cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Tesa Arsitektur
ISSN : 14106094     EISSN : 24606367     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2014)" : 12 Documents clear
POTENSI KONSERVASI ENERGI RUMAH T1NGGAL 01 PERMUKIMAN PERKOTAAN BERBASIS BUOAYA MASYARAKAT SUNOA Studi kasus: Rumah Tinggal di Pulau Geulis, Bogor (Energy Conservation Potencies of Houses in Urban Settlement based on Sundanese Social Culture, Case Study: Nurwidyaningrum, Dyah
Tesa Arsitektur Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Geulis adalah tempat bermukim yang sangat padat, dihuni lebih dari 2500 jiwa dengan luas hanya1,57 hektar. Kehidupan penduduk yang padat perlu didukung dengan konservasi energi supaya kehidupan di pulau ini lebih sehat dan terpenuhi. Konservasi energi adalah usaha untuk menghasilkan sistem energi yang murah dan bermanfaat untuk kehidupan manusia. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji aktifias-aktifnas yang terjadi di pemukiman dan ruang komunal yang mempunyai potensi untuk konservasi energi. Metode yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan pengamatan lang sung di lapangah, studi tipologi unit rumah tinggal dan ruang komunal, melakukan wawancara langsung dan studi literatur tentang falsafah hidup masyarakat Sunda di Pulau Geulis. Penelitian awal ini menitikberatkan disain jaringan potensi energi unit rumah tinggal yang terintegrasi dengan potensi energi ruang komunal di Pulau Geulis. Hasil penelitian adalah usulan disain jaringan energi unit rumah tinggal dan energi komunal dengan menerapkan instalasi biogas sebagai alat utama untuk penyelesaian masalah. Konsep keberlanjutan energi didukung oleh potensi budaya sosial masyarakat pulau Geulis yang menunjukkan kemampuan untuk hidup dan bergotong royong. Kata Kunci: potensienergi, budaya sosial masyarakat, keberlanjutan
DAMPAK SPASIAL KEHADIRAN KAMPUS UNIVERSITAS DIPONEGORO 01 KAWASAN TEMBALANG SEMARANG (The Spatial Impact of the College Attendance at Diponegoro University Area of Tembalang Semarang) Prasetyo, Yonathan; Hariyono, Paulus
Tesa Arsitektur Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu lokasi bila terdapat fasilitas umum seperti pendidikan tinggi akan memiliki multiplier effect. Gejala ini terjadi pada perpindahan kampus Universitas Diponegoro (Undip) dari Pleburan ke Tembalang Semarang pada sekitar tahun 2010. Di lokasi kampus yang baru, di Tembalang yang semula sepi, kehadiran Undip antara lain memberikan dampak spasial yang signifikan. Gejala ini menarik untuk diteliti. Oari gambaran terse but, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kehadiran kampus Undip di Tembalang dari aspek spasial. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan kondisi pertumbuhan spasial pada zona 1, 2, 3, dan 4. Kata kunci: dampak kehadiran kampus, spasial.
MODEL RAGAM HIAS JOGLO PONOROGO (Aesthetic Decorative Models of Joglo Ponorogo) Susilo, Gatot Adi
Tesa Arsitektur Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan beberapa alasan. Pertama, karena ada kekhawatiran diakuinya joglo Ponorogo sebagai prod uk budaya negara lain. Kedua, perlu dikembangkan pengetahuan arsitektur Nusantara. Ketiga, tipe bangunan joglo di Ponorogo dimiliki oleh rakyat biasa. Keempat, ragam hias merupakan bag ian kecil dari sosok arsitektur, namun kehadirannya menentukan identitas arsitektur, khususnya arsitektur tradisional. Tujuan dalam menetapkan model ragam hias joglo Ponorogo adalah untuk mengetahui posisi, bentuk, pola, dan motif ragam hias. Dengan menggunakan delapan sampel rumah joglo di Kabupaten Ponorogo data berupa segala ragam hias diambil gambarnya. Data berupa gambar dari delapan sampel dikelompokkan tiap elemen, yaitu elemen wuwungan, dadapeksi, gonjo, emprit gandil, santen, soko dan tumpangsariftumpang. Setelah dikelompokkan tiap elemen baru dilakukan pembandingan, dan menganalisa bentuk, pola, motif, metode ragam hias. Kerumitan ragam hias, dan posisi ragam hias dapat digunakan untuk menunjukkan kualitas bangunan dan dapat menunjukkan tingkat ekonomi pemiliknya. Ragam hias sebagai elemen estetika dihadirkan dalam bentuk tampilan berupa proporsi, dengan penambahan elemen dan menghadirkan dekorasi. Dekorasi yang digunakan sebagian besar menggunakan ukiran dengan motif flora dan dikembangkan dengan pola simetris. Membuat dan memasang adalah metode yang dilakukan dalam pembuatan dekorasi. Kata Kunci: ragam hias, joglo, joglo ponorogo.
PRIVATE INVOLVEMENT IN THE OLD CITY REVITALIZATION AND DEVELOPMENT (Keterlibatan Swasta dalam Revitalisasi dan Pembangunan Kota Lama) Kiswari, Maria Damiana Nestri
Tesa Arsitektur Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Topik penelitian adalah tentang revitalisasi perkotaan pada salah satu daerah cagar budaya di Kota Semarang. Kota lama adalah cagar budaya terbesar di Semarang. Pemerintah Kota Semarang menyadari potensi Kota lama dari segi pariwisata. Telah dilakukan revitalisasi dan pembangunan Kota lama dengan meningkatkan lingkungan dan infrastruktur Kota lama. Walaupun kenyataannya apa yang telah dilakukan pemerintah tidak mampu menahan banjir dan memberikan infrastruktur yang mencukupi. Sementara itu, sektor swasta telah mengambil inisiatif untuk memperbaiki bangunan. Dari situasi ini, peneliti mengajukan tujuan penelitian perama-tama untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelerlibatan sektor swasta dalam revitalisasi dan pembangunan Kola lama, dan kedua meneliti potensi stimulant inisiatif sektor swasta dalam pembangunan Kota lama. Untuk mencapai tujuan, peneliti merumuskan dua pertanyaan penelitian yang mencakup perluasan inisiatif sektor swasta dalam proyek revitalisasi dan pembangunan Kota lama dan bagaimana merangsang sektor swasta untuk terlibat dalam proyek. Penelitian ini adalah penelitian eksplorasi yang meneliti manajemen dan pembangunan Kota lama sebagai kawasan cagar budaya di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif yang dimulai dari observasi spesifik hingga penyusunan kesimpulan dan pembentukan teori. . Pada akhir penelitian, peneliti berkesimpulan bahwa sektor swasta sebenarnya tertarik untuk mengembangkan bisnis mereka di kawasan Kota Lama; hanya ketika penelitian dilakukan, mereka lebih suka menunggu inisiatif pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur dan kebijakan yang berkaitan dengan Kota Lama. Kata kunci: sektor swasta, pemerintah, keterlibatan, Kota lama, revitalisasi cagar budaya
KORELASI KINERJA SPASIAL PERU MAHAN DENGAN KEPUASAN PENGHUNI PERU MAHAN MEGA RESIDENCE SEMARANG (The Correlation Of Housing Spatial Performance To Occupants Satisfaction In Mega Residence Housing Semarang) Purwanto, Edi
Tesa Arsitektur Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsekuensi dari pertumbuhan kota Semarang ke arah Selatan, akan memicu minat masyarakat untuk mencari kawasan perumahan dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria: aksesibilitas mudah, bebas banjir, potensi berkembang baik, dan harganya relatif masih terjangkau. Berbagai macam perumahan telah dibangun, tentunya dengan berbagai· kelebihan dan kekurangannya. Untuk mengetahui kawasan perumahan mempunyai kemampuan, prestasi atau kapasitas kerja dari struktur spasial aktivitas permukiman yang sesuai dengan pola kebijaksanaan perencanaan dan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan maka perumahan tersebut harus mempunyai kinerja spasial yang baik. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur korelasi kinerja spasial perumahan dan tingkat kepuasan penghuni di perumahan Mega Residence. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan random sampling, sampel yang dipilih adalah penghuni perumahan Mega Residence sebanyak 48 KK. Teknik pengukuran menggunakan angket dengan metode pengukuran sikap, dan analisis data menggunakan statistik korelasi Spearman Rank. Berdasarkan karakteristik fenomena penelitian yang mempunyai korelasi yang bersifat independen, maka hasil pengukuran menyatakan bahwa makin tinggi kinerja spasial perumahan makin tinggi pula tingkat kepuasan penghuni di perumahan Mega Residence. Kata kunci: korelasi, kinerja spasial, perumahan, tingkat kepuasan penghuni
PENGEMBANGAN MODEL DESAIN RUMAH RAMAH GEMPA 01 DESA JAYAPURA KECAMATAN CIGALONTANG KABUPATEN TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT ATAS DASAR INSPIRASI ARSITEKTUR TRADISIONAL SUNDA (Developing Models of the Earlhquake Resistant Housing Design Based on Tradition -, Nuryanto; Mardiana, Riskha; Widaningsih, Lilis
Tesa Arsitektur Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Jayapura yang berada di Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya-Jawa Barat merupakan salah satu desa yang sering diguncang gempa, terutama peristiwa gempa terbesar tahun 2009 dengan kekuatan 6.8 SR berpotensi Tsunami. Akibat peristiwa tersebut, banyak menimbulkan kerusakan bangunan, terutama rumah penduduk yang hancur, seperti pada dinding dan atapnya.Peristiwa gempa tersebut menjadi latar belakang dan masalah dilakukannya penelitian tentang pengembangan model desain rumah ramah gempa yang lokasinya di Desa Jayapura Kec. Cigalontang Kab. Tasikmalaya-Jawa Barat atas dasar Inspirasi Arsitektur Tradisional Sunda.Metode penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif.Arsitektur lokal yang menjadi studi banding yaitu Kampung Naga, Dukuh, dan Kuta.Fokus penelitian ini bukan pad a kekuatan struktur, tetapi pada arsitektur yaitu bentuk rumah panggung yang dapat dikembangkan menjadi model rumah ramah gempa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk rumah panggung dengan sistem kolong yang terdiri dari umpak, bilik, dan ijuk ternyata secara arsitektural dapat dikembangkan sebagai alternatif model desain rumah ramah gempa, karena tampilannya ringan dan elastis.Oisamping itu, bentuk atap yang unik seperti julang ngapak, badak heuay, jolopong, capit gunting, dan tagog anjing menambah bentuk rumah tersebut semakin indah. Kata kunci: Model desain, rumah ramah gempa, Arsitektur Tradisional Sunda
PRIVATE INVOLVEMENT IN THE OLD CITY REVITALIZATION AND DEVELOPMENT (Keterlibatan Swasta dalam Revitalisasi dan Pembangunan Kota Lama) Maria Damiana Nestri Kiswari
Tesa Arsitektur Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v12i1.98

Abstract

Topik penelitian adalah tentang revitalisasi perkotaan pada salah satu daerah cagar budaya di Kota Semarang. Kota lama adalah cagar budaya terbesar di Semarang. Pemerintah Kota Semarang menyadari potensi Kota lama dari segi pariwisata. Telah dilakukan revitalisasi dan pembangunan Kota lama dengan meningkatkan lingkungan dan infrastruktur Kota lama. Walaupun kenyataannya apa yang telah dilakukan pemerintah tidak mampu menahan banjir dan memberikan infrastruktur yang mencukupi. Sementara itu, sektor swasta telah mengambil inisiatif untuk memperbaiki bangunan. Dari situasi ini, peneliti mengajukan tujuan penelitian perama-tama untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelerlibatan sektor swasta dalam revitalisasi dan pembangunan Kola lama, dan kedua meneliti potensi stimulant inisiatif sektor swasta dalam pembangunan Kota lama. Untuk mencapai tujuan, peneliti merumuskan dua pertanyaan penelitian yang mencakup perluasan inisiatif sektor swasta dalam proyek revitalisasi dan pembangunan Kota lama dan bagaimana merangsang sektor swasta untuk terlibat dalam proyek. Penelitian ini adalah penelitian eksplorasi yang meneliti manajemen dan pembangunan Kota lama sebagai kawasan cagar budaya di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan induktif yang dimulai dari observasi spesifik hingga penyusunan kesimpulan dan pembentukan teori. . Pada akhir penelitian, peneliti berkesimpulan bahwa sektor swasta sebenarnya tertarik untuk mengembangkan bisnis mereka di kawasan Kota Lama; hanya ketika penelitian dilakukan, mereka lebih suka menunggu inisiatif pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur dan kebijakan yang berkaitan dengan Kota Lama. Kata kunci: sektor swasta, pemerintah, keterlibatan, Kota lama, revitalisasi cagar budaya
KORELASI KINERJA SPASIAL PERU MAHAN DENGAN KEPUASAN PENGHUNI PERU MAHAN MEGA RESIDENCE SEMARANG (The Correlation Of Housing Spatial Performance To Occupant's Satisfaction In Mega Residence Housing Semarang) Edi Purwanto
Tesa Arsitektur Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v12i1.94

Abstract

Konsekuensi dari pertumbuhan kota Semarang ke arah Selatan, akan memicu minat masyarakat untuk mencari kawasan perumahan dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria: aksesibilitas mudah, bebas banjir, potensi berkembang baik, dan harganya relatif masih terjangkau. Berbagai macam perumahan telah dibangun, tentunya dengan berbagai kelebihan dan kekurangannya. Untuk mengetahui kawasan perumahan mempunyai kemampuan, prestasi atau kapasitas kerja dari struktur spasial aktivitas permukiman yang sesuai dengan pola kebijaksanaan perencanaan dan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan maka perumahan tersebut harus mempunyai kinerja spasial yang baik. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur korelasi kinerja spasial perumahan dan tingkat kepuasan penghuni di perumahan Mega Residence. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan random sampling, sampel yang dipilih adalah penghuni perumahan Mega Residence sebanyak 48 KK. Teknik pengukuran menggunakan angket dengan metode pengukuran sikap, dan analisis data menggunakan statistik korelasi Spearman Rank. Berdasarkan karakteristik fenomena penelitian yang mempunyai korelasi yang bersifat independen, maka hasil pengukuran menyatakan bahwa makin tinggi kinerja spasial perumahan makin tinggi pula tingkat kepuasan penghuni di perumahan Mega Residence. Kata kunci: korelasi, kinerja spasial, perumahan, tingkat kepuasan penghuni
PENGEMBANGAN MODEL DESAIN RUMAH RAMAH GEMPA 01 DESA JAYAPURA KECAMATAN CIGALONTANG KABUPATEN TASIKMALAYA PROVINSI JAWA BARAT ATAS DASAR INSPIRASI ARSITEKTUR TRADISIONAL SUNDA (Developing Models of the Earlhquake Resistant Housing Design Based on Tradition) Nuryanto -; Riskha Mardiana; Lilis Widaningsih
Tesa Arsitektur Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v12i1.95

Abstract

Desa Jayapura yang berada di Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya-Jawa Barat merupakan salah satu desa yang sering diguncang gempa, terutama peristiwa gempa terbesar tahun 2009 dengan kekuatan 6.8 SR berpotensi Tsunami. Akibat peristiwa tersebut, banyak menimbulkan kerusakan bangunan, terutama rumah penduduk yang hancur, seperti pada dinding dan atapnya.Peristiwa gempa tersebut menjadi latar belakang dan masalah dilakukannya penelitian tentang pengembangan model desain rumah ramah gempa yang lokasinya di Desa Jayapura Kec. Cigalontang Kab. Tasikmalaya-Jawa Barat atas dasar Inspirasi Arsitektur Tradisional Sunda.Metode penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif.Arsitektur lokal yang menjadi studi banding yaitu Kampung Naga, Dukuh, dan Kuta.Fokus penelitian ini bukan pad a kekuatan struktur, tetapi pada arsitektur yaitu bentuk rumah panggung yang dapat dikembangkan menjadi model rumah ramah gempa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk rumah panggung dengan sistem kolong yang terdiri dari umpak, bilik, dan ijuk ternyata secara arsitektural dapat dikembangkan sebagai alternatif model desain rumah ramah gempa, karena tampilannya ringan dan elastis.Oisamping itu, bentuk atap yang unik seperti julang ngapak, badak heuay, jolopong, capit gunting, dan tagog anjing menambah bentuk rumah tersebut semakin indah. Kata kunci: Model desain, rumah ramah gempa, Arsitektur Tradisional Sunda
POTENSI KONSERVASI ENERGI RUMAH TINGGAL DI PERMUKIMAN PERKOTAAN BERBASIS BUDAYA MASYARAKAT SUNDA Studi kasus: Rumah Tinggal di Pulau Geulis, Bogor (Energy Conservation Potencies of Houses in Urban Settlement based on Sundanese Social Culture, Case Study: Houses on Geulis Island, Bogor) Dyah Nurwidyaningrum
Tesa Arsitektur Vol 12, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v12i1.96

Abstract

Pulau Geulis adalah tempat bermukim yang sangat padat, dihuni lebih dari 2500 jiwa dengan luas hanya1,57 hektar. Kehidupan penduduk yang padat perlu didukung dengan konservasi energi supaya kehidupan di pulau ini lebih sehat dan terpenuhi. Konservasi energi adalah usaha untuk menghasilkan sistem energi yang murah dan bermanfaat untuk kehidupan manusia. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji aktifias-aktifnas yang terjadi di pemukiman dan ruang komunal yang mempunyai potensi untuk konservasi energi. Metode yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan pengamatan lang sung di lapangah, studi tipologi unit rumah tinggal dan ruang komunal, melakukan wawancara langsung dan studi literatur tentang falsafah hidup masyarakat Sunda di Pulau Geulis. Penelitian awal ini menitikberatkan disain jaringan potensi energi unit rumah tinggal yang terintegrasi dengan potensi energi ruang komunal di Pulau Geulis. Hasil penelitian adalah usulan disain jaringan energi unit rumah tinggal dan energi komunal dengan menerapkan instalasi biogas sebagai alat utama untuk penyelesaian masalah. Konsep keberlanjutan energi didukung oleh potensi budaya sosial masyarakat pulau Geulis yang menunjukkan kemampuan untuk hidup dan bergotong royong. Kata Kunci: potensienergi, budaya sosial masyarakat, keberlanjutan

Page 1 of 2 | Total Record : 12