cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 39 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2.1 (2017)" : 39 Documents clear
Perbandingan Lama Analgesia Bupivakain Hiperbarik + Klonidin Intratekal dengan Bupivakain Hiperbarik + NaCl Intratekal pada Pasien yang menjalani Operasi dengan Anestesi Spinal A.S., Husnul Asmaroni; Kresnoadi, Erwin; Setyorini, Rika Hastuti
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Anestesi lokal menggunakan bupivakain hiperbarik banyak digunakan pada operasi. Kerugian dari penggunaan bupivakain hiperbarik dosis tinggi adalah toksisitas sistemik. Sehingga dosis bupivakain diturunkan, tetapi mempengaruhi kualitas dan durasi anestesi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penambahan klonidin 75 mcg intratekal untuk memperpanjang lama analgesia bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik intratekal pada pasien yang menjalani operasi dengan anestesi spinal. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik deskriptif dengan desain quota sampling pada 48 pasien yang menjalani operasi elektif. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok, masing-masing 24 pasien. Kelompok A (perlakuan) mendapat bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah klonidin 75 mcg intratekal dan kelompok B (kontrol) mendapat bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah NaCl 0,5 cc intratekal. Data yang dicatat adalah TDS, TDD, TAR, Laju jantung, dlaju nafas, mula blok sensorik, lama analgesia, mula blok motorik, lama blok motorik, dan efek samping. Uji statistik menggunakan uji independent T-test untuk data numerik dan Mann Whitney untuk data nominal dengan derajat kemaknaan p < 0,05. Penyajian data dalam bentuk tabel. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan lama analgesia kelompok Bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah Klonidin 75 mcg intratekal lebih lama dibandingkan kelompok Bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah NaCl 0,9% 0,5 cc intratekal. Kesimpulan: Lama analgesia kelompok Bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah Klonidin 75 mcg intratekal lebih lama secara bermakna dibandingkan kelompok Bupivakain 0,5% 12,5 mg hiperbarik ditambah NaCl 0,9% 0,5 cc intratekal.
Pengaruh Diet Lakto Vegetarian terhadap Faktor Risiko Sindrom Metabolik (Studi Rasio Lingkar Pinggang Panggul) pada Komunitas Lakto Vegetarian di Pulau Lombok Rosano, Agnes Ragil; Ekawanti, Ardiana; Cenderadewi, Muthia
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Populararitas diet vegetarian semakin meningkat saat ini, termasuk di Indonesia. Diet vegetarian dikaitkan dengan banyak manfaat kesehatan, diantaranya dapat menurunkan risiko sindrom metabolik. Kejadian sindrom metabolik meningkat seiring dengan peningkatan kejadian obesitas sentral, sehingga pengukuran rasio lingkar pinggang dengan panggul dapat digunakan untuk mendeteksi risiko sindrom metabolik. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh diet lakto vegetarian terhadap risiko sindrom metabolik komunitas lakto vegetarian di Pulau Lombok. Metode: Penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan rancangan cross sectional. Subjek pada penelitian ini terdiri 45 sampel kelompok diet lakto vegetarian dan 45 sampel kelompok non vegetarian yang dipilih secara consecutive sampling. Analisis data digunakan uji Spearman. Hasil: Berdasarkan uji korelasi dengan uji Spearman diperoleh hasil adanya pengaruh diet lakto vegetarian dan diet non vegetarian terhadap risiko sindrom metabolik berdasarkan studi rasio lingkar pinggang panggul (p = 0,004), dengan nilai kekuatan antar variabel lemah (r = 0,300), dengan nilai odd ratio 4,8. Kesimpulan: Terdapat pengaruh antara diet lakto vegetarian dan diet non vegetarian terhadap risiko sindrom metabolik berdasarkan studi rasio lingkar pinggang panggul. Kelompok non vegetarian memiliki risiko 4,8 kali lebih besar terhadap risiko sindrom metabolik dibandingkan dengan kelompok lakto vegetarian. Diet lakto vegetarian merupakan faktor protektif terhadap kejadian obesitas sentral berdasarkan studi rasio lingkar pinggang panggul.
Faktor – faktor yang mempengaruhi Tingkat Pemahaman Informasi Medis pada Pasien Poli THT di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB Ru’yi, Hartini Ahadiyatur; Kadriyan, Hamsu; Cenderadewi, Muthia
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Komunikasi adalah salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh dokter. Diketahui bahwa dengan teknik pengumpulan informasi yang baik akan menyebabkan pasien mendapatkan pelayanan yang dapat memuaskan dirinya. Pemahaman informasi medis yang diterima pasien sering kali berbeda dengan yang disampaikan oleh dokter. Oleh sebab itu penelitian ini mencoba mencari faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat pemahaman medis oleh pasien poli THT di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB. Metodologi Penelitian : Sebanyak 52 pasien rawat jalan yang datang ke poli THT di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih berdasarkan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa statistik menggunakan analisa deskriptif, analisa bivariat menggunakan metode chi square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik untuk menguji kekuatan masing-masing faktor resiko. Hasil : Didapatkan sebanyak 35 orang (67,3%) pasien rawat jalan di poli di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB memiliki tingkat pemahaman baik dan 17 orang (32,7%) memiliki tingkat pemahaman kurang baik. Penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman informasi medis (p<0,05) yaitu faktor dokter dan lingkungan. Kesimpulan : Faktor dokter dan lingkungan didapatkan mempengaruhi tingkat pemahaman informasi medis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Tingkat Pemahaman Informasi Medis pada Pasien Poli THT Di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram Farahiya, Maya; Kadriyan, Hamsu; Cenderadewi, Muthia
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Salah satu kompetensi yang harus dikuasai dokter adalah komunikasi dokter-pasien dalam profesi kedokteran. Pasien yang mendapatkan informasi medis yang lengkap dapat menentukan keberhasilan dalam membantu penyelesaian masalah kesehatan pasien. Namun, pemahaman informasi medis yang diterima pasien seringkali berbeda sehingga pasien merasa tidak mendapatkan pelayanan yang memuaskan. Oleh sebab itu, penelitian ini mencoba mencari faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tingkat pemahaman medis oleh pasien poli THT di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. Metode : Sebanyak 50 pasien rawat jalan yang datang ke poli THT di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih berdasarkan teknik consecutive sampling menjadi sampel dalam penelitian ini. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisa statistik menggunakan analisa deskriptif, analisa bivariat menggunakan metode chi square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik untuk menguji kekuatan masing-masing faktor resiko. Hasil : Persentase pasien dengan tingkat pemahaman baik adalah 58% (29 orang) dan persentase pasien dengan tingkat pemahaman kurang baik adalah 42% (21 orang). Penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu faktor yang mempengaruhi tingkat pemahaman informasi medis (p<0,05). Kesimpulan : Faktor pasien didapatkan mempengaruhi tingkat pemahaman pasien terhadap informasi medis.
Efektivitas Ekstrak Buah Ara (Ficus Glomerata ROXB.) sebagai Antidiabetes pada Mencit Balb/C yang diinduksi Aloksan Dewi, Citrangganai Prajnya; Anggoro, Joko; Ekawanti, Ardiana
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Buah ara (Ficus glomerata Roxb.) merupakan salah satu buah dengan kandungan antioksidan yang tinggi dan memiliki potensi untuk menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah ara terhadap kadar glukosa darah pada mencit BALB/c yang diinduksi aloksan. Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan pre-post test control group, yang menggunakan 35 ekor mencit BALB/c yang terbagi dalam 5 kelompok. Tiga kelompok (P1, P2, P3) merupakan kelompok perlakuan yang diinduksi aloksan dan diberi ekstrak buah ara dengan dosis yang berbeda yaitu 100 mg/kgBB, 300 mg/kgBB, dan 500 mg/kgBB. Kelompok empat sebagai kontrol negatif (K-) diinduksi aloksan dan diberi akuades serta kelompok lima sebagai kontrol positif (K+) diinduksi aloksan dan diberi glibenklamid. Setiap kelompok mendapatkan perlakuan masing-masing selama 14 hari dan dilakukan pengambilan sampel pada hari ke 15. Hasil: Uji Friedman yang dilanjutkan dengan post hoc uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan kadar glukosa darah sebelum dan sesudah perlakuan yang bermakna (p<0,05) pada kelompok P1, P2, P3 dan K- dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,046, 0,028, 0,018 dan 0,046. Uji beda untuk membandingkan hasil akhir kadar glukosa darah pada masing-masing kelompok menggunakan uji Mann Whitney menunjukkan hanya kelompok P2 dan P3 yang memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan kadar glukosa darah dengan nilai signifikansi sebesar 0,003 dan 0,004. Kesimpulan: Pemberian ekstrak buah ara (Ficus glomerata Roxb.) memiliki pengaruh yang bermakna terhadap penurunan kadar glukosa darah pada mencit BALB/c yang diinduksi aloksan.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Srikaya (Annona Squamosa Linn) terhadap Kadar Bilirubin pada Tikus (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Karbon Tetraklorida (CCl4) Nugraha, Try Widianto Putra; Rizki, Mohammad; Nurhidayati, Nurhidayati
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Obat merupakan salah satu penyebab penting dari kerusakan hati. Lebih dari 900 obat, toksin, tumbuhan telah dilaporkan menyebabkan gangguan hati, dan obat-obatan mencapai 20-40% dari semua kasus gagal hati. Srikaya (Annona squamosa L.) mengandung senyawa aktif flavonoid yang memiliki efek antioksidan, antitumor, dan hepatoprotektor. Metodologi penelitian: Penelitian ini merupakan suatu penelitian eksperimental laboratoris murni dengan rancangan post-test only control group design. Penelitian ini dilakukan selama 8 minggu. Dua puluh ekor tikus wistar jantan dibagi ke dalam 4 kelompok. Kelompok perlakuan 1 (P1) diinduksi karbon tetraklorida (CCl4) dan diberikan ekstrak daun srikaya dengan dosis 300 mg / kg, kelompok perlakuan 2 (P2) diinduksi karbon tetraklorida (CCl4) dan diberikan ekstrak daun srikaya dengan dosis 350 mg / kg, kelompok kontrol positif (K1) hanya diinduksi karbon tetraklorida (CCl4), dan kelompok kontrol negatif (K2) diinjeksi minyak zaitun. Efek pemberian ekstrak daun srikaya dievaluasi dengan mengukur kadar bilirubin total, tak terkonjugasi, dan terkonjugasi pada minggu ke-8. Hasil: Pemberian ekstrak daun srikaya pada kelompok P2 didapatkan kadar bilirubin yang lebih rendah dibandingkan kelompok P1. Pada uji statistik didapatkan pengaruh signifikan pemberian ekstrak srikaya terhadap kadar bilirubin total (p = 0,016) dan kadar bilirubin terkonjugasi (p = 0,04). Simpulan: Efek hepatoprotektif terdapat pada kelompok P2 yaitu pemberian ekstrak daun srikaya (Annona squamosa L.) dengan dosis 350 mg/kg BB.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan Suspect Skabies pada Santri Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek Gunung Sari Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2015 Pertiwi, Arsy Mira; Hapsari, Yunita; Affarah, Wahyu Sulistya
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Prevalensi penyakit skabies menduduki urutan ketiga dari 12 penyakit kulit tersering di Indonesia. Angka kejadian skabies sering terjadi pada orang-orang yang tinggal bersama di fasilitas tertentu, seperti fasilitas asrama, pondok pesantren, rumah jompo, rumah sakit, rawat inap, rumah tahanan dan fasilitas lainnya. Pondok pesantren menyediakan beberapa fasilitas asrama yang digunakan secara bersama-sama oleh karena itu santri rentan tertular penyakit skabies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap suspect skabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek Gunungsari. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi dengan cross sectional study dengan metode proportion random sampling. Populasi penelitian ini ialah seluruh santri dengan jumlah minimal sampel 93 orang dan pengurus santri yang berjumlah 25 orang. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui observasi langsung dan data sekunder berupa absensi santri. Adapun instrumen penelitian yang digunakan ialah kuisioner dan lembar observasi. Hasil : Sebagian besar responden (95,69%) mengalami suspect skabies. Kemudian dari hasil analisis bivariat yang menggunakan uji Chi square dengan α 5% diperoleh lima faktor yang berhubungan dengan suspect skabies yaitu personal hygiene, kelembaban, ventilasi, kepadatan hunian dan dukungan pihak pondok pesantren. Simpulan : Suspect skabies pada santri di Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek Gunungsari memiliki hubungan dengan beberapa faktor yaitu personal hygiene, kelembaban, ventilasi, kepadatan hunian dan dukungan pihak pondok pesantren. Oleh karena itu, maka disarankan kepada Pondok Pesantren Al-Aziziyah Kapek Gunungsari untuk menerapkan pendidikan kesehatan, melaksanakan pendataan kesehatan secara aktif dan rutin, dan mengatur tata letak perlengkapan santri pada tiap kamar yang disesuaikan dengan standar kesehatan.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Kacang Tanah (Arachis Hypogaea) terhadap Kadar Kolesterol Total pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) yang Diinduksi dengan Diet Tinggi Lemak Akbar, Faishal; Anggoro, Joko; Priyambodo, Seto
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia dengan angka kematian sekitar 7,4 juta pada tahun 2012. Kulit kacang tanah telah berkembang menjadi alternatif pencegahan penyakit kardiovaskular. Kulit kacang tanah (Arachis hypogaea) diketahui memiliki kandungan aktif yaitu flavonoid, yang berperan sebagai antioksidan dan memiliki pengaruh terhadap kadar kolesterol total. Metode : Penelitian ini bersifat eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Sebanyak 30 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan dibagi secara acak kedalam 5 kelompok. 3 kelompok perlakuan, P1, P2, dan P3 diberikan ekstrak kulit kacang dengan dosis masing masing kelompok, 300 mg/kgBB/hari, 600 mg/kgBB/hari, dan 1200 mg/kgBB/hari, 2 kelompok lain yaitu kelompok kontrol normal (KN) diberikan pakan konsentrat saja dan kelompok kontrol positif (KP) diberikan simvastatin dengan dosis 0,9 mg/kbBB/hari. Sebelum perlakuan, seluruh hewan coba kecuali kelompok KN diinduksi diet tinggi lemak dengan dosis 10 mg/hari selama 6 minggu. Hasil: Rerata kadar kolesterol total pada KN, KP, P1, P2, dan P3 masing-masing 54,2 4,44 mg/dL, 56,6 13,56 mg/dL, 46,8 11,52 mg/dL, 41,6 6,54 mg/dL, 43,25,63 mg/dL. Berdasarkan hasil analisis data, tidak ada perbedaan kadar kolesterol total yang bermakna antara kelompok perlakuan dengan kelompok yang diberikan obat simvastatin, dengan signifikansi sebesar p =0,061 (P>0,05). Simpulan: Pemberian ekstrak kulit kacang tanah dengan dosis 300, 600, dan 1200 mg/kgbb/hari, memiliki efek yang setara dengan pemberian obat simvastatin dosis 0,9 mg/kgbb/hari dalam menurunkan kadar kolesterol total pada tikus yang telah diinduksi dengan diet tinggi lemak.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Kulit Kacang Tanah (Arachis Hypogaea) Terhadap Kadar Trigliserida pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus) yang diinduksi dengan Diet Tinggi Lemak Irawan, Tannia Rizkyka; Anggoro, Joko; Priyambodo, Seto
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: As a way to prevent cardiovascular disease, peanut shell has been develop to be an alternative way. The present bioactive compound, luteolin, acts as antioxidant and can also influence trygliceride metabolism. The purpose of this study is to find out the effect of the peanut shell extract (Arachis hypogaea) ontriglyceride level in rats (Rattus norvegicus) induced by high fat diet. Method: Present research is an experimental research with post test control group only. The rats divided into 5 groups. They are negative control group induced by daily diet, positive control induced by simvastatin 0,9 mg/kgBB/daily, and three treatment groups induced by three different dosage of peanutshell extract (Arachis hypogaea). Three different dosage consist of 300mg/kgBB/daily (P1), 600 mg/kgBB/daily (P2), and 1200/kgBB/daily (P3) orally. Before the treatment start, we induced the rats with high fat diet 10mg/daily for 6 weeks to make hypertrygliceride state. Result: Based on the experiment, the averages of triglyceride level among KN, KP, P1, P2, and P3 are 125,8 20,4 mg/dl, 80,2 44 mg/dl, 112,4 34,6 mg/dl, 159,4 46,8 mg/dl, dan 75,4 31,9 mg/dl. Conclusion: Based on the result, it can be concluded that the oral induction of 300mg/kgBB/daily nutshell extract (Arachis hypogaea) has the same effect with simvastatin 0,19mg/kgBB/daily to lowering triglyceride level in mice with hypercholesterol state. While the oral induction of 1200mg/kgBB/daily nutshell extract (Arachis hypogaea) has the bigger effect than simvastatin 0,19mg/kgBB/daily on lowering triglyceride level in mice with hypercholesterol state.
Efek Pemberian Ekstrak Daun Srikaya (Annona squamosal L) terhadap Kadar SGOT dan SGPT pada Tikus (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Karbon Tetraklorida(CCL4) Wiracakra, I Gusti Lanang Krisna; Nurhidayati, Nurhidayati; Padauleng, Novrita; Rizki, Mohammad
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 2.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang:Kerusakan hepar dapat disebabkan oleh radikal bebas yaitu CCl4. Daun srikaya (Annona squamosa L) mengandung senyawa flavonoid yang merupakan antioksidan dan berpotensi melindungi hepar terhadap kerusakan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak daun srikaya (Annnona squamosal L) terhadap kadar SGOT dan SGPT tikus yang diinduksi CCl4. Metodologi penelitian: Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan post-test only control group design. Duapuluh ekor tikus dibagi dalam 4 kelompok, 2 kelompok kontrol dan 2 kelompok perlakuan.kontrol positif diberikan CCL4 10% 1 ml/kgBB, kontrol negatif diberikan minyak zaitun 1 ml/kgBB, perlakuan 1 diberi CCl4 dan ekstrak daun srikaya dosis 300 mg/kgBB, serta perlakuan 2 diberi CCl4 dan ekstrak daun srikaya dosis 350 mg/kgBB Hasil:Nilai rerata SGOT dan SGPT kontrol positif tertinggi diantara semua kelompok dan rerata perlakuan 2 terendah diantara semua kelompok. Uji One-way ANOVA terdapat signifikansi (<0,05) pada kadar SGPT, sedangkan pada kadar SGOT tidak signifikan (p>0,05). Uji Post Hoc (LSD) terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) kadar SGPT perlakuan dua terhadap kontrol positif. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan 2 dan perlakuan 1. Simpulan:Potensi efek hepatoprotektor ditemukan pada kelompok perlakuanyang diberi ekstrak daun srikaya dengan dosis 300 mg/kgBB dan 350 mg/kgBB

Page 2 of 4 | Total Record : 39