cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TASAMUH
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 34 Documents
KONSEP PENDIDIKAN KARAKTER DALAM AL QUR’AN SURAT AL-BAQARAH AYAT 129 DAN URGENSINYA DENGAN TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL (Kajian Terhadap Al-Tafsîr Al-Kabîr Mafātīḥ Al-Ghayb Karya Fakhruddin Al-Rāzī dan Tafsir Al-Maraghi Karya Musthafa Al- Maraghi) Ahmad Liwaaul Hamdi
TASAMUH Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThe concept of character education in QS. Al-Baqarah verse 129, the perspective of al-Razi and al-Maraghi, presents 9 models of character education, namely, tadzkirah,'ibrah, teaching honesty, role models, motivation, threats, advice, reminding andhabituation. The urgency of implementing character education is to improve humanmorale through the world of education so that prophetic people are formed. the conceptof character education in QS. Al-Baqarah verse 129 from the perspective of al-Razi andal-Maraghi which presents 9 models of character education It is expected to be able torealize the goals of national education, namely, develop the potential of students tobecome human beings who believe and fear God Almighty, have noble character, arehealthy, knowledgeable, capable, creative, independent, and become democratic andresponsible citizens.Keywords: Tafsir al-Kabir Mafatih al-Ghayb, Tafsir al-Maraghi, QS. Al-Baqarah verse129, Character Education.ABSTRAKKonsep pendidikan karakter dalam QS. Al-Baqarah ayat 129 perspekti al-Razi dan al-Maraghi menghadirkan 9 model pendidikan karakter yaitu, tadzkirah, ibrah,mengajarkan kejujuran, teladan (role model), motivasi, ancaman, nasehat,mengingatkan dan membiasakan. Urgensitas dilaksanakan pendidikan karakter adalahuntuk memperbaiki moral manusia melalui dunia pendidikan sehingga terbentuk insanprofetik. konsep pendidikan karakter dalam QS. Al-Baqarah ayat 129 perspekti al-Razi dan al-Maraghi yang menghadirkan 9 model pendidikan karakter diharapkanmampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional yakni, mengembangkan potensipeserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YangMaha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggung jawabKata Kunci : Tafsir al-Kabir Mafatih al-Ghayb, Tafsir al-Maraghi, QS. Al-Baqarahayat 129, Pendidikan Karakter.
PESAN KHUTBAH JUMAT DENGAN KONSEP ILMU MAKRIFAT Muhamad Yunus
TASAMUH Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Khutbah jumat merupakan aktivitas rutin di kalangan umat Islam di seluruh dunia, termasuh Indonesia, karena ibadah tersebut dilaksanakan secara teratur setiap hari jumat. Ibadah ini hukumnya wajib bagi muslim laki-laki yang sudah mukallaf (islam, baligh, berakal). Sebagaimana dengan ibadah shalat jumat, penyampaian khutbah jumat juga merupakan pesan dakwah bagi para khatib. Pesan khutbah jumat tersebut dapat mencapai sasaran atau tujuan yang tepat apabila dilakukan dengan efektif. Diantara tujuan penyampaian pesan khutbah jumat adalah meningkatkan ketauhidan atau keimanan seseorang. sehubungan dengan demikian, maka pesan khutbah jumat yang efektif dapat meningkatkan ketauhidan dan keimanan seseorang. Kata kunci : pesan, khutbah jumat, tauhid/ilmu makrifat
ANALISIS PENDAPAT YUSUF QARDHAWI DAN ALI JUM’AH TENTANG HUKUM BUNGA BANK Jati Riwi Maliastuti; Tedi Kholiluddin
TASAMUH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The opinions of scholars regarding bank interest are quite diverse, which are forbidden and permissible. Based on these conditions, two types of banking emerged, conventional and sharia. This study is to analyze the opinions of Yusuf Qardhawi and Ali Jum'ah about bank interest. This type of research is qualitative with a literature study approach. The aim is to compare the opinions of Yusuf Qardhawi and Ali Jum'ah about the law of bank interest. The conclusion of this research is that Yusuf Qardhawi firmly states that bank interest is the same as usury which is haram punished at any time. Ali Jum'ah was careful not to generalize that bank interest was the same as usury. In some cases, transactions in non-Muslim countries are permitted and riba (interest) from the transaction process is punished lawfully. The implication of the opinion of the two figures is that those who follow Yusuf Qardhawi's opinion will refuse to deal with or make transactions with conventional banks because bank interest includes usury. Followers of this opinion can choose Islamic banks as an option for transactions. Meanwhile, those who follow Ali Jum'ah's opinion have alternatives to transacting in conventional banks or Islamic banks. Especially with the condition of the Indonesian state which is not a formally Islamic state. Islamic values become the spirit for the formulation of policy regulations. Keywords: Bank Interest, Riba, Bank Interest Law ABSTRAK Pendapat ulama tentang bunga bank cukup beragam, yang mengharamkan dan membolehkan. Berdasarkan kondisi tersebut, muncul dua jenis perbankan, konvensional dan syariah. Penelitian ini untuk menganalisis pendapat Yusuf Qardhawi dan Ali Jum’ah tentang bunga bank. Jenis penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Tujuan untuk membandingkan pendapat Yusuf Qardhawi dan Ali Jum’ah tentang hukum bunga bank. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, Yusuf Qardhawi dengan tegas menyatakan bahwa bunga bank sama dengan riba yang sampai kapan pun akan dihukumi haram. Ali Jum’ah dengan hati-hati tidak menggeneralisasi bahwa bunga bank sama dengan riba. Dalam beberapa kasus, transaksi di negara non muslim dibolehkan dan riba (bunga) dari proses transaksi itu dihukumi halal. Implikasi dari pendapat kedua tokoh adalah bagi yang mengikuti pendapat Yusuf Qardhawi, akan menolak berhubungan atau bertransaksi dengan bank konvensional karena bunga bank termasuk riba. Pengikut pendapat ini bisa memilih bank syariah sebagai pilihan untuk bertransaksi. Sementara yang mengikuti pendapat Ali Jum’ah memiliki alternatif untuk bertransaksi di bank konvensional atau bank syariah. Terlebih dengan kondisi negara Indonesia yang bukan negara Islam secara formal. Nilai-nilai Islam menjadi spirit bagi penyusunan regulasi kebijakan. Kata Kunci: Bunga Bank, Riba, Hukum Bunga Bank
IMPLEMENTASI PROGRAM BUDAYA SEKOLAH ISLAMI NURUSSHIBYAN(BISYA) DALAM PENINGKATAN AKHLAK KARIMAH SISWA DI SMP NURUSSHIBYAN PAGUYANGAN BREBES Baeti Rahmawati
TASAMUH Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research is qualitative descriptive research. It took Nurushibyan JHS, Paguyangan, Brebes with the teachers and learners as the subjects. The applied data collection techniques were observation, in-depth interview, and documentation. The validity test used data triangulation. The data analysis techniques consisted of data display and data conclusion. On the other hand, the implementation analysis of the Islamic School Program was done with AlGhazali's method of moral education. The findings showed that the school had an Islamic Culture Program (BISYA). The background of the program implementation was due to the degraded morals and Islamic knowledge of the learners. The school applied for the program by instilling Islamic values with Mujahadah, riyadhoh, exemplary, habituation, reward, and punishment methods. They became the most effective methods to succeed in the program. It was realized into two activity components. The first was the academic field, consisting of 1) reading and writing literacy, 2) realizing Islamic learning culture, and 3) upholding science and knowledge. The second one dealt with religious character education empowerment. It was grouped into 1) a 7-culture program (smile, greet, call, shake the hand, polite, and sympathetic), 2) morning habituation (dhuha prayer, saluting, and reciting AlQur’an), 4) Al-Qur’an literate (BabahQu), 5) full-day class for takhfidzul Qur'an, 6) doing good things, 7) dzikro majlis of Nurusshibyan for the learners’ parents, and 8) environmental awareness. BISYA program implementation was very important for the school to create khoirunnas an fa’uhum linnas generation. The program implication had positive impacts for the school, such as good morals of the learners, sosial trust seen from the learners’ input numbers, effective learning atmosphere, and sosial awareness Keywords: Islamic School Culture, Morals ABSTRAK Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian di SMP Nurusshibyan Paguyangan Brebes, dengan subjek penelitian yaitu guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Uji keabsahan menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data, penyajian data dan pengambilan simpulan. Hasil penelitian menunjukan SMP Nurusshibyan memilki Program Budaya Islami Nurusshibyan (BISYA), latar belakang penerapan program BISYA dikarenakan semakin menurunnya akhlak dan pengetahuan keislaman siswa. SMP Nurusshibyan Paguyangan, mengimplementasikan program Budaya Sekolah Islami Nuruushibyan (BISYA) melalui penanaman nilai-nilai islami yang dilakukan dengan metode Mujahadah, riyadhoh, keteladanan, pembiasaan serta metode ganjaran dan hukuman. Metode ini sangat efektif dalam keberhasilan pelaksanaan program BISYA yang diwujudkan dalam dua komponen kegiatan, pertama pada bidang akademik yakni program:1)literasi baca tulis, 2)mewujudkan budaya belajar islami dan 3)penghargaan terhadap ilmu pengetahuan. Kedua, bidang penguatan pendidikan karakter religiusitas yakni program ; 1)Budaya 7S (Senyum,salam,sapa, salim sopan, santun, simpatik),2) pembiasaan pagi (sholat duha,sholawatan dan membaca Al quran), 3) sholat dhuhur bagi dan sholat ashar berjama’ah bagi siswa kelas fullday dan ekdtrakurikuer, 4)bebas buta huruf al-Qur’an (BabahQu), 5)kelas fullday takhfidzul Qur’an, 6) tabaratku (tabungan akhiratku), 7)majlis dzikro Nurusshibyan bagi orang tua/wali siswa dan 8) peduli lingkungan. Implementasi program BISYA ini menjadi sangat penting bagi sekolah dalam upayanya untuk melahirkan generasi khoirunnas an fa’uhum linnas. Kata Kunci: Budaya sekolah Islami, Akhlak karimah.
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH (PENDEKATAN SUFISTIK) Muhamad Muhamad Soleh
TASAMUH Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan kepala madrasah merupakan kemampuan untuk menggerakkan tenaga kependidikan, sehingga tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Kepemimpinan Kepala Madrasah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong madrasah untuk mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran madrasah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Dalam mengarahkan visi dan misi pemimpin harus menetapkan tujuan ke arah kegiatan yang tepat dan memerintahkan untuk bergerak. Kepala madrasah merupakan orang atau personil kependidikan yang memiliki peran besar dalam mencapai keberhasilan pengelolaan suatu madrasah, sedangkan guru berada posisi lain yang berperan besar dalam keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas disamping peran siswa, karyawan madrasah dan juga orang tua siswa. Kualitas kepemimpinan kepala madrasah yang didalamnya terdapat juga kepribadian, ketrampilan dalam mengelola madrasah termasuk dalam menangani masalah yang timbul di madrasah, gaya kepemimpinan serta kemampuan menjalin hubungan antar manusia sangat menentukan atau memiliki pengaruh yang besar terhadap kualitas proses belajar dan mengajar di madrasah
STUDI KOMPARATIF PEMIKIRAN AL-SYATIBI DAN JASEER AUDAH MENGENAI MAQĀŞID AL-SYARI’AH DAN KONTRIBUSINYA DALAM PERKEMBANGAN FIQIH MUAMALAH DI INDONESIA Muhammad Rifqi Ridho
TASAMUH Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research as a purpose to provide an understanding of the substance of maqāşid al-sharia, to the general public, especially Muslims, as well as to provide an understanding that muamalah fiqh or sharia economic law which is one of the objects of Islamic law study cannot be separated from maqāşid al-syariah in its legal establishment. The focus of this research is the theory of maqāşid al-shariah al-Syatibi and Jaseer Audah as a methodology to spark increasingly complex contemporary problems. The theory of both was tested and applied to muamalah cases in Indonesia, especially the DSN-MUI fatwa in ijtihad issuing a fatwa that gave birth to fiqh that was alive, not rigid, in favor of human benefit, but could not be separated from the corridor of revelation. This research is a qualitativedescriptive study, the data sources in this study are primary and secondary in the form of document studies required in the research problem. The data analysis techniques used were data reduction, data verification, and drawing conclusions with a normative approach by making uşūl fiqih as the main tool. The results showed that (1) Maqāşid al-syari'ah has an important value in the formulation of Islamic law. (2) The concept of maqāşid al-syari'ah according to al-Syatibi and Jaseer Audah is the concept and instrument of contemporary ijtihad. (3) The thoughts of al-Syatibi and Jaseer have a lot of similarity and have different sides as well in which both synergize and complement each other. (4) Each of al-Syatibi and Jaseer Audah contributed theoretically and practically related to maqāsid alsyari'ah. (4) the contribution of ijtihad maqāşidi was widely applied by scholars in formulating Islamic law, including in Indonesia through the the Indonesian Ulama Council (DSN-MUI). Key words: Maqāşid al-Syari’ah, al-Syatibi and Jaseer Audah, Fiqh Muamalat.ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman terhaddap subtansi maqāşid al-syariah, kepada khalayak umum khususnya umat Islam, juga memberikan pemahaman bahwa fiqih muamalah atau hukum eknomi syariah yang merupakan salah satu objek kajian hukum Islam tidak dapat terlepas dari maqāşid al-syariah dalam penetapan hukumnya. Fokus penelitian ini adalah teori maqāşid al-syariah al-Syatibi dan Jaseer Audah sebagai metodologi untuk mencetuskan problematika kontemporer yang semakin kompleks. Teori keduanya diujikan dan diaplikasikan pada kasus-kasus muamalah yang ada di Indonesia, khususnya fatwa DSN-MUI dalam ijtihad mengeluarkan fatwa yang melahirkan fikih yang hidup, tidak kaku, berpihak pada kemaslahatan manusia, namun tidak terlepas dari koridor wahyu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif, sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sekunder berupa studi dokumen yang diperlukan dalam permasalahan penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, verifikasi data, dan penarikan kesimpulan dengan pendekatan normatif dengan menajdikan uşūl fiqih sebagai pisau bedah utamanya. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Maqāsid al-syari’ah memiliki nilai yang penting dalam perumusan hukum Islam. (2) Konsep maqāsid alsyari’ah menurut al-Syatibi dan Jaseer Audah menajdi sebuh konsep dan perangkat ijtihad kekinian. (3) Peimikiran al-Syatibi dan Jaseer banyak memiliki persamaan dan memiliki sisi perbedaan yang mana keduanya saling bersinergi dan melengkapi. (4) Masing-masing dintara al-Syatibi dan Jaseer Audah memberikan kontribusi secara teoritis dan praktis terkait maqāsid al-syari’ah.(4) kontribusi ijtihad maqāşidi banyak diterapkan oleh ulama dalam merumuskan hukum Islam, termasuk di Indonesia leewat DSN-MUI. Kata Kunci: Maqāşid al- Syari’ah, al-Syatibi dan Jaseer Audah, Fiqih Muamalah.
PERAN MAJELIS SHOLAWAT WAHIDIYYAH SEBAGAI INSTRUMEN PEMBANGUNAN PENDIDIKAN KARAKTER (STUDI DI PONDOK PESANTREN KEDUNGLO KOTA KEDIRI) Endah Setyowati
TASAMUH Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research is a field research with a qualitative-descriptive research method. The approach in this study uses a phenomenological approach. Collecting data in this study using methods: in-depth interviews, observation, and documentation. The results showed that: First, the concept of character education according to Sholawat Wahidiyah. Sholawat Wahidiyah is the hallmark of Pondok Pesantren Kedunglo in shaping the character of its students because in practicing Sholawat Wahidiyah it is not only a text but is accompanied by teachings and manners of how to practice it. Second, the implementation of Sholawat Wahidiyah in building Character Education is the reading of Mujahadah Shalawat Wahidiyah in developing the values of character education which is the tradition of the Kedunglo Islamic Boarding School before starting the activity. In implementing this mujahadah requires that students be truly educated to develop their personality in totality including moral, moral education through training and habituation as a development as well as intellectual, emotional and social attitudes which become routine practice of Sholawat Wahidiyah which can influence and influence students' morals and character. The third contribution of Sholawat Wahidiyah as a character building instrument at the Kedunglo Islamic Boarding School in Kediri City is to clear the heart and give awareness of the heart to return to the way of Allah SWT through reading Sholawat Wahidiyah, the hearts of every creature will feel guided to get closer to Allah SWT, improve their lives by carry out the obligatory worship that He commands. This can be seen from the Santri who were moved to worship Allah SWT. Keywords: Role, Sholawat Wahidiyah, Character Education Instruments. ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode penelitian kualitatifdeskriptif. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode: wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Konsep Pendidikan Karakter menurut Sholawat Wahidiyah. Sholawat Wahidiyah menjadi ciri khas Pondok Pesantren Kedunglo dalam membentuk karakter para santrinya.Karena dalam pengamalan Sholawat Wahidiyah bukan hanya teks namun disertai dengan ajaran dan adab-adab cara pengamalannya. Kedua Implementasi Sholawat Wahidiyah dalam membangun Pendidikan Karakter adanya pengamalan Mujahadah Sholawat Wahidiyah dalam mengembangkan nilai-nilai Pendidikan karakter yang menjadi tradisi Pondok Pesantren Kedunglo sebelum memulai kegiatan. Dalam pelaksanaam mujahadah ini menghendaki agar santri benar-benar dididik untuk mengembangkan kepribadiannya secara totalitas meliputi pendidikan akhlak, moral melalui pelatihan dan pembiasaan sebagai pengembangan juga terhadap aspek intelektual, emosional serta sikap sosial menjadi rutinitas pengamalan Sholawat Wahidiyah yang dapat berpengaruh dan mempengaruhi akhlak dan karakter siswa. Ketiga Kontribusi Sholawat Wahidiyah sebagai instrumen pembangunan Karakter di Pondok Pesantren Kedunglo Kota Kediri adalah untuk menjernihkan hati dan memberi kesadaran hati untuk kembali ke jalan Allah SWT melalui bacaan Sholawat Wahidiyah, hati setiap makhluk akan merasa dibimbing untuk hal mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki hidupnya dengan melaksanakan ibadah wajib yang perintahNya. Ini dapat dilihat dari para Santri yang tergerak hatinya untuk beribadah kepada Allah SWT. Kata Kunci: Peran, Sholawat Wahidiyah, Instrumen Pendidikan Karakter
KONPSEP PENDIDIKAN MENURUT KH ASRORI AHMAD, RELEVANSI DAN KONTRIBUSINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA MOHAMMAD SARONJI
TASAMUH Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ajaran Islam hingga kini banyak ditulis dalam bahasa Arab, bahkan tulisan Arabnya pun tanpa harokat atau banyak diistilahkan dengan Arab gundul. Dalam dunia pesantren, lebih akrab disebut kitab kuning. Bagi orang orang awam, hampir dapat dipastikan sulit, bahkan tidak bisa mempelajaran ajaran Islam yang dikemas dalam kitab kuing tersebut. Tokoh KH Asrori Ahmad telah memberikan pencerahan dengan mengemasnya dalam kitab-kitab Arab pegon. Kitab ajaran Islam ditulis dengan bahasa Jawa, dengan tulisan Arab (Arab pegon). Artikel ini dimaksudkan menyajikan konsep pendidikan menurut KH Asrori Ahmad relevansi dan kontribusinya dalam pendidikan Islam di Indonesia. Setidaknya ada dua kontribusi KH Asrori Ahmad. Pertama, memasyarakatkan huruf Arab kepada masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengenal huruf latin. Kedua, memasyarakatkan ajaran Islam kepada masyarakat luas, khususnya masyakarat Jawa. Ketiga, secara tidak langsung KH Asrori Ahmad mengajak masyarakat Jawa untuk menguri-uri bahasa Jawa, dengan Arab pegonnya. Kata kunci: Islam, Arab Pegon, Jawa, Pendidikan, Asrori Ahmad.
NILAI-NILAI KARAKTER DALAM SYI’IR NGUDI SUSILA KARYA KH. BISRI MUSTHAFA Iftakhul Anam
TASAMUH Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitab Ngudi Susila merupakan buku yang berisi materi tentang akhlak. Kitab ini pada awalnya digunakan untuk materi pengajaran di pesantren-pesantren di Jawa, terutama Jawa wilayah Pantura khususnya daerah Rembang. Pengarang kitab ini adalah sosok Kyai ternama di Pantura Jawa pada masanya, yaitu Kyai Bisri Mustofa. Kitab Ngudi Susila ditulis dengan menggunakan huruf Arab Pegon yaitu modifikasi huruf arab dengan ejaan Bahasa Jawa. Kitab ini disusun berdasarkan kaidah penulisan Syi‟I rArab. Cara pengajaran dilakukan dengan cara dilantunkan dengan tembang (bernyanyi). Orang Jawa santri menyebutnya syingiran. Tujuan berSyi‟ir ini adalah untuk mempermudah menghafalkan isi materidari Syi‟I ryang berupa materi pelajaran akhlak. Dikalangan pesantren ada kaidah yang menyebutkan bahwa pemahaman tidak akan sempurna kecuali dengan menghafal. *Kata Kunci : Nilai-nilai karakter, KH. Bisri Musthafa, Ngudi susilo
Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam Kitab Abyan Al-Hawaij Karya KH. Ahmad Rifa'i 'Ishmah 'Ilyu Sina
TASAMUH Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam ajaran Islam, persoalan pendidikan akhlak mendapatkan perhatian yang sangat besar.Rasulullah SAW adalah sosok teladan yang patut dijadikan sebagai contoh dalam kehidupan dan bisa menjadi sumber segala rujukan akhlak umat Islam. Sekitar abad ke-19 di daerah pantai Jawa Tengah muncul sebuah gerakan keagamaan yang di kenal sebagai gerakan Rifa’iyah. Pemimpin gerakan Rifa’iyah adalah KH. Ahmad Rifa’i beliau disebut sebagai tokoh pemikir sekaligus tokoh pembaharu Islam di Indonesia. Beliau dipandang sebagai peletak dasar bangunan pendidikan bangsa Indonesia. Nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Abyan Al-Hawaij karya KH. Ahmad Rifa’i sangat selaras dalam pendidikan akhlak. Hal itu nampak bahwa nilai-nilai pendidikan akhlak dalam kitab Abyan Al-Hawaij lebih mengutamakan kepada aplikasi dari akhlak dalam Islam. Kemudian corak dari nilai-nilai pendidikan akhlaknya lebih condong pada ajaran yang bersifat pendekatan kepada Allah dan tasawuf. Hal ini dikarenakan menurut beliau akhlak sangat berhubungan dengan tingkah laku manusia sehari-hari baik dengan sesama manusia maupun hubungannya dengan Tuhan. KH. Ahmad Rifa’i memiliki pengalaman spiritual dan pengalaman agama yang diperoleh dari belajarnya, yaitu membuka kesadaran masyarakat untuk menjadikan Islam sebagai pedoman hidup dan semangat perjuangan.

Page 3 of 4 | Total Record : 34