cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy" : 16 Documents clear
PEMBUATAN CETAK BIRU (BLUE PRINT) PENOMORAN PENDUDUK NASIONAL SECARA ELEKTRONIK (E-NATIONAL IDENTITY CARD) DALAM RANGKA AKURASI DATA UNTUK KEPERLUAN DAFTAR PEMILIH TETAP PADA PEMILU DI INDONESIA TAHUN 2014 Ade Supriatna
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pemilihan calon legislatif tahun 2009 ternyata banyak warga Negara Indonesia yang kecewa karena tidak terdaftar sebagai pemilih tetap (tidak bisa menyalurkan hak suaranya). Hal ini bisa terjadi karena berbagai macam penyebabnya, diantaranya masalah pemutakhiran data yang tidak maksimal, atau bisa karena perubahan domisili warga, adanya identitas penduduk ganda dan lain sebagainya. Identitas penduduk (Identity card) merupakan hak setiap warga negara dan bisa berlaku secara nasional. Berkaitan dengan hal tersebut seyogyanya permasalahan-permasahalan seputar pemutakhiran data kependudukan perlu dibenahi dengan tepat dan cermat. Data kependudukan yang mutakhir sangat diperlukan sebagai komponen utama dalam penyelenggaraan demokrasi di Indonesia yang lebih baik. Adaptasi terhadap perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi hal yang penting untuk terciptanya perubahan ke arah yang lebih baik dari proses bisnis (business process improvement) pemerintahan. Akan tetapi penerapan di lapangan tentunya mempertimbangkan aspek kesiapan dari berbagai sumber daya. Departemen Dalam Negeri dalam hal ini yang bertanggung jawab dalam pengelolaan data kependudukan perlu mempersiapkan sedini mungkin untuk pemutakhiran data yang lebih efisien, efektif, akurat dan menyeluruh. Dengan pemanfaatan sarana teknologi informasi untuk menuju proses bisnis berbasis elektronik insyaAlloh bisa dilakukan. Pembuatan Cetak Biru ini menggunakan metodologi Enterprise Architecture Planning (EAP). Metodologi tersebut melingkupi pembahasan tentang arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi. Hasil akhir dari penelitian ini berupa peta jalan (roadmap) dan usulan-usulan aplikasi yang dibutuhkan untuk keperluan pengelolaan data kependudukan secara elektronik.
MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN KABUR UNTUK PEMILIHAN PRESIDAN-WAKIL PRESIDEN Eko Hari Parmadi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pengambilan keputusan untuk pemilihan presiden-wakil presiden merupakan model keputusan banyak kriteria dimana setiap kriteria yang digunakan kabur atau tidak tegas. Hasil keputusan sangat bergantung dari persepsi individu tentang kriteria tersebut. Masukan dari sistem ini berupa derajat keanggotaan kriteria dan matriks resiprok sedangkan hasil akhir dari sistem ini adalah kelayakan calon yang dipilih beserta derajat keputusannya. Melalui model ini, pemilih dibantu dalam melihat kelayakan dari calon presiden-wakil presiden pilihannya sesuai dengan kriteria yang ada maupun persepsi dari setiap pemilih itu sendiri.
MEMAHAMI KONSEP E-GOVERNANCE SERTA HUBUNGANNYA DENGAN E-GOVERNMENT Yani Nurhadryani
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

E-Governance, E-government dan e-Demokrasi kerap kali mempunyai definisi yang saling tumpang tindih. Banyak yang mengartikannya sebagai penggunaan ‘elektonik’ terutama oleh sektor publik sebagai alat pada proses pemerintahan. Pendapat ini tidak keliru namun tidak menggambarkan seluruh aspek dari proses governance yang cukup kompleks. Berangkat dari problema tersebut paper ini mengkaji konsep governance kemudian mengintegrasikannya dengan penggunaan ICTs (Information Communication Technologies) sehingga menghasilkan framework e-Governance yang komprehensif. Paper ini merupakan studi literatur yang menjelaskan e-Governance dan hubungannya dengan e-Government dan e-Demokrasi dengan menggunakan konsep governance oleh Jon Pierre (2000) dan Mark Bevier (2007) serta konsep partisipasi dalam proses demokrasi oleh Antiroiko (2004) yang membahas potensi ICTs dalam proses demokrasi. Beberapa ilustrasi mengenai multi sektor, multi level serta dimensi governance ditunjukkan untuk memperjelas proses governance. Kemudian pembahasan mengenai framework e-Governance, e-Government dan e-Demokrasi diharapkan dapat menjelaskan hubungan dan perbedaan antara ketiga konsep tersebut.
DESAIN SISTEM ON-SITE VOTING UNTUK MENGATASI FRAUD Susmini Indriani Lestariningati
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem voting untuk pemilihan umum mensyaratkan dapat mengatasi berbagai masalah seperti fraud atau penipuan, autentikasi atau keabsahan pemilih, security atau keamanan data, dan juga harus dapat mengakomodir terhadap keinginan untuk kecepatan dan ketepatan dalam penghitungan suara. Sistem yang dipakai juga bersifat transparan dimana pemilih dan yang dipilih dapat menerima hasil perhitungan suara. Semua hal diatas dimungkinkan dengan adanya sistem electronic-voting. Pemilihan umum secara elektronis atau electronic-voting sendiri dibagi dua menurut tempat pemilihan yaitu onsite voting dan remote-voting/mobile-voting, dimana remote-voting ini adalah implikasi dari teknologi jaringan telekomunikasi. Apalagi untuk mobile-voting kepercayaan terhadap teknologi informasi maupun jaringan komunikasinya masih harus ditingkatkan. Pada makalah ini membahas tentang desain sistem untuk on-site voting untuk mengatasi terjadinya fraud. Sistem e-voting secara alamiah sudah dapat mengatasi beberapa fraud. Dengan diatasinya kelemahan yang dibawa oleh sistem elektronis sendiri, maka dapat dihasilkan suatu sistem e-voting yang dapat mengatasi masalah fraud sekaligus masalah yang dihasilkan oleh faktor kesalahan manusia/human error. Metoda untuk proses autentikasi pemilih menggunakan sistem biometrik, sedangkan untuk proses voting digunakan teknik Direct Recording Electronic (DRE). Sistem ini kemudian dibandingkan dengan sistem yang dipakai di negara-negara lain yang menggunakan sistem e-voting di negaranya. Yang dibandingkan adalah sistem secara keseluruhan dengan fitur proses yang khas dari masing-masing negara.
PENGGUNAAN TELEPON GENGGAM / PONSEL DALAM PENYEBARAN INFORMASI PEMILU MENGGUNAKAN MACROMEDIA FLASH PROFESSIONAL Marvin Chandra Wijaya; Semuil Tjiharjadi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini ponsel merupakan salah satu alat yang diharapkan dapat memberikan kemudahan dan dapat menunjang aktivitas sehari-hari bagi pemakainya. Untuk itu dibutuhkan beberapa aplikasi-aplikasi yang dapat diterapkan pada ponsel. Dalam membuat aplikasi-aplikasi di dalam handphone tentu tidaklah mudah dan membutuhkan perealisasian. Macromedia Flash Professional 8 merupakan salah satu software yang memiliki fitur baru yang dapat membantu untuk mengembangkan berbagai aplikasi yang diterapkan pada ponsel, yaitu Flash Lite. Hal-hal yang harus dilakukan dalam perancangan simulasi brosur digital adalah membuat animasi untuk tampilan informasi. Informasi yang dapat diberikan dalam ponsel adalah sosialisasi / penyebaran informasi tentang pemilu. Dengan menggunakan cara seperti ini dapat menjadi sesuatu yang unik yang dapat menarik perhatian banyak orang.
MENUJU DEMOKRASI DENGAN TEKNOLOGI INFORMASI Herald Setiadi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses demokrasi di Indonesia bertambah tahun bertambah warna. Pesona demokrasi membuat partisipasi partai politik bertambah dan berkurang silih berganti. Hal menarik ketika pesona demokrasi ini dilihat dalam pandangan bisnis, politik, dan rakyat. Dalam pandangan bisnis, pesta demokrasi banyak memberikan manfaat pada unit bisnis kecil hingga besar. Percetakan, spanduk, televisi, radio hingga artis banyak meraup keuntungan dari demokrasi ini. Tidak terkecuali dalam bidang teknologi informasi. Banyak sekali aplikasi teknologi informasi yang dibangun/menunjang proses demokrasi. Produk teknologi informasi ini bisa kita sebut edemocracy. Dalam konteks edemocracy, beberapa produk teknologi informasi diantaranya yang banyak dipakai adalah aplikasi quick count. Aplikasi ini bisa berupa SMS gateway,WAP, ataupun Web database application.Dalam pandangan politik golongan (partai atau caleg), teknologi informasi digunakan sebagai alat kampanye dan propoganda. Pengumpulan massa maupun anggota banyak dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi. Produk teknologi informasi yang banyak dipakai untuk kepentingan politik biasanya dalam bentuk portal , chatting, email, blog dan juga bisa berupa aplikasi SMS gateway. Dari pandangan rakyat, proses demokrasi yang baik akan berujung pada kesejahteraan bangsa. Dalam artian sederhana, proses itu dapat diawali dengan memberikan hak suaranya pilkada, pemilu maupun pilpres. Peran serta rakyat dalam memilih presiden, partai atau caleg, perlulah berdasarkan atas performa, kejujuran,dan nilai moral yang tinggi dari individu maupun partai politik. Pertanyaannya adalah, seberapa tepat dan benar informasi yang dimiliki rakyat sehingga rakyat mengetahui bahwa yang caleg atau partai yang dipilihnya itu adalah sesuai dengan tujuan akhir kesejahteraan dan kemakmuran bangsa? Dari ketiga pandangan diatas, kemunculan teknologi informasi diharapkan memberikan efek yang baik. Tapi seperti apakah secara umum karakteristik teknologi informasi yang dapat dibangun dalam konteks edemocracy? Bagaimana sebaiknya infrastruktur TI itu direncanakan dan dibangun sehingga data yang bernilai strategis dikirim dan dikelola bisa tetap aman, selalu tersedia, mempunyai performa yang tinggi, serta mempunyai ketepatan hasil analisa?

Page 2 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2009 2009


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1 (2021): Inovasi Teknologi dan Pengolahan Informasi untuk Mendukung Transformasi Digital Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2017): “e-Defense : Menjaga keamanan data menghadapi cyber warfare untuk memperkokoh ke Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2014): Business Intelligence Vol 1, No 5 (2013): Network And Security Vol 1, No 4 (2013): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 2 (2013): Cloud Computing Technology Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2012): Network And Security Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 4 (2011): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2011): Network And Security Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2011): Computatinal Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 4 (2010): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 4 (2009): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2009): Network And Security Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 4 (2008): Network And Security Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2008): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2008): Computational More Issue