cover
Contact Name
Imam Syafa'at
Contact Email
-
Phone
+6224-8505680
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang » Tel / fax : 0248505680 / 0248505680
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Majalah Ilmiah MOMENTUM
ISSN : 24069329     EISSN : 24069329     DOI : -
Core Subject : Education,
"MOMENTUM" adalah sebuah Jurnal Ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim dengan ISSN cetak 0216-7395. Terbit setahun dua kali yaitu tiap bulan April dan Oktober. Lingkup bidang yang dapat dipublikasikan di jurnal ini adalah teknik mesin, teknik kimia dan teknik informatika
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2011)" : 9 Documents clear
PENGARUH VARIASI KECEPATAN PUTAR DALAM METODE STIR CASTING TERHADAP DENSITAS DAN POROSITAS Al- SiC UNTUK APLIKASI BLOK REM KERETA API S. wilastri; A.P. Bayuseno; S. Nugroho
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i2.106

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tentang densitas dan porositas pada Al-  SiC yang dihasilkan dari proses pengecoran dengan metode stir casting dengan variasi putaran 300, 500, dan 700 rpm dengan lama waktu pengadukan 10 menit. Pada penelitian ini Al yang digunakan adalah Al hasil limbah produksi dengan penambahan SiC sebesar 10% sebagai penguat yang dicampurkan pada saat pengecoran. Hasil penelitian ditemukan densitas Al-SiC untuk semua variasi putaran, lebih rendah dari besi cor  yaitu 2,75; 2,69 dan 2,66 g/cm3, itu berarti bahwa blok rem kereta api yang terbuat dari Al- SiC lebih ringan massanya daripada blok rem kereta api yang terbuat dari besi cor ( 7,2 g/cm3). Dengan harapan bahwa semakin ringan komponen kereta api akan semakin meningkatkan kehandalan kinerjanya.  Sedangkan  untuk porositas, Porositas yang diperoleh nilainya hampir sama yaitu 0,9900; 0,9902 dan 0,9903. Nilai porositas yang diperoleh dari variasi putaran sangat rendah, sehingga proses pengecoran dengan stir casting dianjurkan untuk mengurangi porositas. Kata kunci: Al- SiC, Stir Casting, densitas, porositas.
PENGARUH ADITIF Zn2+ TERHADAP PEMBENTUKAN KERAK GIPSUM DALAM PIPA Sutrisno Sutrisno; S. Muryanto; A.P. Bayuseno
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i2.107

Abstract

Kerak gypsum (CaSO4.2H2O)  yang terjadi dalam pipa sangat merugikan bagi industri karena mengakibatkan penyempitan penampang, mempertebal dinding, menghambat  pemindahan panas dan memperlambat waktu proses. Oleh karenanya, kerak gipsum harus dicegah atau dihambat pertumbuhannya. Pertumbuhan kerak gipsum dipengaruhi oleh konsentrasi, temperatur dan laju alir serta impuritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aditif Zn2+ terhadap pembentukan kerak gipsum. Percobaan pembentukan kerak gipsum dilakukan dengan mereaksikan larutan  CaCl2.2H2O dengan  larutan  NaSO4 dalam alat uji  yang telah dirancang. Percobaan dilakukan dengan konsentrasi aditif 0 ppm  –  10 ppm pada suhu kamar, konsentrasi Ca2+3500 ppm, laju alir 30 ml/menit dan pipa uji stainless steel.   Hasil dari penelitian ini menunjukkan penambahan  aditif Zn2+ mengakibatkan naiknya waktu induksi dan menurunnya massa kerak dan menjadikan ukuran kristal lebih  kecil dan pendek. Hasil pengujian morfologi, komposisi dan kemurnian menunjukkan bahwa kerak hasil percobaan benar-benar gipsum. Keywords : additive, gypsum, scale, zinc
APLIKASI KRIPTOGRAFI DENGAN METODE VERNAM CIPHER DAN METODE PERMUTASI BINER M. Sholeh; J.V. Hamokwarong
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i2.105

Abstract

Salah satu proses pengamanan yang dapat diterapkan dalam proses penyimpanan atau pengiriman file adalah dengan melakukan proses kriptografi. Proses  kriptografi dilakukan dengan melakukan proses pengacakan data, sehingga file ang asli tidak mudah untuk dibaca oleh pihak ang tidak berkepentingan. Banyak algoritma atau metode yang dapat digunakan untuk proses kriptografi.. Metode Vernam Cipher  merupakan algoritma berjenis symmetric key   kunci yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi  yang menggunakan kunci yang sama. Dalam proses enkripsi, algoritma Vernam Cipher  menggunakan cara stream cipher dimana cipher berasal dari hasil XOR antara bit plaintext dan bit key, sedangkan permutasi biner  dilakukan dengan membalikan kode biner pada setiap karakter Dalam makalah ini akan dibahas, program aplikasi yang dapat melakukan proses kriptografi terhadap suatu file. Proses kriptografi yang terdiri dari enkripsi dan dekripsi akan menggunakan metode Vernam Cipher  dan metode permutasi biner. Program dikembangkan dengan menggunakan microsoft visual Basic. Kata Kunci : Kriptografi, vernam cipher, permutasi biner
PERPINDAHAN MASSA GAS –CAIR DALAM PROSES FERMENTASI ASAM SITRAT DENGAN BIOREAKTOR BERGELEMBUNG Widayat Widayat; Abdullah Abdullah; D. soetrisnanto; M. Hadi
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i2.99

Abstract

Proses fermentasi asam sitrat dapat dilangsungkan dalam fase cair. Proses fermentasi ini berlangsung secara aerob, sehingga keberadaan oksigen dalam fase cair sangat menentukan keberhasilan proses fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari proses perpindahan massa gas-cair dalam proses fermentasi asam sitrat, dengan variabel yang dipelajari adalah konsentrasi jamur dan laju alir udara. Penelitian dilakukan pada suhu kamar 30 o dan tekanan 1 atm. Laju volumetrik udara divariasi pada rentang 27.4 – 58.07 cc/detik, dan konsentrasi jamur Aspergillus niger 10 x 106 dan 20 x 106 spora. Pegukuran perpindahan massa dengan metode dinamik, yaitu dengan mengukur konsentrasi oksigen terlarut dengan DO meter setiap detik  secara langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan konsentrasi awal kapang akan mengakibatkan penurunan koefisien transfer massa. Peningkatan laju alir udara  akan meningkatkan koefisien transfer massa. Hubungan konstanta perpindahan massa terhadap laju alir volumetrik  udara pada fermentasi asam sitrat  diperoleh persamaa  kLa = 8.0031.Vg0.698. Pada penelitian yang dilakukan Shah et al., 1982 diperoleh hubungan :  kLa = 0.467.Vg0.82. Kata kunci: bioreaktor bergelembung, proses perpindahan massa, konsentrasi jamur, laju alir dan konstanta perpindahan massa
KECEPATAN PENYERAPAN ZAT ORGANIK PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU DENGAN LUMPUR AKTIF R.D. Ratnani
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i2.100

Abstract

Industri tahu di Jawa Tengah saat ini telah berkembang pesat. Seiring dengan berkembangnya industri makanan telah banyak pula efek negatif yang timbul. Limbah cair yang dihasilkan oleh industry tahu adalah berupa limbah organic. Limbah organic sebenarnya dapat terdegradasi oleh lingkungan secara alami, tetapi apabila kapasitas tinggi atau  berlebihan. Metode pengolahan limbah cair tahu telah banyak dilakukan. Pada penelitian kali ini dilakukan pengolahan limbah cair tahu dengan menggunakan lumpur aktif kemudian di amati kecepatan penyerapanya Hasil yang diperoleh dengan menggunakan lumpur aktif adalah konsetrasi limbah yang berupa COD, DO dan pH menurun sampai dibawah baku mutu. Selain itu  pada limbah yang telah diolah tidak lagi berbau menyengat/berbau busuk. Warna limbah cairnya juga sudah tidak putih keruh tetapi menjadi jernih. Kata kunci : limbah Organik, degradasi, lumpur aktif ,COD, DO, dan pH
STUDI HIDROLISA MINYAK GORENG BEKAS SECARA ENZIMATIS AKTIVASI GELOMBANG MIKRO indah riwayati; L. Kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i2.101

Abstract

Penggunaan minyak goreng di industri dan rumah tangga yang cukup besar  dapat menimbulkan masalah lingkungan. Hal ini disebabkan oleh limbah dalam bentuk minyak goreng bekas yang sudah tidak layak konsumsi. Minyak mempunyai rantai karbon yang panjang sehingga membutuhkan waktu cukup lama bagi alam untuk menguraikannya. Minyak  bekas  juga mempunyai mempunyai kandungan trigliserida yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan asam lemak dan gliserol melalui reaksi hidrolisa. Reaksi hidrolisa lemak secara enzimatis tidak efisien karena membutuhkan waktu yang lama dan harga  enzim yang relatif mahal. Dari studi yang dilakukan terdapat peluang untuk mengefisienkan proses hidrolisa dengan mempercepat waktu reaksi. Salah satu caranya adalah dengan batuan gelombang mikro. Reaksi hidrolisa minyak dengan bantuan gelombang mikro ini tidak hanya membuat reaksi lebih efisien, tetapi juga menghasilkan proses yang lebih bersih dan hemat energi. Kata Kunci : minyak goreng bekas, lipase, gelombang mikro
POTENSI XANTHATE PULPA KOPI SEBAGAI ADSORBEN PADA PEMISAHAN ION TIMBAL DARI LIMBAH INDUSTRI BATIK Indah Hartati; Indah Riwayati; Laeli kurniasari
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i2.102

Abstract

Seiring dengan tumbuh dan berkembangnya industri batik, semakin besar pula volume limbah cair yang dihasilkannya. Limbah cair industri batik dilaporkan mengandung logam berat. Keberadaan logam berat khususnya timbal dalam limbah cair industri batik dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Proses  pemisahan logam berat dari suatu larutan dapat dilakukan melalui proses adsorpsi menggunakan adsorben yang berbasis biomassa. Namun demikian, adsorben tersebut memerlukan proses modifikasi guna meningkatkan kapasitas adsorpsi dan performa adsorpsi. Proses modifikasi adsorben melalui pengikatan gugus pembawa sulfur, khususnya xanthate merupakan proses yang paling menonjol karena adsorben terxantasi merupakan: senyawa yang sangat tidak larut, mudah dibuat dengan reagen yang relatif tidak mahal, serta memiliki  kestabilan yang tinggi saat membentuk kompleks dengan logam. Adsorben terxanthasi dapat dibuat dari adsorben yang kaya akan gugus hidroksil, seperti pulpa kopi. Pulpa kopi merupakan limbah proses pengolahan kopi secara basah. Pemanfaatan pulpa kopi sebagai adsorben terxanthasi sebagai adsorben logam berat dapat menyelesaikan setidaknya dua permasalahan sekaligus yakni pemisahan logam berat dari limbah cair serta mengurangi dampak pencemaran industri pengolahan kopi. Guna proses desain sistem adsorpsi timbal dari limbah cair menggunakan senyawa xanthate pulpa kopi, data-data fundamental yang perlu dikaji dan ditentukan antara lain: kajian kesetimbangan adsorpsi isoterm, kinetika adsorpsi, dan termodinamika adsorpsi. Kata Kunci: pulpa kopi, adsorpsi, timbal, xanthate, batik
PEMODELAN KEAUSAN PIN-ON-DISC DENGAN ANALISA ELEMEN HINGGA I Syafa’at; J. Jamari; S.A. Widyanto; R. Ismail
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i2.104

Abstract

Dunia engineering tidak bisa dilepaskan dari mekanisme perkontakan antara komponen mesin yang satu dengan yang lain. Berbagai masalah dapat timbul akibat kontak ini, diantaranya adalah keausan. Pemodelan keausan pin-on-disc  antara baja dengan baja  dimodelkan  dengan  analisa elemen hingga  (FEA). Kontak sliding disederhanakan menjadi model 2D dengan input sifat-sifat  material berbantuan software ANSYS. Hasil simulasi berupa tekanan kontak rata-rata digunakan untuk menghitung keausan Model Archard. Updating geometry dilakukan  untuk mengetahui besarnya keausan yang terjadi pada pin. Hasil pemodelan menunjukkan jari-jari kontak  dan keausan  mengalami peningkatan  sangat  signifikan  pada tahap awal, kemudian mencapai kestabilan  seiring dengan bertambahnya jarak sliding.  Kestabilan  tercapai  setelah menempuh jarak sliding 80405 mm. Fenomena kestabilan aus ini memperlihatkan bahwa sistem telah berada dalam fase steady state setelah melewati running-in dalam aplikasi pemesinan. Kata kunci:  keausan, pin-on-disc, upadating geometry, FEA
EKSPERIMEN PEMBENTUKAN KERAK GIPSUM DENGAN KONSENTRASI Ca2+ : 3500 ppm DAN ADITIF Fe2+ W. Sediono; A.P. Bayuseno; S. Muryanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 7, No 2 (2011)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v7i2.108

Abstract

Pengerakan (scaling) merupakan masalah yang kompleks dan selalu terjadi di dalam suatu industri. Terjadinya kerak karena proses alami adanya reaksi kimia antara kandungan-kandungan yang tidak dikehendaki yang terlarut di dalam air seperti: Ca2+, SO4-2, CO3-2dan Mg2+. Gipsum (CaSO4.2H2O) adalah salah satu komponen utama dari kerak yang banyak dijumpai. Akibat adanya  pengerakan ini akan merugikan yaitu mempertebal dinding pipa yang dilewati cairan dan dapat mempengaruhi laju aliran ataupun perpindahan panas. Oleh karena harus dilakukan pencegahan untuk menghambat pertumbuhan kerak dalam pipa tersebut. Dalam penelitian  ini dilakukan eksperimen tentang pertumbuhan kerak gipsum dalam pipa uji, dengan mereaksikan CaCl2  dan Na2SO4  dengan  laju alir 30 ml/menit dan konsentrasi larutan 3500 ppm, Ca2+. Fe2+ ditambahkan kedalam larutan sebagai impuritas. Adapun pipa uji berisi empat pasang kupon terbuat dari kuningan karena tahan terhadap korosi. Pembentukan kristal gipsum dapat dilihat dari menurunnya nilai konduktivitas larutan pada waktu percobaan sehingga waktu induksinyapun dapat diketahui. Bentuk kristal gipsum dilihat dari hasil kajian morfologi yang dilakukan dengan menggunakan SEM, Massa kerak ditimbang untuk mengetahui  pengaruh penambahan aditif terhadap massa kerak yang terjadi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan adanya penambahan aditif Fe2+ 5 ppm memperpanjang waktu induksi 27.2 %, menurunkan massa kerak 17.6 % dan penambahan aditif Fe2+ 10 % memperpanjang waktu induksi 54.5 % menurunkan massa kerak 38.5 %.. Aditif juga mempengaruhi morfologi Kristal gipsum yaitu kristal menjadi lebih pendek tapi tidak merubah bentuk kristal, yaitu tetap orthorhombic. Keywords : Fe2+, gipsum, impuritas, pencegahan kerak

Page 1 of 1 | Total Record : 9