cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
Jurnal Pelita Bangsa Pelestari Pancasila
Published by Universitas Riau
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue " Vol 13, No 1 (2018)" : 16 Documents clear
PERAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA PEBRIYENNI, PEBRIYENNI
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman terhadap tiga hubungan yang pasti dialami setiap manusia (triangle relationship), yaitu hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan hubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa (spiritual). Setiap hasil hubungan tersebut akan memberikan pemaknaan/pemahaman yang pada akhirnya menjadi nilai dan keyakinan anak. Cara siswa memahami bentuk hubungan tersebut akan menentukan cara siswa memperlakukan dunianya. Pemahaman negatif akan berimbas pada perlakuan yang negatif dan pemahaman yang positif akan memperlakukan dunianya dengan positif. Mengingat begitu pentingnya kecerdasan emosional dan spiritual bagi individu untuk menemukan kebermaknaaan hidup yang sebenarnya maka para pendidik seharusnya sejak dini mengenali, memahami dan mengembangkan kecerdasan ini. Dengan pemahaman dan pengenalan sejak awal diharapkan upaya pembangunan karakter (character building) menghasilkan bangunan pribadi yang kokoh sebagai pijakan untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang lebih berkualitas. Hal ini memerlukan kerja sama pendidik terutama guru Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) yang bersinergi dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK).
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn DENGAN METODE PICTURE AND PICTURE PADA SISWA KELAS VII A SMP NEGERI 23 PEKANBARU TAHUN 2016 Efnitawarni, Efnitawarni
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pengajaran yang selama ini dilakukan masih bersifat konvensional yaitu ceramah bervariasi. Patut diduga inilah yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Berdasarkan masalah tersebut maka dipendang perlu untuk dilakukan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menerapkan metode Picture and Picture. Apakah penggunaan metode Picture and Picture dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKn materi pokok Norma-norma dalam Kehidupan Bermasyarakat pada kelas VII SMP Negeri 23 Pekanbaru?”. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar PKn dengan menggunakan metode Picture and Picture bagi siswa kelas VII A SMP Negeri 23 Pekanbaru. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan sebanyak 2 siklus. Pada siklus I dilakukan 2 kali pertemuan dan pada siklus II dilakukan 2 kali pertemuan juga.  Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah terjadi peningkatan ketuntasan hasil belajar pada tiap siklus. Peningkatan ketuntasan belajar siswa tersebut terjadi secara bertahap, dimana pada tahap siklus I terdapat 27 siswa yang tuntas dalam belajarnya atau 64,29 %, setelah dilakukan perbaikan melalui metode Picture and Picture. Pada siklus II tindakan perbaikan lanjut, hasil belajar siswa meningkat menjadi 95,23 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode Picture and Picture dapat meningkatkan hasil belajar PKn Siswa Kelas VII A SMP Negeri 23 Pekanbaru tahun 2016.
MENGUPAS HAKIKAT MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK PENDIDIKAN DAN IMPLIKASINYA YUNITASARI, DUKHA
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini bermaksud mengupas hakikat manusia sebagai makhluk pendidikan dengan pisau pandangan filsafat. Hal ini dengan tujuan memberi wawasan kepada para pihak yang berkiprah di dunia pendidikan untuk semakin memahami hal-hal berikut: pandangan filsafat tentang hakikat manusia dalam pendidikan; implikasi pandangan filsafat tentang hakikat manusia dalam ilmu pendidikan; dan implikasi pandangan filsafat tentang perilaku manusia dalam pendidikan, khususnya membentuk kepribadian manusia. Perlu diketahui bahwa guna terwujudnya nilai-nilai manusiawi dalam kompleksitas kehidupan dan dalam dunia pendidikan khususnya, mutlak diperlukan kejelasan dan bahkan kepastian terpahaminya manusia sebagai makhluk yang manusiawi. Pemahaman dan selanjutnya perlakuan terhadap manusia itu sendiri sangat diperlukan melalui pengertian filosofis tentang harkat martabat manusia. Pada tataran praksisnya, selanjutnya, diharapkan agar para insan pendidikan dapat menerapkan pandangan filsafat itu dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan dan pembelajaran. Disarankan kepada praktisi pendidikan untuk semakin menyadari bahwa peserta didik sebagai manusia harus dipandang sebagai makhluk yang unik sekaligus istimewa, serta harus diperlakukan secara manusiawi juga.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI MENJAGA KEUTUHAN NKRI MELALUI METODE BERMAIN PERAN DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING KELAS V SDN 138 PEKANBARU IRIANTY, SRIE
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

dipelajari yaitu menjaga keutuhan NKRI. Melalui bermain peran di antara siswa dalam pembelajaran ini, ternyata dapat meningkatkan hasil belajar. Siswa tidak cepat bosan, bahkan berantusias dalam pembelajaran ini. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya hasil belajar siswa. Pada pra siklus hanya 33,33% siswa yang meraih ketuntasan, meningkat ketuntasan menjadi 58,33% pada siklus I dan pada siklus II sebanyak 82,31%. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan yang signifikan apabila kita menggunakan metode dan cara belajar yang tepat sehingga siswa dapat belajar dengan semangat dan meraih prestasi yang kita harapkan.
PENGGUNAAN MEDIA KOMPUTER DENGAN SOFTWARE VMWARE UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI BELAJAR SISTEM OPERASI PADA SISWA KELAS X TKJ1 SMKN 1 BANGKINANG M. Hanif, Fajri
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), berdasarkan hasil sebelumnya bahwa kompetensi belajar system operasi pada siswa kelas X TKJ1 Bangkinang menunjukan hanya 45 % siswa yang nilainya berada diatas kriteria ketuntasan minimal (KKM), setelah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas pada pembelajaran siklus 1 naik  menjadi 58 % dan pada siklus 2 naik lagi menjadi 94 %. Hal ini juga membuktikan bahwa pemilihan media pelajaran yang tepat akan membantu guru dan siswa dalam memahami materi pelajaran yang diberikan, membantu siswa belajar lebih kreatif dan mandiri, siswa lebih leluasa praktek dan tidak takut akan kerusakan alat serta siswa dapat mengembangkan ilmu yang diperdapat melalui penggunaan media komputer dengan software vmware. Dari hasil penelitian Tindakan Kelas dapat disimpulkan bahwa penggunaan media komputer dengan software vmware dapat meningkatkan kompetensi belajar sistem operasi siswa kelas X TKJ I SMK Negeri 1 Bangkinang
KEDUDUKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 32 TAHUN 2002 TENTANG PENYIARAN TANPA TANDA TANGAN PRESIDEN SY, HELMI CHANDRA
Pelita Bangsa Pelestari Pancasila Vol 13, No 1 (2018)
Publisher : Pelita Bangsa Pelestari Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjawab tiga permasalahan, yaitu: Pertama, bagaimanakah pengundangan undang-undang tanpa tanda tangan presiden. Kedua, apakah latar belakang presiden tidak menandatangani Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran. Ketiga, bagaimanakah akibat hukum dari tindakan presiden yang tidak menandatangani Undang-Undang Penyiaran. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian hukum ini adalah pendekatan yuridis, historis dan konseptual, yang penerapannya disesuaikan dengan kebutuhan. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan, diketahui bahwa pengundangan undang-undang tanpa tanda tangan presiden yaitu diberikan kalimat pengesahan yang berbunyi: “Undang-undang ini dinyatakan sah berdasarkan ketentuan Pasal 20 ayat (5) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”. Kalimat pengesahan tersebut harus dibubuhkan pada halaman terakhir undang-undang sebelum pengundangan naskah undang-undang ke dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Alasan yang menjadi latar belakang sehingga presiden tidak menandatangani Undang-Undang Penyiaran yaitu: (1) adanya materi yang tidak disetujui oleh presiden, dan (2) adanya penolakan dari berbagai kelompok masyarakat. Undang-undang yang lahir tanpa tanda tangan presiden menimbulkan akibat hukum di antaranya yaitu: (a) sebelum undang-undang berlaku telah terjadi permohonan judicial review, dan (b) undang-undang dapat dibatalkan.

Page 2 of 2 | Total Record : 16