cover
Contact Name
Hero Patrianto
Contact Email
jurnal.atavisme@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.atavisme@gmail.com
Editorial Address
Balai Bahasa Jawa Timur, Jalan Siwalanpanji, Buduran, Sidoarjo 61252, Indonesia
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
ATAVISME JURNAL ILMIAH KAJIAN SASTRA
ISSN : 1410900X     EISSN : 25035215     DOI : 10.24257
Core Subject : Education,
Atavisme adalah jurnal yang bertujuan mempublikasikan hasil- hasil penelitian sastra, baik sastra Indonesia, sastra daerah maupun sastra asing. Seluruh artikel yang terbit telah melewati proses penelaahan oleh mitra bestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Atavisme diterbitkan oleh Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur. Terbit dua kali dalam satu tahun, pada bulan Juni dan Desember.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 26, No 2 (2023): ATAVISME" : 5 Documents clear
DISTOPIA DALAM NOVEL TERJEMAHAN THE LONG WALK KARYA STEPHEN KING (KAJIAN PSIKOLOGI ABNORMAL DAVISON) Putra, Natanael Ricky; Dermawan, Taufik
ATAVISME Vol 26, No 2 (2023): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v26i2.881.102-116

Abstract

Novel The Long Walk karya Stephen King memiliki muatan distopia dan abnormalitas. Distopia merupakan kondisi berlatar masa depan yang penuh dengan kehancuran. Untuk itulah, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk distopia dan dampaknya dalam novel The Long Walk karya Stephen King. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan data berupa dialog dan paragraf dalam novel The Long Walk. Hasil penelitian menunjukkan adanya kehidupan dehumanisasi, penyeragaman harapan, penggunaan propaganda sebagai kontrol masyarakat, serta adanya ideologi yang salah. Bentuk-bentuk distopia di atas yang pada akhirnya memicu perilaku abnormal para tokohnya, seperti mengidap skizofrenia, perilaku menyimpang hiperseks, dan pembunuhan massal berkedok perlombaan.
RADIKALISASI MAKNA PEREMPUAN JAWA DALAM ”NGAMEN LIMA”: SUATU ANALISIS DEKONSTRUKSI Rohman, Saifur
ATAVISME Vol 26, No 2 (2023): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v26i2.890.92-101

Abstract

Penelitian ini bertujuan menunjukkan adanya radikalisasi makna perempuan Jawa dalam lirik lagu dangdut koplo “Ngamen Lima” (2012). Praktik radikalisasi ini diawali dari konstruksi lama menuju konstruksi baru yang bersifat radikal. Konstruksi lama direpresentasikan dalam novel Pengakuan Pariyem (1981) karya Linus Suryadi Ag yang diteliti oleh Bakdi Sumanto (1999). Data primer berbentuk teks yang ditranskripsi dari lirik lagu. Sumber data adalah pertunjukan musik dangdut pada 2014 di internet. Dengan metode dekonstruksi yang telah dijelaskan oleh Derrida (1999) dan Rohman (2014), hasil analisis menunjukkan telah terjadi dekonstruksi makna perempuan Jawa. Hal itu meliputi lima aspek, yakni dari sikap ingresif menjadi agresif, dari tindakan pasif menjadi aktif, dari perasaan impulsif menjadi obsesif, dan relasi yang semula hierarkis menjadi egaliter. Rekomendasi, radikalisasi perempuan ini menjadi titik ekuilibrium dari gerakan kesetaraan perempuan untuk menemukan ruang-ruang baru dalam wacana penafsiran.
INOVASI DAN KONVENSI TEATER TRADISIONAL BANYUWANGI Anoegrajekti, Novi; Iskandar, Ifan; Attas, Siti Gomo; Macaryus, Sudartomo
ATAVISME Vol 26, No 2 (2023): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v26i2.913.80-91

Abstract

Teater tradisional sebagai hasil konstruksi dan kreasi berpeluang melakukan inovasi agar tetap diminati pendukungnya. Pelaku seni, penanggap, penikmat, dan pemerintah merupakan ekosistem yang saling menguatkan. Di Banyuwangi terdapat dua teater tradisional yang hingga saat ini masih terus dihidupi dan dikembangkan oleh masyarakat, yaitu barong dan janger. Teater barong memiliki lakon yang tetap dan dipertahankan oleh kelompok Barong Tua dan Barong Cilik. Sementara itu, inovasi banyak dilakukan untuk Barong Lancing oleh grup Barong Sapu Jagat dengan anggota para pemain yang masih muda. Pengembangan lakon yang dilakukan oleh Sucipto menjadikan Barong Sapu Jagat memiliki kemiripan dengan teater tradisional janger yang diciptakan secara khusus untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Analisis data pustaka dan data lapangan diperoleh melalui observasi, partisipasi, wawancara mendalam dengan informan terseleksi, dan diskusi terpumpun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi lakon dilakukan Barong Sapu Jagat dan inovasi janger cenderung mengikuti selera pasar. Pemanfaatan dilakukan youtuber dengan mengunggah hasil perekamannya di media sosial youtube.
The Impact of Instability of Gossip’s Meaning to The characterizations in Julia Quinn’s Bridgerton: The Duke and I Novel: A Derridean Deconstruction Perspectives Rusdianti, Alisya
ATAVISME Vol 26, No 2 (2023): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v26i2.934.65-79

Abstract

This research explored characterizations instabilities towards impacts of gossip in Julia Quinn’s Bridgerton: The Duke and I novel. The impacts of gossip portrayed significantly towards the characterization of the main characters and the society in the novel. The gossip, for instance became contemplating materials, livelihood, and entertainment in the society, thus the characterizations in the novel became unstable and dinamic due to the attachment between gossip and society. This researh applied Derrida’s Deconstruction as theory and method. The results of this research indicated the impact of gossips to the characterization in the novel resemblanced the undecidability of text. The text is independent and fluid, thus the impact of text characteristics could be represented by the undecidablity of characterization—based on the conflict embedded to the characters. Thus, the conclusions in this research show that the meaning of gossip in the novel is undecidable and the characterization continues to move and develop as the conflict in the novel develops which is caused by the movement of the meaning of gossip.
PERTENTANGAN KELAS SOSIAL DALAM MASYARAKAT BELITONG PADA NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA: ANALISIS TEORI MARXISME Laksono, Prayitno Tri; Romadhon, Sahrul; Sugerman, Sugerman
ATAVISME Vol 26, No 2 (2023): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v26i2.850.117-128

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan sosial yang kontras atau stratifikasi soial dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Tidak sedikit simbol perlawanan kelas yang menonjolkan perjuangan kelas kaum bawah dalam menghadapi kaum penguasa di tengah masyarakat Belitong. Tema pertentangan kelas sosial dalam karya tersebut sekaligus sebagai cermin moral dan sosial masyarakat Belitong di era 1970-an. Menelaah novel Laskar Pelangi dari perspektif teori sastra Marxis diharapkan dapat mengungkap pertentangan kelas sosial yang keras dalam kelompok masyarakat Belitong. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data penelitian ini berupa kalimat-kalimat deskripsi, narasi, serta dialog antartokoh di dalam novel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel Laskar Pelangi antara kaum borjuis dan proletariat. Strata kelas kaum borjouis adalah segelintir masyarakat yang bekerja pada PN Timah dan mayoritas bukan orang asli Belitong. Sementara itu, strata kelas kaum proletariat adalah masyarakat asli Belitong yang tidak memiliki kewenangan lebih dalam mengelola hasil timah di wilayahnya sendiri.

Page 1 of 1 | Total Record : 5