cover
Contact Name
Arif Setiawan
Contact Email
kembara@umm.ac.id
Phone
+6285649955997
Journal Mail Official
kembara@umm.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Tlogomas 246 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
KEMBARA
ISSN : 24427632     EISSN : 24429287     DOI : -
Core Subject : Education,
KEMBARA diterrbitkan sejak April 2015 oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Malang. KEMBARA memuat artikel hasil penelitian bahasa, sastra, dan pengajarannya, yang diterbitkan pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 451 Documents
KARAKTERISTIK TUTURAN PERFORMATIF GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERDASARKAN PENDEKATAN SAINTIFIK Gigit Mujianto
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i2.4002

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan karakteristik tuturan performatif guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia berdasarkan Pendekatan Siantifik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan etnografi komunikasi dengan model analisis wacana kritis. Sumber data penelitian adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VII yang mengajar di SMP Muhammadiyah 2 Inovasi Kota Malang. Data dalam penelitian ini mencakup percakapan kelas berupa transkrip rekaman pembelajaran. Analisis data menggunakan Model Alir (Miles dan A. Michael Huberman). Berdasarkan hasil penelitian, guru lebih banyak menggunakan tuturan performatif pada aktivitas mengkomunikasikan. Tuturan performatif ini digunakan guru untuk menyatakan, memberi nilai, mengajarkan, mengemukakan pendapat, dan memerintah.
PEMBENTUKAN CITRA DIRI DALAM PUISI KAU INI BAGAIMANA ATAU AKU HARUS BAGAIMANA KARYA KH. A. MUSTOFA BISRI Lilik Wahyuni
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i2.4003

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan pembentukan citra diri dalam puisi Kau Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana karya KH. A. Mustofa Bisri. Penelitian ini menggunakan ancangan teori impression manajemen Goffman. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan rancangan interaksionisme simbolik. Sumber data penelitian ini adalah yang berjudul Kamu Ini Bagaimana atau Aku Harus Bagaimana Karya KH. Mustofa Bisri dengan data berupa ujaran yang disikapi sebagai simbol-simbol yang mengkonstruksi citra diri penutur. Hasil penelitian ini adalah pertama, bentuk linguistik digunakan penutur untuk mengkonstruk citra diri yang santun, toleran, mau diatur, dan tanggung jawab untuk menghindari konflik dengan pemerintah. Kedua, pendefinisian situasi digunakan penutur untuk menciptakan citra diri yang diterima masyarakat sebagai upaya untuk mendelegitimasi kekuatan pemerintah secara harmonis. Ketiga, pengubahan skrip dilakukan penutur untuk membentuk citra diri yang realistik dengan bertutur menggunakan skrip sastrawan.
REPRESENTASI BAHASA HUMOR DALAM ACARA STAND UP COMEDY DI METRO TV M. Bayu Firmansyah
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i2.4004

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan representasi bahasa humor Raditya Dhika dalam acara Stand Up Comedy di Metro TV. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian ini merupakan monolog dari Raditya Dhika dalam acara Stand Up Comedy di Metro TV yaitu berupa kata dan kalimat yang terkait dengan tindak tutur dalam pragmatik. Sumber data pada penelitian ini adalah keseluruhan bahasa humor Raditya Dhika dalam acara Stand Up Comedy di Metro TV yang menimbulkan kejenakaan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi tidak langsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tindak tutur bahasa humor Raditya Dhika dalam acara Stand Up Comedy di Metro Tv merupakan representasi kejenakaan, yaitu: (1) Tindak tutur lokusi merepresentasikan kejenakaan dengan menggunakan kata dan kalimat-kalimat memutuskan, mendoakan, merestui, dan menuntut tanpa adanya tendensi apapun. (2) Tindak tutur ilokusi merepresentasikan kejenakaan dengan menggunakan kata dan kalimat-kalimat pemberian izin, mengucapkan terima kasih, menyuruh, menawarkan, dan menjanjikan, dengan adanya tendensi dari mitra tuturnya seperti, tepuk tangan, teriakan serta tawa yang timbul. (3) Tindak tutur perlokusi merepresentasikan kejenakaan dengan menggunakan kalimat-kalimat menipu, membesarkan hati, menganjurkan, meyakinkan, menjengkelkan, membingungkan, mengganggu, memengaruhi, memalukan, dan menarik perhatian serta adanya pengaruh yang didapat oleh mitra tuturnya seperti memikirkan apa yang diucapkan oleh Raditya Dhika.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA CEPAT DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK QUICK ON THE DRAW PADA SISWA KELAS VIII DI SMPN 4 MALANG Masfufa Afriyanti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i2.4005

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca cepat dengan menggunakan teknik Quick on The Drawdi SMPN 4 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas VIII G SMP Negeri 4 Malang. Data penelitian meliputi data perencanaan, data pelaksanaan pembelajaran, dan data evaluasi. Data perencanaan pembelajaran berupa dokumen.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan membaca cepat pada siswa kelas VIII G SMPN 4 Malang. Peningkatan yangdialami dapat dikategorikan maksimal, dengan rincian dari 39 siswa yang belum mencapai ketuntasan belajar berkurang menjadi 2 siswa.
PENGGUNAAN KATA SAPAAN OLEH PEMBAWA ACARA APA KABAR INDONESIA (AKI) DI TV ONE Rosalin Ismayoeng Gusdian
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i2.4006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kata sapaan yang digunakan oleh pembawa acara dalam acara Apa Kabar Indonesia (AKI), khususnya deskripsi tentang jenis kata sapaan yang dominan digunakan dan frekuensi penggunaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data penelitian diambil dari sumber data berupa tayangan acara AKI selama enam bulan yang kemudian ditranskripsikan. Data berupa kata-kata sapaan dalam ujaran presenter dikoleksi, diklasifikasi, dan dianalisis dengan menggunakan klasifikasi gabungan yang dirancang oleh McArthur dan Kadarisman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebelas tipe kata sapaan yang digunakan oleh pembawa acara Apa Kabar Indonesia. Berdasarkan hasil tersebut, frekuensi penggunaan sapaan berupa titel kekerabatan lebih dominan digunakan dibandingkan bentuk kata sapaan yang lain. Hal tersebut mencerminkan gambaran adanya budaya kolektivistik atau kekeluargaan yang sangat mengakar pada masyarakat Indonesia.
MODEL ANALISIS WACANA KRITIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MAHASISWA MENGANALISIS WACANA BERIDEOLOGI FEMINISME Diana Silaswati
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i2.4007

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan model model Analisis Wacana Kritis (AWK) yang dapat mengungkap ideologi feminisme dalam pengkajian wacana yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa menganalisis wacana berideologi feminisme. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dan metode kuantitatif (mixed method). Dari tahapan pertama penelitian diperoleh hasil bahwa model AWK berlandaskan tiga elemen spesifik teori feminis Chafetz cukup efektif untuk melakukan pengkajian ideologi feminisme dalam dwilogi novel "Saman dan Larung". Adapun hasil dari tahapan kedua adalah bahwa perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran pengkajian wacana menggunakan model AWK Ideologi Feminisme dan bahan ajarnya telah terukur dengan hasil cukup baik berdasarkan kriteria komponen kegiatan pembelajaran, yaitu tujuan, bahan, metode, media, pendekatan, dan evaluasi. Hasil uji-t menunjukkan nilai hitung (13,682) > tabel (2,021) dalam df=38, berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan mahasiswa menganalisis wacana berideologi feminisme sebelum diberi perlakuan dan sesudah diberi perlakuan.
PENGGUNAAN LEKSEM BURUNG DALAM PERIBAHASA SIKKA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Bernardus Bura
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i1.4015

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan penggunaan leksem burung dalam peribahasa Sikka. Penggunaan leksem tersebut mempermudah pemahaman orang terhadap nilai simbolik dari leksem yang digunakan sesuai dengan latar belakang budaya yang dimiliki oleh masyarakat Sikka etnis Krowe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian ini berupa penggalan kalimat atau penggalan wacana yang mengandung peribahasa Sikka yang di dalamnya menggunakan leksem nama-nama burung. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode simak dan cakap dengan teknik simak, libat, cakap, teknik catat, dan teknik rekam. Teknik analisis data menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian membuktikan bahwa leksem burung dalam peribahasa Sikka terbagi ke dalam empat ranah penggunaan, yaitu digunakan dalam ranah kehidupan keluarga, kehidupan masyarakat, kehidupan spiritual, dan lingkungan kerja. Dalam peribahasa Sikka yang menggunakan leksem burung ditemukan delapan makna yang muncul, yaitu (1) hukum alam, (2) prinsip hidup, (3) perumpamaan, (4) tabu/larangan, (5) sindiran, (6) menggambarkan watak atau kepribadian, (7) hiperbola, dan (8) eufemisme.
ANALISIS WACANA DALAM GURINDAM XII DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER SERTA IMPLIKASINYA SEBAGAI MATERI AJAR SASTRA Doni Uji Windiatmoko
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i1.4016

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan aspek tekstual, kontekstual, intertekstual, dan nilai pendidikan karakter dalam gurindam XII karya Raja Ali Haji. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah teks Gurindam XII karyaRaja Ali Haji. Data dalam penelitian ini berupa kata, kalimat, dan paragraf dalam teks Gurindam XII karyaRaja Ali Haji, khususnya pasal V dan VI. Teknik analisis data menggunakan analisis isi atau content analysis. Hasil penelitian menunjukkan, (1) aspek tekstual secara gramatikal meliputi pengacuan (referensi), pelesapan (elipsis), dan perangkaian (konjungsi), sedangkan secara leksikal meliputi repetisi (pengulangan), sinonimi (padan kata), antonimi (lawan kata), kolokasi (sanding kata), hiponimi (hubungan atas-bawah), dan ekuivalensi (kesepadanan bentuk). (2) Aspek kontekstual, menunjukkan konteks sosial budaya dan konteks situasi (fisik dan kemanfaatan). (3)Aspek intertekstual menunjukkan bahwa kedua pasal tersebut ada keterkaitan atau saling memengaruhi baik secara wujud kata, klausa, kalimat maupun maknanya.(4) Nilai pendidikan karakter yang ditemukan yaitu jujur, gemar membaca, dan peduli sosial.
EKSPRESI PENERIMAAN DALAM DIALOG ANTARPENGHUNI KOS (KAJIAN PRAGMATIK) Farida Yufarlina Rosita
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i1.4040

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan wujud (bentuk) ekspresi penerimaan dalam interaksi antarpenghuni kos, hubungannya dengan prinsip kerjasama dan prinsip kesantunan. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data berupa data verbal dan nonverbal. Data verbal yaitu dialog atau percakapan antarpenghuni kos, sedangkan data nonverbal berupa kode yang menunjukkan ekspresi penerimaan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah: (1) mencatat, menghimpun, dan menyeleksi data, (2) mentranskrip data, (3) menerjemahkan temuan yang berbahasa daerah, (4) melakukan deskripsi data, dan (5) menyimpulkan hasil analisis. Hasil penelitian menunjukkan (1) adanya empat bentuk ekspresi penerimaan dalam percakapan di kos, yaitu (a) bentuk ekspresi penerimaan dengan ujaran ‘Ya’ dan variannya, (b) bentuk ekspresi penerimaan dengan pilihan, (c) bentuk ekspresi penerimaan dengan ucapan ‘terima kasih’, dan (d) bentuk ekspresi penerimaan dengan kode nonverbal. (2) Meskipun terdapat pelanggaran, setiap tuturan penerimaan dalam percakapan akrab antarpenghuni kos menerapkan prinsip kerjasama Grice. (3) Prinsip kesantunan Leech belum dilakukan secara maksimal oleh penutur karena tidak semua tuturan menggunakan semua keterangan maksim.
TINDAK ELISITASI DALAM WACANA KELAS: KAJIAN MIKROETNOGRAFI TERHADAP BAHASA GURU Fitri Resti Wahyuniarti
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 2 No. 1 (2016): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v2i1.4041

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan (1) bentuk tindak elisitasi guru dalam wacana kelas, (2) fungsi tindak elisitasi guru dalam wacana kelas, dan (3) makna tindak elisitasi guru dalam wacana kelas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan pendekatan mikro etnografi yang berorientasi pada teori pragmatik. Data penelitian ini berupa tuturan guru yang diindikasikan sebagai tindak elisitasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang dimulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, sampai penarikan kesimpulan (verifikasi) dengan memanfaatkan triangulasi sebagai teknik pengecekan keabsahan data temuan. Hasil penelitian menunjukkan (1) bentuk, yang meliputi bentuk interogatif, bentuk deklaratif, dan bentuk imperatif, (2) fungsi, yang meliputi fungsi menanyakan, fungsi menyatakan, dan fungsi memerintah, dan (3) makna, yang meliputi makna bertanya, makna menyatakan, dan makna memerintah.