cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF)
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 767 Documents
PENGEMBANGAN SHORTEST PATH ALGORITHM (SPA) DALAM RANGKA PENCARIAN LINTASAN TERPENDEK PADA GRAF BERSAMBUNG BERARAH BERUNTAI Oliver Samuel Simanjuntak
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara manual, pencarian jarak dan lintasan terpendek pada graf yang memiliki jumlah verteks, arc dan untai yang sedikit mudah dilakukan. Namun bila graf tersebut memiliki verteks, arc dan untai yang besar, pencarian jarak dan lintasan terpendek akan menjadi sukar. Penelitian berhasil mengembangkan Shortest Path Algorithm (SPA) dalam rangka pencarian jarak dan lintasan terpendek pada graf bersambung berarah beruntai. Aplikasi pengembangan SPA memampukan pencarian jarak dan lintasan terpendek pada graf bersambung berarah secara cepat dan tepat. Pengembangan SPA menjadi solusi dalam membantu memecahkan masalah pencarian lintasan terpendek pada sebuah graf bersambung berarah beruntai.
MODEL NUMERIKAL RESERVOIR SISTEM PANASBUMI PADA DAERAH TOPOGRAFI RELATIF DATAR UNTUK MENCARI KONDISI NATURAL STATE DAN MENGANALISA SENSITIVITAS PANAS PADA RESERVOIR MENGGUNAKAN SOFTWARE TOUGH2 Frans Richard K; H. Suharsono Suharsono; Damar Nandiwardhana
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pemodelan reservoir menggunakan software Tough2 dengan data sintetik, berupa data permeabilitas dan pororsitas. Dimana terdiri dari 4 lapisan, yaitu lapisan overburden, lapisan clay caps, lapisan recharge area + lapisan reservoir (berada pada lapisan yang sama), dan lapisan basement dengan tujuan untuk menganalisa sensitivitas panas, serta untuk mencari kondisi natural state (natural state merupakan kondisi setimbang, yaitu dimana kondisi tekanan, temperatur dan kondisi reservoirnya tidak berubah terhadap waktu).Dari hasil pemodelan reservoir oleh Tough2 didapat bahwa kondisi natural state selama 2,20857E+4 tahun, dimana terjadi penurunan suhu dari kondisi natural state tanpa sumur produksi berbanding kondisi natural state dengan sumur produksi, dimana suhu pada saat kondisi natural state tanpa sumur produksi sebesar 245OC dan suhu pada saat kondisi natural state dengan sumur produksi sebesar 235OC pada kedalaman 1350 m. Sedangkan untuk penggunaan rate 20 kg/s, 25 kg/s, 30 kg/s dan 35 kg/s untuk melihat sensitivitas heat nya, didapatkan bahwa semakin besar nilai rate yang dipakai dalam suatu sumur produksi, maka akan menurunnya nilai temperatur di sumur produksi tersebut.
TELEHEALTH DALAM PELAYANAN KEPERAWATAN Agus Sudaryanto; Okti Sri Purwanti
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan akan sangat berkembang seiring perkembangan tekhnologi dan informasi. Termasuk juga pelayanan keperawatan di masa ke depan akan memanfaatkan perkembangan tekhnologi informasi, misalnya mengaplikasikan telehealth. Telehelath dalam keperawatan bisa dikembangkan untuk digunakan dalam bidang pendidikan maupun bidang pelayanan keperawatan. Dalam bidang pelayanan keperawatan telehealth dapat membantu kegiatan asuhan keperawatan pada pasien di rumah atau dikenal dengan home care. Dengan adanya kontribusi telehealth dalam pelayanan keperawatan di rumah atau homecare, akan banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan oleh pasien dan keluarga, perawat, instansi pelayanan kesehatan dan termasuk juga pemerintah dalam hal ini adalah Departemen Kesehatan. Namun demikian untuk bisa mengaplikasikan telehealth dalam bidang keperawatan banyak sakali tantangan dan hambatannya misalnya: faktor biaya, sumberdaya manusia, kebijakan dan perilaku. 
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN SUBKONTRAK PRODUKSI SARUNG TANGAN MENGGUNAKAN METODE ENTROPY DAN TOPSIS Jamila Jamila
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proses produksi perusahaan manufaktur, subkontrak merupakan salah satu bagian yang ikut berperan mengatasi permasalahan produksi. PT. Adi Satria Abadi (ASA) yang berlokasi di Yogyakarta adalah perusahaan yang memproduksi sarung tangan golf dan seluruh hasil produksi di ekspor ke luar negeri. Untuk memenuhi target produksi, PT. ASA bekerjasama dengan beberapa subkontrak. Penelitian ini bertujuan untuk membantu perusahaan dalam memilih subkontrak terbaik. Selama ini, yang menjadi kriteria pemilihan subkontrak adalah kualitas hasil produksi sampel sarung tangan. Hasil observasi, wawancara dan diskusi dengan pihak perusahaan, diusulkan untuk mempertimbangkan kriteria lain dalam penilaian subkontrak, sehingga kriteria pemilihan subkontrak menjadi 4 yang terdiri dari kualitas, ketepatan waktu, service dan harga. Sedangkan metode penentuan bobot kriteria, diberikan dengan 3 cara yaitu (1) bobot awal yang diberikan perusahaan, (2) bobot entropy, dan (3) menggabungkan bobot awal dengan bobot entropy yang menghasilkan bobot entropy akhir. Data yang digunakan adalah hasil seleksi produksi sampel sarung tangan yang dihasilkan subkontrak berdasarkan style sarung tangan yang dipesan oleh buyer. Perangkingan subkontrak menggunakan Multi Atribute Decision Making (MADM), salah satu metodenya adalah TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution). Hasil penelitian, terbentuknya sistem pendukung keputusan pemilihan subkontrak yang dapat menghasilkan subkontrak terbaik, sedangkan kriteria dan bobot dapat disesuaikan dengan kepentingan perusahaan. Hasil pengujian dengan menggunakan ketiga cara penetapan bobot kriteria mempengaruhi nilai akhir dan hasil perangkingan. Bobot entropy akhir dapat dijadikan pilihan model untuk menentukan bobot kriteria pemilihan karena selain menghasilkan bobot kriteria berdasarkan karakteristik data sekaligus dapat mengakomodasi preferensi subyektif dari pengambil keputusan.
PENCARIAN DATA PERPUTAKAAN DENGAN TOOL PROTEGE 3.4 Setiawan, R. Rhoedy; Nurkamid, Mukhamad
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makin banyak informasi yang ditambahkan, makin besar ukuran web dan semakin sulit pula untuk mencari informasi yang benar-benar yang diinginkan. Sumber data yang terbesar dan sangat berharga untuk setiap pengguna karena didalam web kumpulan dokumen-dokumen saling terhubung dan dapat diakses melalui koneksi internet. Setiap individu didunia bebas menambahkan konten dalam web-nya. Tujuan perpustakaan, pengarsipan, yang ada di institusi adalah untuk memelihara dokumen yang memiliki keilmuan yang dapat diakses dimasa depan sama mudahnya diakses pada saat ini. Dengan semakin kecilnya media data, penyimpanan menggunakan media digital menjadi sangat menarik. Keuntungan penyimpanan menggunakan media digital adalah pencarian dapat dilakukan tidak hanya di antara masukan katalog elektronik, tetapi dapat menampilkan sepanjang keseluruhan isi dokumen.. Peneliti dan pengembang web mengusulkan tambahan informasi bagi konten web yang sering diistilahkan dengan metadata. Istilah metadata ini sering dipakai dalam semantic web, yang menggambarkan pendekatan dalam menangani dan menyimpan dokumen. Saat ini dokumen mulai disajikan dalam format XML (Extensible Markup Language). Bahasa lain yang digunakan dalam mendukung visi Semantic Web selain XML adalah RDF/OWL, Selanjutnya RDF/OWL dengan kemampuan dan fasilitas yang dimilikinya mampu digunakan untuk merepresentasikan makna istilah dalam web hingga dapat diproses dalam mesin sehingga dapat dikelola dan dicari .
PENGUKURAN INDEX KONSISTENSI DALAM PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN MENGGUNAKAN METODE AHP Rose de Lima Endang Padmowati
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Analytic Hierarchy Process(AHP) merupakan salah satu metode dalam proses pengambilan keputusan. Metode ini digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan terhadap beberapa alternatif pilihan. Proses pengambilan keputusan diawali dengan menetapkan faktor-faktor/kriteria yang mempengaruhi pengguna dalam mengambil keputusan. Pengguna memberikan prioritas terhadap sepasang kriteria (pairwise comparison). Jika setiap pasangan kriteria sudah ditetapkan skala prioritasnya, maka data prioritas tsb dimodelkan dalam sebuah matriks. Matriks akan menjalani proses normalisasi dengan menggunakan metode Eigenvector. Proses iterasi berlangsung, sampai dengan selisih nilai eigen antar hasil iterasi mencapai nilai relatif kecil (< 0.000010). Konsistensi pengguna metode AHP harus tetap terjaga agar solusi yang dihasilkan optimal. Untuk mengetahui tingkat konsistensi tsb, hasil penggunaan metode AHP akan diukur besarnya indeks konsistensi (Consistency Index). Jika rasio dengan standar Indeks Random <= 0.10 maka disimpulkan bahwa derajat konsistensinya memuaskan, artinya metode AHP menghasilkan solusi optimal. Namun jika > 0.10 maka terdapat ketidakkonsistenan dalam menentukan perbandingan yang memungkinkan metode AHP tidak menghasilkan solusi yang berarti.
SISTEM PENCARIAN CITRA DIGITAL MENGGUNAKAN CONTENT-BASED Herry Sofyan
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2009): Computatinal
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode berbasis teks (text-based) yang baiasanya digunakan untuk mencari data berupa citra memerlukan waktu yang lama. Hal tersebut disebabakan karena harus dilakukan berbagai proses seperti proses pengindeksan, pengaturan nama file dan pembuatan katalog secara manual. Permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan memanfaatkan teknik pencarian citra (image retrieval) berdasarkan isi citra (contentbased) yang dikenal dengan content-based image retrieval (CBIR). Dengan cara mencari citra berdasarkan isi (content) visual citra seperti warna, bentuk, dan tekstur yang juga tercakup dalam standar MPEG-7 Color Descriptor. Sedangkan Lucene merupakan Application Programming Interface (API) untuk metode pencarian informasi (information retrieva l/ IR library) yang dikembangkan oleh Apache untuk menyediakan library pengindeksan dan pencarian berbasis teks (text-based). Citra akan dikonversi ke dalam vektor dan disimpan diindeks dalam bentuk teks. Indeks dimanfaatkan untuk proses pencarian dengan membandingkan vektor citra yang dicari dengan vektor-vektor citra yang terdapat di repository image. Aplikasi pencarian citra tersebut nantinya dapat dimanfaatkan dalam pengidentifikasian arsip digital image, pencocokan warna, pencarian duplikasi image, bidang disain grafis, dan lain-lain.
PERANCANGAN INVERTER SEBAGAI SWITCH MOS PADA IC DAC Veronica Ernita K; Erma Triawati Ch
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2014): Business Intelligence
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Switch atau inverter berfungsi sebagai saklar pada DAC (Digital to Analog Converter). Switch yang dirancang dengan menghubungkan dua transistor yaitu satu transistor NMOS dan satu transistor PMOS. Kedua transistor tersebut dihubungkan menjadi sebuah inverter. Metode ini disebut sebagai MOS Swtich. Switch ini digunakan pada DAC 8-bit sebagai pengontrol input biner yaitu ‘1’ dan ‘0’. Proses perancangan diawali dengan mencari referensi agar dapat menentukan spesifikasi dari rangkaian yang akan dirancang, setelah skematik selesai dirancang kemudian skematik diintegrasi menjadi simbol. Penggunaan simbol dimaksudkan agar mudah dan praktis untuk melakukan pengetesan guna mengetahui hasil yang diharapkan. Tahap selanjutnya adalah pembuatan layout, tahapan ini dilakukan agar dapat diaplikasikan ke dalam floorplan. Pada tahapan desain skematik, dari simbol, sampai dengan layout digunakan alat bantu perangkat lunak mentor graphics dengan teknologi AMS 0,35 μm. Setiap teknologi yang digunakan dalam perancangan memiliki parameter yang berbeda-beda sebagai dasar melakukan perhitungan untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Untuk teknologi 0.35 µm, standar W (Width) dan L (Large) yang digunakan adalah 0.4 µm untuk W dan 0.35 µm untuk L, dan standar tegangan 3.3 V. Output dari karakteristik MOS Switch menunjukkan kondisi saturasi VDD/2 yaitu 1.65 V, dengan VDD 3.3 V.
PERANCANGAN SISTEM PAKAR NEURO FUZZY UNTUK PENGENALAN TOKOH WAYANG KULIT PURWA Mariska Marlia Dwi Purnamawati; Albertus Joko Santoso; Patricia Ardanari
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 4 (2013): Intelligent System dan Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayang kulit purwa merupakan seni pertunjukan tradisi Indonesia yang berjaya pada masa lampau. Seiring dengan perkembangan teknologi hiburan, pertunjukan wayang kulit mulai tergeser. Kecanggihan teknologi tersebut kemudian dianggap lebih modern dan praktis dijangkau oleh masyarakat. Kurangnya ahli dan sedikit sumber informasi tentang wayang kulit purwa menjadi penyebab lain kurangnya minat masyarakat terhadap budaya sendiri. Kondisi ini menjadi masalah bagi perkembangan warisan budaya Jawa karena dapat mengakibatkan kepunahan tradisi. Berdasarkan permasalahan tersebut akan lebih baik jika ada sistem pakar yang dapat memberikan informasi dan mengidentifikasi tentang wayang kulit purwa. Penelitian ini bertujuan untuk membantu menangani masalah tersebut. Sitem pakar ini akan dibangun dengan tujuan mengenali tokoh wayang purwa berdasarkan variabel ciri jenis mata, bentuk hidung, mulut wayang, bentuk mahkota, dan kaki. Sistem pakar ini menerapkan metode neuro-fuzzy dalam basis aturan.  Output dari sistem ini adalah menampilkan identifikasi tokoh wayang berdasakan ciri-cirinya. Sistem ini dibangun berbasis website untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses aplikasi ini dimanapun dan kapanpun.
SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS PENYEBARAN PENDUDUK BERDASARKAN TINGKAT USIA DI KABUPATEN SLEMAN BERBASIS WEB Budi Santosa; Herry Sofyan; Wahyu Ari Widiyastuti
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan dunia kerja yang semakin ketat membutuhkan tersedianya sumber daya manusia yang benar-benar berkualitas, yang memiliki daya inovasi, kreativitas, dan komunikasi yang baik, sehingga mampu bersaing dengan sumber daya manusia dari berbagai negara. Di Indonesia, seiring dengan diberlakukannya  otonomi daerah, maka SDM yang berkualitas akan sangat membantu dalam pembangunan suatu daerah. Untuk membantu pemerintah dalam mengetahui dimana saja bisa didapatkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan pemerintah, maka perlu dibuat adanya suatu peta persebaran penduduk. Berdasarkan permasalahan diatas, maka dirasa penting untuk dirancang dan dibangun suatu “Sistem Informasi Georafis Penyebaran Penduduk Berdasarkan Tingkat Usia”.Sistem ini dirancang dengan metode waterfall, dimana hasil outputnya berupa program SIG berbasis web dengan peta kartografi yang dapat menunjukkan prsebaran penduduk. Software pengembang SIG ini adalah ESRI shape file dari ArcView GIS 3.3. Selain itu juga digunakan Map Server 4.4 sebagai software yang men-generate peta secara dinamis agar dapat di-laod dalam halaman internet. Untuk input data set GIS digunakan ESRI Shape file dari Arc View GIS, sedangkan untuk pengelolaan basis data spasial dilakukan sepenuhnya di Arc View GIS.Sistem ini akan memudahkan instansi terkait untuk mengetahui potensi penduduk (usia produktif atau non-produktif) dari suatu daerah, juga menyediakan informasi bagi para pegambil kebijakan tingkat Propinsi dan Kabupaten untuk menghasilkan perencanaan yang lebih baik dalam pemanfaatan potensi suatui daerah dalam kaitannya dengan pengembangan wilayah yaitu dengan memperhatikan faktor-faktor seperti iklim, kesuburan tanah, tata air, keadaan ekonomi serta kultur penduduk (mata pecahaiannya). 

Filter by Year

2008 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 1, No 1 (2021): Inovasi Teknologi dan Pengolahan Informasi untuk Mendukung Transformasi Digital Vol 1, No 1 (2020): Peran Digital Society dalam Pemulihan Pasca Pandemi Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2018): Landscape Industri Internet Dampak Perilaku Marketing Indonesia Vol 1, No 1 (2017): “e-Defense : Menjaga keamanan data menghadapi cyber warfare untuk memperkokoh ke Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 2 (2016): Semnasif 2016 Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2015): Informatika Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Vol 1, No 1 (2014): Business Intelligence Vol 1, No 5 (2013): Network And Security Vol 1, No 4 (2013): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 3 (2013): Computation And Instrumentation Vol 1, No 2 (2013): Cloud Computing Technology Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 5 (2012): Geoinformatic And GIS Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2012): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2012): Network And Security Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 5 (2011): Information System and Application Vol 1, No 4 (2011): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2011): Network And Security Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 2 (2011): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2011): Computatinal Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 5 (2010): Information System And Application Vol 1, No 4 (2010): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 3 (2010): Network And Security Vol 1, No 2 (2010): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 1 (2010): Computatinal Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 5 (2009): Information System And Application Vol 1, No 4 (2009): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2009): Network And Security Vol 1, No 2 (2009): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 1 (2009): Computatinal Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 5 (2008): Information System And Application Vol 1, No 4 (2008): Network And Security Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application Vol 1, No 2 (2008): Instrumentational And Robotic Vol 1, No 1 (2008): Computational More Issue