cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Pharmacy)
ISSN : 16937899     EISSN : 27163814     DOI : 10.31942
Core Subject : Health,
Selamat datang di situs e-Publikasi Ilmiah Fakultas Farmasi Unwahas (Universitas Wahid Hasyim) Semarang. Situs ini berisi kumpulan publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi Unwahas. Publikasi berasal dari jurnal-jurnal serta hasil prosiding seminar yang dilaksanakan oleh Fakultas Farmasi Unwahas.
Arjuna Subject : -
Articles 244 Documents
Search results for , issue "JURNAL ILMU FARMASI " : 244 Documents clear
Evaluasi Penerapan Standar Pelayanan Farmasi Klinik Di Apotek Kabupaten Magelang Junvidya Heroweti; Fitri Rahmawati; Muhammad Ikhsan
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik 2023: [Special Edition] Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v0i1.9363

Abstract

Standar pelayanan farmasi (PMK 73/2016) menjadi tolak ukur pelayanan kefarmasian pada apotek meliputi compounding dan dispensing, pengkajian resep, konseling, pelayanan informasi obat, pelayanan kefarmasian di rumah, pemantauan terapi obat dan monitoring efek samping obat. Berdasarkan hasil observasi apotek di Kabupaten Magelang, terdapat beberapa apotek yang tidak terdapat apoteker selama apotek buka. Selain itu ditemukan juga tenaga kerja selain tenaga kefarmasian yang ikut serta dalam pelayanan farmasi klinik. Penelitian ini untuk mengevaluasi penerapan standar pelayanan farmasi klinik untuk apotek di sekitar Kabupaten Magelang. Penelitian dilakukan secara deskriptif non eksperimental dengan metode Cross-Sectional. Pemilihan sampel secara random dengan jumlah 25 apotek di wilayah Kabupaten Magelang. Pengambilan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan SPSS secara deskriptif kuantitatif. Evaluasi penerapan standar pelayanan farmasi klinik pada apotek di sekitar Kabupaten Magelang diperoleh hasil rata–rata pengkajian dan pelayanan resep  93,28%  (kategori baik), compounding dan dispensing 93,89% (kategori baik), pelayanan informasi obat 65,28% (kategori cukup), konseling 66,53% (kategori cukup), pemantauan terapi obat 45,37% (kategori kurang), dan monitoring efek samping obat 30,33 % (kategori kurang).
Potential Plants With Antidiabetic Activity In Glut-4 Translocation: A Narrative Review Rabiatul Adawiyah; Ayu Shabrina; Sapto Yuliani; Nurkhasanah Nurkhasanah
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik 2023: [Special Edition] Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v0i1.9344

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease caused by decreased activity of the pancreas in producing insulin. Insulin resistance is characterized by decreased synthesis and translocation of GLUT-4 to cell membranes, GLUT-4 can be found in several tissues, but mainly in muscle and adipose tissue. The purpose of this study was to identify plants that have antidiabetic activity in Glut-4 translocation and further can be used as reference material in research. This research method is Article Review, by searching for articles published in 2013-2023 in the Pubmed, Google Scholar, Proquest, Springer Link, and Science Direct databases. The sample in this study was in the form of research articles that met the inclusion criteria and obtained a total of 15 articles. The results of this study showed that there was significant antidiabetic activity from the administration of Ethanol Extract on 125 mg/kg BW of Salam Leaf, 200 mg/kg BW of Areca Nut, 200 mg/kg of Papaya Seed, 96 mg/kg of Black Cumin, Combination of Sambiloto Leaf and Gotu kola leaves 300 mg/kg BW, 400 mg/kg BW of Adem Ati Bark, 100 mg/kg BW of Artemisia Leaf, 250 mg/kg BW of Coffee Beans, 200 mg/kg BW of Tapak Dara Leaves, 300 mg/kg BW of Puguntano Leaves, 50 mg/kg BW of Ginger, and 200 mg/kg BW of Cinnamon. These plant extracts have antidiabetic activity as GLUT4 translocates to the plasma membrane of muscle cells. The bioactive compounds contained in them which act as antidiabetic activity are flavonoids, saponins and tannins.
Aktivitas Antibakteri Fraksi-Fraksi Daun Mangga (Mangifera indica L.) Harum Manis terhadap Bakteri Bacillus subtilis Dewi Andini Kunti; Masduki Faqih
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik 2023: [Special Edition] Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v0i1.9388

Abstract

Daun mangga memiliki kandungan senyawa fenol, alkaloid, saponin, kumarin, tanin, flavonoid, triterpenoid, dan steroid yang berpotensi sebagai antibakteri. Senyawa tersebut memiliki kelarutan yang berbeda sehingga diperlukan proses fraksinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi-fraksi daun mangga harum manis terhadap Bacillus subtilis dan kandungan senyawa aktif yang ada di dalamnya. Daun mangga diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol 96% dan dilanjutkan purifikasi dan fraksinasi menggunakan metode ekstraksi cair-cair. Fraksinasi dilakukan menggunakan etanol-air, n-heksan, dan dietil eter. Fraksi n-heksan (FNH) dan fraksi dietil eter (FDE) dilakukan uji skrining fitokimia. Hasil FNH dan FDE dilanjutkan uji aktivitas antibakteri terhadap Bacillus subtilis menggunakan metode difusi agar dengan konsentrasi 1%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Kloramfenikol digunakan sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Analisis data dilakukan secara deskriptif yaitu terbentuknya zona hambat disekitar kertas cakram. Hasil uji menunjukkan ada aktivitas antibakteri pada FNH dan FDE terhadap Bacillus subtilis pada semua konsentrasi. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan FDE mengandung senyawa flavonoid, fenolik dan tanin sedangkan FNH mengandung senyawa flavonoid dan fenolik.
Molecular Docking Senyawa Jambu Biji (Psidium guajava L.) terhadap Reseptor Estrogen Alfa Sebagai Model Kandidat Antikanker Payudara Ibrahim Arifin; Handini Widya Prameswari Sabandar; Hari Purnomo
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik 2023: [Special Edition] Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v0i1.9379

Abstract

Kanker payudara terjadi karena adanya ekspresi reseptor estrogen alfa (RE-α) yang berlebihan dan tingginya kadar estrogen. Penggunaan tamoksifen sebagai antagonis RE-α menimbulkan berbagai efek samping, sehingga perlu dikembangkan senyawa bahan alam yang berpotensi sebagai antikanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi senyawa kuersetin dari daun jambu biji pada RE-α sebagai antikanker payudara berdasarkan molecular docking. Penelitian ini menggunakan metode molecular docking dengan ligan uji kuersetin dan ligan pembanding tamoksifen. Pengujian dilakukan terhadap RE-α dengan kode PDB: 1UOM, 2IOG, 2OUZ, 3ERT, dan 5FQR. Analisis data dilakukan dengan cara membandingkan skor docking antara ligan native, kuersetin, dan tamoksifen menggunakan software PLANTS dan Pymol. Hasil uji pada kelima kode PDB menunjukkan bahwa skor docking kuersetin lebih tinggi dibandingkan skor docking ligan native dan tamoksifen. Pada kode PDB 1UOM, skor docking kuersetin, ligand native dan tamoksifen berturut-turut -71,098; -133,407 dan -93,788.  Meski demikian, kuersetin dapat berikatan dengan asam amino-asam amino yang terdapat pada RE-α yang diduga berperan dalam menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.
Perbandingan Kadar Fenolik Dan Flavonoid Total Ekstrak Metanol Umbi Wortel (Daucus carota L.) pada Berbagai Metode Ekstraksi Anita Dwi Puspitasari; Widya Novita Sari
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik 2023: [Special Edition] Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v0i1.9372

Abstract

Umbi wortel (Daucus carota L.) mengandung senyawa golongan fenolik dan flavonoid yang memiliki berbagai aktivitas farmakologis. Senyawa golongan fenolik dan flavonoid dapat diekstraksi dengan berbagai metode ekstraksi. Perbedaan metode ekstraksi dapat menghasilkan kadar fenolik dan flavonoid yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar fenolik dan flavonoid total ekstrak metanol umbi wortel dari berbagai macam metode ekstraksi. Umbi wortel diekstraksi dengan metode perkolasi, maserasi, soklet, dan refluks menggunakan pelarut metanol sehingga diperoleh ekstrak metanol umbi wortel. Penetapan kadar fenolik dan flavonoid total dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-VIS dengan pembanding asam galat dan kuersetin. Kadar fenolik total dari empat metode ekstraksi dianalisis statistic menggunakan uji One Way Anova sedangkan kadar flavonoid total menggunakan uji Kruskal Wallis kemudian dilanjutkan Mann-whitney pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolik total ekstrak metanol umbi wortel dengan metode perkolasi, maserasi, soklet, dan refluks berturut-turut 40,423; 33,311; 45,164; dan 41,663 mgGAE/gram ekstrak sedangkan kadar flavonoid total secara berturut-turut 14,348; 6,065; 11,861; dan 4,704 mgQE/gram ekstrak. Analisis statistik menunjukkan ada perbedaan kadar fenolik dan flavonoid total ekstrak metanol umbi wortel hasil ekstraksi menggunakan metode perkolasi, maserasi, soklet, dan refluks. Kadar fenolik total tertinggi diperoleh dengan metode soklet sedangkan flavonoid total tertinggi diperoleh dengan metode perkolasi.
Efek Gastroprotektif Ekstrak Etanol Wortel (Daucus carota L.) pada Tikus Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Aspirin Ririn Lispita Wulandari; Budi Rohman Sapta Aji
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik 2023: [Special Edition] Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v0i1.9381

Abstract

Aspirin dapat menimbulkan efek samping yaitu kerusakan mukosa lambung dan wortel memiliki potensi sebagai gastroprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek gastroprotektif ekstrak etanol wortel pada tikus jantan galur wistar yang diinduksi aspirin. Desain penelitian yang digunakan adalah randomized matched post test only control group. Ekstrak etanol wortel (EEW) dibuat dengan metode ekstraksi ultrasonik. Sebanyak 24 tikus jantan galur wistar dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kelompok kontrol normal, kontrol negatif (CMC Na 0,5%), kontrol positif (ranitidin 20 mg/kgBB), ekstrak etanol wortel (200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, 800 mg/kgBB). Sediaan uji diberikan per oral satu kali sehari selama 14 hari. Setelah satu jam perlakuan pada hari ke-14, semua kelompok diberikan induksi aspirin (kecuali kontrol normal), selanjutnya dipuasakan 12 jam. Pada hari ke-15, semua tikus dikorbankan dan dibedah, serta diambil lambungnya. Preparat histopatologi dibuat dengan pewarnaan hematoksilin dan eosin, kemudian diamati secara mikroskopik dan ditentukan skor jumlah dan keparahan. Data tersebut dianalisis secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian EEW dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, 800 mg/kgBB pada tikus menghasilkan skor jumlah dan keparahan tukak lebih rendah secara signifikan dibandingkan dengan kontrol negatif (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa EEW memiliki efek gastroprotektif. 
Uji Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan Gel Ekstrak Etanol Bunga Kertas (Bougenvillea glabra) Fenita Shoviantari; Rachelda Bella Alycia Macado; Ratih Nur Ramadhani
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v21i1.8304

Abstract

Bunga kertas (Bougainvillea glabra) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat karena di dalamnya mengandung senyawa flavonoid, tannin, saponin, dan protein. Kandungan fitokimia tersebut membuat bunga telang memiliki beberapa aktivitas farmakologis salah satunya adalah sebagai antibakteri dan antioksidan. Bunga kertas dapat diformulasikan menjadi bentuk sediaan gel yang merupakan sediaan semi padat yang memiliki daya sebar yang baik, sejuk dikulit, tidak menyumbat pori dan mudah dicuci dengan air, serta memiliki pelepasan bahan aktif yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu fisik serta aktivitas antibakteri dan antioksidan dari gel ekstrak etanol bunga kertas (EEBK). EEBK diformulasikan dalam bentuk sediaan gel pada konsentrasi 20%(F1), 30%(F2), dan 40%(F3). Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji mutu fisik, uji aktivitas antioksidan (metode DPPH), dan uji aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus (metode disc diffusion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi mempengaruhi daya sebar dan daya lekat sediaan. Hasil uji aktivitas antioksidan dan antibakteri didapatkan nilai IC50 dan daya hambat sebesar F1 74,263 ppm dan 17,67 mm; F2 62,448 ppm dan 19,83 mm; serta F3 53,386 ppm dan 21,5 mm. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa perbedaan konsentrasi EEBK mempengaruhi daya sebar dan daya lekat serta gel esktrak bunga kertas memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri yang kuat.
Multilevel Categoric-One Factor Optimization Of Cremophor Rh 40 As Surfactant in Cream With Calabash (Crescentia cujete Linn) Leaves Ethanolic Extract Winanti Adi Riyanti; Dewi Wulandari Auliasari; Kharisma Raudlatul Firdaus; Malinda Prihantini
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v21i1.10796

Abstract

Indonesia's location on the equator is exposed to a high UV index, which triggers various health problems due to ultraviolet radiation, including melanoma. Melanoma is the 5th deadliest cancer that develops from the malignant transformation of melanin in oxidative stress conditions. Therefore, antioxidants are needed. Calabash is a natural exogenous antioxidant with an IC₅₀ value of 80.21 µg/mL (strong activity). Optimal formulations of cream containing calabash are determined by the concentration of ingredients and the selection of comprehensive analytical methods. This research aims to optimize cream preparations of calabash leaves ethanol extract with varying concentrations of Cremophor RH 40 as a surfactant using the multilevel categoric-one factor method. The cream was made with Cremophor RH 40 concentrations of 5%, 10%, and 15%. The cream was made by mixing the water phase (Nipagin, Glycerine, and Aquadest) and the oil phase (Cremophor RH 40, BHT, IPM, Cetostearyl alcohol, and Nipasol) after both phases reached a temperature of 60ºC in mixer speed no 1 for 15 minutes then followed by adding calabash leaves ethanolic extract until a homogeneous cream was formed. The parameters observed were organoleptic, homogeneity, the type of cream, pH, viscosity, dispersibility, and adhesion. The viscosity, dispersibility, and adhesion were chosen as the parameters for the formula optimization. The cream of calabash ethanolic extract was shown as green, homogeneous semi-solid with a soft texture and distinctive aroma, and was an oil-in-water (O/W) type cream. The average pH of 5.6 was suitable for facial skin. The viscosity value increased with increasing surfactant concentration while dispersibility decreased. The results of formula optimization obtained the optimum formula was FIII with a concentration of Cremophor RH 40 of 15% and a desirability value of 0,896.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pasien Hipertensi Pasien Rujuk Balik di Kimia Farma Ponorogo Annisa Diyan Meitasari
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v21i1.8248

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyebab gangguan jantung. Selain mengakibatkan gagal jantung, hipertensi dapat juga berakibat terjadinya gagal ginjal maupun penyakit serebrovaskular. Kepatuhan minum obat bagi pasien penyakit kronis seperti hipertensi sangat penting karena dengan minum obat secara teratur dapat mengontrol tekanan darah pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor apa saja yang mempengaruhi kepatuhan minum obat pasien hipertensi program rujuk balik BPJS di Apotek Kimia Farma Ponorogo. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional (non eksperimental) dengan pendekatan deskriptif survei dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Penelitian ini dilakukan di Apotek Kimia Farma Ponorogo pada bulan Maret 2022. Responden dari penelitian ini berjumlah 184 responden yang termasuk kriteria inklusi. Pengambilan data menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale). Pengolahan data dilakukakan dengan pendekatan cross-sectional dengan metode Chi-square. Hasil analisis hubungan kepatuhan dengan beberapa faktor adalah jenis kelamin, usia, pendidikan, jenis pekerjaan, lama waktu menderita hipertensi, dan jumlah obat tidak memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat kepatuhan minum obat pasien. Sedangkan untuk faktor tekanan darah memiliki hubungan signifikan terhadap kepatuhan minum obat dengan P-value 0,00 (p < 0,05).
Perbandingan Studi Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol, Etanol 70%, dan Etanol 96% Daun Kawista (Limonia acidissima L.) Tri Nur Azizah; Nuraini Harmastuti; Tri Wijayanti
Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jiffk.v21i1.8559

Abstract

Antioksidan alami (berasal dari bahan alami / tanaman) dijadikan alternatif akibat adanya kekhawatiran akan kemungkinan efek samping dari antioksidan sintetik. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai antioksidan alami yaitu kawista (Limonia acidissima L.). Tujuan penelitian ini untuk membandingkan aktivitas antioksidan dari daun kawista dengan proses ekstraksi beberapa pelarut (metanol, etanol 70%, dan etanol 96%). Metode penelitian yang dilakukan meliputi maserasi, identifikasi senyawa, dan pengujian antioksidan dengan metode DPPH. Pengukuran antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis dinyatakan dengan nilai IC50 (Inhibitory Concentration 50) yang kemudian dikonversikan ke nilai AAI (Antioxidant Activity Index). Nilai aktivitas antioksidan yang diperoleh paling tinggi dari ekstrak metanol yaitu nilai rata – rata IC50 82,2034 ± 0,5733 dan nilai rata – rata AAI 1,2165 ± 0,00852 artinya mempunyai sifat antioksidan kuat. Aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol 70% daun kawista dengan nilai rata – rata IC50 135,5030 ± 7,2238 dan nilai rata – rata AAI 0,7934 ± 0,0382 mempunyai sifat antioksidan sedang. Sedangkan ekstrak etanol 96% dengan nilai rata – rata IC50 123,5900 ± 2,9718 dan nilai rata – rata AAI 0,8094 ± 0,0195 mempunyai sifat antioksidan sedang. Kesimpulannya perbandingan hasil ekstraksi dengan berbagai pelarut menunujukkan aktivitas antioksidan yang berbeda signifikan. Antioksidan tertinggi terdapat pada ekstrak metanol dengan nilai IC50 82,20 ppm dan AAI sebesar 1,22.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 22 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinis Vol 21, No 1 (2024): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik No 1 (2024): JIFFK Special Edition Suppl. 2 Vol 20, No 2 (2023) Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik 2023: [Special Edition] Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 18, No 01 (2021): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol. 17 N0. 02 Desember 2020 Vol 17, No 01 (2020): Jurnal Ilmu Farmasi & farmasi Klinik Vol 17 No. 01, Juni 2020 Vol 16, No 02 (2019): Jurnal Ilmu Farmasi & farmasi Klinik Vol 16 No 02 Desember 2019 Jurnal Ilmu Farmasi & farmasi Klinik Vol 16 No 1 Juni 2019 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 15 No 2 Desember 2018 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 15 No 1 Juni 2018 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 14 No 2 Desember 2017 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 14 No 1 juni 2017 Prosiding Seminar Nasional "Peluang Herbal Sebagai Alternative Medicine" Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol 13 No 2 Desember 2016 JURNAL ILMU FARMASI & FARMASI KLINIK VOL. 13 NO. 1 JUNI 2016 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Volume 12 No.2 Desember 2015 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Volume 12 No. 1 Juni 2015 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL.11 NO.2 DESEMBER 2014 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL.11 NO.1 JUNI 2014 Prosiding Seminar Nasional "Perkembangan Terbaru Pemanfaatan Herbal Sebagai Agen Preventif Pada Tera Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol.10 No.1 Juni 2013 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol.10 No.1 Juni 2013 Jurnal Ilmu Farmasi & Farmasi Klinik Vol.9 No.2 Desember 2012 Prosiding Seminar Nasional "Peranan dan Kontribusi Herbal dalam Terapi Penyakit Degeneratif" JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 7 NO. 2 DESEMBER 2010 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 6 NO. 1 JUNI 2009 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 5 NO. 2 DESEMBER 2008 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 5 NO. 1 JUNI 2008 JURNAL ILMU FARMASI DAN FARMASI KLINIK VOL. 4 NO. 1 JUNI 2007 More Issue