cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Tesa Arsitektur
ISSN : 14106094     EISSN : 24606367     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 1 (2017)" : 6 Documents clear
DOMAIN RUANG PEREMPUAN PADA HUNIAN MASYARAKAT PELADANG DESA JURUAN LAOK MADURA TIMUR Redi Sigit Febrianto; Lisa Dwi Wulandari; Herry Santosa
Tesa Arsitektur Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v15i1.1014

Abstract

Primodial domain ruang perempuan pada masyarakat peladang di Madura timur tak jauh berbeda dengan masyarakat agraris nusantara lain, yaitu tak lepas dari formasi gender. Domain ruang laki mengandung nilai primer, maskulin bersifat terbuka, sedangkan domain ruang perempuan mengandung nilai sekunder, feminin dan bersifat tertutup. Dengan strategi etnografi dan rancangan kualitatif, penelitian ini berusaha mendeskripsikan bagaimana domain ruang perempuan (lingkup mikro) pada hunian masyarakat peladang etnis Madura desa Juruan Laok, Madura timur. Pengumpulan data primer utama berupa wawancara mendalam dengan tak-tik pertanyaan terbuka dan sampling bertujuan. Validasi internal menggunakan observasi, pengukuran dan dokumentasi arsitektural, mengingat sifat subsistensinya dan kepala desa bukan narasumber utama. Diambil empat kasus hunian terpilih berdasarkan civitas, aktivitas, pola hunian, pola lanskap pertanian dan eksistensi obyek penyimpanan panen (jhuurung). Analisis bersifat induktif terhadap kerangka tema-tema, diawali analisis tematik kemudian dikomparasi dengan konsep human space dan space syntax dan dilanjutkan komparasi studi terkait dengan analisis lanjutan teknik flip-flop. Hasil penelitian yang diperoleh setidaknya dua hal yaitu: deskripsi domain ruang perempuan terbentuk berdasarkan hirarki privasi ruang dan organisasi pola ruang; juga ditemukannya obyek tempat penyimpanan panen sebagai kategorisasi penelitian etnografi dalam hunian yang bersifat intim, selalu ada dan menjadi domain ruang perempuan, disebut: jhuurung.
THE EFFECTS OF POPULATION GROWTH ON MORPHOLOGICAL DEVELOPMENT OF BALINESE TRADITIONAL VILLAGE : Bayung Gede Village, Kintamani District, Bangli City, Bali Province Feliksdinata Pangasih; Amos Setiadi
Tesa Arsitektur Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v15i1.690

Abstract

Bayung Gede Village is included in one of traditional villages in Bali, which until now is still preserved. The village that becomes a pioneer of traditional village development in Bangli area has population growth that continues to increase. Population growth is also affected by awig-awig or the traditional village regulations, the education and welfare level, and the community’s economy. These conditions affect the morphological and structural development of traditional village yard because the number of the need for dwellings is proportional to the number of population growth. The problem raised is how the influences of population growth on the morphological development in Bayung Gede traditional village are. The method used was descriptive analysis by collecting data method through field observation, deep interview, and literature study. This study finds a morphological development pattern of the village that currently has a concept that still firmly holds village’s awig-awig. How ever, the pattern of the settlement growth shows more flexible tolerance to the influence of new infrastructure in the surrounding areas, where the condition of the regional morphology in the traditional village yard is triggered by population growth of Bayung Gede Village.
STRATEGI REKAYASA BANGUNAN RUMAH TINGGAL DI PEGUNUNGAN BERSUHU DINGIN. KASUS DESA KAPENCAR WONOSOBO V.G. Sri Rejeki
Tesa Arsitektur Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v15i1.719

Abstract

Indonesia memiliki beragam kondisi alam dikarenakan keberadaannya di daerah Tropis. Oleh karena kondisi ini di Indonesia memiliki berbagai strategi penyelesaian rumah tinggal, sesuai dengan kondisi alam tiap daerah, termasuk diantaranya kawasan pegunungan yang memiliki suhu dingin. Artikel ini merupakan hasil penelitian kualitatif yang dilakukan di desa lereng gunung bersuhu dingin, yang dilalukan di desa Kapencar. Melalui penelitian kualitatif diperoleh temuan berupa 1) Strategi penataan sesuai suhu, 2) Strategi penataan bangunan menyikapi angin dan kelembaban udara. Dari temuan ini, diharapkan dapat diambil sikap bahwa dalam perancangan/ penataan rumah tingal di pedesan lereng gunung, harus memperhatikan suhu, angin dan kelembaban.
BENTUK-BENTUK PENYESUAIAN RUANG UNIT HUNIAN DI RUSUNAWA KOTA PONTIANAK Lestari Lestari; Hamdil Khaliesh; Zairin Zain; Indah Kartika Sari
Tesa Arsitektur Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v15i1.858

Abstract

Untuk menyelesaikan permasalahan kebutuhan hunian, Pemerintah Kota Pontianak membangun rusunawa di kelurahan Sungai Beliung Kecamatan Pontianak Barat. Kelompok sasaran penyewa rusunawa tersebut terdiri dari berbagai latar belakang dan karakteristik yang difasilitasi dengan unit hunian dengan desain dan luasan yang seragam yaitu tipe 24. Unit hunian yang seragam, dengan penghuniyang memiliki latar belakang dan karakteristik yang beragam memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan oleh penghuni terhadap unit hunian termasuk dalam pemanfaatan ruang yang tersedia untuk kegiatan penghuni. Tulisan ini bertujuan memaparkan bentuk pemanfaatan ruang serta penyesuaian yang dilakukan pada unit hunian di rusunawa Kota Pontianak dengan harapan menjadi bahan masukan untuk desain rusunawa berikutnya . Metode yang dilakukan melalui observasi pada 30 sampel unit hunian, yang diperkuat dengan wawancara terhadap penghuni untuk mengetahui faktor penghuni yang mempengaruhi. Hasil yang diperoleh dapat dilihat bahwa ada beberapa tipe pemanfaatan dan penyesuaian ruang unit hunian. Pemanfaatan ruang tersebut cenderung terbentuk akibat pewadahan kegiatan penghuni. Penyesuaian lebih mengarah pada perubahan perabot yang tersedia sesuai dengan kebutuhan penghuni.
PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN TATA RUANG RUMAH TINGGAL DI DESA WISATA KANDRI Loretta Ernadia; Titin Woro Murtini; R. Siti Rukayah
Tesa Arsitektur Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v15i1.1006

Abstract

Alih fungsi lahan akan mempengaruhi unsur lain pada permukiman, dalam lingkungan maupun dalam skala yang yang lebih kecil yaitu rumah tinggal. Waduk Jatibarang dibangun sebagai upaya Pemerintah untuk mengatasi banjir di Kota Semarang, persediaan air baku, pembangkit listrik, dan manfaat lainnya. Setelah selesai dibangun, Waduk Jatibarang dan Goa Kreo menjadi destinasi wisata yang diminati. Pada tahun 2013 Desa Kandri ditetapkan sebagai desa wisata oleh Pemerintah.Sebagai respon masyarakat terhadap perubahan ini, pada desa wisata ini muncul rumah usaha sebagai fasilitas pendukung wisata, ada yang menyediakan sarana akomodasi, home industry yang memproduksi olahan kuliner tradisional, atau pun warung makan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan apa saja yang terjadi dengan adanya alih fungsi lahan menjadi destinasi wisata pada lingkungan dan rumah tinggal di Desa Wisata Kandri dan apa saja faktor yang menyebabkan hal itu terjadi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pemilihan unit amatan secara purposive. Pada penelitian ini disimpulkan bahwa alih fungsi suatu lahan akan mempengaruhi dibangunnya kelengkapan guna lahan tersebut di sekitarnya untuk meningkatkan nilai kawasan secara umum dan rumah usaha di Desa Wisata Kandri memiliki tipe yang berbeda bergantung pada luas lahan, ketersediaan dana, serta jenis usahanya.
AN ENVIRONMENTAL ASSESSMENT OF VERNACULAR HOUSING IN BANDA ACEH, INDONESIA Laina Hilma Sari; Izziah Hasan; Mirza Irwansyah; Erna Meutia
Tesa Arsitektur Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v15i1.573

Abstract

Kehadiran bangunan baru saat ini dominasi dengan gaya minimalis. Rumah-rumah tradisional dan transisi telah secara bertahap punah. Oleh karena itu penelitian ini menilai perumahan vernakular di Aceh, Indonesia yang berfokus pada Banda Aceh dan sekitarnya . Rumah-rumah vernakular yang dinilai dalam penelitian ini adalah rumah tradisional , transisi dan modern. Lingkup dari penelitian in adalah penilaian kualitas lingkungan rumah dalam hal kearifan lokal, energi yang terkandung dan kenyamanan termal. Karena iklim lokal Aceh tidak berbeda secara signifikan dari sebagian besar daerah dataran rendah di Sumatera atau bahkan Indonesia, maka penelitian ini juga dapat menjadi acuan dalam melakukan penelitian serupa

Page 1 of 1 | Total Record : 6