cover
Contact Name
INTEKNA
Contact Email
intekna@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
intekna@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 756 Documents
TEACHERS’ PERCEPTION AND PROBLEMS IN THE IMPLEMENTATION OF SCHOOL-BASED CURRICULUM (A CASE STUDY) Siti Kustini; Evidoyanti .
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Since 2006 (in decentralization era) Indonesia has been implementing school level curri-culum based on national standard of education (content and competence standards in particular) considering the goal of a certain level of education, learning experiences that should be provided to achieve the goal, the methods used to manage the learning expe-riences, and methods of evaluation to measure the goal achievement. The development of a school-level curriculum is a new phenomenon for the school community in Indonesia, consequently, in the early stage of its implementation some obstacles were found in a number of schools. The change in the role of schools from curriculum implementer to curriculum developer has made the school community confused. The changes of English curriculum in Indonesia are in line with the changes of the educational curriculum. This present study was intended to find out teachers’ understanding and perception on SBC as well as to identify problems faced by the teacher in the implementation of SBC parti-cularly in the English teaching. The research was conducted in SMAN 5 Cimahi, there-fore three English teachers from that school were chosen as the participants. The qualitative research design was employed in this research and the data were taken from the questionnaire with 5 (five) open question and 29 (twenty-nine) checklist question for-mat. The questionnaire was primarily used to collect the information to survey the tea-chers’ general understanding and perception as well as problems in SBC implementation. The result of the study showed that teachers possessed good understanding and percep-tion on SBC and they did not encounter any serious problems in the implementation. The successful implementation of this curriculum should be continuously maintained so that the goal of Indonesian education to develop learners’ basic intelligence, knowledge, per-sonality, noble character, as well as skills to live independently can be achieved.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN JASA TELEPON TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN Harry Sudjono; Syamsudin Noor
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan dalam perusahaan jasa merupakan suatu hal yang sangat penting dan harus diperhatikan. Pemberian pelayanan dengan kualitas yang baik sesuai dengan keinginan pelanggan akan memberikan suatu kepuasan bagi pelanggan pengguna produk. Peneliti-an ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara kualitas pelayanan yang telah diberikan terhadap kepuasan pelanggan dan untuk mengetahui faktor apa sa-ja yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Servqual. Keterbatasan metoda servqual memungkinkan adanya langkah lanjutan de-ngan mengggunakan alat analisis agar hasil yang diperoleh lebih objektif dan realistik un-tuk diterapkan. Pada penelitian ini mencoba untuk dilanjutkan dengan menggunakan analisis regresi berganda dan analisis faktor. Dari analisis regresi berganda dapat diketa-hui ada atau tidaknya pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan. Se-dangkan dari analisis faktor akan diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan.Dari hasil penelitian dengan analisis regresi berganda memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh antara kualitas pelayanan yang diwakili oleh variabel Tangibles, Relia-bility, Responsiveness, Assurance, dan Emphaty terhadap kepuasan pelanggan. Se-dangkan dari hasil analisis faktor memeperlihatkan bahwa terdapat lima faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan pada PT. TELKOM kandatel Madiun. Kelima faktor tersebut adalah sebagai berikut : (1) faktor penunjang pelayanan. (2) faktor gedung dan sikap dalam pelayanan. (3) faktor kecepatan pelayanan dan komunikasi petugas. (4) fak-tor pelayanan via telepon. Dan (5) faktor sikap dalam menghadapi masalah pelanggan.
RANCANGAN PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN MASKAPAI PENERBANGAN PT. “A”RUTE JAKARTA – BANJARMASIN DENGAN METODE SERVQUAL DAN ANALISIS CLUSTER Syamsudin Noor
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dan peningkatan jasa pelayanan suatu Perusahaan Penerbangan dari ta-hun ke tahun semakin menjadi perhatian masyarakat. Hal ini mengharuskan maskapai Penerbangan beradu suatu strategi dalam Pelayanan  yang di berikan secara tepat dan sesuai dengan harapan yang dapat memuaskan pelanggan, meskipun banyak kesulitan dalam pengukuran kepuasan pelanggan. Sebagai contoh dari grafik jumlah komplain se-buah maskapai penerbangan, PT “A” menunjukan grafik jumlah komplain yang mening-kat. Meningkatnya komplain berarti bahwa kualitas pelayanan yang di berikan oleh mas-kapai penerbangan PT “A” semakin tidak mampu memenuhi harapan penumpang.Dari berbagai Customer Voice (Keluhan, Pujian, Saran) yang disampaikan saat ini PT.”A” berupaya menanggapi 90% dari seluruh suara pelanggan yang diterima perbulannya. Suara Pelanggan ditanggapi berkisar antara 2 – 14 hari kerja kecuali keluhan lanjutan yang melibatkan Lembaga Hukum untuk kategori kasus seperti ini kami membutuhkan waktu penyelesaian yang lebih panjang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dimensi kualitas jasa pelayanan (servqual dimention), yang terdiri dari tangible, reliability, respansiveness, assurance, dan empathy terhadap perbaikan kualitas pelayanan maskapai penerbangan PT “A” rute Jakarta – Banjarmasin dan menganalisis dimensi kualitas manakah yang ber-pengaruh secara dominan terhadap kualitas pelayanan pada maskapai penerbangan PT “A” dengan rute Jakarta – Banjarmasin, tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis sampai sejauh mana kesesuaian antara tingkat kepentingan unsur-un-sur pelayanan menurut pelanggan/penumpang dengan apa yang telah dilakukan oleh pe-rusahaan penerbangan PT. “A” yang dianggap memuaskan.Penelitian ini di lakukan pada Bandar Udara Syamsudin Noor Banjarmasin, dengan sam-pel sebanyak 130 orang penumpang PT “A” yang di pilih, hasil penelitian menunjukkan tangible, reliability, respansiveness, assurance dan empathy berpengaruh secara simul-tan terhadap kualitas pelayanan penerbangan PT “A” rute Jakarta – Banjarmasin.Metode servqual menunjukkan untuk dimensi tangible penumpang masih belum men-dapatkan kepuasan atas layanan, dengan gap sebesar -0.667, untuk dimensi reliability penumpang memperoleh kepuasan dengan gap bernilai positif sebesar 0,069, untuk dimensi responsiveness penumpang memperoleh kepuasan dengan gap bernilai sebesar 0,054, assurance penumpang memperoleh kepuasan dengan gap bernilai positif sebesar 0,29, untuk dimensi emphaty tidak tercapai kepuasan penumpang dengan gap -0,031.  Terdapat tiga (3) cluster yang terbentuk atas penumpang maskapai penerbangan PT. “A”. Faktor pembeda dari ketiga cluster adalah aspek tingkat pendidikan, usia dan tingkat pendapatan.
PENGARUH SUDUT KEMIRINGAN TERHADAP KINERJA TERMAL REVOLVING HEAT PIPE ALUR MEMANJANG DENGAN FLUIDA KERJA METANOL Heri Soedarmanto
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Heat pipe adalah suatu alat penukar kalor yang memungkinkan perpindahan sejumlah besar kalor melalui luas permukaan yang sangat kecil. Heat pipe terdiri dari evaporator, adiabatis dan kondensor. Penelitian ini bertujuan menyelidiki pengaruh sudut kemiringan terhadap kinerja termal heat pipe putar (revolving heat pipe).Heat pipe dibuat dari tembaga  berdiameter 12,7 mm dan mempunyai panjang 500 mm. Daerah evaporator dan adiabatik diisolasi. Pada daerah kondensornya  diberi heat sink untuk pembuangan kalor.  Variasi kemiringan yang digunakan adalah 00, 150 300, 450, 600, 750, 900.  Daya input yang digunakan adalah 16,5 ; 25,7 ; 34,1 ; 43,8 and 52,4 Watt. Heat pipe diputar secara revolusi dengan kecepatan 1075 Rpm. Data yang diperlukan adalah temperatur pada evaporator (Te), kondensor (Tk1, Tk2, Tk3) dan udara (Tu). Temperatur heat pipe diukur dengan menggunakan Thermokoppel dan Non Contact Infrared Thermometer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar sudut kemiringan (terhadap ho-risontal) untuk semua daya input, maka semakin kecil nilai tahanan termal. Pada semua sudut kemiringan dengan daya input terendah mempunyai tahanan termal tertinggi dan semakin kecil nilainya sampai pada daya input terbesar. Kapasitas perpindahan kalor terbesar dan daya output terbesar  terjadi pada sudut kemiringan terbesar.
GAMES IN TEACHING CHILDREN GRAMMAR Ninit Krisdyawati; Siti Kustini
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays Teaching English to Young Learners has become a trend. In every school, English is taught as one of the main subjects. Teaching young learners is different from teaching adults, children have their own way of learning. Since children like to play and have fun, the learning and teaching process should be suited with the nature of the chil-dren themselves. One of the forms of fun activities for children is through games. This study explored the effectiveness of games in improving students’ grammar competence in expressing degree of comparison and to find out students’ attitudes toward games. This study used a qualitative and quantitative approach employing one group pretest-posttest design of experimental research and open questionnaire for the data collection. The instrument of this study was a general test of English proficiency, a pretest, and a posttest. The general test was a standard and validated test based on the book “Games for Children” by Gordon Lewis and Gunther Bedson (1999). Twenty multiple-choice items were selected from the book. One part was considered as the pretest, and the other one as the posttest. The results from the quantitative data showed that there was significant difference in the performance of the students after they received treatment with 95% degree of reliability. Meanwhile, the result from the qualitative data showed that fun learn-ing with games was perceived by the students positively. They expressed their frank opinion that learning English through games was fun. They felt happy when the lesson was delivered in a fun way since it could lower their anxiety. The results revealed that the language games used in this study were found to be effective in promoting learning of the comparative degree. Testing the selected before carrying it out in actual teaching was ad-visable. This was to enable the teacher to make necessary changes to ensure the smooth flow of the games.
PENINGKATAN KUALITAS DOSEN DI PERGURUAN TINGGI M. Faharuddin Noor
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perguruan Tinggi merupakan lembaga pendidikan yang sangat menentukan dalam upa-ya mengembangkan sumber daya manusia. Oleh karena peran perguruan tinggi yang sedemikian pentingnya maka harus diimbangi dengan kualitas tenaga pengajar (dosen) yang baik juga yaitu dosen yang selalu dapat berinteraksi secara sinergis dengan maha-siswa, dapat dengan aktif mengantisipasi perkembangan pengetahuan secara substansi-onal, maupun beradaptasi dengan masyarakat keilmuan, mempunyai keahlian dan ke-mampuan dalam mengakses ilmu dan melakukan penelitian serta kerjasama ilmiah. Fak-ta dilapangan menunjukkan bahwa saat ini masih terdapat banyak Perguruan Tinggi Ne-geri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di daerah yang memerlukan dosen se-nior yang berkualitas, sementara pada beberapa PTN tertentu terutama PTN di Pulau Ja-wa, kuantitas dosen senior nampak relatif berlebihan.
PENINGKATAN KUALITAS KEKUATAN TARIK BALING-BALING KAPAL KUNINGAN DI INDUSTRI PENGECORAN LOGAM NEGARA KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN M. Syafwansyah Effendi; Muhammad Hasbi; M. Khafiz Arifin
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas merupakan aktivitas teknik dan manajemen, melalui pengukuran karakteristik kualitas dari produk, kemudian membandingkan hasil pengukuran itu de-ngan spesifikasi produk yang diinginkan, serta mengambil tindakan peningkatan yang te-pat apabila ditemukan perbedaan aktual dan standar. Prosedur ini juga berlaku untuk pe-ningkatan kualitas produk baling-baling kapal aluminium maupun kuningan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatan kualitas kekuatan tarik produk ba-ling-baling kapal dengan kombinasi level faktor yang berpengaruh untuk meningkatkan kekuatan tarik produk baling-baling kapal khusus dari kuningan dengan pendekatan me-tode Taguchi.Hasil Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan pengetahuan tentang proses produksi pengecoran logam untuk produk baling-baling kapal di Industri kecil Pengecoran Logam Negara Kabupaten Hulu Sungai Selatan.Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode Metode Taguchi diperkenalkan oleh Dr. Genichi Taguchi yang merupakan metodologi baru dalam bidang teknik produksi yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas produk dan proses serta dapat menekan bi-aya dan resources seminimal mungkin. Matrik Orthogonal Array yang dipakai adalah   serta analisis data dengan Oneway ANOVA.Hasil dari penelitian ini nilai adalah kekuatan tarik yang tertinggi didapat kombinasi level factor 3-1-3-2 dengan kekuatan tarik 134,08 N/mm2 yaitu temperatur tuang 750oC, tem-peratur cetakan 90oC , bahan tambah serbuk batu baterai bekas 2% dan tinggi sedang.
ANALISIS MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI INDUSTRI KAIN SASIRANGAN DI KOTA BANJARMASIN Rabiatul Adawiyah
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persediaan bahan kain Sasirangan adalah persediaan bahan baku berupa kain, kertas karton, benang, dan tujuh macam pewarna yang disimpan dan digunakan untuk mem-produksi kain sasirangan sebagai kain etnik Banjarmasin. Penelitian bertujuan (1) untuk membuktikan bahwa pelaksanaan manajemen persediaan bahan baku dominan pada in-dustri kain sasirangan di Banjarmasin belum efisien, dan (2) untuk merencanakan penga-plikasian model Economic Order Quantity untuk meningkatkan efisiensi bahan baku do-minan pada industri kain sasirangan di Banjarmasin. Penelitian dilakukan secara ex post facto dengan merunut persediaan kain untuk membuat sasirangan di Banjarmasin secara pooling. Sampel ditentukan menggunakan metode dua-tahap. Pertama, secara stratified random sampling dipilih 10 perusahaan (33% populasi). Kedua, secara purpive sampling dipilih 1 dari 15 macam persediaan bahan yaitu kain Katun sebagai peringkat pertama dari kelompok bahan kelas A dalam model persediaan ABC.Hasil penelitian, pertama terbukti pengaplikasian  model EOQ kedalam manajemen per-sediaan menurunkan biaya rata-rata sebesar 7,79% dengan deviasi standar 0,57%, atau berkisar antara 7,22% sampai 8,8,36%; kedua, penerapan model EOQ pada tahun 2008 berdasarkan proyeksi trend semua peubahnya dengan metode yang disesuaikan dengan kecendrungan pola data didapat total biaya persediaan Rp 3968386125,85 tetapi jika ti-dak diterapkan model tersebut proyeksi biaya persediaan Rp 3973705559,74 dapat dihe-mat total biaya persediaan sebesar Rp5.319.433,80. Pengehematan total biaya persedia-an tersebut terjadi karena frekwensi pesanan yang terlalu besar (yaitu 639 kali )  diban-ding frekwensi pesanan yang dianjurkan model EOQ yaitu 146,46 kali. Antisipasi ketidak-pastian permintaan dan waktu kedatangan persediaan didapat lead time optimal (L2008>optimum) persediaan kain katun adalah 8 hari.
PENGARUH PENGEMBANGAN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM BERLANGGANAN SURAT KABAR HARIAN RADAR BANJARMASIN Rofi’i .
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar penga-ruh pengembangan produk yang meliputi variabel kualitas isi berita, jumlah halaman, har-ga, pelayanan dan promosi secara parsial maupun simultan terhadap keputusan konsu-men dalam berlangganan surat kabar harian Radar Banjarmasin. (2) Untuk mengetahui dan menganalisis variabel pengembangan produk yang berupa kualitas isi berita, jumlah halaman, harga, pelayanan dan promosi yang berpengaruh paling dominan terhadap ke-putusan konsumen dalam berlangganan surat kabar harian Radar Banjarmasin.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriftif. Populasi dalam peneliti-an ini adalah pelanggan surat kabar harian Radar Banjarmasin sampai bulan Oktober berjumlah 1.354 orang dan diambil sampelnya dengan menggunakan teknik Non Proba-bility Sampling dengan ukuran sampel sebesar 100 orang, sedangkan metode analisis data dengan menggunakan analisis regresi bergandaHasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Pengembangan produk secara simultan berpengaruh sebesar 70,03 % terhadap keputusan konsumen dalam berlangganan surat kabar harian Radar Banjarmasin, secara parsial  kualitas isi berita 18,3 %, jumlah halam-an 30,6 %, harga 54,2 %, pelayanan 32,8 % dan promosi 10 % berpengaruh positif ter-hadap keputusan konsumen dalam berlangganan surat kabar harian Radar Banjarmasin. Harga merupakan variabel pengembangan produk yang memiliki kontribusi paling besar terhadap keputusan konsumen dalam berlangganan koran. Faktor harga ini menjadi faktor yang paling dominan mempengaruhi keputusan konsumen dalam berlangganan surat kabar harian Radar Banjarmasin.
PELAKSANAAN RETRIBUSI PASAR DALAM MENINGKATKAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (STUDI KASUS PADA PASAR KURIPAN BARU KOTA BANJARMASIN KECAMATAN BANJARMASIN TIMUR) Novi Shintia
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Yaitu penelitian yang menganalisis permasalahan dengan mengumpulkan data, fakta, dan informasi serta memahami fenomena-fenomena yang terjadi kemudian mendes-kripsikannya. Informan kunci terdiri Kepala Dinas Pendapatan Pasar, Kepala Dinas Pe-ngelolaan Pasar, Kepala UPTD Pasar Sektor II, Petugas Pemungut, dan para peda-gang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dan prosedur pemungutan retribusi pasar di Pasar Kuripan Baru secara umum dinilai sudah sesuai antara keinginan dan ha-rapan khususnya dari wajib retribusi pasar yaitu berdasarkan peraturan daerah yang ber-laku dimana para pedagang menyetorkan tagihannya setiap hari dan setiap bulan de-ngan sistem jemput langsung dari petugas pemungut. Maksud dan tujuan dari pemu-ngutan retribusi adalah untuk meningkatkan pelayanan dan ketertiban terhadap para pe-dagang dan konsumen sebagai salah satu sumber penerimaan pendapatan asli daerah yang kontribusinya cukup diandalkan. Sebagai salah satu dari Pendapatan Asli Daerah, retribusi pasar telah memberikan sumbangan terhadap pembiayaan pembangunan di Ko-ta Banjarmasin. Kendala-kendala yang dihadapi dalam pemungutan retribusi pasar ada-lah pedagang yang sering menunggak, tidak adanya fasilitas pendukung bagi petugas pemungut, kurangnya petugas dari UPTD Pasar dan ketidakcakapan petugas dalam ber-interaksi dengan pedagang. Oleh karena itu agar pelaksanaan dalam pemungutan re-tribusi pasar dapat berjalan lancar disarankan agar Dinas Pengelolaan Pasar Kota Ban-jarmasin melakukan penambahan anggota di dalam UPTD Pasar agar dalam melakukan pemungutan oleh petugas yang sah, serta melakukan penanganan khusus untuk pe-mungutan retribusi pasar bagi pedagang yang tidak mempunyai tempat permanen, se-hingga dapat menghindari terhambatnya peningkatan kontribusi retribusi pasar.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 2, Nov 2025 Vol 25 No 1 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 1, Mei 2025 Vol 24 No 2 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 2, Nov 2024 Vol 24 No 1 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 1, Mei 2024 Vol 23 No 2 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 2, Nov 2023 Vol 23 No 1 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 1, Mei 2023 Vol 22 No 02 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 2, Nov 2022: 76 - 162 Vol 22 No 01 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 1, Mei 2022: 01 - 75 Vol 21 No 2 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 2, Nov 2021: 54 - 111 Vol 21 No 1 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 1, Mei 2021: 1 - 53 Vol 20 No 2 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 2, Nov 2020: 53 - 110 Vol 20 No 01 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 1, Mei 2020: 01-52 Vol 19 No 1 (2019): Vol 19 No 1 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 1, Mei 2019: 1-68 Vol 19 No 2 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 2, Nov 2019: 69-133 Vol 18 No 2 (2018): Vol 18 No 2 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 2, Nov 2018: 67-131 Vol 18 No 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 1, Mei 2018: 1-66 Vol 17 No 2 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 2, November 2017: 79-147 Vol 17 No 1 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 1, Mei 2017: 1 - 78 Vol 16 No 2 (2016) Vol 16 No 1 (2016) Vol 15 No 2 (2015) Vol 15 No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14 No 2 (2014) Vol 14 No 1 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13 No 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13 No 2 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 13 No 1 (2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12 No 2 (2012) Vol 12 No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11 No 2 (2011) Vol 11 No 1 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 10 No 2 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol 9 No 2 (2009): Jurnal Intekna, Volume IX, Nomer 2, Nopember 2009 Vol 8, No 1 (2008) Vol 8 No 1 (2008) More Issue