cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Tanah dan Air
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 115 Documents
Hubungan kelengasan tanah dan fluktuasi curah hujan dengan dinamika puncak panen mangga gedong gincu Nono Sutrisno; S. Setyo Wardoyo
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v15i1.2723

Abstract

The Relations Of Soil Moisture Contains and Rain Fluctuation with Dynamics PeakHarvest of Mango Gedong Gincu (Nono Sutrisno and S. Setyo Wardoyo): Mango gedong gincu is a fruit whose market is good for Indonesia and export, is a typical fruits of Indramayu and Majalengka District, West Java. The purpose of this research is to study the relationship between soil moisture content and rainfall fluctuation with harvest season and peak of mango gedong gincu, to develop marketing strategy of mango gedong gincu and to determine the development strategy of mango gedong gincu based on the difference of harvest time. The research was conducted in Krasak Village, Jatibarang Sub-district; Sliyeg Lor Village, Sliyeg Sub-district, Indramayu District and in the Village of Pangkalanpari, Jatitujuh Sub-district, Majalengka District. The research method consisted of surveys, field data collection such as soil moisture observation, climate data, flowering, harvesting, rainfall relationship analysis with soil moisture, generative phase characteristics or flowering and mango harvesting times. The results showed that the optimal flowering in Krasak village occurred on 4 September 2003 as much as 35.50%, in Sliyeg Lor village occurred on 29 September 2003 of 77.30% and in Pangkalanpari village on 21 August 2003 35.52%. Early harvest of mango gedong gincu showed difference, so did the quality, average weight each mango in Krasak village 211 g, diameter 6.31 cm and length 7.797 cm and in Sliyeg Lor Village 300 g, diameter 7.75 cm and 8.88 cm long, in Pangkalanpari Village 252 g, diameter 7.16 cm and length 8.18 cm. The results show that there is a correlation between rainfall with soil moisture level and flowering rate. The development of mango gedong gincu is done on an areas that has the same climatic conditions, especially the rainfall pattern and the distribution of the soil and done gradually in accordance with harvest time and peak harvest.
Kajian pengolahan air limbah laundry dengan metode adsorpsi karbon aktif serta pengaruhnya terhadap pertumbuhan azolla Fanty Eka Adiastuti; Miseri Roeslan Afany
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v15i1.2724

Abstract

Study of Laundry Wastewater Treatment using Activated Carbon Adsorption Method and Its Effects on Azolla Growth (Fanty Eka Adiastuti, Yanisworo Wijaya Ratih, and Miseri Roeslan Afany): Recently, industrial laundry has been increasing rapidly, however generally the waste water of loundry industries were dumped directly to the environment without any treatment.. The purpose of the research is to study pollutants decrease of laundry industrial wastewater by using activated carbon and to evaluate the loundry wastewater treated be used for Azolla cultivation. This research applied 4 treatments that are application of activated carbon with 3 replications using Completely Randomize Design (CRD). The treatment consists of 0g, 5g, 10g, and 15 g of activated carbon which was added in one litre of laundry wastewater. The parameters which were analysis were pH, detergent and P content, also BOD and COD value. The next step is the use of loundry wastewater treated for Azolla cultivation. Azolla biomass was being observed in every 5 days for 20 days. The results showed that the use of 5g/L activated carbon on laundry wastewater increases significantly levels of phosphate, and decreases significantly of detergent content, BOD and COD value. Azolla sp. has not able to grow on Azolla sp. has the ability to grow on the activated carbon application of 5g/L and their growth was not significantly different from 10g/L and 15g/L treatment.
Evaluasi status kesuburan tanah didesa nglegi, kecamatan patuk, kabupaten gunungkidul, daerah istimewa yogyakarta Andi Suseno; Dyah Arbiwati; AZ Purwono Budi Santosa
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v15i1.2725

Abstract

Evaluation of Soil Fertility Status in Nglegi Village, Patuk Sub-District, Gunungkidul District (Andi Suseno, Dyah Arbiwati, and AZ Purwono Budi Santosa): Nglegi Village has relatively good potential in the fields of agriculture, plantations and animal husbandry, and contributes as a food supply supplier to the areas in Patuk Subdistrict and its surroundings.Based on data from the Department of Agriculture and Food of the last 5 years in the Gunungkidul region, Nglegi Village is a producer of food crops such as cassava, rice and soybean, the second largest after Paliyan District. Thus this region is a producer of food crops in the District of Patuk.This studyaims to evaluate the soil fertility status, find out the obstacles and overcome problems and make a soil fertility map in Nglegi Village, Patuk District, Gunungkidul Regency. This study uses a survey method to describe the general condition of the area and the determination of sample points based on the Land Map Unit made by overlaying the land use map, and the slope map. Assessment of soil fertility status based on a combination of several parameters of soil chemical properties (PPT 1983).The results showed that there were two fertility statuses namely moderate and low fertility status. Fertility limiting factors are C-Organic and low Nitrogen levels. Giving organic material and fertilizers containing Nitrogen is one of the alternatives for solving this problem.soil Fertility status; Nglegi village
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN KAKAO DAN TANAMAN PADI SAWAH TADAH HUJAN DI DESA NGALANG, KECAMATAN GEDANGSARI, KABUPATEN GUNUNGKIDUL Adityarizqy Putradinantyo; Muhammad Kundarto; Dyah Arbiwati; Lanjar Sudarto
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol. 17, No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v17i1.3993

Abstract

Lahan kering yang luas di Desa Ngalang umumnya digunakan sebagai tegalan atau sawah non-irigasi. Budidaya tanaman kakao mulai ditinggalkan oleh warga karna produksinya menurun. Selain itu, penggunaan sawah non-irigasi yang ditanami tanaman padi hasilnya belum optimal. Untuk memperbaiki atau meningkatkan kemampuan lahan diperlukan adanya analisis kesesuaian lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik lahan dan menganalisis kesesuaian lahan untuk tanaman kakao dan tanaman padi di Desa Ngalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, dengan penentuan titik sampel menggunakan metode purposive berdasarkan satuan peta lahan yang dibentuk dari hasil overlay peta jenis tanah dan peta kemiringan lereng. Untuk analisis data dengan menggunakan metode pembandingan (matching) antara data karakteristik lahan dengan kriteria kesesuaian lahan. Karakteristik Desa Ngalang memiliki bentuk lahan berbukit, jenis tanah didominasi oleh tanah Inceptisol, dan ketersediaan air permukaan yang rendah. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman kakao di seluruh Desa Ngalang termasuk kelas N (tidak sesuai) dengan faktor pembatas ketersediaan air, kedalaman tanah, kemiringan lereng, dan penyiapan lahan. Terdapat dua kelas kesesuaian lahan aktual untuk tanaman padi sawah tadah hujan di Desa Ngalang, yaitu kelas S3 (sesuai marginal) seluas 716,7 Ha atau (48,4%) dengan faktor pembatas ketersediaan air, media perakaran, retensi hara, hara tersedia, bahaya erosi dan kemiringan lereng. Kelas N seluas 764,3 Ha (51,6%) dengan faktor pembatas media perakaran, bahaya erosi dan penyiapan lahan.
Front Matter Jurnal Tanah dan Air Vol 17 No. 2, 2020 Agus Widodo
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v17i2.4277

Abstract

KAJIAN ERODIBILITAS TANAH PADA BEBERAPA SUB GROUP TANAH DI KECAMATAN SEMIN Dwi Kurnia Sandi; Djoko Mulyanto; Dyah Arbiwati
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 16, No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v16i2.3986

Abstract

Kehilangan tanah yang dipicu oleh erosi air merupakan masalah utama yang menyebabkan beberapa masalah lingkungan. Erosi tanah berkontribusi pada hilangnya kesuburan dan penurunan kualitas sumber daya tanah. Salah satu komponen yang berperan penting dalam proses erosi tanah adalah erodibilitas tanah, yakni kepekaan tanah terhadap erosi. Wilayah Kecamatan Semin memiliki 4 sub group tanah yaitu Typic Hapluderts, Typic Eutropepts, Typic Troporthents dan Lithic Haplustols. Keempat sub group tanah tersebut memiliki sifat-sifat yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai erodibilitas pada setiap sub group tanah yang terdapat di Kecamatan Semin. Penelitian ini menggunakan Metode Survey, pengambilan sampel tanah secara Purposive berdasarkan Peta Satuan Lahan Kecamatan Semin. Pengamatan struktur tanah dan pengambilan sampel tanah yang akan dianalisis dilakukan dengan cara membuat mini pit dan menggunakan ring sampler. Analisis data erodibilitas tanah dilakukan dengan menggunakan persamaan Weischmeier 1978 yaitu 100 K = 1,292 [2,1 M1,14  (10-4) (12-a) + 3,25 (b-2) + 2,5 (c-3)]. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai erodibilitas tertinggi pada sub group tanah Typic Troporthents yakni 0,730 dengan kisaran sangat tinggi yang terletak pada kemiringan lereng landai, sedangkan nilai erodibilitas terendah pada sub group  Typic Hapluderts yaitu 0,184 dengan status rendah pada kemiringan lereng agak curam. Secara umum urutan besarnya nilai erodibilitas pada lereng yang relatif sama adalah: Typic Troporthents > Lithic Haplustols > Typic Eutropepts > Typic Hapluderts. Secara umum semakin tinggi kelerengan pada sub grup yang sama, erodibilitasnya  semakin meningkat. Faktor yang menentukan nilai erodibilitas tanah adalah bahan organik dan tekstur tanah khususnya fraksi lempung, debu dan pasir sangat halus. 
MATERIAL VOLKANIK SEBAGAI PENYUSUN UTAMA TANAH MERAH DI ATAS BATUAN KARBONAT KARANGSARI WONOSARI Djoko Mulyanto
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 17, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v17i2.4234

Abstract

Gejala kewarnaan tanah yang berkembang pada batuan karbonat yang secara umum berwarna putih sangat menarik untuk dikaji mineralnya. Tujuan penelitian ini adalah menelaah komposisi mineral tanah. Analisis sifat mineral meliput: mineral   fraksi pasir halus (bubuk) dan fraksi lempung tanah, serta batugamping yang membawahi tanah tersebut. Identifikasi mineral mengunnakan XRD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mineral haloisit 7 oA sangat mendominasi fraksi lempung tanah, disamping oksida-oksida besi khususnya gutit. Fraksi pasir halus menunjukkan mineral feldspar, biotit, kristobalit dan kuarsa pada lapisan pertama sedangkan lapisan bawah terdiri atas gutit, maghemit-magnetit, kuarsa, dan rhodokrosit. Analisis mineral batugamping (powder) menunjukkan mineral kalsit sangat dominan, sedangkan mineral yang lain adalah kuarsa dan maghemit-magnetit. Berdasarkan komposisi mineral baik fraksi pasir maupun lempung, serta nisbah Fe tanah/ batuan, diduga bahwa bahan induk tanah banyak dipengaruhi oleh material volkanik.
PENGARUH BAHAN ORGANIK DAN TANAH VERTISOL SEBAGAI PEMBENAH TANAH TERHADAP KETERSEDIAAN DAN PELINDIAN KALIUM DI TANAH REGOSOL PASIR PANTAI Tedi Kurnia Putra; Miseri Roeslan Afany; R. Agus Widodo
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol. 17, No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v17i1.4007

Abstract

Regosol pasir pantai dapat menjadi lahan alternatif dalam pengembangan pertanian terutama di wilayah pesisir. Namun, kendala utama pada lahan pasir pantai untuk pertanian adalah sifat tanah yang bertekstur pasir dengan struktur yang lepas. Selain itu nilai Kapasitas Pertukaran Kation (KPK) yang rendah juga menyebabkan tanah ini sulit untuk menyimpan hara yang dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah banyak seperti Kalium (K). Salah satu upaya dalam memperbaiki sifat Regosol pasir pantai adalah dengan penambahan pembenah tanah. Pembenah tanah yang digunakan pada penelitian ini adalah pupuk kandang sapi dan tanah Vertisol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk kandang sapi dan tanah Vertisol sebagai pembenah tanah terhadap ketersediaan dan pelindian Kalium (K) serta terhadap beberapa sifat kimia tanah Regosol pasir pantai. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial 3 ulangan, faktor pertama adalah pupuk kandang sapi dengan 3 aras (dosis 0 ton/ha, 20 ton/ha, dan 30 ton/ha), dan faktor yang kedua adalah tanah Vertisol dengan 3 aras (dosis 0 ton/ha, 20 ton/ha, dan 30 ton/ha). Penelitian ini dilakukan di rumah kaca dengan waktu inkubasi selama 30 hari. Data hasil penelitian dianalisis dengan ANOVA pada jenjang nyata 5% dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada jenjang 5%. Hasil Penelitian menunjukkan penambahan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap parameter K-tersedia tanah, K-terlindi, pH tanah, C-organik tanah, dan Kapasitas Pertukaran Kation (KPK). Penambahan tanah Vertisol juga berpengaruh nyata terhadap parameter K-tersedia tanah, K-terlindi, pH tanah, C-organik tanah, dan Kapasitas Pertukaran kation (KPK). Pemberian pupuk kandang sapi memberikan hasil yang lebih baik dibanding tanah vertisol, dengan dosis pemberian terbaik sebesar 30 ton/ha.
Front Matter Jurnal Tanah dan Air Vol 15 No. 2, 2018 Agus Widodo
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v15i2.4292

Abstract

PEMETAAN TINGKAT BAHAYA EROSI BERDASARKAN METODE USLE DENGAN STUDI KASUS SIMULASI BERBAGAI TANAMAN DI DESA TAMBI KABUPATEN WONOSOBO Imam Syahputra; Didi Saidi; Yanisworo Wijaya Ratih
Jurnal Ilmu Tanah dan Air Vol 16, No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jta.v16i1.3978

Abstract

Desa Tambi merupakan kawasan yang memiliki potensi erosi yang tinggi karena iklim, kondisi tanah, dan konservasi yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk (a.) Mengetahui laju erosi tanah dan bahaya erosi di Desa Tambi dan (b.) Mengetahui pengaruh simulasi berbagai tanaman terhadap bahaya erosi di Desa Tambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dengan metode pengambilan sampel purposive sampling, dan metode USLE untuk memperkirakan laju erosi. Simulasi bahaya erosi menggunakan 4 jenis tumbuhan yaitu Jogo Beans, Potato, Tea, dan Albizia. Peta dibuat dengan menggunakan perangkat lunak bernama Arcgis 10.2. Titik pengambilan sampel diperoleh dengan melakukan overlay peta sistem lahan seperti peta tata guna lahan dan peta kemiringan lereng. Penelitian ini memperoleh 11 titik pengambilan sampel. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K) meliputi tekstur, struktur, permeabilitas, dan bahan organik tanah, panjang dan kemiringan lereng (LS), tanaman permukaan (C). ), pengelolaan lahan (P), dan kedalaman solum. Hasil penelitian menunjukkan laju erosi tertinggi adalah 561,19 ton/ha/tahun dengan luas wilayah 9,56 ha (6,01%), sedangkan laju erosi terendah 0,5 ton /tahun, memiliki luas 13,30 ha (8,36%). Desa Tambi memiliki tingkat erosi rendah 22,66 hektar, tingkat erosi sedang 99,18 hektar, tingkat erosi berat 7,3 hektar, dan tingkat erosi sangat berat 29,91 hektar. Hasil simulasi berbagai tumbuhan mempengaruhi baik laju erosi maupun klasifikasi bahaya erosi.

Page 2 of 12 | Total Record : 115