilan Agama Bangil dalam meminimalisir tingginya kasus perceraian adalah dengan jalan mediasi.
Pembentukan Karakter Melalui Pola Asuh Santri di Pondok Pesantren Al Alif Blora Oki Witasari; Subur Subur
Intizar Vol 28 No 1 (2022): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v28i1.12996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pembentukan karakter melalui pola asuh yang diterapkan di pesantren Al Alif Blora sebagai pesantren khalaf dan menempatkan santri sebagai objeknya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Karakter yang terbentuk melalui pola asuh santri didominasi oleh karakter disiplin yang dijalankan oleh tangan panjang kiai yaitu pengurus. Pola asuh yang diterapkan di pesantren Al Alif Blora ialah pola asuh otoriter yang mana kiailah yang memiliki kekuatan dalam memutuskan dan menjadi sumber utama yang wajib diikuti dan dipatuhi. Selain itu pesantren memiliki control yang ketat terhadap santrinya yang diketahui melalui adanya aturan yang sifatnya wajib untuk ditaati oleh santri dengan tujuan menjadikan santri agar disiplin dan bertanggung jawab dalam tugasnya sebagai insan pelajar. Kemudian adanya hukuman atau ta’zir ketika santri tidak menjalankan tugasnya sebagai santri atau melanggar aturan yang sudah ditetapkan. Melalui pola asuh santri ini didapatkan santri yang mampu menjadi uswatun hasanah, taat aturan, sosok yang paham agama, mampu berinteraksi dengan lingkungan, mampu menganalisis teks untuk membangun etika, dan membangun persatuan dengan berjemaah.
Suluk Sebagai Metode Pengendalian Emosi bagi Tarekat Naqsabandiyah Husnul Qodim
Intizar Vol 28 No 1 (2022): Intizar
Publisher : Pusat Penelitian dan Penerbitan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/intizar.v28i1.13031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pengendalian emosi melalui ritual suluk yang diterapkan oleh tarekat Naqsabandiyah. Studi ini dilakukan di Rumah Suluk Babul Khairat Desa Durian Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara dengan desain penelitian deskriptif-kualitatif. Perolehan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Penelitian ini menemukan bahwa metode pengendalian emosi berbasis tarekat ialah dengan melaksanakan suluk. Adapun proses pelaksanaan suluk dalam tarekat Naqsabadiyah di Rumah Suluk Babul Khairat adalah dengan cara mengamalkan tujuh tingkatan maqam zikir yaitu zikir mukasyafah, zikir lathaif, nafi, wuquf qalbi, ahdiah, maiyah, dan zikir tahlil.

Page 1 of 1 | Total Record : 6