Articles
18 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic"
:
18 Documents
clear
SISTEM HUMIDIFIER DAN TEMPERATURIZER DIGUNAKAN DALAM PENYIRAMAN OTOMATIS TANAMAN
Cahyana, Nur Heri;
Hafsah, Hafsah;
Noorindra, Adhika
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kurang atau berlebihnya kelembaban dan suhu dapat menyebabkan tanaman rusak atau bahkan mati. Untukmengurangi faktor human error yang sering terjadi dalam menjaga kelembaban dan suhu tanaman agar tumbuhsempurna diperlukan alat yang secara otomatis menjaga kelembaban dan suhu lingkungan disekitar areatanam.Metodologi pembangunan sistem menggunakan metode v sommerville. Sensor yang digunakan adalah sensor suhu Sensirion SHT-11. Relay yang digunakan adalah Relay Board DT I/O 1210 Delta-Electronic. Mikrokontroler yang digunakan adalah ATmega8535 16PU PDIP. Software Code Vision AVR versi 2.03.4 digunakan untuk kegiatan pemrograman (compile dan build) serta penginjeksian program ke mikrokontroler (via AVR ISP cable). Program yang digunakan berformat Bahasa C yang kemudian di terjemahkan ke bahasa assembler (format HEX dan ROM) dengan codevision. User-System Interface dibangun dengan Microsoft Visual Basic 6. Sistem bekerja secara mandiri tanpa intervensi atau input dari user. Input dari user hanya berupa kode program yang diinjeksikan ke mikrokontrol yang berguna untuk memprogram sistem, yakni untuk menentukan ambang batas derajat suhu (dalam celcius) dan kelembaban (dalam %) yang diinginkan. Bagian output sepenuhnya akan ditangani oleh mikrokontroler, yakni berupa otomasi on/off pompa air untuk melakukan aplikasi penyemprotan air via sprinkler yang bertujuan untuk menjaga kelembaban suhu lingkungan sekitar area tanam.
PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI TIGA FASA DENGAN METODA DIRECT TORQUE CONTROL MENGGUNAKAN FUZZY LOGIC CONTROLLER
Endro Wahjono;
Soebagio Soebagio
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini mengembangkan metode pengaturan kecepatan motor induksi tanpa sensor (sensorless) menggunakan Direct torque Control (DTC) dengan Fuzzy Logic Control (FLC). Estimasi kecepatan motor akan dibandingkan dengan kecepatan referensi untuk menghasilkan error. Error sebagai masukan FLC. Nilai keluaran dari FLC adalah Torka referensi. Besaran masukan estimasi DTC adalah arus dan tegangan motor, sinyal masuk inverter dan tegangan dc. Besaran keluaran estimasi DTC adalah torka, putaran, fluks dan sudut antara fluks sumbu d dan sumbu q. Hasil simulasi dengan simulink menunjukkan bahwa dengan metoda DTC menggunakan FLC pengaturan kecepatan motor induksi saat start terjadi overshoot 1,6%, rise time 0.0245 detik dan setling time 0.4825 detik untuk kecepatan motor referensi 76,18 rad/detik. Dengan metode Direct Torque Control (DTC) menggunakan Fuzzy Logi Controller (FLC) mampu untuk mengikuti kecepatan referensi yang dinamis dengan baik serta dapat menekan ripple sampai ke derajat yang sangat rendah.
UNJUK KERJA MOTOR INDUKSI ROTOR LILIT SEBAGAI VARIABEL-TRANSFORMATOR (The Performance of a Wound Rotor Induction Motor used as a Variable Transformer)
Lukman Subekti;
Ma'un Budiyanto
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Generally induction motor is used as a tool to change electric power to mechanic one. In forced condition wound-rotor induction motor can be used as transformer. This case can be accepted for both machines work by induction principle. Stator is the primary side of a three phase-transformer. Magnetic field produced by stator cuts across rotor conduction. This induction voltage cases the rotor current to flow. However, induction motor is one of non-linear load and be able to cause harmonic in alternating current.The objective of this research is to acknowledge the work of wound-rotor induction motor when its function is changed into a transformer.The research was done by the wound rotor supplied sinusoidal voltage as the primary of a three phasetransformer. The magnetic filed produced by rotor cuts across stator conductor. Rotor position was regulated from 0o, 45o, 90o, 135o, up to 360o. In stator winding, the amount of emf induced proportional to the rate of flux change and the number of its wound.The result of research shows that wound-rotor induction motor can be used as variable transformer. Voltage change obtained is about 8%. Voltage waved) form is defect sinusoidal. The average value of Total Harmonic Distortion (THD) is 1.8% for displacement of rotor angle from 0o up to 360o.
EFISIENSI MOTOR INDUKSI 3 SEBAGAI GENERATOR INDUKSI 3
Zainal Abidin;
Yulianta Siregar;
Nursalim Nursalim
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Motor induksi 3phase pada umumnya digunakan sebagai motor penggerak beban dalam bidang industri. Dalam kondisi tertentu, motor induksi 3phase dapat digunakan sebagai penghasil daya atau pembangkit daya listrik. Analisa efisiensi motor induksi 3phase sebagai generator induksi 3phase (MISGI) ditinjau dengan melihat karakteristik dari motor induksi sebelum dioperasikan sebagai generator induksi 3phase dan sesudah dioperasikan sebagai generator induksi 3phase. Analisa perhitungan efisiensi dilakukan dengan menggunakan program matlab . Efisiensi daya meningkat sebanyak 12 kali dari daya motor. Faktor daya dan daya output meningkat dengan meningkatnya kecepatan putar. Untuk dapat beroperasi sebagai generator, kecepatan putar rotor motor induksi 3phase harus diatas kecepatan sinkronnya.
SIMULATOR NITROGEN PLANT BERBASIS PLC
Faisal Rifki Kafil;
Ma'un Budiyanto
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Nitrogen merupakan gas vital dalam dunia industri (khususnya industri perminyakan). Selain gas nitrogen berfungsi sebagai pengisi ruang vakum pada tangki penyimpanan bahan bakar, juga sebagai alat pemadam kebakaran. Pembuatan nitrogen dilakukan dengan beberapa macam cara, salah satunya adalah dengan cara membakar hidrokarbon (biasanya solar) dengan udara bebas (kandungan Nitrogen di udara bebas lebih dari 78%). Dari pembakaran tersebut akan dihasilkan Nitrogen (N2), Uap air (H2O), dan Jelaga (CO2). Simulator nitrogen plant berbasis PLC ini mempresentasikan pengoprasian nitrogen plant secara otomatis dengan bantuan alat kontrol berupa PLC, sehingga kesalahan yang mungkin timbul akibat human error dapat diminimalisir.
STUDI PENGURANGAN ARUS HARMONIK TRIPLEN DENGAN MENGGUNAKAN TAPIS SERI DAN TRANSFORMATOR ZERO PASSING
M. Budiyanto;
Hamzah Berahim;
M. Isnaeni
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Electronic ballast is nonlinear load which can creates voltage harmonic distortion. The result is phase current contains harmonic component which causes three phase four wires in balance load of the current in the neutral wire doesn’t equal to zero. The neutral current dominated by odd harmonic component of triplen because the sum of vector doesn’t cause to be lost each other. The goal of the research is to reduce the current in the neutral wire and per phase triplen harmonic current by applying zero passing transformer and series filter variable (595.5 - 365.5 mH). The result shows that electronic ballast of fluoresen lamp before installing zero passing transformer and series filter creates current in the neutral wire is 0.265 A and the third of harmonic current per phase average is 67%, the ninth is 27%, and the fifteenth is 6%. The most optimal of zero passing transformer and series filter installment is when the value of series filter is 595.5 mH which causes the decrease of the current in the neutral wire became 0.025 A and the decrease of current harmonic average per phase; the third is 91%, the ninth is 96% and the fifteenth is 91%.
KOMPUTASI PARAMETER ADAPTIF FUZZY CONTROLLER PADA SISTEM PENGERING KAYU
Zakarias Situmorang
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Komputasi terhadap parameter kontrol menjadi penting dilakukan sesuai hasil pengukuran pada sebuah prototipe sistem pengering kayu, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih riil. Parameter yang dianalisis berkaitan dengan penerapan adaptif fuzzy controller (AFC) pada prototipe alat pengering kayu tenaga panas surya, yaitu berupa besaran control priode sistem untuk perlakukan yang berbeda-beda dari aktuator. AFC di implementasikan dengan mekanisme adaptasi yang diarahkan bekerja pada sistem ketika terjadi perubahan humiditi drying dari sebuah jadwal pengeringan kayu sengon, tetapi dengan kondisi temperatur drying yang tetap. Mekanisme ini membandingkan model reference dan situasi riil ruang pengering sesuai kondisi cuaca untuk mendapatkan kondisi yang diinginkan. Hasil implementasi disajikan dalam bentuk look-up table dari perlakuan aktuator pada rule AFC.
IMPLEMENTASI FPGA (FIELD PROGRAMMABLE GATE ARRAY) PADA SPREADING DAN DESPREADING MENGGUNAKAN KODE PSEUDONOISE KASAMI DAN JPL (JET PROPULSION LABORATORY)
Anang Budikarso;
Aries Pratiarso
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada Makalah ini akan dibuat sistem spread spectrum untuk menebar dan mengatur kembali sinyal informasi, guna menjamin kerahasian dan keselamatan informasi. Proses penebaran dilakukan dengan menggabungkan sinyal informasi dan sinyal acak semu. Sinyal acak semu yang dibangkitkan menggunakan Kode Kasami dan JPL. Proses pengaturan kembali sinyal informasi adalah pengulangan dari proses penebaran. Sinyal hasil penggabungan digabungkan kembali dengan sinyal acak semu yang sama, untuk mendapatkan sinyal aslinya. Dari hasil percobaan yang dilakukan proses spreading despreading masih belum mengalami perubahan yang signifikan masih seperti data aslinya yaitu dengan laju bit Data 256 kHz, dengan laju PN : 8 MHz. Dalam membangun sistem tersebut digunakan FPGA Spartan II Type XSA-50 sebagai perangkat keras dan Xilinx Web Pack 7.1 sebagai perangkat lunak.