Articles
767 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN METODE TAM DAN UTAUT DALAM MENGUKUR KESUKSESAN PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK (STUDI KASUS PENERAPAN SISTEM INFORMASI STMIK DIPANEGARA MAKASSAR)
Heliawaty Hamrul;
Bambang Soedijono;
Armadyah Amborowati
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2013): Information System and Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini termotivasi untuk menganalisis perbandingan metode TAM dan UTAUT dalam mengukur kesuksesan penerapan sistem informasi akademik STMIK Dipanegara Makassar. Penggunaan metode TAM dan UTAUT didasarkan pada kenyataan bahwa sejauh ini metode TAM dan UTAUT paling banyak digunakan dalam menganalisis kesuksesan penerapan teknologi dan merupakan metode yang paling baik dalam menjelaskan perilaku penerimaan user terhadap penerapan teknologi atau sistem informasi. Responden penelitian ini adalah pengguna sistem informasi akademik di STMIK Dipanegara yang terdiri atas dosen, staf dan mahasiswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggabungkan teknik judgment sampling, stratified random sampling dan propotional sampling. Analisis data menggunakan SEM (Structural Equation Model), software AMOS dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesuksesan penerapan sistem informasi akademik dapat dijelaskan dengan baik oleh konstruk percieved usefulness pada metode TAM dan konstruk performance ekspectancy dan facilitating condition pada metode UTAUT.
ANALISIS PENERAPAN SISTEM REPORT CENTER DENGAN METODE TAM PADA KOPERASI DI YOGYAKARTA
Dwi Yuli Prasetyo;
Kusrini Kusrini;
Andi Sunyoto
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 4 (2012): Information System and Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Department of Industry Trade and Cooperation (Disperindagkop) DIY Province is one government office in Yogyakarta province that houses all the existing UKM and cooperation in the province of Yogyakarta. In a cooperation effort to standardize the reporting system in the Province of DIY, DIY Disperindagkop do center on implementation of the system report that there are a few cooperation in DIY Province which aims to standardize the system of financial reporting by cooperation in the province of Yogyakarta-based information systems and technology, so it will beneficial for internally cooperation in making management decisions and assist in the coaching system Disperindagkop provincial and regency / city. The purpose of this study was to model the level of user acceptance of information systems and technology through the application of systems report center on a cooperation approach in Yogyakarta province with the Technology Acceptance Model (TAM) and then designed a recommendation to increase the level of acceptance of information systems and technologies. User acceptance levels were measured using a questionnaire and then tested for compliance with TAM using Structural Equation Model (SEM) using the program SPSS and AMOS applications. From the results of assessment and testing can be concluded that the level of user acceptance (cooperation) to the application of systems report center said to be good (agree). Based on the model generated, can re-proposed several steps to improve the level of acceptance of such systems center report.
MODEL PENGAMBILAN KEPUTUSAN KABUR UNTUK PEMILIHAN PRESIDAN-WAKIL PRESIDEN
Eko Hari Parmadi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Model pengambilan keputusan untuk pemilihan presiden-wakil presiden merupakan model keputusan banyak kriteria dimana setiap kriteria yang digunakan kabur atau tidak tegas. Hasil keputusan sangat bergantung dari persepsi individu tentang kriteria tersebut. Masukan dari sistem ini berupa derajat keanggotaan kriteria dan matriks resiprok sedangkan hasil akhir dari sistem ini adalah kelayakan calon yang dipilih beserta derajat keputusannya. Melalui model ini, pemilih dibantu dalam melihat kelayakan dari calon presiden-wakil presiden pilihannya sesuai dengan kriteria yang ada maupun persepsi dari setiap pemilih itu sendiri.
TEKNOLOGI BROADBAND SEBAGAI SARANA PENYEBARAN DEMOKRASI
Agus Virgono
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2009): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Teknologi IT telah membawa banyak perubahan dalam kehidupan sebagian bangsa Indonesia terutama yang hidup di kota-kota besar dengan segala kemudahan di bidang informasi dan telekomunikasi. Teknologi terus berkembang seolah tidak ada batasnya, termasuk teknologi broadband yang mempu membawa informasi dengan lebih cepat, lebih banyak dan lebih bervariasi. Telah dibuktikan dengan aplikasi yang tepat seperti aplikasi pertemanan, kelebihan teknologi broadband ini membawa perubahan yang luar biasa dalam gaya dan cara hidup penggunanya, sehingga masa-masa kegelapan dan kesulitan mendapat informasi telah menjadi masa lalu. Hanya sangat disayangkan kemudahan ini belum dimanfaatkan secara optimum dalam penyebaran demokrasi. Jika digunakan dengan tepat teknologi broadband dibantu dengan aplikasi yang mudah dan populer akan meningkatkan kehidupan berdemokrasi yang lebih baik. Peran pemerintah, penyelenggara jasa, penyelenggara jaringan dan pihak-pihak yang mempunyai informasi adalah sangat vital, hanya dengan kerjasama yang baik diantara pihak-pihak tersebut cita-cita luhur hidup bersama yang demokratis bisa tercapai.
PENGENDALIAN MOTOR DC MENGGUNAKAN JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION
Wahyudi Wahyudi;
Sorikhi Sorikhi;
Iwan Setiawan
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 2 (2008): Instrumentational And Robotic
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jaringan syaraf backpropagation merupakan jaringan syaraf yang telah umum digunakan dalam beragam aplikasi kontrol. Dari segi arsitektur, backpropagation merupakan jaringan syaraf perceptron dengan banyak layer (multilayer), sehingga jaringan syaraf ini dikenal juga sebagai jaringan syaraf perceptron multilayer. Nama backpropagation diambil dari proses pembelajaran yang melibatkan penghantaran balik sinyal error dari output layer menuju layer sebelumnya hingga layer sebelum input layer. Jaringan syaraf backpropagation digunakan sebagai kontroler dalam pengaturan kecepatan motor DC. Skema yang digunakan dalam pengontrolan adalah fix stabilizing controller. Dalam skema ini, jaringan syaraf berperan sebagai controller dimana sinyal training yang digunakan berasal dari sinyal keluaran penguat proporsional. Pengujian dilakukan pada pengaruh learning, jumlah hidden layer, dan penguat proporsional terhadap respon transien plant. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jaringan dengan satu hidden layer lebih cepat mencapai kondisi tunak dibandingkan jaringan dengan dua hidden layer. Nilai penguat proporsional dimana respon plant masih stabil adalah 2.
DETEKSI LOKASI TITIK API PADA KEBAKARAN HUTAN MENGGUNAKAN COLOUR IMAGE PROSESSING
Feriadi Feriadi;
Andri Andri;
Setyawan Widyarto
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 1 (2012): Computation And Instrumentation
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Banyak kejadian kebakaran hutan menyebabkan gangguan yang cukup nyata karena lokasi titik api yang tidak dapat diketahui dengan cepat. Kesulitan dalam menentukan titik api terletak pada lokasi yang sulit dideteksi dan gangguan asap yang timbul dari kebakaran tersebut. Hal ini menyebabkan pemadam kebakaran hutan sulit sekali mendeteksi lokasi titik api, sehingga tindakan pencegahan tidak dapat dilakukan secara dini. Dengan pengolahan citra digital menggunakan pendekatan pengolahan warna gambar yang dapat memberikan lokasi titik api sehingga analisis dan tindakan dapat dilakukan dengan cepat dan akurat. Dengan deteksi dini yang dilakukan diharapkan dampak dari kebakaran hutan dapat ditanggulangi dengan cepat, tepat dan akurat. Manfaat yang akan didapat yatiu penanganan penanggulangan kebakaran hutan sehingga tidak meluas dan menyebabkan gangguan.
PENGEMBANGAN ROUTING PROTOCOL UNTUK GATEWAY AD HOC WIRELESS NETWORKS
Nixson Jeheskial Meok;
Achmad Affandi
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2009): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jaringan ad hoc adalah kumpulan dari beberapa mobile host yang membentuk suatu jaringan yang bersifat sementara tanpa ada infastruktur dan administrasi terpusat dengan karakteristik topologi yang dinamis. Hal ini menimbulkan masalah dalam hal routing dimana konvensional routing tidak didesain untuk topologi yang dinamis.Protokol rute harus dapat meminimalkan kontrol trafik misalnya periodik update message. Selain itu protokol rute harus reaktif, dimana hanya akan mencari atau menentukan suatu rute ketika menerima request khusus. Penelitian-penelitian sebelumnya lebih menekankan pada single user dan satu base station, sedangkan dalam penilitian ini dikembangkan hubungan antara gateway dengan beberapa terminal multi user. Karena masalah yang sering ditemui dalam komunikasi wireless adalah bagaimana menemukan rute yang cocok untuk mengirimkan paket data ke tujuan yang diinginkan, maka pembangunan protokol rute pada terminal yang difungsikan sebagai ad hoc untuk multi user mengacu pada suatu algoritma routing protocol, yang dipakai untuk memodelkan routing untuk gateway. Hasil yang diperoleh ini dipakai sebagai pengembangan platform untuk sistem komunikasi yang lebih luas.
MEMAHAMI KONSEP E-GOVERNANCE SERTA HUBUNGANNYA DENGAN E-GOVERNMENT
Yani Nurhadryani
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 6 (2009): E-Democracy
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
E-Governance, E-government dan e-Demokrasi kerap kali mempunyai definisi yang saling tumpang tindih. Banyak yang mengartikannya sebagai penggunaan ‘elektonik’ terutama oleh sektor publik sebagai alat pada proses pemerintahan. Pendapat ini tidak keliru namun tidak menggambarkan seluruh aspek dari proses governance yang cukup kompleks. Berangkat dari problema tersebut paper ini mengkaji konsep governance kemudian mengintegrasikannya dengan penggunaan ICTs (Information Communication Technologies) sehingga menghasilkan framework e-Governance yang komprehensif. Paper ini merupakan studi literatur yang menjelaskan e-Governance dan hubungannya dengan e-Government dan e-Demokrasi dengan menggunakan konsep governance oleh Jon Pierre (2000) dan Mark Bevier (2007) serta konsep partisipasi dalam proses demokrasi oleh Antiroiko (2004) yang membahas potensi ICTs dalam proses demokrasi. Beberapa ilustrasi mengenai multi sektor, multi level serta dimensi governance ditunjukkan untuk memperjelas proses governance. Kemudian pembahasan mengenai framework e-Governance, e-Government dan e-Demokrasi diharapkan dapat menjelaskan hubungan dan perbedaan antara ketiga konsep tersebut.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS JARINGAN SENSOR NIRKABEL PADA DESAIN MANAJEMEN ENERGI PADA GEDUNG
G. Erwin S.M;
Wirawan Wirawan
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2009): Network And Security
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Untuk penghematan energi listrik, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengatur komsumsi arus untuk peralatan listrik. Jaringan sensor nirkabel (Wireless Sensor Network / WSN) dapat dimanfaatkan untuk keperluan manajemen energi berskala besar maupun kecil secara otomatis. Dengan adanya pengontrolan otomatis ini, manajemen energi menjadi efektif sehingga menekan biaya rekening listrik serta membuat rumah menjadi lebih nyaman dan aman. Dalam penelitian ini didesain suatu sistem jaringan sensor nirkabel yang dapat memantau, mendeteksi dan mengontrol kinerja peralatan listrik yang berkaitan dengan pencahayaan, suhu, kelembaban, pergerakan serta keamanan dalam sebuah bangunan. Jaringan yang dibuat, kemudian diuji kualitas penginderaan, pengiriman data serta komsumsi arus selama masa pemantauan.. Dari hasil pengujian, ternyata posisi sensor dan jumlah hop mempengaruhi kinerja jaringan.
IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION DAN SELF ORGANIZING MAP MENGGUNAKAN SENSOR GAS SEMIKONDUKTOR SEBAGAI IDENTIFIKASI JENIS GAS
Herri Trisna Frianto;
Muhammad Rivai
Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF) Vol 1, No 3 (2008): Intelligent System dan Application
Publisher : Jurusan Teknik Informatika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sensor gas semikonduktor seperti SnO2 digunakan untuk mendeteksi berbagai jenis gas seperti bahan pelarut, ammonia dan gas yang mudah terbakar lainnya. Sensor gas tersebut memiliki sensisitifitas yang baik. Tetapi memiliki selektifitas yang kurang baik yaitu tidak bisa membedakan tiap jenis gas. Pada penelitian ini digunakan sebuah deret sensor semikonduktor dan jaringan syaraf tiruan untuk mengenali jenis gas yang terdeteksii. Deret sensor terdiri dari 8 sensor semikonduktor komersial dan sebagai gas uji digunakan 8 jenis larutan mudah menguap. Jaringan syaraf tiruan yang berfungsi sebagai pengenal ke 8 jenis gas tersebut bekerja melalui metoda pembelajaran. Pembelajaran diproses dengan menentukan inisialisasi bobot terlebih dahulu dari input sinyal tegangan sebagai input neuron selanjutnya melakukan training dan running. Pelatihan training dan running menghasilkan iterasi bobot sebagai penetapan output neuorn pemenang dan menghasilkan suatu pola. Setelah melewati tahap pembelajaran sistem mengenali tiap gas dengan taraf identifikasi sebesar 87,5 %.