cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pelita Bangsa Pelestari Pancasila
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue " Vol 10, No 2 (2015)" : 7 Documents clear
PEMBERIAN MOTIVASI BELAJAR KEPADA PESERTA DIDIK SEBAGAI BENTUK APLIKASI DARI TEORI-TEORI BELAJAR SUSANTI, LUSI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat besarnya tujuan dan fungsi pendidikan, maka pendidikan menjadi suatu hal yang mutlak ditempuh oleh setiap peserta didik. Pendidikan mengandung proses belajar dan pembelajaran. Sederhananya, belajar merupakan proses perubahan tingkah laku, pemahaman dan memanusiakan manusia. Suatu hal yang amat penting dalam belajar ialah adanya motivasi. Motivasi dan belajar tidak dapat dipisahkan. Motivasi merupakan daya pendorong. Rendahnya motivasi dalam belajar akan menyebabkan sulitnya peserta didik dalam mencapai kesuksesan dalam belajar. Pemberian motivasi dalam belajar sebagai bentuk aplikasi dari teori belajar, yaitu: 1) menjelaskan tujuan kepada peserta didik, 2) membangkitkan minat belajar peserta didik, 3) memberikan angka/penilaian, 4) memberikan hadiah dan pujian, 5) memberikan hukuman, 6) menciptakan persaingan dan kerjasama. 
STUDI TENTANG IMPLEMENTASI NILAI-NILAI BUDI PEKERTI SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 21 PEKANBARU EDDISON, AHMAD
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya pelanggaran dan kenakalan siswa kelas VIII di SMP Negeri 21 Pekanbaru. Banyak informasi didapat dari guru agama, PKn dan BK yang menyatakan banyak sekali siswa yang kurang atau rendahnya etika dan sopan santunnya terhadap guru maupun teman-temannya. Apalagi peneliti secara langsung mengadakan observasi di sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai budi pekerti siswa kelas VIII di SMP Negeri 21 Pekanbaru serta mengetahui faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian ini sebesar 387 orang (keseluruhan siswa kelas VIII) dengan mengambil 10%, jadi sampel sebanyak 40 orang siswa dan 2 orang guru mapel. Pengambilan data dilakukan dengan teknik angket, observasi, dan wawancara. Dalam memperoleh data dari angket yang disebarkan kepada responden dalam bentuk persentase menggunakan rumus: P = F/N x 100%. Hasil penelitian diketahui bahwa implementasi nilai-nilai budi pekerti siswa kelas VIII di SMP Negeri 21 Pekanbaru yaitu sering 62,98%, kadang-kadang 32,96%, dan tidak pernah 4,05%. Sedangkan dari wawancara guru mata pelajaran disimpulkan bahwa implementasi nilai-nilai budi pekerti banyak disampaikan dalam pelajaran dan saat jam pembinaan setiap hari sabtu. Memang banyak faktor penghambat yang dirasakan oleh guru mata pelajaran, tetapi para guru sudah cukup baik dalam menyampaikan nilai-nilai budi pekerti untuk diterapkan di lingkungan sekolah seperti slogan 3S yaitu (senyum, sapa, salam). Jadi, implementasi nilai-nilai budi pekerti siswa kelas VIII di SMP Negeri 21 Pekanbaru masih cukup baik yaitu sebanyak 62,98% menurut tolak ukur pendapat Sutrisno Hadi, sehingga hipotesis yang diajukan ditolak.
LANJUT USIA DAN PERMASALAHANNYA ', SUPRIADI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses bertambahnya usia mulai dari lahir hingga tua merupakan proses alamiah yang mesti terjadi dan tidak dapat dihalang-halangi dengan cara apapun. Sebagai manusia yang bijak, hal yang mesti dilakukan hanyalah berusaha memahami masing-masing tahap perkembangan tersebut, berikut dengan ciri-cirinya, gejala-gejalanya, dan perkembangan psikologis yang terjadi pada priodesasi tertentu.
MENELISIK IMPLIKASI PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN SOSIOEMOSIONAL DALAM PEMBELAJARAN ', HENDRIZAL
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjelaskan implikasi perkembangan kognitif dan sosioemosi-onal siswa dalam pembelajaran. Dalam hubungannya dengan siswa, pendidik memang penting mengetahui hakikat perkembangan anak sehingga bisa mengerti bagaimana anak dan remaja tumbuh dan berkembang, misalnya dalam kognitif dan sosioemosional (sosial dan moral). Dua hal ini saling berkaitan, yaitu perkembangan kognitif akan memacu perkembangan sosioemosional anak. Dengan memahami perkembangan kognitif dan sosioemosional siswa, pembelajaran yang disuguhkan bisa penuh kebermaknaan.
TEORI BELAJAR ALIRAN BEHAVIORISTIK SERTA IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN IMPROVISASI JAZZ ', IRWAN
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud menjelaskan implikasi teori belajar behavioristik terhadap pem-belajaran improvisasi jazz. Menurut teori behavioristik, belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Dengan kata lain, belajar merupakan bentuk perubahan yang dialami mahasiswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Jazz adalah musik yang mencakup kualitas seperti berayun, improvisasi, interaksi kelompok. Pada musik jazz dalam melakukan improvisasi dikenal dengan istilah “pancingan”. Salah satu pemain melakukan semacam stimulus terhadap pemain yang lain untuk melakukan perubahan style maupun perubahan modus. Dengan stimulus yang berulang-ulang, maka pemain yang lain dengan spontan melakukan respon.
APLIKASI TEORI BEHAVIORISTIK DALAM GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH ', SULASTRI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala sekolah dalam menjalankan kepemimpinannya dapat menggunakan gaya kepemimpinan transformasional. Kepemimpinan transformasional berusaha untuk mencapai tingkat moralitas dan motivasi yang lebih tinggi. Kepala sekolah harus mampu memberikan pengaruh, motivasi, meningkatkan kemampuan intelektual, dan memberikan perhatian kepada guru-guru. Kepala sekolah harus menciptakan lingkungan yang kondusif untuk terealisasinya rangsangan-rangsangan yang diinginkan.
PEMBELAJARAN INDIVIDUAL DAN PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ', MULYADI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 10, No 2 (2015)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pembelajaran individual merupakan “terjemahan” dari Indivualized Educa-tional Program (IEP). IEP merupakan rumusan program pembelajaran yang disusun dan dikembangkan menjadi suatu program yang didasarkan atas hasil asesmen terhadap kemampuan individu anak. Program pembelajaran individual mengacu kepada sasaran utama, yaitu annual goals. Untuk program semacam ini diperlukan perumusan tujuan pembelajaran khusus dengan menggunakan kata kerja operasional (umumnya lebih mengutamakan ranah psikomotor daripada ranah kognitif atau afektif) untuk setiap tujuan yang akan dicapai dalam program pembelajaran, mulai proses kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan pengamatan sehari-hari diketahui bahwa anak “tuna” juga sering menunjukkan karakteristik perilaku tersendiri yang berbeda dengan orang normal. Perilaku khusus tersebut muncul sebagai kompensasi dari ketunanetraannya. Seseorang berkembang karena perasaan rendah diri (inferior) dan perasaan inilah yang mendorong seseorang bertingkah laku mencapai rasa superior, sehingga perkembangan itu terjadi.

Page 1 of 1 | Total Record : 7