cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TASAMUH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
meningkatkan profesionalisme guru fiqih di era digital Achmad Choirul
TASAMUH Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah Negara kaya yang mempunyai sumber daya alam yang melimpah, namun sayang sumber daya yang melimpah tersebut tidak dibarengi dengan sumber daya manusia. Sehingga pertumbuhan Negara tidak bisa optimal. Karena sumber daya manusia adalah pendukung utama dalam pembangunan Nasional. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting didalam meningkatkan sumber daya manusia Indonesia. Didalam pendidikan manusia akan belajar untuk memahami hidup dan mampu merencanakan kehidupannya di masa yang akan datang. Pendidikan membantu seseorang untuk mau bertindak sebagai manusia dan tidak bertindak secara instinktif saja. Pihak yang terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran adalah guru. Guru memiliki peranan yang sangat penting dalam membentuk dan meningkatkan kualitas anak didiknya. Oleh karena itu peranannya tidak bisa diabaikan begitu saja. Proses pendidikan dikatakan berhasil apabila kualitas sumber daya manusia meningkat. Untuk itu guru harus meningkatkan kapabilitasnya di dalam dunia pendidikan, agar kualitas anak didiknya meningkat, guru juga harus meningkatkan kemampuan profesionalnya di dalam mendidik.
Implementasi Pendidikan Sufistik Dengan Konsep Ma’rifat Syekh Siti Jenar Dalam Pendidikan Karakter Siswa Muslikhatun Nadiyah
TASAMUH Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is a summary of the literature research on the Manunggaling Kawulo-Gusti Concept Book in Higher Education Management written by Mahmutarom HR. This book discusses a leader who can protect and protect his subordinates by using the concept of Sufism Shaykh Siti Jenar, namely Manunggaling Kawulo-Gusti, which can be interpreted as a single leader (gusti) with kawulo (people) who egalitarian has the same position, only roles, tasks , and just a different function. Manunggaling Kawulo Gusti is only a dialectic, that the unity of leadership must be vertical as well as horizontal. The study of this book uses content analysis relating to Sufism education. The concept has similarities with the teachings of Sufism including Ibn Arabi, Al Ghazali and others. The concept of sufistic education is finally brought to be applied in character education for students. Because seeing from the conditions of the times that the moral crisis is increasingly rooted in society. To overcome this, sufistic education is very much needed besides spiritual education. Keywords: Manunggaling Kawulo Gusti, Sufisic Education, Character Education Of Students
EPISTEMOLOGI ISLAM: INTEGRASI AGAMA DAN FILSAFAT; PERSPEKTIF IBNU RUSYD anwar rozak
TASAMUH Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibnu Rusyd berusaha mempertemukan antara wahyu, rasio, dan realitas, atau antara epistemologi bayani, irfani dan burhani atau dikenal juga dengan program islamisasi atau integrasi antara agama dan filsafat. Selain usaha dari Ibnu Rusyd tersebut, juga karena adanya keinginan para ilmuwan muslim saat ini untuk mengkaji ulang warisan (turats) keilmuan Islam klasik sebagai upaya membangun peradaban Islam modern. Wahyu atau nas atau teks syariah bersifat terbatas, selesai dan peristiwa/kenyataan baru yang bersifat tak terbatas akan terus berdatangan dan tak aka nada habisnya. Muncul kenyataan baru yang tak terbatas itu dapat terjadi karena konteks ruang dan waktu yang baru yang berbeda dengan konteks di saaat nabi masih hidup. Apalagi di jaman sekarang muncul pertanyaan yang belum pernah terjadi di jaman Rasul, seperti bagaimana puasanya orang di daerah kutub, atau di daerah sebagian Eropa yang saat tertentu, siangnya bisa sampai 19-20 jam. Dari beberapa hal tersebut tentunya kita menyadari pentingnya perpaduan antara wahyu, rasio dan realitas.
FORMULASI MAQASID SYARIAH DAN RELEVANSINYA TERHADAP PROBLEMATIKA FIQIH MUAMALAH KONTEMPORER DI INDONESIA (STUDI PEMIKIRAN ABDULLAH BIN BAYYAH) Lutfi Ahsanudin
TASAMUH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The focus in this study is related to contemporary muamalah fiqih from Abdullah Bin Bayyah's Thought and making Maqasid Syariah as his ijtihad reasoning. This study uses a qualitative descriptive approach and the type of research used is library research. The data collection technique is by way of documentation by collecting qualitative data by viewing or analyzing documents/books that aim to find research results. Analysis of the data used is inductive analysis. In this study, it was found that there is a need for a maqasid sharia formulation as the main reference in determining sharia economic law/fiqih muamalah, especially contemporary problems. Abdullah bin Bayyah formulated five Maqasid Sharia Fiqih Muamalat, namely; ar Rawaj (turnover of assets), al wudhuh (transparency), al hifdz (maintenance of property), at Tsabat (Wholeness) and al Adl (fairness in transactions). These five aspects are in accordance with and relevant to the fatwa or guidelines related to contemporary transactions of Islamic banking or Islamic financial institutions issued by the National Sharia Council of the Indonesian Ulema Council (DSN-MUI). It is also necessary to regulate laws and regulations from the government that absorb the DSN MUI fatwa so that it has a binding nature (mulzim) to all elements of society. Because the fatwa is non-binding (ghoiru mulzim) so that the existence of the fatwa can be accounted for in the eyes of Indonesian law and legislation. Keywords: Maqasid Syariah, Contemporary Muamalah Fiqih ABSTRAK Fokus dalam penelitian ini berkaitan dengan fiqih muamalah kontemporer dari Pemikiran Abdullah Bin Bayyah dan menjadikan Maqasid Syariah sebagai nalar ijtihadnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan/library research. Adapun teknik pengumpulan data adalah dengan jalan dokumentasi dengan cara pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau menganalisis dokumen-dokumen/buku-buku yang bertujuan untuk menemukan hasil penelitian. Analisa data yang dipakai adalah analisis induktif. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa perlu adanya formulasi m aqasid syariah sebagai referensi utama dalam menetapkan hukum ekonomi syariah/fiqih muamalah khususnya problematika kontemporer. Abdullah bin Bayyah merumuskan lima Maqasid Syariah Fiqih Muamalat yaitu; ar Rawaj (perputaran harta), al wudhuh (transparansi), al hifdz (pemeliharaan harta), at Tsabat (Keutuhan) dan al Adl (keadilan dalam transaksi). Kelima aspek ini sesuai dan relevan dengan fatwa atau pedoman terkait transaksi kontemporer perbankan syariah atau lembaga keuangan syariah yang dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasioanal Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Diperlukan juga regulasi peraturan perundang-undangan dari pemerintah yang meresap fatwa DSN MUI tersebut agar mempunyai sifat mengikat (mulzim) kepada seluruh elemen masyarakat. Karena fatwa bersifat tidak mengikat (ghoiru mulzim) agar keberadaan fatwa tersebut dapat dipertanggung jawabkan di mata hukum dan perundangundangan Indonesia. Kata Kunci: Maqasid Syariah, Fiqih Muamalah Kontemporer 
The essence of life studies Javanese philosophy in Islam Muhamad Saiful Huda
TASAMUH Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Java is not just a haven of tradition and culture. More than that, Java is also a paradise for philosophy. This is proven by one of the teachings of Javanese ancestors which was formulated in the concept of sangkan paraning dumadi. At a glance, I think paraning dumadi is nothing more than a Kejawen view that discusses the origin and purpose of everything in the world. But if we live, 'not paraning dumadi' is not that simple. The concept is the teaching of spirituality that illustrates the depth of religiosity. For Javanese people, earthly life is only a moment, like mampir ngombe. Life that is only briefly is not the final ideals of the Javanese. In Islam also emphasizes that life is just a game and jokes that seemed to put aside the world and put forward the eternal afterlife.
IMPLIKASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SANTRI DI SMK ROUDLOTUL MUBTADIIN JEPARA Achsan Isroi
TASAMUH Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT 2013 curriculum is a curriculum that has undergone many changes from the previous curriculum, namely the School-based Education Unit Level Curriculum. The 2013 curriculum uses a scientific approach in the learning process. The 2013 curriculum emphasizes scientific learning: 1. Learning Management, 2. Implementation of Islamic Religious Education Learning, which includes Pre-Scientific, Temporary Learning, and Post-Learning based on Islamic Religious Education, 3. Islamic Education Learning based on a Scientific Approach. 4. Improve student understanding. The results showed: Implementation of Scientific-based Islamic Religious Education in early learning on learning material, the core teacher of learning had made observations, question and answer, exploration, associating, and communicating, in the end providing follow-up activities in the form of homework to students. Evaluation of Islamic Religious Education learning, namely the 2013 learning assessment in the curriculum using authentic assessments that measure competencies ranging from competency in attitudes, skills, and knowledge-based processes not only results. The assessment is carried out using an authentic method, students are assessed on several aspects including daily tests, portfolios, observation, performance, assignments and semester tests. The impact of Scientific-Based Islamic Religious Education Learning is: creating a sense of responsibility among students, strengthening the closeness between students, teachers and students to work together to discuss subject matter. Keywords: Scientific Approach, Learning Management ABSTRAK Kurikulum 2013 merupakan kurikulum yang mengalami banyak perubahan dari kurikulum sebelumnya yaitu berbasis Sekolah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Dalam kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran. Dalam Kurikulum 2013 menekankan pada pembelajaran Ilmiah: 1. Manajemen Pembelajaran, 2. Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, yang meliputi pembelajaran berbasis Pra Ilmiah, Sementara Pembelajaran, daan Pasca Pembelajaran berbasis Pendidikan Agama Islam, 3. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Scientific Approach.4. Meningkatkan pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukkan: Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam berbasis Ilmiah pada pembelajaran awal pada materi pembelajaran, guru inti pembelajaran telah melakukan observasi, tanya jawab, eksplorasi, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan, pada akhirnya memberikan kegiatan tindak lanjut berupa pekerjaan rumah kepada siswa. Evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu penilaian pembelajaran 2013 dalam kurikulum menggunakan penilaian otentik yang mengukur kompetensi mulai dari kompetensi sikap, keterampilan, dan proses berbasis pengetahuan bukan hanya hasil. Penilaian dilakukan dengan metode otentik, siswa dinilai pada beberapa aspek diantaranya ulangan harian, portofolio, observasi, performance, tugas dan ulangan semester. Dampak Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Scientific ini adalah: menimbulkan rasa tanggung jawab antar peserta didik, memperkuat kedekatan antara siswa, guru dan siswa dapat bekerja sama untuk mendiskusikan materi pelajaran. Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran, Scientific Approach, Pemahaman
KOLABORASI GURU BIMBINGAN KONSELING DAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENANGANI SISWA BERMASALAH DI MTs HIDAYATUL UMMAH MALAHAYU KABUPATEN BREBES Entin Agustinawati
TASAMUH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis research is a qualitative research using interviews, observation and documentation. The data analysis used in this research is descriptive qualitative. This study aims to describe collaboration, supporting and inhibiting factors and the impact of collaboration between Counseling Guidance teachers and Islamic Religious Education teachers in dealing with problematic students. The results showed that the collaboration between Counseling Guidance teachers and Islamic Religious Education teachers was carried out in terms of collaboration in carrying out joint recording of problematic students, taking handling steps, coordinating and cooperating in carrying out tasks, and creating joint activities for students. The supporting factors for the collaboration of Counseling Guidance Teachers and Islamic Education Teachers in dealing with problematic students at MTs Hidayatul Ummah Malahayu, Banjarharjo District, Brebes Regency are the formation of cooperation and coordination in assignments, clear madrasa programs, the cooperative role of parents and the community. The inhibiting factors are students who are bound to the community, parents who are less cooperative and respond making it difficult for the madrasa to communicate and open up student problems and solutions that will be applied by the madrasa. The impact of the collaboration between Guidance Counseling Teachers and Islamic Religious Education Teachers is better administration, more focused handling, encourage the active role of teachers and students in implementing madrasa programs, foster parent and community trust in madrasas, instill and restore students' confidence in socializing and socializing at home and at school or madrasah and open communication between students and parents. The negative impact is giving a bad impression to the madrasa from the parents of problematic students. Keywords: Collaboration, Counseling Guidance Teachers, Islamic Religious Education Teachers, Students with ProblemsABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara, observasi serta dokumentasi. Ada pun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang kolaborasi, faktor pendukung dan penghambat dan dampak kolaborasi adanya kolaborasi antara guru Bimbingan Konseling dan guru Pendidikan Agama Islam dalam menangani siswa bermasalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara guru Bimbingan Konseling dan Guru Pendidikan Agama Islam dilakukan dalam hal kolaborasi dalam melakukan pencatatan bersama mengenai siswa bermasalah, melakukan langkah-langkah penanganan, melakukan koodinasi dan kerjasama dalam melaksanakan tugas, dan menciptakan kegiatan bersama untuk siswa. Faktor pendukung kolaborasi Guru Bimbingan Konseling dan Guru Pendidikan Agama Islam dalam menangani siswa bermasalah di MTs Hidayatul Ummah Malahayu Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes adalah terbentuk kerjasama dan koordinasi dalam tugas, program madrasah yang jelas, peran orang tua dan masyarakat yang kooperatif. Faktor penghambat adalah siswa yang terikat kepada komunitas, orang tua yang kurang kooperatif dan merespon menyulitkan madrasah untuk berkomunikasi dan membuka permasalaan siswa dan penyelesaian yang akan diterapkan oleh madrasah. Dampak kolaborasi Guru Bimbingan Konseling dan Guru Pendidikan Agama Islam yaitu administrasi lebih baik, penanganan lebih terarah, mendorong peran aktif guru dan siswa dalam melaksanakan program madrasah, menumbuhkan kepercayaan orang tua dan masyarakat kepada madrasah, menanamkan dan mengembalikan rasa percaya diri siswa dalam bergaul dan bersosialisasi di rumah dan di sekolah atau madrasah dan membuka komunikasi siswa dan orang tua. Dampak negatif yaitu memberikan kesan tidak baik bagi madrasah dari orang tua siswa bermasalah. Kata Kunci : Kolaborasi, Guru Bimbingan Konseling, Guru Pendidikan Agama Islam, Siswa Bermasalah
GERAKAN SOSIAL HIZMET MUHAMMAD FETHULLAH GÜLEN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA Rian Hidayat
TASAMUH Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research is a descriptive qualitative research, using interviews, observation, and literature documentation as the data collection process. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, conclusion, and verification. To test the validity of the data in this study, the triangulation technique was used. The findings of this research are: First, when social, economic, and political opportunities emerged to develop during the Turgut Ozal era, hizmet made the best use of this atmosphere of openness. Hizmet founded schools, dersane (home learning), student dormitories, hospitals, entrepreneurial institutions, newspapers, magazines, and others. Second, Fethullah Gülen made three concepts in mobilizing Turkish society to engage in peaceful movements, namely through: hizmet (providing services to religion and the state); himmet (donating funds or doing a good job) and sincerity (seeking the pleasure of Allah in every action taken). In the formation of this service network, they each build a joint effort to achieve the goals of this movement in the framework of raising funds, creating local businesses with the aim of spreading the teachings of this movement as well as building jobs. Third, the process of cultural framing of the hizmet movement can be read in the focus of this movement in the fields of da'wah and education. The hizmet movement has established educational institutions and operates approximately 1,000 schools in 130 countries, including in Indonesia. There are hizmet schools in several cities, such as in Depok, Semarang, Tangerang, Jogjakarta, Bandung, Sragen, Banua, Aceh, Bogor and Medan. Keywords: Social Movement, Hizmet, Fethullah Gülen, Education ABSTRAK Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, dalam proses pengambilan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi pustaka. Sedangkan teknik analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, kesimpulan, dan verifikasi, sedangkan untuk menguji keabsahan data dalam penelitian ini dipergunakan teknik triangulasi. Temuan dari penelitian ini, yaitu: Pertama, saat peluang secara sosial, ekonomi, dan politik muncul untuk berkembang di masa Turgut Ozal, hizmet memanfaatkan atmosfer keterbukaan itu dengan sebaik-baiknya. Hizmet mendirikan sekolah, dersane, asrama mahasiswa, rumah sakit, institusi pengusaha, koran, majalah, dan lain-lain. Kedua, Fethullah Gülen membuat tiga konsep dalam memobilisasi masyarakat Turki untuk terlibat dalam gerakan damai, yaitu melalui: hizmet (memberikan pelayanan kepada agama dan negara); himmet (memberikan sumbangsih dana atau dengan mengerjakan pekerjaan dengan baik) dan ikhlas (mencari ridha Allah dalam setiap tindakan yang dilakukan). Pembentukan jaringan pelayanan ini mereka satu sama lain membangun sebuah usaha bersama demi tercapainya tujuan dari gerakan ini dalam rangka pengumpulan dana, pembuatan usaha-usaha lokal dengan tujuan menyebarkan ajaran gerakan ini sekaligus membangun lapangan kerja. Ketiga, proses pembingkaian kultural gerakan hizmet bisa dibaca pada fokus gerakan ini dalam bidang dakwah dan pendidikan. Gerakan hizmet sudah mendirikan lembaga-lembaga pendidikan dan mengoperasikan kurang lebih 1.000 sekolah di 130 negara, termasuk di Indonesia terdapat sekolah hizmet di beberapa kota, seperti di Depok, Semarang, Tangerang, Jogjakarta, Bandung, Sragen, Banua, Aceh, Bogor, dan Medan. Kata Kunci: Gerakan Sosial, Hizmet, Fethullah Gülen, Pendidikan
Konsep Momong, Ngemong dan Among dalam Ma’rifat Kepemimpinan Islam di Era Globalisasi suariyati ari suariyati
TASAMUH Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini akan mengkolaborasikan konsep kepemimpinan Islam yang mengedepankan tiga aspek dalam bahasa jawa yaitu momong, ngemong dan among. Dalam Era Globalisasi sangat sulit mencari pemimpin yang handal, ideal, bermartabat tinggi yang bersifat ma’rifat (mengetahui dan menegnal Allah lebih dekat). Kepemimpinan Islam di zaman Rasulullah dapat di jadikan panutan atau suritauladan. Kepemimpinan di era ini terkadang lebih mengedepankan egoisme, hanya menuruti kepentingannya sendiri atau kelompoknya. Mereka kurang mampu merangkul bawahannya(masyarakat) pada umumnya. Kosnsep ngemong momong dan among ini diharapkan mampu merangkul bawahan agar mereka tidak merasa untuk pijakan saat mereka ingin di posisi atasan, tetapi mereka juga mampu ikut memiliki rasa yang sama di raih dalam kebersamaan. Rasullullah dalam kepemimpinannya juga banyak hambatan dan rintangnan, walaupun beliau memiliki sifat-sifat yang mulia yang tak di miliki oleh pemimpin dimasa dahulu, sekarang ataupun di masa mendatang. Kata Kunci: Kepemimpinan, ma’rifat, ngemong momong among, Globalisasi
IMPLIKASI PEMBELAJARAN ASWAJA MELALUI METODE CERITA DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI MTS ASSALAFIYAH SITANGGAL LARANGAN BREBES Jazilah Nailatun Nikmah
TASAMUH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTCharacter is something that results from the formation process. Character does not just exist in students. To imitate the character and personality of religious figures such as the prophets, friends, wali songo, ulama or kyai, a teacher needs a certain method in instilling the character and personality of these figures to students. One of the methods applied in the learning process is the story method. The research problem is the process of activities and the concept of character building for students in Aswaja/NU's learning with the story method in class VII MTs Assalafiyah Sitanggal Brebes and the implications of the story method in character building students in Aswaja learning class VII MTs Assalafiyah Sidatel Larangan District, Brebes Regency. This research is qualitativedescriptive. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. The findings show that through the story method students can more easily understand the story and also imitate the good things contained in a story, especially the story conveyed contains messages, advice and information that can be well captured by students. The story method is an effective means of conveying Aswaja/keNUan values, influencing the way children think and behave, because they like to listen or read stories, automatically the messages of kindness that are inserted will be listened to happily. As an implication, MTs Assalafiyah Sidatel students who are full of activities can take advantage of the scheduled time, this is the result of one of the Aswaja/NU learning that has been taught and also the value of harmony which is reflected in the behavior of students who tend to respect each other, do not like to fight and respect the teacher. Keywords: Character Building, Story Method, Aswaja Learning. ABSTRAKKarakter merupakan sesuatu yang dihasilkan dari proses pembentukan. Karakter tidak hadir begitu saja dalam diri siswa. Untuk meneladani karakter dan kepribadian tokohtokoh agama seperti para rosul, sahabat, wali songo, ulama atau para kyai, maka seorang guru memerlukan metode tertentu dalam menanamkan karakter dan kepribadian tokoh-tokoh tersebut kepada siswa. Adapun metode yang diterapkan dalam proses pembelajaran salah satunya adalah metode cerita. Permasalahan Penelitian adalah proses kegiatan dan konsep pembentukan karakter siswa dalam pembelajaran Aswaja/ke-NUan dengan metode cerita di kelas VII MTs Assalafiyah Sitanggal Brebes dan Implikasi metode cerita dalam pembentukan karakter siswa pada pembelajaran Aswaja kelas VII MTs Assalafiyah Sitanggal Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes. Penelitian ini merupakan kualitatif-deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan bahwa melalui metode cerita siswa dapat lebih mudah memahami cerita dan juga meneladani hal baik yang terkandung dalam sebuah cerita apalagi cerita yang disampaikan mengandung pesan, nasehat dan informasi yang bisa ditangkap dengan baik oleh peserta didik. Metode cerita menjadi sarana efektif untuk menyampaikan nilai-nilai Aswaja/keNUan, mempengaruhi cara berfikir dan berperilaku anak-anak, karena mereka senang mendengarkan atau dibacakan cerita maka secara otomatis pesan-pesan kebaikan yang diselipkan akan didengarkan dengan senang hati. Sebagai implikasinya Siswa MTs Assalafiyah Sitanggal yang penuh dengan kegiatan dapat memanfaatkan waktu yang sudah terjadwal, hal tersebut merupakan hasil dari salah satu pembelajaran Aswaja/keNU-an yang telah diajarkan dan juga Nilai kerukunan yang tercermin dari perilaku siswa yang cenderung saling menghargai sesama teman, tidak suka bertengkar dan menghormati guru. Kata Kunci: Pembentukan Karakter, Metode Cerita, Pembelajaran Aswaja.

Page 2 of 4 | Total Record : 34