cover
Contact Name
Arif Eko Wibawanto
Contact Email
arifeko@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
porosteknik@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
POROS TEKNIK
ISSN : 20855761     EISSN : 24427764     DOI : -
Jurnal POROS TEKNIK, with a registered number ISSN 2085-5761(Print), 2442-7764 (Online) is a journal in Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 367 Documents
Pengaruh Beda Media Pendingin Pada Proses Hardening Terhadap Kekerasan Baja Pegas Daun Adawiyah, Rabiatul
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v7i1.195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beda media pendingin pada proseshardening pada kekerasan pegas daun. Proses penelitian adalah dengan jalan memanasanpegas daun sampai suhu didaerah atau diatas daerah kritis disusul dengan pendinginanyang cepat. Bila kadar karbon diketahui, suhu pemanasannya dapat dibaca dari diagramfasa besi-carbida . Akan tetapi bila komposisi baja tidak diketahui, perlu diadakan percobaanuntuk mengetahui daerah pemanasannya. Cara yang terbaik ialah memanaskan danmencelup beberapa potongan baja pada suhu tertentu disusul dengan pengujian kekerasan.Bila suhu yang tepat telah diperoleh akan terjadi perubahan dalam kekerasan dan sifatlainnya.Hardening dilakukan untuk memperoleh sifat tahan aus yang tinggi, kekuatan danfatigue limit/ strength yang lebih baik, dan untuk mendapatkan kekerasan yang tinggi.Setelah dilakukan hardening langkah selanjutnya yaitu setelah didapat hasil kekerasanmaka dapat dibandingkan hasil kekerasan dari empat sampel dan diambil atau kekerasanyang paling tinggi.Pengolahan data hasil penelitian dengan menggunakan analisa statistic ANOVASampel yang digunakan sebanyak 9 buah, untuk masing-masing media pendingin 3 sampel.Dari hasil pengolahan data tersebut terlihat bahwa Levene Statistik adalah 8,467 dengannilai sig sebesar 0,018, yang berarti varian dari nilai kekerasan dalah sama. Sedangkandengan melihat nilai F hitung sebesar 1,345 dengan nilai sig sebesar 0,329. Dengan hasiltesebut dimana F tabel sebesar 5,99 yaitu F hitung kecil dari F tabel bararti rata-rata nilaikekerasan setiap sistem adalah sama.Kesamaan Rata-rata dari nilai kekerasan adalahsignifikan. Faktor yang mempengaruhi hasil karena kurangnya variasi sampel yang diteliti,dan pada proses perlakuan panas pegas daun.
PENGENDALIAN MUTU AGREGAT KELAS A DAN KELAS B PADA PEKERJAAN JALAN SUNGAI ULIN-MATARAMAN ., Fathurrozi; Gorang, Sesiliana Ina
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian mutu merupakan salah faktor penting yang dapat memberikan informasisebagai tolok ukur, apakah suatu pekerjaan sudah sesuai dengan yang diinginkan. Adabeberapa pemeriksaan laboratorium yang perlu dikerjakan untuk mengetahui mutu agregatkelas A dan kelas B , yaitu Atterberg (pemeriksaan konsistensi tanah), analisa saringan,abrasi, percobaan pemadatan, CBR (California Bearing Ratio), dan pemeriksaan lapangandengan metode sand cone test.Pengendalian mutu ini mengcu pada buku Spesifikasi Umum tahun 2010 (rev.2) yangditerbitkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jendral Bina Marga RepubikIndonesia. Sedangkan objek penelitian ini dilakukan pada pekerjaan jalan Sungai Ulin-Mataraman,yaitu pada pekerjaan lapis pondasi agregat kelas A dan lapis pondasi agregatkelas B sepanjang dari Sta 11+975 s/d sta 13+000.Hasil yang diperoleh unluk material LPA, memperlihatkan semua titik berada pada nilaikadar air antara 5.10% s/d 6.20%, sesuai spesifikasi, kadar air berada pada rentang 3%dibawah kadar air optimum dan 1% diatas kadar air optimum yaitu antara rentang 3,5% -7,5%. berat kering maksimum LPA, ?d (lab) yang direncanakan 2,170 gc/cc dengan derajatkepadatan adalah 100%, hasil lapangan memberikan nilai kepadatan antara ?d =101.19 gc/ccs/d 108.45 gc/cc.Unluk material LPB, ada 4 STA dengan kadar air diluar rentang kadar air4,4% - 7,4%. yaitu STA 12+100 = 8,7%, STA 12+200 = 8,1%, STA 12+400 = 9,6% dan STA12+600 = 8,6%. Solusinya adalah dengan mengeringkan melalui sinar matahari dalam waktutertentu maka kadar air lapangan akan turun sampai pada rentang yang disyaratkan. Beratkering maksimum LPB, ?d (lab), direncanakan 2,170 gc/cc dengan derajat kepadatan adalah>=95%. Dari hasil lapangan memberikan nilai ?d =106.78 gc/cc s/d 112.73 gc/cc, kecuali padasatu titik dengan derajat kepadatan adalah =99.92, namun masih >=95%.
Analisis Sistem Pengolahan Air Limbah Pada Kelurahan Kelayan Luar Kawasan IPAL Pekapuran Raya PD PAL Kota Banjarmasin Khaliq, Abdul
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya air selain merupakan sumber daya alam juga merupakan komponenekosistem yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Kebutuhan akan air cenderung semakin meningkat dari waktu ke waktu.Kota Banjarmasin merupakan salah satu kota yang memiliki banyak penduduk danterkenal dengan sebutan Kota Seribu Sungai, sering kita jumpai kebanyakan masyarakatyang tinggal di pinggiran sungai menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan, seperti :sampah, tinja, air bekas cucian, air bekas mandi dan sebagainya, khususnya pada kelurahankelayan luar kota banjarmasin. Oleh karena itu pemerintah mendirikan PD PAL (PerusahaanDaerah Pengolahan air Limbah).Penyusunan laporan dilakukan dengan metode pengumpulan data primer dan datasekunder, data primer meliputi wawancara langsung dengan narasumber di lapangan dansurvey ke lapangan untuk memecahkan masalah.Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan di dapat debit aliran air limbah existingpada Kelurahan Kelayan Luar Kota Banjarmasin yang berpenduduk 4.801 jiwa dan luaswilayahnya 22.05 ha adalah 6,6680556 l/detik (tahun 2014), sedangkan untuk debit aliranair limbah pada 10 tahun ke depan adalah 7,2625 l/detik (tahun 2024).
TEORI PERHITUNGAN UNTUK JARINGAN FUZZY Maududy, Ivan
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti yang kita ketahui bersama ada beberapa Metode Komputasi yang digunakanoleh beberapa peneliti dalam mengatasi suatu permasalahan yang berada disekitar kitamisal Neural Network, Fuzzy, algoritma genetika, Artificial Intelegent dan Adaptive NeuroFuzzy (ANF) yang akan menjadi pembahasan kita. Dengan adanya gabungan antaraneural network dan fuzzy mempunyai kemampuan untuk membangun model denganmenggunakan beberapa data sample yang digunakan dari system target. Secara kasatmata, system target membantu untuk membangun inisial dari struktur modelMetode Komputasi dapat digunakan dalam berbagai cara termasuk system kontrolfeedback klasik, fuzzy controller dan JST dengan melihat berbagai faktor. Secarakonseptual metode ANF tidak lebih dari teknologi yang menggabungkan beberapa ide danparadigma untuk memecahkan persoalan. Bagaimanapun juga ANF sangat berguna untukmenyelesaikan permasalahan yang ada sehingga persoalan dapat dibedakan lebihspesifik lagi.
Studi Debit Aliran Pada Sungai Antasan Kelurahan Sungai Andai Banjarmasin Utara Norhadi, Ahmad; Marzuki, Akhmad; Wicaksono, Luki; Yacob, Rendi Addetya
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v7i1.590

Abstract

Kota Banjarmasin dikenal sebagai kota seribu sungai yang terdapat banyak anak sungaiyang mempunyai karakteristik berbeda setiap sungai salah satunya sungai Antasan yangterletak pada titik koordinat S 3º18'7,4232" dan T 114º37'2,3916" kelurahan Sungai Andai,Kecamatan Banjarmasin Utara. Sungai Antasan merupakan sungai tersier yang terpengaruholeh pasang surut ganda dari Sungai Martapura yang merupakan sungai primer dan berfungsisebagai drainase.Aliran di daerah Sungai Antasan terdapat beberapa hambatan seperti tumbuhan air,limbah perumahan dan limbah perkebunan yang mengakibatkan terganggunya aliran,sehingga akan berdampak kurang baik terhadap daerah aliran Sungai Antasan yang mengalirmasuk dari Sungai Martapura ke daerah pemukiman sekitar maupun sebaliknya. Berdasarkanhal tersebut ada sesuatu yang bisa diambil untuk merencanakan agar aliran air sungai masukke pemukiman sesuai dengan kebutuhan. Hal ini jelas berdampak pada kecepatan aliran dankarakteristik sungai oleh karena itu perlu dilakukan studi penelitian untuk mengetahuikecepatan aliran dan karakteristik Sungai Antasan.Dalam pelaksanaan penelitian digunakanalat ukur kecepatan aliran air sungai yaitu current meter dengan metode SNI 03-2819-1992.Kecepatan aliran rata-rata sangat bervariasi selama 10 hari, kecepatan minimum dengannilai 0.068 m/detik dan kecepatan maksimum dengan nilai 0.0983 m/detik dan memilikikecepatan aliran rata-rata dengan nilai 0.0831 m/detik. Hasil debit aliran sangat terpengaruhdari hasi kecepata naliran dengan debit aliran minimum 0.047 m³/detik, debit aliran maksimum0.065 m³/detik dan debit aliran rata-rata 0.0558 m³/detik. Sungai Antasan mengalami pasangsurut terjadi dua kali dalam satu hari, pasang pertama pada jam 9 pagi – 3 siang, pasangkedua pada jam 9 malam – 3 pagi, sungai Antasan berbentuk denditrik bercabang seperti akarkalau dilihat dari tampak atas, sungai Antasan bertipe sungai kecil karena memiliki lebar 5,5mete rdan panjang sungai yang bisa dilewati adalah2,5 km. Hasil penelitian in idapat menjadiacuan awal sebagai data untuk penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan SumberDaya Air.Kata Kunci : Kecepatan aliran, Debit aliran, karakteristik
PENGARUH PROSES SEPUH TERHADAP KEKERASAN MATA KAPAK HASIL PANDAI BESI DI KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN KALIMANTAN SELATAN Hendrawan, Ahmad
POROS TEKNIK Vol. 7 No. 1 (2015)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh penyepuhanterhadap kekerasan kapak yang dibuat pandai besi tradisional, menguji apakah adaperbedaan kekerasan dari mata kapak antara yang disepuh dengan yang tidak disepuh.Metode pengujian yang dilakukan untuk mengetahui harga kekerasan benda ujiadalah dengan menggunakan metode pengujian kekerasan Brinell yang dilakukan dilaboratorium Pengujian Bahan dan Metrologi Jurusan Teknik Mesin Politeknik NegeriBanjarmasinSetelah pengujian kekerasan dilakukan didapatkan bahwa pada kapak yang tidakdisepuh, tidak dilakukan pengerjaan panas lagi, sehingga pada saat pengujian kekerasan,kapak yang tidak disepuh agak lunak. Ini dikarenakan tidak adanya perlakuan dingin yangcepat. Setelah melakukan penempaan pendinginan hanya dengan udara saja. Sementaradari hasil analisa menggunakan SPSS didapatkan hasil perhitungan nilai t hitung (7,211)lebih besar dari t tabel (2,201) dengan hasil tersebut bisa disimpulkan bahwa perbedaandisepuh dengan tidak disepuh menyebabkan perbedaan dalam kekerasan
Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan Untuk Penentuan Penerima Bantuan Raskin Dengan Menggunakan Metode Topsis Saberan, Saberan; Priyo Pamungkas, Kun Nursyaiful; Yanur, Hendri
POROS TEKNIK Vol. 9 No. 2 (2017)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v9i2.649

Abstract

Salah satu program pemerintah yang diberikan kepada keluarga miskin adalah dengan memberikan raskin. Dalam penentuan calon penerima raskin pemerintah memiliki beragam kriteria supaya pembagian beras tepat sasaran. Namun pada kenyataanya penentuan penerima raskin tidak tertuju pada semua kriteria-kriteria yang ada sehingga hasil penentuan tersebut terkesan bersifat subyektif. Banyaknya warga miskin yang ada di seluruh Indonesia, khususnya Sampit dengan beragam kondisi mengakibatkan penentuan calon penerima raskin semakin sulit karena banyaknya kriteria yang di butuhkan. Pada penelitian ini dibuat sebuah Sistem Pendukung Keputusan untuk membantu pihak pengambil keputusan dalam penentuan calon penerima raskin sebagai rekomendasi dari pihak terkait dalam pengambilan keputusan. Dimana sistem ini nantinya cukup membantu pemerintah pada Dinas Sosial Kota Banjarmasin. Sistem ini menggunakan metode TOPSIS (Technique for Order Performance by Similarity to Ideal Solution). Kelebihan dari TOPSIS antara lain TOPSIS cocok digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan beragam kriteria dengan menerapkan bobot nilai pada setiap kriterianya. Perhitungan TOPSIS akan menghasilkan suatu peringkat yang dapat membantu pemerintah dalam membandingkan hasil nilai tiap warga sesuai tingkat kriteria yang telah di tentukan oleh pemerintah.
Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Penerima Raskin Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Berbasis Web Riadi, Joni; Fauzan, Reza; Arifianto, Yuli Purwo
POROS TEKNIK Vol. 9 No. 2 (2017)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v9i2.646

Abstract

Dalam rangka mendayagunakan bulog untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan mandiri, bulog mengadakan program raskin. Penyaluran raskin harus dilakukan dengan baik, transparan dan terorganisir agar raskin diterima oleh orang yang benar-benar membutuhkan. Permasalahan yang dihadapi adalah penilaian masih bersifat subjektif. Hal ini dikhawatirkan menimbulkan ketidaktepatan dalam menilai sehingga raskin tidak sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Rancang bangun ini adalah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dengan menggunakan metode SAW berbasis WEB. Sistem Pendukung Keputusan ini juga mampu menyelesaikan masalah penilaian subjektif dan sesuai dengan kondisi penentuan penerima Raskin di Kelurahan Alalak Utara. Dalam sistem pendukung keputusan penentuan penerima raskin, kriteria penerima sangat dibutuhkan oleh panitia seleksi karena nanti akan menghasilkan nilai yang berguna untuk menentukan penerima raskin. Sistem pendukung keputusan ini diharapkan membantu dalam menentukan penerima bantuan raskin, agar dalam penyalurannya tidak salah sasaran.
Pengantar Elemen Logika Fuzzy Yanwari, Muhammad Irwan
POROS TEKNIK Vol. 9 No. 2 (2017)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v9i2.500

Abstract

Logika fuzzy pada umumnya digunakan untuk menangani kasus dimana terdapat elemen keraguan, ketidak pastian, dan bias pada kasus yang ditangani. Pada penelitian ini terdapat penjelasan mendasar dalam implementasi logika fuzzy, sehingga dapat membantu penelitian lainnya dalam melakukan implementasi logika fuzzy pada kasus yang ditanganinya.
Rancang Bangun Miniatur Jemuran Pakaian Pintar Berbasis Internet Of Things Sholihin, Fuad; Setiyo Budi Nugroho, Agus; Faidurrahman, Faidurrahman; Dwi Sugiyono, Heru; Sholeh Herdidenanto, Ibnu
POROS TEKNIK Vol. 9 No. 2 (2017)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31961/porosteknik.v9i2.647

Abstract

Pada masa kini, cara bekerja secara tradisional masih melekat dalam cara hidup masyarakat salah satunya adalah menjemur pakaian, setiap orang menjemur pakaiannya di halaman rumah. Cara kerja yang demikian membuat orang harus berada dalam kondisi siaga supaya pakaian yang di jemur tidak basah pada saat hujan datang. Berdasarkan hal tersebut maka penulis membuat sistem jemuran pakaian pintar berbasis internet of things, menggunakan mikrokontroler Arduino Nano sebagai pengendali dan NodeMCU sebagai alat mengirimkan data ke-database atau server yang nantinya data-data tersebut dapat dimonitoring dari website, sebagai masukan (input) alat ini menggunakan sensor cahaya (Light Dependent Resistor), sensor air, sensor suhu dan kelembaban (DHT22) dan limit switch. Untuk keluaran (output) ada Buzzer untuk indikator aktifitas, Driver motor memberi perintah Motor DC sebagai penggerak tempat jemuran dan kipas pengering, untuk mengeringkan pakaian disaat tempat jemuran didalam ruangan. Tempat jemuran akan masuk pada saat hujan dengan resistansi sensor air di bawah atau sama dengan 500, cahaya gelap dengan nilai resistansi cahaya di atas 900, suhu dingin dengan nilai sensor di bawah 29*C, ataupun saat jemuran sudah memenuhi kebutuhan cahayanya dengan ditentukannya batas waktu berapa lama menjemur, dan tempat jemuran akan keluar ketika cahaya terang dengan nilai resistansinya di bawah atau sama dengan 700, suhu panas dengan nilai sensor di atas 33*C, dan jemuran belum memenuhi kebutuhan cahayanya atau belum sampai waktu yang telah ditentukan, kemudian tidak hujan dengan resistansi sensor air di atas 500.

Page 11 of 37 | Total Record : 367