cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS" : 14 Documents clear
ANALISIS MORFOMETRI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK PENENTUAN SUB DAS PRIORITAS (STUDI KASUS MITIGASI BENCANA BANJIR BANDANG DI DAS GARANG JAWA TENGAH) Henky Nugraha; Ahmad Cahyadi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir bandang merupakan bencana yang sering terjadi di DAS Garang Jawa Tengah, dengan rata-rata kejadian 2 kali dalam setahun. Oleh karena itu, diperlukan suatu kajian terkait mitigasi bencana banjir bandang di DAS Garang agar risiko di masa mendatang dapat diminimalisir. Tujuan penelitian ini yaitu bertujuan untuk memahami karakteristik hidrologi DAS Garang menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menentukan subDAS prioritas berdasarkan parameter morfometri sebagai upaya mitigasi bencana banjir bandang. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data vektor jaringan sungai dan peta topografi skala 1 : 25.000 terbitan Bakosurtanal. Metode yang digunakan adalah analisis morfometri DAS yang terdiri dari Bifurcation Ratio (Rb), Drainage density (Dd), Stream Frequency (Fs), Texture Ratio (T), Basin Relief (Bh), Relief Ratio (Rh), Ruggedness Number (Rn), Form Factor (Rf), Length of Overland Flow (Lof), dan Constant Channel Maintenance (C) menggunakan sistem informasi geografis (SIG). Penentuan hubungan antar parameter morfometri ditentukan dengan analisis korelasi menggunakan software SPSS 18. Parameter morfometri terkait kemampuan menahan air ditumpangsusun untuk memperoleh nilai prioritas pengelolaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa subDAS Garang menjadi prioritas pertama untuk dikelola, dikuti dengan subDAS Kreo dan subDAS Kripik dalam upaya mitigasi bencana banjir bandang di DAS Garang.
PENGEMBANGAN SENSOR KOMPAS DIGITAL DAN SENSOR AKSELERASI UNTUK MEMANTAU GERAKAN TANAH PADA BIDANG LONGSOR DALAM UPAYA PENGURANGAN RISIKO BENCANA Sani Tanaka Isnawanto; Risanuri Hidayat; Eka Firmansyah
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi di Indonesia. Sebaran bencana longsor sangat luas karena lebih dari 60% wilayah daratan di Indonesia merupakan daerah rawan longsor. Fakta menunjukkan bahwa masyarakat sering menjadi korban akibat belum optimalnya fungsi sistem peringatan dini bencana tanah longsor. Salah satu upaya pengurangan risiko bencana tersebut adalah dengan menerapkan teknologi sensor elektronis dalam sistem peringatan dini tanah longsor. Dalam paper ini pergerakan tanah dijadikan fokus utama dalam pemantauan, dimana perubahan posisi permukaan tanah menjelang longsor adalah parameter utama yang akan dipantau yang mengacu pada [creep theory]. Peranti yang dikembangkan dalam paper ini adalah alat yang dapat memantau perubahan kemiringan tanah pada sumbu X dan sumbu Y menggunakan sensor akselerasi. Peranti ini akan memberikan peringatan dini berupa suara sirine jika terjadi perubahan kemiringan tanah yang telah melampaui batas aman. Fitur tambahan pada peranti ini adalah sensor kompas digital yang dapat memantau arah diagonal dari perubahan kemiringan tanah akibat tanah longsor. Pemantauan arah diagonal bertujuan untuk memprediksi arah longsoran tanah untuk menentukan jalur evakuasi yang aman. Hasil sistem yang dikembangkan mempunyai resolusi sebesar 1° dengan jangkauan pengukuran antara 0°-85° pada sumbu X dan sumbu Y. Sedangkan pemantauan arah diagonal mempunyai resolusi sebesar 1° dengan jangkauan pengukuran antara 0°-359°. Spesifikasi tersebut sudah memenuhi kriteria untuk membangun sistem peringatan dini tanah longsor.
APLIKASI MOBILE GIS UNTUK PEMETAAN BEAUTY CENTER Wilis Kaswidjanti; Dessyanto Boedi P; Riski Aulia
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melonjaknya mobilitas masyarakat akan kebutuhan teknologi informasi berbentuk peta kini banyak yang memanfaatkan teknologi nirkabel yang berbentuk Sistem Informasi Geografis Nirkabel (Wireless GIS) atau lebih popular dengan sebutan aplikasi Mobile GIS (Geographic Information System). Saat ini Mobile GIS bukan hanya trend semata melainkan kebutuhan yang dapat disetarakan dengan kebutuhan primer pribadi manusia, ataupun dapat membantu pekerjaan di bidang perkantoran. Banyaknya jumlah pelajar dan mahasiswa yang sangat memperhatikan kesehatan kulit dengan seringnya mendatangi Beauty Center. Keadaan seperti ini memerlukan sebuah peta berbasis mobile. Maka, dalam penelitian ini dibangun sebuah Aplikasi Mobile GIS untuk pemetaan Beauty Center. Peta Beauty Center akan bermanfaat bagi para remaja hingga dewasa baik lakilaki maupun perempuan yang ingin mengetahui letak beauty center. Khusus penelilitian ini diambil data wilayah Yogyakarta. Aplikasi ini dibangun dengan metodologi penelitian berupa metode grapple. Dalam aplikasi ini akan menggunakan tool-tool seperti : Zoom In, Zoom Out, dan Indentify (nama Beauty Center, nama dokter, jenis-jenis perawatan, nama barang yang dijual, alamat, no telpon, longitude dan latitude, dan keterangan tambahan lainnya). Dengan adanya informasi yang detail ini diharapkan pengguna aplikasi tidak lagi kesulitan saat ingin mendatangi Beauty Center yang dikehendakinya. Aplikasi ini dibangun menggunakan Google Map API dan Eclipse Java sebagai IDE, dan ponsel Android sebagai alat pendukung.
DISAIN TAMBANG BATUBARA BAWAH TANAH DENGAN CAD Ketut Gunawan
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Over time the amount of coal reserves in Indonesia that could be mined by open pit system will be increasingly depleted. Current open pit faces many challenges from various elements of society especially the problem of environmental degradation and land acquisition people. Underground mines are relatively more environmentally friendly and in contact with soil problems people relatively smaller. Advancement of information technology especially Auto CAD program can facilitate the design of underground mines.
PEMANFAATAN CITRA DIGITAL ELEVATION MODEL (DEM) UNTUK STUDI EVOLUSI GEOMORFOLOGI GUNUNG API MERAPI SEBELUM DAN SETELAH ERUPSI GUNUNG API MERAPI 2010 Yustian Ekky Rahanjani; Agung Setianto; Srijono Srijono
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung api Merapi adalah satu dari gunungapi teraktif di dunia. Erupsi G.Merapi sepanjang 26 Oktober hingga 4 November 2010 menyebabkan banyak korban dan perubahan morfologi yang signifikan di sekitar tubuh gunung api. Hal ini mendorong peneliti untuk melakukan penelitian mengenai perubahan morfologi karena erupsi. Daerah penelitian berada di lereng selatan G.Merapi, khususnya pada bagian channel dan overbank Kali Gendol. Maksud dari penelitian evolusi geomorfologi G. Merapi ini adalah mengetahui perubahan geomorfologi yang terjadi akibat erupsi G. Merapi 2010 . sedangkan tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi geologi setelah erupsi G. Merapi 2010, perubahan pola kontur setelah erupsi G. Merapi 2010, dan perubahan pola penyaluran setelah erupsi G. Merapi 2010. Pada penelitian ini, kami menggunakan DEM pada tanggal 6 Oktober 2010 dan 9 November 2010 untuk membandingkan dan menganalisis kondisi sebelum dan setelah erupsi. Penelitian mengombinasikan hasil pengolahan data Digital Elevation Model (DEM) multitemporal, yaitu DEM sebelum erupsi dan DEM sesudah erupsi dan data lapangan berupa data litologi dan morfologi untuk menganalisis peta geomorfologi, mendeterminasi perubahan elevasi, peta pola penyaluran sebelum dan setelah erupsi, , dan peta kontur sebelum dan setelah erupsi. Setelah itu, dibuat analisis perubahan jarak kontur pada tiap satuan geomorfologi, analisis fluktuasi perubahan elevasi pada tiap satuan geomorfolgi, dan analisis perubahan azimuth aliran sungai pada tiap satuan geomorfologi. Berdasarkan hasil pengolahan DEM dan data lapangan, daerah penelitian dapat dibagi menjadi dua satuan litologi yaitu Satuan Kubah Lava dan Satuan Piroklastik. Kemudian, daerah penelitian juga dapat dibagi menjadi 6 satuan geomorfologi pada DEM sesudah erupsi, yaitu Satuan Dataran, Satuan Perbukitan Bergelombang Lemah, Satuan Perbukitan Bergelombang Lemah-Kuat, Satuan Perbukitan Bergelombang Kuat, Satuan Perbukitan Berlereng Curam, dan Satuan Pegunungan Berlereng Sangat Curam. Dari hasil analisis pola kontur dan pola aliran sungai didapat bahwa arah displacement sesuai kontur menurun pada model tidak sepenuhnya sama dengan arah displacement material erupsi G. Merapi. Hal ini dikarenakan massa jenis yang tidak rata akibat transportasi material tersebut, faktor morfologi asal, dan rekayasa manusia (rumah-rumah penduduk yang menjadi barrier aliran piroklastik).
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP RETENSI POTENSIAL AIR OLEH TANAH PADA KEJADIAN HUJAN SESAAT (STUDI KASUS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAS GARANG JAWA TENGAH) Cahyadi, Ahmad; Yananto, Ardila; Wijaya, Muhammad Sufwandika; Nugraha, Henky
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perubahan penggunaan lahan di DAS Garang Jawa Tengah Tahun 1994, 2001 dan 2008 terhadap retensi potensial maksimum air oleh tanah pada kejadian hujan sesaat (storm rainfall). Metode yang digunakan adalah metode SCS yang dikembangkan oleh The Soil Conservation Services. Data yang digunakan adalah data penggunaan lahan yang diekstrak dari citra Tahun 1994, citra 2001 dan citra 2008 menggunakan software ENVI dan peta tanah DAS Garang skala semi detail. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retensi potensial maksimum air oleh tanah pada kejadian hujan sesaat di DAS Garang semakin menurun. Hal ini disebabkan semakin luasnya lahan terbangun dan semakin sempitnya lahan non-terbangun. Kondisi ini akan menyebabkan imbuhan terhadap airtanah di DAS Garang semakin kecil dan debit puncak banjir akan semakin besar.
PREDIKSI PENURUNAN MUKA AIR TANAH AKIBAT PEMOMPAAN DI DAERAH JOGONALAN KLATEN JAWA TENGAH Lanjar Sudarto
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi penurunan muka air tanah akibat pemompaan untuk kepentingan irigasi di daerah Jogonalan, Klaten, Jawa Tengah. Prediksi dilakukan dengan Program bantu MODFLOW (A Modular Three-Dimensional Finite-Difference Ground-Water Flow Model). Daerah penelitian adalah merupakan kawasan pertanian yang potensial untuk daerah Klaten-Jawa Tengah, yang terkendala ketersediaan air irigasi. Untuk memenuhi kebutuhan air irigasi pertanian tersebut dikembangkan 23 sumur pompa air tanah tertekan (Air Bawah Tanah), debit berkisar 21 sd 38 lt/dt. Kebutuhan air cukup besar pada Musim Kemarau (Bulan Maret sd Juli) dapat mencapai 62mm/hari. Untuk memenuhi kebutuhan air tersebut dilakukan pemompaan air tanah yang akan berakibat penurunan muka air tanah di daerah tersebut. Mengingat lahan pertanian tersebut berdekatan dengan pemukiman penduduk dimana air tanah banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih. Daerah penelitian terletak pada 7o30’ -7o50’LS dan 110o25’ – 110o40’BT. Kondisi agroklimat daerah penelitian termasuk dalam kategori C2 (5-6 bulan basah dan 2-4 bulan kering). Curah hujan rata-rata bulanan tertingi Bulan Januari (360,1mm/bulan), curah hujan tahunan rata-rata 1897mm/tahun. Secara fisiografis merupakan dataran Merapi. Secara geologi material didominasi oleh produk vulkanik Merapi (pasir, tufa, breksi dan pumice). Karakteristik aquifer yang diinterpretasikan dari diskripsi lubang bor dan analisis geofisik, ketebalan akuifer 57 sd 75m; elevasi dasar akuifer 58m (dpl) di daerah bagian selatan dan 93m (dpl) di daerah bagian utara. Berdasarkan uji pemompaan diperoleh nilai transmisivitas 97,22 sd 456,77m2/hari. Nilai Storativitas berkisar antara 6,787.10-4 sd 1,361.10-3. Kebutuhan air dari volume pemompaan per bulan, tertinggi Awal Musim Tanam Kemarau Bulan April 854,26 (x1000m3) dan tertendah Musim Penghujan, September 88,81 (x1000m3). Untuk memenuhi kebutuhan tersebut rata-rata Debit aktual (Qa) berada pada 1,06 Debit Pemompaan (Qp), sehingga mulai Bulan April sd Agustus terjadi penurunan muka air tanah sebesar 2,05 sd 7,88m. Usaha menekan penurunan muka air tanah dapat dilakukan dengan mengurangi kebutuhan air pada puncak kegiatan tanam pada Bulan April, dilakukan dengan variasi waktu kegiatan tanam atau variasi jenis tanaman yang diusahakan sehingga menekan kebutuhan puncak pada waktu tertentu.
PENGGUNAAN GIS PADA RANCANGAN PEMANFAATAN LAHAN DI DISTRIK AROBA KABUPATEN TELUK BINTUNI, PROVINSI PAPUA BARAT Herwin Lukito; M. Nurcholis
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah menyusun pengembangan lahan untuk kegiatan pertanian dengan kesesuaian lahannya berdasarkan analisis kondisi dan potensi bio-geo-fisik lingkungan. Lokasi penelitian adalah di Distrik Aroba Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. Metode yang digunakan adalah survey, Overlay dan maching. Survey lapangan untuk mendapatkan data sekunder yaitu data iklim dan suhu udara, sedangkan data primer yang diambil di lapangan adalah pengamatan satuan batuan, pengeboran titik sampel tanah, pengamatan profil tanah, pengamatan sifat fisik dan kimia tanah di lapangan, pengamatan drainase, kemiringan lereng, pengambilan sampel air sumur dan sungai, pengamatan tanaman tahunan dan semusim. Disamping pengambilan data bio geo fisik juga dilakukan FGD(focus Group discussion) kepada tokoh masyarakat untuk menjaring keinginan masyarakat Aroba terhadap keinginan komoditas tanaman yang akan dikembangkan. Analisis laboratorium tanah yang dilakukan adalah: KPK, Basabasa tertukar: Ca, Mg, K, Na, pH (H2O) dan pH (KCl), daya hantar listrik tanah, kadar bahan organic, Kadar N total, Kadar P total, Kadar Al tertukar. Data analisis untuk air adalah pH dan DHL. Hasil dari penelitian merekomendasikan Tanaman Pangan (jagung,padi gogo dan Sagu),Tanaman Industri (Kakao dan cengkeh) , Tanaman Buah( Rambutan , Durian, Mangga, dan pisang dengan beberapa faktor kendala yaitu ketersediaan oksigen, bahaya sulfide, retensi hara, Sodisitas, dan media perakaran.
POTENSI PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DENGAN WAHANA UDARA NIR-AWAK DI INDUSTRI TAMBANG DAN MIGAS Catur Aries Rokhmana
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, kebutuhan akan energi telah mendorong meningkatnya permintaan pada produk dari industri tambang dan migas. Tulisan ini mengilustrasikan suatu sistem penginderaan jauh dengan wahana udara nir-awak yang bekerja pada industri tambang dan migas untuk tujuan survei topografi, penilaian aset dan volume, dan pemantauan perubahan tutupan lahan. Sistem ini pada hakekatnya adalah menyederhanakan sistem pemetaan secara fotogrametri digital agar dapat dilakukan oleh personal. Arsitektur instrumentasi sistem dan sejumlah contoh kasus diberikan dalam tulusan ini. Kasus tersebut diantaranya adalah aplikasi di Unit Bisnis Nikel PT ANTAM di Maluku Utara dan lapangan minyak PT Chevron Pacific Indonesia di Riau. Sistem ini dapat menghasilkan sejumlah produk dasar yang tidak selalu untuk tujuan survei-pemetaan saja, tetapi lebih luas pada penyedia jasa informasi spasial untuk sejumlah tujuan penilaian kawasan. Kualitas informasi geometrik yang dihasilkan dapat mencapai tingkat akurasi sub-meter atau < 50cm. Dimasa mendatang dengan semakin majunya sensor optik-elektrik, sistem tele-kontrol, dan sistem auto-pilot, maka diharapkan pekerjaan survei pemetaan berbasis fotogrametri akan semakin mudah dan murah
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PENDISTRIBUSIAN GAS LPG BERSUBSIDI DENGAN METODOLOGI OBJECT ORIENTED STUDI KASUS PT. XYZ Lis Suryadi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi Sumber Daya Alam(SDA) sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan. SDA mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia. Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brazil. Berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi SDA yang dapat diperbaharui dan SDA tak dapat diperbaharui seperti tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar matahari, angin, dan air. Minyak bumi, emas, besi, Gas dan berbagai bahan tambang lainnya adalah SDA tak dapat diperbaharui yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya. LPG adalah kependekan dari Liquefied Petroleum Gas. LPG merupakan gas hasil produksi dari kilang minyak atau kilang gas, yang komponen utamanya adalah gas propane (C3H8) dan butane (C4H10) yang dicairkan. Menimbang bahwa dalam rangka untuk menjamin penyediaan dan pengadaan bahan bakar di dalam negeri dan mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) guna meringankan beban keuangan negara, perlu dilakukan substitusi penggunaan minyak tanah ke LPG maka keluar Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 tentang penyediaan, pendistribusian, dan penetapan harga LPG. PT. XYZ menjadi salah satu Badan Usaha yang menyelenggarakan penyediaan dan pendistribusian LPG bersubsidi. Dalam prosesnya dibutuhkan laporan – laporan mengenai pendistribusian, terutama pada data penerima subsidi. Data ini sangat banyak sehingga menyulitkan jika dilakukan secara manual. PT. XYZ membantu proses pendistribusian untuk menghindari kecurangan – kecurangan yang mungkin dilakukan pada saat pendistribusian. PERTAMINA sebagai pemberi subsidi mengharapkan distribusi merata di seluruh wilayah Indonesia. Untuk mengurangi kesalahan dan kecurangan pada saat distrubisi Gas maka dibutuhkan Sistem informasi, dengan sistem informasi proses pendistrubusian Gas akan lebih cepat dan akurat sehingga perusahaan dapat bekerja secara baik, efektif, dan efisien. Anaisis dan perancangan sistem menggunakan Metodologi Object Oriented dan UML, database yang digunakan adalah Mysql Server dengan Microsoft Visual Studio 2005 sebagai bahasa program nya.

Page 1 of 2 | Total Record : 14


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1 (2021): Inovasi Teknologi dan Pengolahan Informasi untuk Mendukung Transformasi Digital Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2017): “e-Defense : Menjaga keamanan data menghadapi cyber warfare untuk memperkokoh ke Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2014): Business Intelligence Vol 1, No 5 (2013): Network And Security Vol 1, No 4 (2013): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 2 (2013): Cloud Computing Technology Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2012): Network And Security Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 4 (2011): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2011): Network And Security Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2011): Computatinal Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 4 (2010): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 4 (2009): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2009): Network And Security Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 4 (2008): Network And Security Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2008): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2008): Computational More Issue