cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 3.1 (2017)" : 45 Documents clear
Hubungan Antara Status Kolesterol High Density Lipoprotein (HDL) Serum dan Tingkat Risiko Terjadinya Obstructive Sleep Apnea ( OSA ) pada Penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram. Fatarosdiana, Fatarosdiana; Harahap, Herpan Syafii; Padauleng, Novrita
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Obstructive sleep apnea (OSA) adalah salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular, dan sebelumnya dilaporkan berhubungan dengan status kolesterol HDL serum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara status kolesterol HDL serum dan tingkat risiko OSA pada penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Penduduk berusia lebih dari 50 tahun di beberapa lingkungan Kelurahan Karang Pule dan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela Mataram diikutsertakan dalam penelitian ini. Sebanyak 65 partisipan memenuhi kriteria inklusi. Tingkat risiko OSA diestimasi berdasarkan STOP-Bang questionnaire yang meliputi mendengkur, kelelahan pada siang hari, henti napas saat tidur, riwayat hipertensi, IMT, usia, lingkar leher, jenis kelamin. Pengukuran status kolesterol HDL serum juga dilakukan. Analisis data menggunakan uji korelasi Somers’d. Hasil: Dari 65 partisipan, 43 (66%) memiliki tingkat risiko OSA yang tinggi. Sebanyak 30 (54%), 14 (21%) dan 16 (25%) partisipan dikategorikan status kolesterol HDL serum rendah, borderline dan optimal. Analisis korelasi Somers’d menunjukkan tidak ada korelasi antara status kolesterol HDL serum dengan tingkat risiko OSA (p > 0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi antara status kolesterol HDL serum dan tingkat risiko OSA di Sekarbela Mataram
Korelasi Rasio Lingkar Pinggang-Panggul terhadap Probabilitas Terjadinya Stroke Iskemik pada Penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram Setiadi, Qisthinadia Hazhiyah; Harahap, Herpan Syafii; Indrayana, Yanna
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang. Stroke merupakan penyebab kematian ketiga di dunia. Stroke iskemik merupakan jenis stroke dengan prevalensi tertinggi. Obesitas merupakan salah satu faktor risiko stroke iskemik, namun korelasinya dengan peningkatan risiko stroke iskemik masih belum jelas. Penelitian mengenai korelasi rasio lingkar pinggang-panggul (RLPP) dengan risiko stroke iskemik masih kontradiktif. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi RLPP dengan probabilitas stroke iskemik. Metode. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram berusia 55-84 tahun. Penduduk yang memenuhi kriteria inklusi dimasukkan sebagai subyek penelitian dan didapatkan 63 subyek penelitian, kemudian dilakukan wawancara untuk pengisian kuesioner, pengukuran RLPP, dan penilaian probabilitas stroke iskemik menurut Framingham Study. Analisis data digunakan uji korelasi Pearson. Hasil. Dari 63 subyek penelitian, terdapat 51 orang (81%) yang tergolong obesitas abdominal dan 12 orang (19%) yang tergolong normal berdasarkan RLPP. Berdasarkan uji korelasi Pearson diperoleh hasil bahwa RLPP tidak berkorelasi dengan probabilitas terjadinya stroke iskemik (p = 0,11). Kesimpulan. Tidak terdapat korelasi RLPP terhadap probabilitas terjadinya stroke iskemik pada penduduk di Kecamatan Sekarbela Mataram.
Hubungan Sanitasi Lingkungan Rumah dengan Kejadian Kecacingan pada Murid Paud di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat Saesal, Fulqy Fatmala; Triani, Eva; Primayanti, Ika
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa sebagian besar masalah kesehatan penduduk di negara berkembang disebabkan oleh infeksi cacing, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu dengan sanitasi lingkungan yang buruk. Angka prevalensi dan intensitas infeksi biasanya paling tinggi pada anak usia 3 hingga 8 tahun. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan rumah terhadap kejadian kecacingan pada anak usia dini. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kondisi sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian kecacingan pada anak usia dini di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional dengan metode cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi rumah untuk menilai keadaan sanitasi lingkungan dan pemeriksaan sampel feses dari 102 responden. Uji statistika yang digunakan yaitu uji chi-square. Hasil: Dari 102 sampel yang diperiksa 21 sampel positif kecacingan. Terdapat pula beberapa jenis telur cacing yang ditemukan pada feses responden, antara lain Hymenolepis nana 9 orang (8,8%), Enterobius vermicularis 7 orang (6,9%), Trichuris trichiura 4 orang (3,9%), dan infeksi campuran Hymenolepis nana dan Trichuris trichiura 1 orang (1%). Dari uji chi-square diperoleh nilai p=0,000 untuk hubungan sanitasi lingkungan rumah dengan kecacingan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat sanitasi lingkungan rumah dengan kejadian kecacingan pada murid PAUD di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Ibu dengan kejadian Kecacingan pada Murid Paud Di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat Utari, Desak Made Dinda Kartika; Triani, Eva; Primayanti, Ika
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kecacingan merupakan penyebab morbiditas utama di Indonesia dan paling banyak terjadi pada anak usia prasekolah dan sekolah dasar. Penyakit ini menyebar secara endemis namun masih sering diabaikan karena jarang menyebabkan kematian secara langsung. Kecacingan menyebabkan kehilangan karbohidrat, protein, dan darah sehingga akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu akan mempengaruhi cara pengasuhan dan PHBS pada anak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dengan kejadian kecacingan pada murid PAUD di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional. Data dikumpulkan dengan cara pengisian kuesioner dan pengambilan sampel feses dari 101 murid PAUD di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat tahun ajaran 2016/2017. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi square. Hasil: Dari 101 sampel, 21 sampel (20,8%) positif mengalami kecacingan. Jenis cacing yang paling banyak menginfeksi adalah Hymenolepis nana (42,9%). Penilaian kuesioner menunjukkan 48,5% tingkat pengetahuan ibu, 48,5% sikap ibu, dan 50,5% perilaku ibu termasuk ke dalam kategori cukup baik. Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu dengan kejadian kecacingan pada murid PAUD di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat (p=0,000). Kesimpulan: Semakin tinggi tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu maka semakin rendah kejadian kecacingan pada murid. Keadaan ini berkaitan dengan luasnya informasi yang diketahui ibu tentang kesehatan diri dan keluarganya.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Tentang Pencegahan Hepatitis B dengan Kejadian Hepatitis B pada Calon Tenaga Kerja Indonesia Asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Resistayani, Luh Gede Janny; Triani, Eva; Januarman, Januarman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penyakit infeksi virus Hepatitis B (HBV) merupakan masalah kesehatan masyarakat secara global yang serius dengan perkiraan 2 miliar orang telah terinfeksi di seluruh dunia dan sekitar 350 juta orang dengan infeksi HBV kronis. Tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku yang rendah penyebab utama tingginya angka infeksi virus Hepatitis B melalui pola hidup yang buruk akibat dari penggunaan alkohol, jarum suntik dan banyaknya pasangan berhubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku tentang pencegahan Hepatitis B dengan kejadian Hepatitis B pada calon tenaga kerja Indonesia asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah 330 calon tenaga kerja Indonesia asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pengambilan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner dan pemeriksaan laboratorium yang dilakukan pada klinik TKI yang telah ditetapkan sebagai tempat penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: Kejadian infeksi Hepatitis B pada calon tenaga kerja Indonesia mencapai 57,0%. Pada tingkat pengetahuan infeksi virus Hepatitis B pada kategori baik sekitar 7,9%, cukup baik 33,6% dan kurang 58,5%. Sikap dengan kategori baik sekitar 2,4%, cukup baik 34,8% dam kurang 62,7%. Perilaku pada kategori baik 13,9%, cukup baik 33,6% dan kurang 52,4%. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku tentang pencegahan Hepatitis B dengan kejadian Hepatitis B pada calon tenaga kerja Indonesia asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Hubungan antara Kecacingan dengan Status Gizi pada Murid PAUD di Kecamatan Kuripan Kabupaten Lombok Barat Afifi, Farhani; Triani, Eva; Primayanti, Ika
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Infeksi kecacingan merupakan suatu penyakit yang dapat menyebabkan kehilangan nutrisi yang akan berpengaruh terhadap penurunan kualitas sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kecacingan dengan status gizi pada murid PAUD di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelatif, dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah murid PAUD di kecamatan Kuripan usia 2-6 tahun yang diambil fesesnya untuk diperiksa kecacingan dan penilaian status gizi dengan indikator IMT/U. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan antara kecacingan dengan status gizi adalah uji Chi Square. Hasil: Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 102 responden, prevalensi kecacingan sebesar 20,6%. Jenis cacing yang paling banyak menginfeksi adalah Hymenolepis nana sekitar 9.8%, Enterobius vermicularis sebesar 6.9%, dan diikuti dengan infeksi Trichuris trichuria sebesar 4.9%. Dari status gizi diperoleh responden dengan status gizi yang tergolong sangat kurus sejumlah 0.98%. Gizi kurang 4.90%, normal 90.2% dan gemuk 3.92%, namun tidak terdapat responden yang memiliki status gizi dalam kategori obesitas. Tidak ada hubungan antara kecacingan dengan status gizi berdasarkan indikator IMT/U (p = 0158).Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kecacingan dengan status gizi berdasarkan indikator IMT/U. Terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi status gizi anak yaitu kurangnya higiene individu, sanitasi lingkungan, tingkat pengetahuan orang tua dan demografi individu.
Perbandingan Hasil Point of Care Testing (POCT) Glukosa dengan Chemistry Analyzer Enmayasari, Desri; Rizki, Mohammad; Setyorini, Rika Hastuti
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Point of Care Testing (POCT) glukosa merupakan salah satu alat yang digunakan untuk pemeriksaan kadar glukosa darah yang mudah, otomatis dan praktis. Seiring dengan meningkatnya kasus diabetes melitus, penggunaaan POCT glukosa sebagai alat pengukur glukosa darah juga semakin meningkat. Pada laboratorium klinik, alat pemeriksaan glukosa darah yang telah terstandarisasi adalah chemistry analyzer. Perbedaan metode pengukuran POCT dengan chemistry analyzer mengakibatkan adanya kemungkinan perbedaan hasil pengukuran glukosa pada sampel yang sama dengan kedua alat tersebut. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang atau cross sectional. Rancangan penelitian ini adalah penelitian yang pengukuran dan pengamatannya dilakukan secara simultan dalam satu waktu (pada waktu yang bersamaan). Sampel darah yang digunakan adalah darah vena baik untuk pemeriksaan dengan POCT maupun chemistry analyzer. Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan hasil pengukuran dengan POCT dan chemistry analyzer. Hasil: Nilai tengah dari hasil pengukuran glukosa darah dengan menggunakan POCT adalah 133,0 mg/dl dengan interquartile range 44 dan nilai tengah dengan menggunakan chemistry analyzer adalah 106,5 mg/dl dengan interquartile range 31. Pada pemeriksaan dengan POCT didapatkan hasil minimal 70,0 mg/dl dan maksimal 202,0 mg/dl. Adapun hasil minimal dengan chemistry analyzer adalah 74,0 mg/dl dan hasil maksimal 165,0 mg/dl. Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil pemeriksaan glukosa darah dengan menggunakan POCT dan chemistry analyzer (p<0.001 ; uji Wilcoxon) Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil pemeriksaan glukosa darah dengan menggunakan POCT dan chemistry analyzer.
Analisis Kualitatif Penggunaan Boraks pada Bakso Cilok di Pedagang Kaki Lima Kota Mataram Muharrom, Siti Nurul; Syamsun, Arfi; Januarman, Januarman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang : Salah satu upaya untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang tinggi maka faktor yang harus diperhatikan yaitu bahan pangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat harus terjaga dari bahan-bahan yang tidak sesuai dengan syarat yang berlaku salah satunya adalah Boraks. Tujuan : Mengetahui sumber pembuatan cilok yang di jual di pedagang kaki lima Kota Mataram, mengetahui tentang cilok dan ciri-ciri cilok yang menggunakan bahan tambahan boraks, mendapatkan informasi serta pengetahuan akan bahayanya boraks bagi kesehatan masyarakat. Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang merupakan metode yang menjelaskan tentang suatu variabel yang akan diteliti dan menggunakan jenis penelitian observasional dengan rancangan cross sectional dari hasil pemeriksaan laboratorium. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan menggunakan Tes Kit (easy test kit). Sampel diambil dengan cara convenience sampling pada bakso cilok yang dicurigai mengandung boraks yang dijual oleh pedagang kaki lima Kota Mataram. Hasil : dari 76 sampel bakso cilok yang dilakukan pengujian tidak didapatkan perubahan warna pada kertas uji menjadi warna merah bata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat adanya boraks pada bakso cilok yang dijual oleh pedagang kaki lima Kota Mataram. Kesimpulan : penggunaan metode Tes Kit (easy test kit) pada bakso cilok didapatkan hasil negatif mengandung boraks pada 76 sampel yang diteliti.
Hubungan Kejadian Kecacingan dengan Prestasi Belajar Siswa Sekolah Dasar di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat Gunawan, Artika Indriani; Triani, Eva; Primayanti, Ika
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Infeksi kecacingan merupakan masalah kesehatan di Indonesia khususnya pada anak sekolah dasar. Infeksi cacing menyebabkan anak kekurangan gizi, anemia, menurunnya imunitas tubuh, menghambat pertumbuhan dan kecerdasan sehingga anak merasa lemah, pusing, cepat lelah, malas belajar, konsentrasi menurun, dan berdampak negatif terhadap prestasi belajar anak sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejadian kecacingan dengan prestasi belajar pada siswa SD di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat Metode : Penelititan ini menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data dikumpulkan dengan cara pengambilan feses pada 115 siswa dan nilai rapor semester 1 dan 2 sebagai indikator prestasi belajar. Uji statistik yang digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel adalah uji Chi Square Hasil : Prevalensi infeksi kecacingan pada siswa SD di Kuripan adalah 26,2 % dengan spesies cacing terbanyak adalah Trichuris trichiura (20,6 %) dan Enterobius vermicularis (2,8 %). Siswa yang terinfeksi cacing, 27,1 % dengan prestasi belajar menurun, 18,2 % dengan prestasi belajar meningkat, dan 40 % dengan prestasi tetap. Berdasarkan uji Chi Square, didapatkan nilai p = 0,272 Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara kejadian kecacingan dengan prestasi belajar siswa SD di Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat
Analisis Kualitatif penggunaan Formalin pada Tahu di Pasar Tradisional Kabupaten Lombobok Barat Rohmayana, Sri; Syamsun, Arfi; Januarman, Januarman
Jurnal Kedokteran Vol 6 No 3.1 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Formalin adalah salah satu zat berbahaya yang dilarang penggunaannya pada makanan karena dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan dan menjadi senyawa karsinogen. Saat ini masih banyak penjual makanan yang menggunakan formalin sebagai zat pengawet; tahu merupakan salah satu makanan yang sering mengandung formalin. Tahu merupakan jenis makanan yang mengandung nilai protein tinggi dengan harga relatif murah, tetapi tidak dapat bertahan lama sehingga sering ditambahkan formalin untuk menjaga tahu bertahan lama. Berdasarkan hal tersebut dilakukan penelitian tentang persentase jumlah tahu yang menggunakan formalin di pasar tradisional Kabupaten Lombok Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian survei-deskriptif dengan rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan consecutive sampling. Jumlahsampel yang diteliti sebanyak 95. Uji kualitatif kandungan formalin pada tahu menggunakan tes kit formalin dengan metode rapid test kit. Analisis data menggunakananalisis univariat dalam bentuk tabel atau grafik kemudian disajikan dalam bentuk narasi. Hasil: Hasil uji kualitatif formalin pada tahu menggunakan tes kit formalin pada 95 sampel tahu adalah negatif, tidak ada tahu yang mengandung formalin. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis kualitatif yang dilakukan pada penelitian ini didapatkan tidak ada sampel tahu yang positif mengandung formalin.