cover
Contact Name
Mohammad Rizki
Contact Email
mohammadrizki.md@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kedokteran.unram@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Mataram Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kedokteran
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23015977     EISSN : 25277154     DOI : -
Core Subject : Health,
The Unram Medical Journal managed by the Medical Faculty of Mataram University is a scientific journal to publish the results of the latest research in the field of medical and health related. This journal promote medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also case reports.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2018)" : 5 Documents clear
Desain Turunan Fluorouinolon Baru sebagai Zat Antibakteri terhadap S. typhimurium melalui Komputasi Kimia Ananto, Agus Dwi; Erwinayanti, Gusti Ayu Putu Sri; Muliasari, Handa
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v7i2.172

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan kimia komputasi mengalami kemajuan yang sangat cepat beberapa tahun terakhir ini. Hal ini sinergis dengan perkembangan penemuan obat baru yang semakin lama diharapkan semakin efektif dan efisien. Fluorokuinolon memiliki sifat-sifat seperti spektrum antibakteri yang lebar, terserap baik pada saluran cerna, dan masa kerja yang panjang. Penelitian yang mengarah kepada penemuan zat antibakteri baru turunan fluorokuinolon perlu dilakukan. Metode: Pada penelitian ini digunakan senyawa induk dari fluorokuinolon yang kemudian dilakukan optimasi menggunakan metode yang telah divalidasi sebelumnya, yaitu metode semiempirik PM3. Optimasi geometri dari senyawa induk fluorokuinolon dilakukan dengan menggunakan model balls and cylinders yang tersedia pada paket program Hyperchem. Evaluasi persamaan QSAR dilakukan berdasarkan analisis regresi multilinear dan dilakukan menggunakan program SPSS for Windows dengan metode Backward. Hasil: Desain senyawa baru didasarkan pada muatan atom dan menggunakan parameter-parameter hidrofobik, elektronik dan sterik. Perhitungan deskriptor dilakukan dengan metode PM3, sedangkan aktivitas senyawa diperoleh dari literatur. Berdasarkan persamaan terbaik, dirancang senyawa baru turunan fluorokuinolon yaitu senyawa dengan substitusi pada atom C no. 7 dengan propil, siklopropil, butyl dan sikloheksil dengan masing-masing harga MIC sebesar 0,331; 0,181; 0,201 dan 0,811. Senyawa turunan fluorokuinolon baru tersebut dianjurkan untuk disintesis di laboratorium guna pembuktian lebih lanjut. Kesimpulan: Desain senyawa baru turunan fluorokuinolon berdasarkan persamaan terbaik yaitu senyawa dengan substitusi pada atom C no. 7 dengan propil, siklopropil, butyl dan sikloheksil dengan masing-masing harga MIC sebesar 0,331; 0,181; 0,201 dan 0,811.
Prevalensi Malnutrisi Berdasarkan Indeks Antropometri Tunggal dan Komposit pada Anak Usia Sekolah di SDN Cibodas Pratama, Iman Surya
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Antropometri merupakan metode pengukuran malnutrisi yang rentan terjadi pada anak usia sekolah. Indeks antropometri yang tidak seragam menyebabkan perbedaan angka prevalensi malnutrisi. Tujuan. Membandingkan prevalensi malnutrisi berdasarkan indeks tunggal dan komposit pada anak usia sekolah di SDN Cibodas. Metode: Penelitian observasional belah lintang dilakukan pada bulan November 2013 melalui analisis data hasil pengukuran antropometrik via perangkat lunak WHO AnthroPlus versi 1.04. Hasil: Prevalensi malnutrisi berdasar indeks tunggal TB/U, BB/U, dan IMT berturut-turut sebesar 29,7; 10,8; dan 8,1%. Indeks komposit -CIAF dan WHO,1983 menunjukkan angka prevalensi berturut-turut sebesar 27,0 dan 35,1%. Indeks stunting, wasting, dan underweight berturut-turut sebesar 0,75; 0,1; dan 0,05. Kesimpulan: Prevalensi malnutrisi dengan menggunakan indeks komposit-WHO,1983 lebih besar dibandingkan dengan menggunakan indeks komposit-CIAF dan indeks tunggal. Angka prevalensi obesitas dapat terdeteksi menggunakan kedua indeks selain indeks komposit-CIAF. Angka prevalensi kombinasi indeks BB/U dan TB/U hanya dapat terdeteksi oleh indeks komposit -WHO,1983.
Efek Ekstrak Buncis (Phaseolus vugaris L) terhadap Uptake 14C-D-Glukosa Otot pada Tikus Diabetes Andayani, Yayuk
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Efek ekstrak buncis (Phaseolus vulgaris) terhadap ambilan 14C-D-glukosa otot soleus telah diuji pada tikus diabetes induksi aloksan. Metode: Metode perunutan radioisotop dengan 14C-D-glukosa digunakan untuk mengukur ambilan glukosa otot soleus, sedangkan metode enzimatik glukosa oksidase-peroksidase digunakan untuk menentukan kadar glukosa darah. Pengukuran dilakukan pada jam ke 1, 3 dan 5 setelah pemberian secara oral ekstrak buncis dengan dosis 300 mg/kg bb. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ambilan 14C-D-glukosa otot terbesar (p<0,001) terjadi pada jam kelima setelah pemberian ekstrak. Efek ekstrak buncis terhadap ambilan 14C-D-glukosa otot dua kali lebih kuat dibanding efek metformin yang digunakan sebagai pembanding standar obat hipoglikemik oral. Kesimpulan: Efek ekstrak buncis terhadap penurunan kadar glukosa darah maupun respon ambilan 14C-D-glukosa otot yang dihasilkan lebih tinggi dibanding efek metformin.
Formulasi Nutraseutikal Sediaan Gummy Candies Sari Buah Duwet (Syzygium cumini) Juliantoni, Yohanes; Wirasisya, Dyke Gita; Hasina, Raisya
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Senyawa radikal dapat merusak serabut kolagen kulit dan matrik dermis sehingga kulit menjadi kering, keriput, bahkan dapat terjadi penuaan dini. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan penggunaan bahan yang memiliki aktivitas antioksidan. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas antioksidan adalah buah duwet. Gummy candy merupakan permen kunyah semi basah yang terbuat dari gelatin dan karegenan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kapasitas antioksidan dan kualitas organoleptik pada gummy candy dari ekstrak sari buah duwet. Metode: Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah melihat aktivitas penangkapan radikal DPPH dari buah duwet. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sampel ekstrak perasan buah duwet memiliki aktivitas penangkapan radikal bebas. Aktivitas penangkapan radikal DPPH sampel dilihat secara kualitatif dari perubahan warna. Ekstrak kemudian diformulasikan ke dalam bentuk gummy candy. Uji akseptabilitas menunjukkan formulasi nutraseutikal sediaan gummy candies sari buah duwet (Syzygium cumini) sudah baik namun harus dilakukan optimasi formula dan evaluasi sediaan untuk memperoleh hasil terbaik. Kesimpulan: Hasil uji tanggap rasa, aroma, dan kekenyalan sediaan gummy candies menunjukkan bahwa ekstrak buah duwet dapat dibuat menjadi sediaan gummy candies.
Aktivitas Antibakteri Ashitaba (Angelica keiskei) terhadap Streptococcus mutans Wirasisya, Dyke Gita; Hajrin, Wahida; Muliasari, Handa
Jurnal Kedokteran Vol 7 No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Streptococcus mutan merupakan bakteri penyebab awal terbentuknya karies gigi. Salah satu tanaman yang mempunyai aktivitas sebagai antibakteri adalah Ashitaba (Angelica keiskei) yang banyak ditemui di daerah Sembalun (Lombok Timur). Warga setempat memanfaatkan ashitaba untuk pelengkap makan dan getahnya untuk mempercepat penyembuhan luka.Metode: Penentuan aktivitas antibakteri menggunakan metode makrodilusi dengan parameter akhir berupa Kadar Hambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Fraksinasi ekstrak menggunakan metode partisi cair-cari dan skrining fitokimia menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dengan folin-ciocalteu sebagai reagen visualisasi.Hasil: Penelitian yang dilakukan menggunakan ekstrak etanolik ashitaba mendapatkan bahwa KBM ekstrak berada pada 0,5 mg/mL. Ekstrak tersebut kemudian difraksinasi dengan menggunakan pelarut, n-Heksan, etil asetat dan etanol. Hasil uji antibakteri dari 3 fraksi didapatkan bahwa KHM tidak dapat teramati dikarenakan gangguan/bias dari warna fraksi namun KBM dapat teramati pada fraksi N-Hexan (0,125 mg/mL) dan etil asetat (0,5 mg/mL) sedangkan pada hasil fraksi menggunakan etanol 96% tidak teramati adanya KBM.Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ashitaba merupakan bahan alam potensial sebagai antibakteri.

Page 1 of 1 | Total Record : 5