cover
Contact Name
INTEKNA
Contact Email
intekna@poliban.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
intekna@poliban.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Articles 756 Documents
PENENTUAN KEPADATAN KERING MAKSIMUM DAN OPTIMUM MOISTURE CONTENT (OMC DENGAN METODE A,B,C DAN D) Muhammad Fauzi; Ahmad Norhadi; Muhammad Badurul Syih Alam
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepadatan tanah memberikan kontribusi yang besar dalam hal stabilitas interaksi beban dengan struktur jalan. Oleh karena itu tanah yang lepas atau renggang haruslah dipadat-kan untuk meningkatkan daya dukung tanahnya.Tingkat kepadatan tanah dinyatakan dari berat volume kering maksimum (?dmax) dan kadar air optimum (OMC). Penentuan parameter tersebut dapat dilakukan dari beberapa metode pemadatan yaitu metode A,B,C dan D. Perlakuan masing – masing metode dipe-ngaruhi oleh ukuran butiran dan mold. Hal tersebut menyebabkan variasi ?dmax dan OMC yang diperoleh. Oleh sebab itu perlu diketahui pengaruh ke-empat metode tersebut terhadap hasil tingkat kepadatan dan perilakunya dengan menggunakan contoh tanah yang sama.Hasil penelitian menunjukkan bahwa;  1). Kepadatan kering maksimum (?dmax) untuk Metode A = 1,750 gr/cm3, Metode B = 1,751 gr/cm3, Metode C =  1,875 gr/cm3 dan Metode D = 1,828 gr/cm3 dan kadar air optimum (OMC) yang diperoleh relatif sama yaitu Metode A = 14,25 %, Metode B = 14,25%, Metode C = 13,00 %, Metode D = 13,80 %, 2). Perubahan gradasi yang signifikan dari keempat metode terjadi pada ukuran 2,00 mm, pada material yang kecil lolos #4 tidak memperlihatkan perubahan yang signifikan tetapi untuk material yang lebih besar lolos #19 terjadi perubahan yang signifikan, 3). Rasio diameter penumbuk terhadap diameter pada mold kecil lebih besar dibandingkan rasio diameter penumbuk terhadap diameter pada mold besar dan 4). Sebagai referensi desa-in dipilih pengujian pemadatan metode A karena nilai kepadatan keringnya lebih kecil..
ANALISA PENENTUAN WAKTU BAKU UNTUK MEMPERSINGKAT PROSES PELAYANAN BONGKAR MUAT DI PELABUHAN TRISAKTI BANJARMASIN Imansyah Noor
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Pelindo III cab Banjarmasin merupakan pengelola terminal peti kemas pada pelabuhan Trisakti Banjarmasin dengan peralatan Container Crane (CC), Rubber Tyred Gantry (RTG), Head Truck (HT), dan Reach Truck (RS). Dengan peralatan ini pengelola menargetkan waktu bongkar muat nya adalah 18  box per jam atau 200 detik per box. Untuk mendapatkan waktu baku, maka penelitian ini menggunakan time study method dengan pengukuran langsung waktu kerja setiap kegiatan pada proses pelayanan bongkar muat. Hasil pengukuran mendapatkan waktu baku untuk kegiatan bongkar barang peti kemas oleh Container Crane (CC) dari kapal sebesar 263 detik / 2 box peti kemas dan waktu baku untuk kegiatan muat barang peti kemas oleh Container Crane (CC) ke kapal sebesar 277 detik / 2 box peti kemas, sehingga rata-rata waktu baku untuk kegiatan bongkar muat adalah sebesar 135 detik / box peti kemas. Bila dibanding dengan waktu yang ditetapkan oleh pengelola sebesar 200 detik / box peti kemas, maka waktu baku hasil pengukuran langsung telah mencapai target artinya lama kapal sandar (berting time) di dermaga dapat lebih singkat atau cepat. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa waktu kerja pada proses bongkar muat peti kemas dapat dipercepat asal proses bongkar muat pada kondisi normal dan perlu perbaikan pada sistem bongkar muat peti kemas dengan melakukan perubahan sistem penumpukan peti kemas.
ANALISIS HUBUNGAN DIMENSI KUALITAS LAYANAN JASA DENGAN KEPUASAN PELANGGAN PADA PT.PLN (PERSERO) H. Sarifudin
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan hal yang seharusnya dilakukan suatu or-ganisasi secara periodik untuk lebih memantapkan keunggulan. Peningkatan kinerja pada atribut yang tepat akan membawa dampak positif yaitu meningkatnya kepuasan pe-langgan, namun sebaliknya, peningkatan kinerja pada atribut yang tidak tepat akan mem-bawa organisasi pada pemborosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kepuasan pelanggan dengan mengintegrasikan model Servqual yang dapat digunakan untuk me-nentukan kualitas pelayanan suatu perusahaan atas dasar lima dimensi kualitas pe-layanan yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance dan empathy. Sedangkan metode diagram kartesius digunakan untuk mengidentifikasi prioritas perbaikan kinerja bagi perusahaan. Data penelitian didapat dengan menyebarkan kuesioner yang meliputi pertanyaan-pertanyaan yang mewakili 5 dimensi kualitas yang dikembangkan dan divalidasi. Penelitian ini dilakukan pada PT. PLN ( Persero) Banjarmasin.
ANALISIS KEBANGKRUTAN PADA PERUSAHAAN PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Nurul Mukhlisah
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai analisis kebangkrutan dengan menggunakan Model Altman sudah banyak dilakukan. Pada penelitian ini Model Altman merupakan model yang bisa diguna-kan untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan property dan real estate. Disamping Model Altman, Rasio Leverage juga bisa digunakan sebagai alat untuk mem-prediksi kebangkrutan perusahaan property dan real estate. Penggunaan Model Altman dan Rasio Leverage ini nanti akan dibandingkan hasilnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi kebangkrutan perusahaan pro-perty dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan Model Altman dan untuk mengetahui apakah ada perbedaan potensi kebangkrutan peru-sahaan-perusahaan tersebut yang dikelompokkan berdasarkan Rasio Leverage.
Studi Karakteristik Bangunan Bergaya Jengki di Banjarmasin Dahliani .; Prima Widia Wastuty
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 11 No 2 (2011)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arsitektur Jengki lahir sekitar tahun 1950-1960 an, pada tahun-tahun awal setelah kemerdekaan yang lahir sebagai hasil kemerdekaan, pembebabasan diri dari yang berbau kolonialisme dan rasa naionalisme yang kuat
WUJUD BUDAYA VISUAL ARSITEKTUR ETNIS TIONGHOA DI BANJARMASIN Kurnia Widiastuti; Anna Oktaviana
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 12 No 1 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Orang Tionghoa sudah mengenal Nusantara sejak abad ke-5 Masehi. Salah satu faktor mempercepat penyebaran budaya adalah melalui sektor perdagangan. Ramainya inte-raksi perdagangan antara China dan Indonesia pada masa dulu, menyebabkan banyak sekali orang yang merasa perlu keluar dan berdagang. Salah satu wilayah tujuan utama berdagang pada masa itu adalah Kalimantan. Karena pelayaran tergantung pada angin musim, maka setiap tahunnya para pedagang akan bermukim di wilayah yang disinggahi, selanjutnya menurunkan percampuran budaya antara pendatang dengan budaya lokal.Penelitian ini menjelaskan tentang masuknya kebudayaan China (Tionghoa) di Banjar-masin sebagai salah satu media jejak untuk memaparkan bentuk-bentuk perwujudan bu-daya Tionghoa yang ada di Banjarmasin dalam konteks kajian pada segi arsitektur-ba-ngunan. Hasil akhir kajian berupa penerapan kaidah Arsitektur China pada bangunan-bangunan yang biasa digunakan dan dihuni oleh masyarakat etnis China di Banjarmasin dan seki-tarnya. Pada dasarnya penelitian ini dapat digunakan untuk acuan pelestarian.
PEMANFAATAN LUMPUR MARMER, LIMBAH STYROFOAM DAN ABU LAYANG BATUBARA UNTUK PEMBUATAN BATA BETON BERLUBANG Andy Mizwar; Erika Agustini; Gilang Samudra; M. Auliannoor
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 12 No 1 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah padat berupa lumpur marmer, limbah styrofoam dan abu layang batubara telah menjadi masalah lingkungan, khususnya di Kalimantan Selatan. Salah satu alternatif pe-nanganan limbah tersebut adalah dengan cara memanfatkannya menjadi bata beton ber-lubang. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan lumpur marmer, limbah styrofoam dan abu layang batubara sebagai bahan pembuatan bata beton berlubang yang murah dan ra-mah lingkungan. Dalam penelitian ini lumpur marmer dan styrofoam digunakan sebagai agregat halus pendamping pasir sedangkan abu layang batubara digunakan sebagai ba-han perekat pendamping semen.Data penelitian diambil dengan melakukan eksperimen uji kuat tekan di laboratorium ter-hadap 12 sampel bata beton berlubang dengan komposisi campuran antara semen (sn), abu layang batubara (ab), lumpur marmer (mr), styrofoam (st) dan pasir (ps) yang ber-beda. Juga dilakukan uji karakteristik bahan untuk mengetahui kandungan logam berat (Cu, Cd, Cr dan Zn) dalam sampel bata beton berlubang, serta analisa harga produksi masing-masing sampel untuk mengetahui nilai ekonomi bata yang dihasilkan. Seluruh hasil uji dan analisa dibandingkan dengan standar PU dan pasaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bata beton berlubang yang dihasilkan memiliki berat yang lebih ringan dari standar PU dan pasaran, biaya produksi lebih murah dari standar PU dan pasaran, dan bata beton berlubang dengan komposisi 3 sn:1 ab:10 mr:2 st:3 ps memiliki kuat tekan lebih besar daripada standar pasaran dan memenuhi baku mutu lingkungan.
GEOLOGI DAN ESTIMASI SUMBERDAYA NIKEL LATERIT DENGAN METODE IDW (INVERSE DISTANCE WEIGHT) DAN KRIGING PADA DAERAH BAHODOPI KABUPATEN MOROWALI PROVINSI SULAWESI TENGAH Muhammad Amril Asy’ari
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 12 No 1 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode yang memiliki ketelitian yang lebih baik berdasarkan perbandingan kedua metode perhitungan. Topografi  pada daerah pe-nelitian berupa morfologi bergelombang dan morfologi berbukit bergelombang. Hasil ana-lisa petrogarfi menunjukkan batuan dasarnya berupa batuan ultramafik dengan jenis haz-burgit. Titik bor interval 25 meter memiliki titik bor sebanyak 636 dan interval 50 meter memiliki titik 234. Hasil perhitungan sumberdaya dengan menggunakan metode inverse distance sebanyak 15.937 ton. Untuk  metode kriging, dengan jumlah titik bor zona sa-prolit sebanyak 486 titik. Jumlah titik bor yang masuk dalam kategori cut off grade seba-nyak 157 titik, setelah dilakukan kriging terdapat 160 blok. Sebelum dilakukan kriging hasilnya 9751.874 ton, setelah dilakukan analisa kriging hasil perhitungannya sebesar 9722,385 ton. Setelah dilakukan analisa kriging, didapatkan nilai semivariogram, yang mana daerah pengaruh untuk sebaran nikel memiliki panjang 197,64 meter dengan arah N 223,8°E. sedangkan untuk ketebalan mempunyai range terpanjang 183,27 meter de-ngan arah N 9,2°E. Nilai awal simpangan baku 0,32 dan setelah dilakukan proses kriging nilai simpangan baku menjadi 0,152. Nilai awal koefesien variasi awal sebesar 0,242, setelah dilakukan proses kriging di dapatkan nilai koefesien variasi 0,115. Untuk tebal Ni nilai awal simpangan baku sebesar 1,77, setelah dilakukan analisa kriging di dapatkan nilai 1,78. Estimasi menggunakan kriging merupakan metode pendekatan dari nilai sebenarnya dengan tujuan utama untuk menghindari kesalahan sistimatis dalam estimasi yang terlalu besar atau terlalu kecil dalam menaksir cadangan. Perbedaan hasil estimasi kedua metode disebabkan karena adanya perbedaan nilai kadar Ni dan tebal Ni hasil taksiran kedua metode tersebut. Metode estimasi kriging  yang diproses yaitu kadar Ni dan tebal Ni, sedangkan metode estimasi inverse distance hanya kadar yang diproses.
KESERASIAN ALAT MUAT DAN ANGKUT UNTUK KECAPAIAN TARGET PRODUKSI PENGUPASAN BATUAN PENUTUP PADA PT. UNIRICH MEGA PERSADA SITE HAJAK KABUPATEN BARITO UTARA KALIMANTAN TENGAH Rezky Anisari
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 12 No 1 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penambangan di PT. Unirich Mega Persada menggunakan peralatan mekanis berupa kombinasi dari alat gali muat Excavator Doosan 500 LCV  dengan alat angkut Dump Truck Hino FM 260 Ti untuk melakukan pembongkaran dan pengangkutan tanah penutup (overburden). Di gunakan juga beberapa peralatan mekanis lain sebagai pendu-kung kelancaran kegiatan produksi maupun untuk memaksimalkan hasil target produksi seperti motor greder, bulldozer, water tank dan fuel tank.  Untuk mencapai hasil produksi yang telah ditetapkan, kegiatan penambangan haruslah dilakukan dengan seoptimal mungkin.Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui produktifitas alat muat, untuk me-ngetahui produktifitas alat angkut dan untuk mengetahui match factor (keserasian kerja) alat muat dan alat angkut.Dari hasil pengamatan dan perhitungan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Pro-duktifitas alat muat Excavator Backhoe Doosan 500 LCV sebesar 176.093  bcm/jam. Produktifitas alat angkut DT Hino FM 60 Ti sebesar 32,39 bcm/jam. Keserasian alat muat Excavator Backhoe Doosan 500 LCV dengan alat angkut DT Hino FM 60 Ti adalah 1,10, artinya alat angkut masih ada yang antri. Dengan melihat Produktifitas alat muat di-butuhkan 5 unit alat angkut agar pengupasan batuan penutup berjalan secara optimal
PENENTUAN OPTIMASI PRODUKSI PEMBANGUNAN RUMAH BERDASAR TYPE MENGGUNAKAN METODE LINIER PROGRAMMING Rinova Firman Cahyani
INTEKNA informasi teknik dan niaga Vol 12 No 1 (2012)
Publisher : P3M Politeknik Negeri Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan bahan baku untuk produksi pembangunan rumah sering terjadi proses pengaturan bahan baku menjadi beberapa bagian. Pengaturan ini sering dilakukan se-cara manual tanpa melakukan perencanaan yang matang, sehingga pada setiap akhir proses produksi banyak terdapat sisa bahan baku yang seharusnya dapat dimanfaatkan. Hal ini menjadi faktor penting yang mendorong untuk dilakukan optimasi dalam pe-makaian bahan baku.Penentuan pemecahan dasar dalam metode simpleks pada umumnya melibatkan perin-cian perhitungan yang menjemukan, namun dengan sistem aplikasi yang dibuat akan  menjadi lebih mudah karena berorientasi otomatisasi. Sehingga dapat dirancang dan di-bangun sistem optimasi pengaturan pemakaian bahan baku produksi pembangunan ru-mah menggunakan metode simpleks.Sistem aplikasi yang dibuat untuk  optimasi pengaturan pemakaian bahan baku produksi pembangunan rumah dengan menggunakan metode simpleks menghasilkan perhitungan perencanaan produksi yang optimal berbasis komputer untuk mencapai keuntungan yang maksimum dan dapat mempermudah dalam pengambilan keputusan perencaanaan pembangunan rumah.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 25 No 2 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 2, Nov 2025 Vol 25 No 1 (2025): Jurnal INTEKNA, Volume 25, No. 1, Mei 2025 Vol 24 No 2 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 2, Nov 2024 Vol 24 No 1 (2024): Jurnal INTEKNA, Volume 24, No. 1, Mei 2024 Vol 23 No 2 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 2, Nov 2023 Vol 23 No 1 (2023): Jurnal INTEKNA, Volume 23, No. 1, Mei 2023 Vol 22 No 02 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 2, Nov 2022: 76 - 162 Vol 22 No 01 (2022): Jurnal INTEKNA, Volume 22, No. 1, Mei 2022: 01 - 75 Vol 21 No 2 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 2, Nov 2021: 54 - 111 Vol 21 No 1 (2021): Jurnal INTEKNA, Volume 21, No. 1, Mei 2021: 1 - 53 Vol 20 No 2 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 2, Nov 2020: 53 - 110 Vol 20 No 01 (2020): Jurnal INTEKNA, Volume 20, No. 1, Mei 2020: 01-52 Vol 19 No 1 (2019): Vol 19 No 1 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 1, Mei 2019: 1-68 Vol 19 No 2 (2019): Jurnal INTEKNA, Volume 19, No. 2, Nov 2019: 69-133 Vol 18 No 2 (2018): Vol 18 No 2 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 2, Nov 2018: 67-131 Vol 18 No 1 (2018): Vol 18 No 1 (2018): Jurnal INTEKNA, Volume 18, No. 1, Mei 2018: 1-66 Vol 17 No 2 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 2, November 2017: 79-147 Vol 17 No 1 (2017): Jurnal INTEKNA, Volume 17, No. 1, Mei 2017: 1 - 78 Vol 16 No 2 (2016) Vol 16 No 1 (2016) Vol 15 No 2 (2015) Vol 15 No 1 (2015) Vol 14, No 2 (2014) Vol 14 No 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol 14 No 1 (2014) Vol 13 No 3 (2013) Vol 13, No 3 (2013) Vol 13 No 2 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol 13 No 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 2 (2012) Vol 12 No 2 (2012) Vol 12 No 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11 No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol 11 No 1 (2011) Vol 10, No 2 (2010) Vol 10 No 2 (2010) Vol 9 No 2 (2009): Jurnal Intekna, Volume IX, Nomer 2, Nopember 2009 Vol 8 No 1 (2008) Vol 8, No 1 (2008) More Issue