cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Tanah dan Air
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No. 2 (2019)" : 7 Documents clear
KAJIAN ERODIBILITAS TANAH PADA BEBERAPA SUB GROUP TANAH DI KECAMATAN SEMIN Dwi Kurnia Sandi; Djoko Mulyanto; Dyah Arbiwati
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 16, No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v16i2.3986

Abstract

Kehilangan tanah yang dipicu oleh erosi air merupakan masalah utama yang menyebabkan beberapa masalah lingkungan. Erosi tanah berkontribusi pada hilangnya kesuburan dan penurunan kualitas sumber daya tanah. Salah satu komponen yang berperan penting dalam proses erosi tanah adalah erodibilitas tanah, yakni kepekaan tanah terhadap erosi. Wilayah Kecamatan Semin memiliki 4 sub group tanah yaitu Typic Hapluderts, Typic Eutropepts, Typic Troporthents dan Lithic Haplustols. Keempat sub group tanah tersebut memiliki sifat-sifat yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai erodibilitas pada setiap sub group tanah yang terdapat di Kecamatan Semin. Penelitian ini menggunakan Metode Survey, pengambilan sampel tanah secara Purposive berdasarkan Peta Satuan Lahan Kecamatan Semin. Pengamatan struktur tanah dan pengambilan sampel tanah yang akan dianalisis dilakukan dengan cara membuat mini pit dan menggunakan ring sampler. Analisis data erodibilitas tanah dilakukan dengan menggunakan persamaan Weischmeier 1978 yaitu 100 K = 1,292 [2,1 M1,14  (10-4) (12-a) + 3,25 (b-2) + 2,5 (c-3)]. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai erodibilitas tertinggi pada sub group tanah Typic Troporthents yakni 0,730 dengan kisaran sangat tinggi yang terletak pada kemiringan lereng landai, sedangkan nilai erodibilitas terendah pada sub group  Typic Hapluderts yaitu 0,184 dengan status rendah pada kemiringan lereng agak curam. Secara umum urutan besarnya nilai erodibilitas pada lereng yang relatif sama adalah: Typic Troporthents > Lithic Haplustols > Typic Eutropepts > Typic Hapluderts. Secara umum semakin tinggi kelerengan pada sub grup yang sama, erodibilitasnya  semakin meningkat. Faktor yang menentukan nilai erodibilitas tanah adalah bahan organik dan tekstur tanah khususnya fraksi lempung, debu dan pasir sangat halus. 
PENGARUH POPULASI IKAN NILA TERHADAP KETERSEDIAAN HARA DAN PERTUMBUHAN TANAMAN PADI SAWAH PADA SISTEM MINA PADI DI DUSUN BIRU, DESA TRIHANGGO, KECAMATAN GAMPING, KABUPATEN SLEMAN, D.I YOGYAKARTA Rinetta Andyka Puri; Miseri Roeslan Afany; Lelanti Peniwiratri
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 16, No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v16i2.3987

Abstract

Kebutuhan pangan yang terus meningkat menjadikan padi sebagai prioritas utama untuk meningkatkan hasil produktivitasnya. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan padi tanpa penggunaan pupuk kimia yaitu dengan menerapkan sistem mina padi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh populasi ikan pada sistem mina padi terhadap ketersediaan hara tanah dan pertumbuhan padi sawah di Dusun Biru. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 4 perlakuan. Perlakuan tersebut terdiri dari P0 = Lahan sawah konvensional (kontrol), P1 = Lahan sawah mina padi dengan kepadatan ikan 22 ekor/petak, P2 = Lahan sawah mina padi dengan kepadatan ikan 33 ekor/petak, P3 = Lahan sawah mina padi dengan kepadatan ikan 44 ekor/petak. Masing – masing perlakuan diulang 4 kali, sehingga diperoleh 16 sampel. Parameter penelitian untuk tanah adalah pH H2O, pH KCl, Eh, Fe, Mn, bahan organik, N tersedia, P tersedia, dan K tersedia, sedangkan untuk tanaman adalah tinggi tanaman, jumlah anakan, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan dengan sidik ragam (ANOVA) dengan dilanjutkan menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah populasi ikan pada sistem mina padi tidak berpengaruh nyata dalam meningkatkan pH, Eh, C – organic, N tersedia, P tersedia, K tersedia, Fe, Mn. Tetapi berpengaruh nyata terhadap meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan, berat segar tanaman, berat kering tanaman, dan berat segar ikan.  
Front Matter Jurnal Tanah dan Air Vol 16, No 2, 2019 Agus Widodo
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 16, No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v16i2.4280

Abstract

Back Matter Jurnal Tanah dan Air Vol 16, No 2, 2019 Agus Widodo
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 16, No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v16i2.4074

Abstract

PENGARUH KELERENGAN TERHADAP STATUS UNSUR N, P, DAN K DAN PRODUKSI TANAMAN KAYU PUTIH PADA TANAH MEDITERAN DI BAGIAN DAERAH HUTAN KARANGMOJO Handayani, Wuri; Nurcholis, Mohammad; Mulyanto, Djoko
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 16, No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v16i2.3984

Abstract

Bagian selatan Gunungkidul didominasi oleh pegunungan batugamping, solum tanah yang tipis, kekurangan unsur hara, dan sumber air permukaan yang terbatas, sehingga tanahnya memiliki  sifat-sifat fisik buruk. Kemiringan lahan merupakan salah satu faktor penting yang harus diprioritaskan, karena dapat menimbulkan limpasan yang dapat membawa partikel tanah dan unsur hara. Beberapa permasalahan tanah Mediteran antara lain ketersediaan air, pH tanah sering diatas 7 dan fiksasi unsur hara terutama N, P, dan K. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemiringan lereng terhadap kandungan N, P dan K. di dalam tanah dan untuk mengetahui pengaruh kemiringan terhadap produksi tanaman kayu putih. Penelitian ini dilaksanakan di Bagian Daerah Hutan Karangmojo Ruas Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Nglipar plot 26 dengan kemiringan 0-8% dan RPH Kenet plot 47 dengan kemiringan 8-15% dan RPH Gelaran plot 32 dengan kemiringan 15-25%, Kabupaten Gunugkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Dalam penelitian ini terdapat tiga lereng yang masing-masing lereng dibuat dari tiga lokasi, di lokasi tersebut dipilih lima tanaman yang pertumbuhannya optimal untuk diamati profil tanahnya kemudian dilakukan pengambilan sampel tanah pada satu profil yang mewakili setiap horizon untuk dianalisis. Penghitungan produktivitas tanaman sampel dapat ditentukan dari percabangan dan daun sampel setelah dilakukan penimbangan. Pengamatan terhadap profil tanah meliputi: horizon, kedalaman lapisan, tekstur, struktur, dan warna tanah. Analisis sifat kimia tanah terdiri dari: pH, N-total, P-tersedia, K-tersedia, BV dan BJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kemiringan terhadap N, P, K dan produksi. Dimana unsur N-total tertinggi berada pada kemiringan 8-15%, unsur P tersedia tertinggi pada kemiringan 15-25%, unsur K-tersedia tertinggi berasal dari tiga lereng yang sama yaitu bernilai rendah dan produksi tanaman kayu putih tertinggi pada kemiringan 15-25%.
PENGARUH BIOCHAR TEMPURUNG KELAPA DAN PUPUK KANDANG SAPI TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DAN PRODUKSI TANAMAN SAWI PADA TANAH PASIR PANTAI Rahayu Rahayu; Didi Saidi; Susila Herlambang
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 16, No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v16i2.3985

Abstract

Tanah pasir pantai memiliki beberapa keterbatasan untuk budidaya tanaman. Biochar tempurung kelapa dan kotoran sapi merupakan bahan amelioran untuk memperbaiki keterbatasan di tanah pasir pantai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh biochar tempurung kelapa dan kotoran sapi terhadap sifat kimia tanah dan produksi tanaman sawi di tanah pasir pantai. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta pada bulan Maret sampai Mei 2019 kemudian dianalisis di laboratorium. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah dosis biochar tempurung kelapa yang terdiri dari B0 = 0 ton / ha, B1 = 10 ton / ha, B2 = 15 ton / ha, dan B3 = 20 ton/ha. Faktor kedua adalah dosis kotoran sapi yang terdiri dari K0 = 0 ton/ha, K1= 10 ton / ha, K2 = 15 ton/ha, dan K3 = 20 ton/ha. Parameter penelitian adalah tekstur, pH H2O, C-Organik, N-Total, Kapasitas Tukar Kation (KTK), tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot kering dan bobot basah tanaman. Hasil penelitian dianalisis dengan Analysis of Varians (ANOVA), dilanjutkan dengan DMRT 5% (Duncan Multiple Range Test) untuk mengetahui perbedaan mean antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar tempurung kelapa 20 ton / ha (B3) dan kotoran sapi 20 ton / ha (K3) berpengaruh nyata terhadap peningkatan pH H2O dari 5,85 menjadi 6,90, C-Organic dari 0,62 % menjadi 1,23%, N-Total 0,04% menjadi 0,34%, Kapasitas Tukar Kation (KTK) dari 2,04 cmol (+) kg-1 menjadi 4,86 cmol (+) kg-1 dan berat basah tanaman 60,83 gram.
EVALUASI STATUS KERUSAKAN TANAH UNTUK PRODUKSI BIOMASSA DI DESA HARGOMULYO KECAMATAN GEDANGSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Lutfi Rohmat Hidayat; Muhammad Kundarto; Partoyo Partoyo
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 16, No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v16i2.4006

Abstract

Pengelolaan tanah yang kurang memperhatikan kelestariannya menyebabkan kerusakan tanah dalam memproduksi biomassa. Sebagian besar wilayah Desa Hargomulyo digunakan sebagai lahan pertanian, namun masyarakat belum menerapkan teknik konservasi dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi status kerusakan tanah di Desa Hargomulyo, serta menyajikan hasilnya dalam bentuk peta. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan pengamatan langsung pada titik sampel berdasarkan kondisi wilayah di Desa Hargomulyo, Gedangsari, Gunungkidul. Pelaksanaan penelitian ini mengacu pada PP No. 150 Tahun 2000 dan PERMEN LH No. 07 Tahun 2006. Parameter yang diamati yaitu ketebalan solum, kebatuan permukaan, persentase fraksi pasir, berat isi, porositas total, derajat pelulusan air, pH, DHL, nilai redoks, serta jumlah mikroba tanah. Hasil prediksi kerusakan tanah di Desa Hargomulyo ditemukan 3 kelas, yaitu PR.I (sangat rendah) seluas 313,72 ha; PR.II (rendah) seluas 1.699,86 ha; dan PR.III (sedang) seluas 8.548,39 ha. Hasil status kerusakan tanah untuk produksi biomassa di Desa Hargomulyo ditemukan 1 status kerusakan tanah yaitu R.I (rusak ringan) dengan faktor pembatas kebatuan permukaan (b) dan derajat pelulusan air (p). Status kerusakan tanah R.I-b seluas 1.348,91 ha; R.I-p seluas 4.002,24 ha; dan R.I-b,p seluas 5.210,82 ha.

Page 1 of 1 | Total Record : 7